Indonesia
NovelToon NovelToon
Mengejar Restu

Mengejar Restu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Cinta Terlarang / Karir
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Intan Gemilang

"Biarkan saja aku pergi Bang, Jangan jadikan dirimu Durhaka karna aku" Tangis Mila tumpah kala mendapat kenyataan pahit. bahwa hubungan nya dengan Reno tidak mendapat kan restu dari orang tua Reno.
Harta dan martabat menjadi penghalang di antara keduanya. Akan kah Reno mempertahankan Hubungan yang ia bangun selama dua tahun bersama Mila kandas begitu saja?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intan Gemilang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IRI NYA NURI

"Mang bubur ayam dua" Ucap mbak Nuri. setelah kami sampai dan duduk di salah satu bangku yang memang telah di sediakan oleh penjual.

"Mila, kamu habis borong pasar?" Ucap mbak Nuri meledek.

Karna barang belanjaan ku yang cukup banyak, bagaimana tidak? untuk pakaian saja. aku harus membawa dua plastik berukuran cukup besar. belum lagi untuk kosmetik tas dan sepatu.

"Iya mbak, tadi aku kalap di pasar" Jawabku seraya tertawa.

"Haha, makan nya kalau mau belanja ke pasar. baca doa dulu. karna banyak setan penghasut di dalam sana. hehe" Ucap mbak Nuri.

"Aku lupa mbak, mantra nya tertinggal di rumah tadi" Jawabku.

"Hehe, jadi penuh dong lemari kamu Mila" Ucap mbak Nuri.

"Penuh mbak" Jawabku.

Tidak berapa lama, saat kami berbincang penjual bubur pun tiba dengan membawa dua mangkuk bubur di dalam nampan.

Kami berdua akhirnya makan Bubur. rasanya perut ku sudah berdemo ria. mereka tengah berkampanye meminta keadilan akan jatah makan yang belum juga ku berikan.

Bubur ayam yang hangat benar benar menghangat kan tubuhku.

*********************

Akhirnya setelah melewati jalanan yang sedikit panjang. kami pun tiba di Mes kami kembali. aku merebahkan tubuh ku. karna terasa lelah sekali. walau hanya pergi berbelanja. tapi, barang belanjaan yang harus ku bawa cukup banyak.

Aku bagai orang yang mau membuka usaha saja.

"Gila memborong kamu Mila?" Ucap Mia tiba tiba nongol di balik pintu.

"Haha, biasa orang yang habis gajihan jadi sedikit kalap liat pasar" Jawab mbak Nuri

"Aku lupa mantra Mia, jadi khilaf jadi nya" Jawabku

"haha, makannya kalau mau belanja baca bismillah dulu" Ucap Mia.

"Jangan kan bismillah, numpang numpang saja dia mah nggak Mia" Jawab mbak Nuri.

"Haha, Gila mau jualan ini mah Mila" Ucap Mia.

"Iya, nanti kamu beli ya" Jawabku.

Ogah ah, takut harga nya jadi mahal" Ucap Mia.

"Haha, Eh udah sana kerja kamu. nanti di marahin loh. malah ngerumpi disini" Jawab mbak Nuri.

"Iya, aku tadi lagi kerja. cuma pas lihat Mila bawa plastik banyak banget jadi kepo sedikit" Ucap Mia.

"Bukan sedikit itu mah. tapi banyak" Jawabku.

"Haha, biarin lah. siapa tahu ada yang bisa di bantu gitu. kayak Nerima belanjaan barunya" Ucap Mia.

"Haha" Jawab mbak Nuri.

Setelah kepergian Mia. aku segera membongkar belanjaan ku. karna kondisi di kamar ini, terlihat sangat berantakan oleh barang belanjaan ku.

"Mila, baju baju kamu yang sudah usang dan butut. kamu kasihkan saja sama yang membutuhkan. atau di buang" Ucap mbak Nuri.

"Yang mana mbak?" Jawabku.

"Pakaian yang kamu bawa dari kampung. ada beberapa yang sudah sangat usang dan jelek. kamu buang saja. kan sekarang kamu sudah ada baju baru" Ucap mbak Nuri.

Aku pun membereskan isi lemari ku. mbak Nuri membantuku memilah beberapa pakaian ku yang tidak terpakai. memang sih, ada beberapa pakaian milik ku yang memang sudah bolong dan warna nya sudah pudar. pantas saja jika mbak Nuri menyebutnya baju butut.

Karna selama ini, mbak Nuri selalu mengenakan pakaian yang bagus. tidak seperti yang aku kenakan.

Mungkin itu sebab nya juga. mbak Nuri sampai memilihkan beberapa pasang baju untuk ku tadi.

Mbak Nuri memang sangat Cantik dan bersih. aku tahu? pastilah mbak Nuri juga bukan orang susah seperti ku. secara dia kan keponakan dari pak Akmal. orang yang terbilang cukup kaya dan berada di kampung ku.

