Indonesia
NovelToon NovelToon
Untukmu Dunia Ini

Untukmu Dunia Ini

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Epik Petualangan / Barat
Popularitas:14.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ao Tsumi

Namaku Adya, Aku hidup daerah kumuh di pinggiran kota, setiap harinya selalu dipukul dan ditindas tanpa alasan.

Sampai suatu hari, nenek tua bernama Maria menolongku dan menawarkanku untuk tinggal bersamanya.

Hari-hari berlangsung dengan damai. Aku diberi makanan, tempat tinggal, dan di ajari banyak hal.

Termasuk sihir..!

Menggunakan sihir ini, aku ingin berkeliling dunia dan melihat segala hal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ao Tsumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1 Chapter 15 : Sang Langit

Aku dan nenek berjalan lebih dalam kedalam hutan. Sampai akhirnya nenek berhenti dan berkata.

“Kita sudah sampai.”

Begitu kata nenek.

Aku melihat sekelilingku tapi tidak ada apa-apa, hanya sebuah daerah lapang tanpa pohon disekitarnya.

“Disini nek?”

“Iya.” Nenek menjawab tanpa jeda dengan keyakinan.

“Pertajam manamu Adya.”

Nenek memerintahkan itu kepadaku, tanpa bertanya apapun aku menutup mata dan berkonsentrasi.

“Wlek@!” Saat itu juga aku muntah dan jatuh ditempat.

Apa ini!!

Mananya sangat menjijikkan sampai membuatku mual, kepalaku pusing, penglihatanku kabur, aku berusaha untuk bernapas karena dadaku terasa sangat sesak.

Apa yang terjadi? Apa yang membuat mana disini sangat menjijikkan?

“Itu karena iblis, Adya.”

Nenek mendekatiku dan mengelus-elus punggungku, dengan itu aku merasa sedikit lebih baik dan bisa menjawab nenek.

“Iblis?”

Apakah mana menjijikkan ini berasal dari iblis?

“Tempat ini kutemukan beberapa hari sebelum kamu pergi ke hutan abu-abu. Mana yang ada disini benar-benar mencerminkan sihir yang digunakan iblis. Buruk rupa dan tidak mengenakkan. Jika orang biasa kesini bisa dipastikan dia akan gila dan kehilangan akal mereka. Penyihir biasa akan langsung menghindari tempat ini. Tapi, penyihir sepertiku dan kamu yang unik itu tidak akan menyadari keberadaan mana ini jika tidak berkonsentrasi cukup dalam. Memang terlihat seperti kita akan menjadi orang yang mudah untuk terperangkap, tapi kebenarannya adalah lain.”

Aku berusaha berdiri dengan tehuyung-huyung.

Aku benar-benar tidak tahu apa yang nenek katakan atau alasan kenapa nenek membawaku kesini. Sesaat setelah aku menyadari kualitas mana ditempat ini aku tidak bisa menghilangkan ketidaknyamananku. Setiap bagian tubuhku sekarang merasakan ketidaknyamanan mana ini.

“Huh? Apa ini?”

Tapi beberapa saat setelah itu muncul cahaya emas disekitar tubuhku dan menyelimuti tubuhku. Sesaat setelah cahaya itu hilang aku sudah bisa bernapas dengan baik dan perasaan tidak nyaman itu hilang seolah tidak pernah ada. Nenek tampak seperti mengharapkan hal ini tapi juga terdapat perasaan terkejut diwajahnya.

“….Mana disini terasa sangat tidak enak karena ritual dari para iblis.”

Nenek tiba-tiba melanjutkan perkataannya. Kemudian mengayunkan tangannya yang diimbuhi mana. Kemudian sebuah lingkaran sihir raksasa berwarna merahpun tampak kepermukaan tanah.

“Mereka berusaha memanggil sesuatu yang tabu kemuka dunia. Sesuatu yang seharusnya tidak boleh ada disini.”

Nenek mengatakan itu dengan wajah yang sangat muram sambil melihat langit.

“Mereka benar-benar menyembunyikan diri mereka dengan baik. Jika aku terlambat sedikit mungkin imperial sekarang sudah hilang dari peta dunia. Untungnya ada iblis bodoh yang membeberkan hal ini menjadikan aku datang tepat waktu dan membunuh semua iblis yang berjaga dihutan ini. Walaupun waktu kita sepertinya sudah tidak banyak karena ada iblis yang sudah masuk lagi kehutan ini.”

Nenek membicarakan beberapa iblis yang kami temui saat berjalan kesini.

Aku sekarang hanya diam mendengar cerita nenek. Semua yang dibicarakan sudah diluar kemampuanku saat ini. Disatu sisi aku bisa memahami perkataan nenek dan disisi yang lain aku juga tidak memahaminya. Perasaan sulit macam apa ini?

Kemudian nenek melihat lurus kearah mataku dan berkata.

“Aku hanya bisa memperlambat proses mereka karena lingkaran sihir ini sudah diaktifkan dan hanya menunggu waktu.”

