Guan Lin adalah seorang alkemis yang paling berbakat di akademi. Suatu hari Guan Lin tiba-tiba saja dibunuh oleh seseorang dan saat terbangun Guan Lin sudah berada ditubuh orang lain.
“Li Mei kamu akan tamat sampai di sini.” Seorang wanita berbicara dengannya.
Guan Lin melihat sekeliling, banyak sekali pria yang mengelilinginya.
“kalian … lakukan sesuka kalian,” ucap wanita itu sambil berjalan keluar.
“hehe kami akan membuatmu merasa nyaman,” ucap seorang pria kepada Guan Lin dengan senyum bahaya.
Saat Guan Lin ingin melawan, Guan Lin merasakan ada yang tidak beres dengan tubuhnya.
Apa ini? Siapa mereka? Mengapa tubuhku merasa tidak nyaman? Sial.
Akankah Guan Lin bisa melepaskan diri?
*******************
Cover by pinterest
*******************
ini adalah novel keduaku, mohon dukungannya dan jangan lupa like, subcribe serta vote ya..
terimakasih ^^
baca juga novel pertamaku Menikah dengan penjahat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ellani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16 si Kembar
Li Mei dan yang lainnya mulai melakukan penelitian untuk obat tersebut. Mereka menginap dirumah Li Mei yang disediakan profesor, untuk laki – laki mereka tidur di laboratorium.
Mereka menghabiskan waktu mereka dalam penelitian itu dan beristirahat makna jika pelayan sudah datang. Rolin sekali – kali bermain kehalaman belakang untuk mengunjungi Li Mei dan berkenalan dengan peneliti lainnya.
Seiring berjalannya waktu mereka semua menjadi sangat akrab dengan satu sama lain, begitu juga Rolin yang sering bermain dengan mereka walau hanya sebentar.
Membutuhkan waktu tiga bulan untuk menyelesaikan obat ini. Dikehidupan sebelumnya Li Mei melakukannya bertahun – tahun. Karena Li Mei telah mengetahui dasarnya maka Li Mei dan team dapat menyelesaikannya dengan cepat dari yang dibayangkan.
“Haruskan kita mencobanya sekarang?” tanya Arthur.
“Baiklah … bawa tikus buta itu kemari,” ucap Li Mei.
Anton berlari dan mengambil tikus putih itu. Li Mei mulai meneteskan cairan obat yang mereka buat. Ini dosis yang cukup kuat sehingga bisa membuat orang itu pingsan selama seharian. Setelah meneteskan cairan itu, mereka menunggu sampai tikus itu sadar.
“Sudah tiga hari … apakah tikus itu mati?” tanya Anton.
“Tidak … aku sudah memeriksa tanda vitalnya dan terus mengawasi tikus itu, itu tidak mati.” Cai Lu bertanggung jawab dalam mengawasi tikus itu. Ini sangat menarik perhatiannya, mengobati tanpa membedah sehingga dia tidak tidur selama tiga hari.
“Hei aku rasa kau harus istirahat,” ucap Anton melihat mata menyeramkan Cai Lu.
“Aku baik – baik saja,” Cai Lu terus mencatat dan memeriksa keadaan tikus itu.
Mereka semua sangat lelah bahkan lupa untuk mengurus diri mereka sendiri, mereka hanya sempat makan dan cuci muka serta menggosok gigi mereka.
“Hmmm … ini apakah perlu satu bulan untuk tikus itu sadar?” tanya Bety.
Li Mei melihat sedikit pergerakan pada tikus itu dan tersenyum. “Tidak … dia akan mulai sadar,” ucap Li Mei.
Beberapa detik kemudian tikus itu sadar dan mulai berjalan dengan lamban. Cai Lu segera memeriksa tikus dan melihat mata tikus itu. Dia memeriksanya dan tikus itu merespon cahaya yang ada didepannya.
“Apakah berhasil?” tanya Arthur.
Cai Lu melihat kesemua orang dan tersenyum lebar.
“Ini sangat menakjubkan! Akhirnya kita berhasil!” teriak Anton.