Pastilah keluarga mbak Nuri juga tidak jauh beda dari pak Akmal. tapi, mengapa mbak Nuri memilih bekerja ya? padahal dia kan bisa mendapatkan apapun dengan mudah?

Mbak Nuri memiliki wajah yang putih. dengan tubuh tinggi semampai. dari penampilan nya saja. semua orang bisa melihat dia bukan lah orang biasa.

"Mbak, Mbak Nuri kenapa memilih bekerja jadi pelayan?" Ucapku pada mbak Nuri.

"Memang nya kenapa? kerja jadi pelayan kan Halal" Jawab nya.

"Memang sih, tapi kan mbak Nuri keponakan dari pak Akmal. secara pasti mbak Nuri juga orang yang berada kan?" Ucapku.

"Kata siapa?" Jawab mbak Nuri.

"Kata aku lah, secara pak Akmal saja terbilang juragan di kampung ku. pasti orang tua mbak Nuri juga sama seperti pak Akmal. atau mungkin lebih kaya dari pak Akmal kan?" Ucapku.

"Memang" Jawab mbak Nuri.

"Lalu, kalau orang tua mbak Nuri orang yang berada. mengapa mbak Nuri memilih bekerja? kan mbak Nuri bisa dapetin apa apa dengan mudah. pasti orang tua mbak Nuri juga tidak akan keberatan kan?" Ucap ku.

"Itu juga benar" Jawab nya.

"Lalu, mengapa mbak Nuri memilih bekerja jadi pelayan?" Ucapku.

"Mila, yang kaya itu kan orang tuaku. bukan nya aku. memang benar, aku bisa dapatkan apapun dengan mudah. hanya bermodalkan minta pada orang tua. semua pasti terwujud. tapi, aku juga manusia biasa. yang ingin tahu dan mencoba sesuatu yang baru. Ya contohnya bekerja dan mencari uang sendiri" Jawab nya.

"Oh begitu," Ucapku.

"Iya" Jawab nya.

"Tapi, apa orang tua mbak Nuri setuju? secara kan pekerjaan mbak Nuri yang jadi pelayan. padahal pasti di rumah semua serba di layani kan?" Ucapku.

"Awalnya tidak, orang tua ku marah besar. ketika aku memutuskan bekerja disini. dan jadi pelayan. Namun, lambat laun aku bisa meyakinkan mereka. bahwa aku ingin belajar mandiri dan mencari uang sendiri. Hingga lambat laun akhirnya mereka memberi ku ijin. dengan catatan Jika aku sudah lelah. maka aku harus segera pulang ke rumah" Jawab nya.

"Beruntung ya mbak Nuri, terlahir dari keluarga kaya. pasti sangat bahagia. apalagi orang tua mbak Nuri sangat menyayangi mbak Nuri" Ucapku

"Kamu lebih beruntung Mila, walau kondisi keluarga kamu yang sederhana. kamu mendapat kasih sayang yang sempurna dari kedua orang tua kamu. kamu hidup dan menjalani hari hari kamu, dengan kedua orang tua yang selalu menemani kamu. dan ada di setiap waktu. bahkan menemani pertumbuhan kamu. itu sangat beruntung. aku malah iri melihat orang tua kamu. yang begitu sayang dan merindukan kamu, Tidak seperti aku" Jawab mbak Nuri. seraya menunduk.

Aku sama sekali tidak mengerti, apa yang di maksud barusan oleh mbak Nuri? mengapa dia iri padaku? padahal dari kehidupan dan keberuntungan kami saja sudah jauh berbeda.

Dia terlahir dari keluarga kaya raya. apapun bisa dia dapatkan. mungkin dengan mudah pula. Aku juga yakin, Dia pasti tidak pernah merasakan yang Namanya. tidak ada makanan sama sekali. atau harus menjemur jagung demi menggantikan Nasi.

Atau, harus menjual emas yang hanya satu gram. demi menyambung hidup.

mengapa dia iri pada orang susah seperti ku?

Mbak Nuri ini memang ada ada saja.......

1
Mukmini Salasiyanti
☺🤝👍
Badai Putih
Ceritamu keren, thor! Rasanya bener-bener kaya hanyut ke dalam cerita
Respati Wijaya
Makasih udh berkarya thor! Lumayan banget buat bantu aku ngabisin waktu luang! Semangat terus pokoknya
floufrouu
akhirnya bisa baca lanjutan cerita ini...aku udah lama nunggu lanjutannya
I'm site
Lanjut thor jangan lupa mampir baca novelku ya 😍
LilCutie
Aduh aku sampe tahan napas baca beberapa bagian ceritanya. Excited banget
wah, terima kasih banyak kak🙏
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
hai kk thor aq mampir nieh di kry kk
smgt kk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!