“Apa!?”

Aku melihat kebawah kakiku dimana lingkaran sihir itu ada. Saat kulihat lebih jelas, lingkaran sihir ini berkedut mengeluarkan cahaya merah disekitarnya.

Iblis berusaha memanggil sesuatu yang bisa menghilangkan kerajaan imperial dari peta dan walaupun nenek sudah menghabisi iblis-iblis yang berusaha memanggilnya,  sayangnya lingkaran sihir ini sudah diaktifkan dan hanya menunggu waktu? Situasi buruk macam apa lagi ini?

Aku sudah cukup khawatir dengan keadaan nenek saat pulang ke ibukota dan sekarang ada lingkaran sihir yang digunakan untuk menghilangkan kerajaan ini dari muka dunia. Kepalaku yang tadinya sudah pulih sekarang kembali berdenyut.

“Kalau begitu apa yang harus kita lakukan nek?” Tanyaku muram.

Aku melihat kearah nenek dengan lemas mengharapkan jawaban yang jelas. Aku dikejutkan dengan wajah nenek yang sekarang sudah berganti kesenyum lembut.

“Kamu Adya.” Kata nenek dengan lembut.

“Maksudnya?”

Aku memiringkan kepalaku bingung.

“Yang bisa mengehentikan ini semua adalah kamu.” Nenek engulangi kata-katanya tapi sekarang dengan lebih lengkap.

“…”

Aku hanya bisa diam membeku disana.

Aku bisa menghentikan semuanya? Kalau nenek tidak bisa bagaimana aku melakukannya?

Banyak tanda tanya yang muncul dikepalaku. Tapi untungnya nenek melanjutkan ceritanya.

“Kamu melihat cahaya emas yang menyelimutimu tadi kan?”

Aku menganggukkan kepalaku. Kemudian nenek menutup matanya seakan bernostalgia.

“Dulu sekali aku pernah melihat orang yang diselimuti cahaya itu menyelamatkan dunia. Aku berjalan disampingnya dan mendampinginya setiap saat diperjalanannya. Saat aku bertanya cahaya apa yang selalu menyelimutinya diapun berkata, “Mereka yang didampingi cahaya ini akan memperoleh kekuatan yang besar dan tugas yang besar juga. Cahaya ini kebalikan dari mana dari para iblis dan bisa dibilang sebagai mana paling ampuh untuk melawan iblis,””

Nenek membuka matanya dan sekali lagi melihat kepadaku.

“Cahaya barusan dinamai ‘sang langit’ olehnya.”

“’Sang langit”….”

Aku menggumamkan kata-kata dari nenek.

“Tapi nek, aku tidak tahu bagaimana cara menggunakannya.”

Meskipun begitu, memberitahukan hal itu kepadaku yang tidak tahu apa-apa bukan menjadi solusi apapun. Walaupun yang dikatakan nenek itu benar, cahaya itu tidak ada gunanya jika tidak bisa digunakan.  Aku yang baru saja menyadari keberadaan cahaya itu tidak mungkin bisa menggunakannya.

Nenek yang mendengarkan hal itu tersenyum lebar kepadaku.

“Jangan meremehkanku, oke? Aku tahu jika kamu punya kemampuan itu sudah beberapa bulan, yang barusan cuma untuk memastikan saja.“

Kemudian nenek merentangkan tangannya di udara dan terbentuklah sebuah lubang kecil. Itu adalah salah satu sihir ruang untuk menyimpan sesuatu atau dinamakan “Kotak ruang”.

Nenek mengeluarkan sebuah liontin berbentuk matahari dari sana dan memperlihatkannya padaku.

“Apa itu?” tanyaku.

“Ini pusaka dari orang itu. Katanya ini adalah katalis untuk menggunakan ‘sang langit’, dia berkata kepadaku untuk memberikannya kepada orang yang secara kebetulan mempunyai ‘sang langit’.”

Aku mengambilnya dan meletakkannya di telapak tanganku. Aku juga akhirnya menyadari sesuatu.

“Jadi ini sebabnya nenek bilang tidak ada katalis yang cocok untukku.”

“Benar, tapi saat itu aku masih belum tahu apa yang salah padamu jadi tidak pernah kuberikan. Beberapa bulan lalu saat aku sadar dengan sang langit pun aku juga tidak yakin, akhirnya hanya bisa kuberikan saat ini saat aku sudah yakin dengan semuanya.”

Nenek menjelaskan hal tersebut dengan jelas.

Aku melihat liontin ditanganku dengan seksama. Bagian kalungnya berwarna silver mengkilap tapi bagian mataharinya berwarna emas. Aku tidak yakin apakah ini emas asli atau bukan tapi aku merasakan sesuatu yang lain dari bagian matahari ini. Mengkristal? Juga seperti ada sesuatu yang lebih dari dalam liontin ini. Aku juga merasakan sesuatu yang unik dan nostalgia(?), entah kenapa aku merasa jika benda ini sangat melekat kepadaku.