“Hahaha …. Aku tidak menyangka ada yang lebih menyenangkan daripada membedah hewan,” ucap Cai Lu bangga.
“Hmm … Hmmm … benar sekali,” sahut Bety.
Li Mei sangat senang, walaupun dia sudah menduga ini akan berhasil namun perasaan ini sangat berbeda. Dia ditemani oleh teman – teman satu teamnya saat ini.
“Apakah kita harus memanggil profesor?” tanya Arthur.
“Ya cepat telpon profesor,” teriak Anton dengan sangat gembira.
Suasana labor sangat bahagia sekali dan mereka semua tersenyum dan tertawa.
“Rolin akan melihat wajahku yang tampan,” ucap Anton mengusap dagunya dengan kedua jarinya.
“Tampan? Seharusnya kau berkaca,” ucap Arthur.
“Apa? kau hanya pria maskulin yang terlihat seperti wanita,” teriak Anton.
“Hah? Apa kau ingin kupukul lagi?” teriak Arthur.
“Mulai lagi,” ucap Li Mei sambil menggelengkan kepalanya.
Setelah semua beres, Profesor dengan cepat datang dan melihat keadaan tikus itu dengann membawa dokter hewan. Dia bukan tidak mempercayai Cai Lu, tetapi dia hanya untuk meyakinkan dirinya bahwa memang benar tikus ini sembuh.
“Bagaimana?” tanya Profesor.
“Ini!” dokter itu memeriksa lagi mata tikus itu. Awalnya dia datang kesini untuk memeriksa tikus buta dan sekarang tikus itu sembuh?
“Apa benar ini tikus sebelumnya yang pernah saya periksa?” tanya Dokter itu dengan ragu.
“Lihat saja tanda yang ada dikepalanya,” ucap Cai Lu.
Dokter itu melihat tanda dikepalanya dan menyadari bahwa ini memang benar tikus yang dia periksa.
“Ini- apa yang kalian lakukan?” tanya dokter itu.
“Hanya penelitian kecil,” jawab Anton dengan sombong.
“Bagus … ini berhasil hahahha.” Profesor tertawa tetapi dia juga mengeluarkan air mata. Semua orang terdiam dan tersenyum disaat yang sama.
Dokter hewan pulang dan berpamitan dengan profesor. Setelah mengantar dokter kegerbang, mereka semua pergi kekamar Rolin dan ingin segera mencoba obat tersebut.
“Rolin kami akan memberikan obat ini padamu dan mungkin kamu tidak akan sadar selama beberapa hari,” jelas Li Mei dengan pelan.
Rolin diam sebentar, “Baiklah … aku percaya dengan kalian semua.” Roli berbaring dan meyakinkan dirinya bahwa ini akan berhasil.
Li Mei mulai meneteskan obat yang memiliki dosis lebih besar dari tikus yang pernah mereka coba. Beberapa saat kemudian, Rolin tidak sadarkan diri dan mereka semua keluar membiarkan dokter memasang infus untuk Rolin yang sedang pingsan.
Li Mei ingat waktu yang dibutuhkan 1 minggu, tetapi sekarang berbeda obat yang dia buat didapat dari bahan yang sangat bagus sehingga dia yakin Rolin akan bangun dalam waktu kurang daru 1 minggu.
Saat Li Mei memikirkan Rolin, perutnya mulai bereaksi. “Au …” rintih Li Mei.
“A-ada apa?” Bety memegang Li Mei dengan gugup.
“A-apa akan melahirkan?”
“C-cai Lu!” teriak Bety.
Semua orang mendengar teriakan Bety dan melihat Li Mei duduk dengan wajah kesakitan.
“Aku rasa ini sudah waktunya,” ucap Arthur sambil memegang Li Mei.
“Tidak apa – apa tenanglah,” ucap Li Mei sambil mengatur nafasnya.
“Ayo kita bawa kekasur.” Anton dan Arthur menggendong Li Mei , sedangkan Cai Lu pergi memanggil dokter khusus yang disiapkan untuk merawat Li Mei. Bety sendiri mengambil semua peralatan yang dibutuhkan. Mereka semua telah dilatih oleh dokter obgyn apa saja yang harus dipersiapkan dan mulai membagi tugas.
Dokter datang dan membantu Li Mei melahirkan. Prosesnya cukup lama dan Li Mei sangat kesakitan.
“Bertahanlah,” ucap Bety dengan suara bergetar.
Cai Lu yang berada disebelahnya memegang tangan Li Mei dengan erat. Sedangkan para pria menunggu diluar.
Beberapa jam kemudian terdengar suara tangisan bayi, tidak hanya satu bayi tetapi dua bayi kembar yang lucu telah lahir. Bayi laki – laki dan bayi perempuan yang sangat lucu. Mereka berdua dibersihkan dan diletakkan didada Li Mei. Melihat kedua anaknya Li Mei menangis bahagia, dia tidak menyangkan memiliki anak akan sebahagia ini. Mereka adalah keluarganya darah dagingnya sendiri.
“Li Mei selamat … kamu sudah bekerja keras,” Bety menangis saat melihat Li Mei menangis.
“Kenapa kau menangis? Sial aku akan keluar.” Cai Lu pergi keluar dan mengusap air matanya. Dia tidak tahu mengapa, tetapi dia sangat terharu melihat ini semua.
Anton dan Arthur masuk untuk memberikan ucapan selamat kepada Li Mei dan melihat bayi kembar itu. Anak boss akan mereka jaga dengan baik.
“Terimakasih semuanya,” ucap Li Mei dengan senyum dan air mata diwajahnya.
Enam tahun telah berlalu setelah Li Mei melahirkan kedua anak kembarnya.
“A Pei , A Ping.” Teriak Li Mei.
“Berhenti mengganggu paman Anton dan kembali pulang,” teriak Li Mei lagi.
“Kami tidak sedang bermain … ini adalah penelitian,” ucap A Ping.
“Hmm … aku hanya menjaga adikku saja,” ucap A pei dengan wajah datar.
“Anton maafkan aku … ini pasti sangat merepotkanmu,” ucap Li Mei.
“Tidak apa – apa,” Anton memegang pinggangnya. Ini boss kecil adalah monster, sangat menyakitkan. Huhuu..
“Baiklah ayo pulang … bereskan pekerjaan rumah kalian,” Li Mei mengambil kedua tangan kecil anak itu dan pergi setelah meminta maaf dengan Anton.
Li Mei telah berada disini selama 6 tahun lebih dan lab pribadi profesor telah menjadi lab mereka. Anak Li Mei juga tumbuh disini, Li Mei memberi nama untuk anak laki – laki nya Li Peizi sedangkan perempuan bernama Li Ping.
Li Ping adalah anak yang sangat aktif sedangkan Li Peizi anak yang cuek sangat dingin tetapi dia peduli dengan adik dan ibunya serta orang – orang yang berada disekitar ibunya.
“Menurutmu apakah pria seperti paman Anton akan menjadi kuat selamanya?” tanya Aping.
“Tentu saja tidak, tulang akan rapuh seiring berjalannya usia,” jawab A Pei.
“Tetapi jika kau berolahraga dan minum susu, aku rasa itu akan kuat walaupun sudah tua,” jawab A Pei dengan serius.
“Benarkah? Kalau begitu aku akan minum susu yang banyak agar tidak lemah seperti paman Anton,” ucap A Ping dengan suara bayinya.
“A Pei … A Ping!” terdengar teriakan seorang wanita dari dalam rumah mereka.
“Kakak Rolin!” teriak Apei dan Aping serentak. Mereka berlari menuju Rolin dengan semangat.
“Hati – hati … kalian akan jatuh jika terburu – buru seperti itu.” Li Mei tersenyum dan berjalan dibelakang mereka berdua.
Memasuki rumah kecil yang sederhana, mereka berempat tertawa dan makan dengan bahagia.
Akhir dari Bab 16