Sebelum aku bisa bertanya lagi kepada nenek tiba-tiba lingkaran sihir dibawahku bercahaya lebih terang. Nenek mendecakkan lidahnya dan berkata.

“Gawat, waktu kita sudah tidak banyak! Adya, gunakan liontin itu dan lakukan sesuatu!” Nenek berteriak kepadaku.

Aku yang masih bingung segera menggunakan liontin itu di leherku. Kemudian cahaya keemasan langsung muncul disekitarku dengan hebat.

“Ada apa ini?” Tanyaku.

Aku merasakan sesuatu yang dasyat disekitarku. Pertamanya kukira ini karena lingkaran sihir iblis, tetapi yang kurasakan sekarang adalah mana yang kuat dan padat tetapi juga hangat. Aku juga merasakan hal itu dari dalam tubuhku…atau lebih tepatnya dari liontin yang barusaja kupakai. Tapi kehangatan itu lama kelamaan membuatku tertekan dan jatuh disana. Aku meremas bagian dadaku karena terasa sangat panas disana.

“Aaargh!”

Aku merintih kesakitan dan tidka berdaya. Nenek berusaha mendekatiku tapi terhalang oleh padatnya mana disekitarku.

“Ugh…Kendalikan itu Adya!”

Aku mendengar teriakan nenek dari luar lingkup mana ini.

Apa yang bisa kulakukan?

Aku berusaha untuk berkonsentrasi tapi terganggu oleh panas didadaku.

“Haah…Haaah!”

Aku terus mencoba dan mencoba untuk mengendalikan sang langit. Aku menyamakannya dengan mana yang biasa kupakai untuk mengeluarkan sihir. Awalnya berhasil tapi itu langsung lepas kendali lagi.

“Lakukan perlahan Adya!”

Aku mendengar arahan nenek.

Perlahan…perlahan….

Aku menutup mataku dan berusaha untuk berkonsentrasi. Mana pada dasarnya itu selalu tenang dan berubah saat di kendalikan. Tapi sang langit terasa seperti kebalikannya, mana ini sangat liar dan aku berusaha untuk menenangkannya.

Ugh…..

Aku menggertakkan gigiku. Keringat mulai mengalir disekujur tubuhku dan panas yang ada didadaku juga belum reda. Aku terus mencoba untuk mengendalikan sang langit.

“Huuh….”

Beberapa menit kemudian aku merasakan mana yang ada disektarku semakin tenang. Dadaku maish terasa panas tapi tidak sepanas yang pertama aku rasakan. Aku berhasil mengendalikan sang langit sampai dititik aku bisa berbicara kepada nenek.

“Nek….Apa yang terjadi?” Aku mengangkat wajahku dan bertanya kepada nenek.

“Liontin itu sedang mengujimu! Tidak seperti katalis lain, dia punya sedikit sistem untuk memilih pemiliknya! Terus berusaha untuk mengendalikannya!”

Nenek berteriak segala sesuatu yang membuatku bingung. Tapi yang kupahami sekarang adalah liontin ini menantangku.

Tanganku yang tadinya ada didadaku sekarang ku geser kearah liontin ini dan kugenggam dengan erat.

“Huf!”

Aku merasakan liontin itu memanas ditanganku tapi aku tidak melepaskannya dan tetap menggenggamnya dengan erat.

Memikirkan semua latihan yang pernah kulalui bersama nenek, aku terus menggenggam erat liontin itu.

1
Teddy Aktadi
Luar biasa
Awin Sandika
kebanyakan ngomong jagoannya juga lemah
ike fendi
Semangaat
Rozuken
wooooaaaaahhh
arfan
lanjut bos
Nur Endah
semakin seru pertarungannya...👍
Akari
gw suka dngn nama skill nya
Kwaso: Masih jauh sih tapi nanti dijelasin kenapa kok namanya begitu semua.
total 1 replies
Akari
sang langit, lapisan pertama, dia yang memurnikan dunia!

ckck, nama nya kereeen thor
Kwaso: uwaw makasih kk ✺◟( ͡° ͜ʖ ͡°)◞✺
total 1 replies
Quinnela Estesa
bagusnya. tokoh utama memiliki kelemahan gitu. kalo menang terus, engga seru dong.
Kwaso: well, kalo typo atau kesulitan penyampaian ku revisi
total 3 replies
Akari
mampus, diam Lo kan
Akari
betul kn
Akari
tigerwolf nya hamil?🤔
Kwaso: hooh, abilitynya nurun jadinya
total 1 replies
Kwaso
beku sampai ke dna itu nanti :v
Akari
ngeri amat kutukannya🗿
Akari
mungkin neneknya penyihir hebat🤔
Kwaso: papan atas coy
total 1 replies
Nur Endah
Semangat untk terus berkarya y...💪💪💪❤️
Rozuken
instan death?😱
Rozuken
Neneknya be like: santai dulu gk sih
Rozuken
quick question apakah manusia dan iblis akan musuhan selamanya?
Rozuken
mana regennya op banget Adya,5 jam nonstop
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!