Jackly Ellesmere Zloty- dia adalah pamanku yang galak dan posesif. Tapi, dia selalu menuruti permintaanku. asal tidak bersangkutan dengan satu orang yang begitu di bencinya. yaitu.. Papa.
~BillbyImona
Tidak hanya kami.. semua orang pasti bertanya-tanya siapa sebenarnya Billby itu?
~tigabujangprancis
#family drama with romcom
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon whimsy quinn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
The Mini Rider
"Billby.." Jack juga meletakkan alat makan nya di atas piring. "Kita kan sudah sepakat kalo om selidiki dulu dia selama tiga hari ke depan. Kenapa sekarang kamu mau langsung ngedeketin dia?"
Billby bungkam. Gadis itu hanya menatap piring nya dengan wajah muram sambil melipat tangan di dada. Tak lupa, bibirnya manyun sempurna.
Suasana ruang makan pagi itu seketika menjadi hening dan mencekam
"aku udah selesai" celetuk jiza meruntuhkan keheningan. Lalu segera beranjak pergi.
Jiza sengaja menyingkir karena tidak tahan melihat ekspresi billby tadi. Jiza tidak tahu harus berbuat apa karena ini berhadapan dengan Jack.
Langkah kakinya membawa jiza ke kamar mandi. Ia menatap pantulan dirinya sendiri. Wajah itu tampak sangat kaku dan kosong. seolah olah tidak ada kehidupan di dalam nya.
Seperti benda mati. Benda yang tidak bisa berubah. Persis seperti ekspresi jiza yang begitu begitu saja.
Tidak ada senyuman juga tidak ada tawa. Jiza Bahkan sudah lupa kapan terakhir kali ia tertawa.
yang pasti bukan setelah kepergian River. Setelah kepergian cowok itu, hidup jiza benar benar kosong.
Tiba tiba bayangan ekspresi kesal billby di meja makan tadi melintas di benak nya. Dari ekspresi itu jiza bisa merasakan kalau billby sudah sangat lelah dengan semua ke posesifan Jack selama ini
"Aku harus gimana Aip?" Gumam jiza lirih
•••
Setelah usai ketegangan di meja makan mereda, kini billby berjalan mengelilingi rumahnya. Untuk Mencari sesuatu yang bisa menghibur nya.
Oh ya, perseturuan tadi berakhir dengan keputusan bahwa billby tetap di rumah.
"Takutnya nanti kamu datang bulan di sekolah. Kan repot. jadi billby di rumah dulu aja ya.." Bujukan dari Bolivia itulah yang akhirnya berhasil melunakkan hati Billby.
Langkah Billby terhenti saat melihat gudang yang pintunya terbuka. Ia melangkah masuk dan ada satu pembantu yang sedang membereskan ruangan tersebut.
"Neng lagi nyari apa?" Tanya si ART
Semua pekerja di rumah billby memang memanggil billby dengan sebutan 'eneng'. Dan itu permintaan dari billby. Karena ia kurang suka dipanggil 'non' atau yang semisalnya.
Billby mengedarkan pandangannya ke setiap sudut gudang. Hingga pandangannya terkunci pada sebuah sepeda plastik roda tiga. Itu adalah sepeda masa kecil nya saat berusia tiga tahun.
"Aku mau ini" ujar billby sambil mencoba menarik sepeda tersebut dari tumpukan barang barang yang lain
"Saya bantu ambilkan ya.." tawar si ART begitu melihat billby tampak sedikit kesulitan.
Namun, setelah sepeda tersebut berhasil di dapatkan billby tidak beranjak pergi.ia kembali mengedarkan pandangannya seperti mencari sesuatu.
"Neng nyari apalagi?"
"Helm" balas billby singkat tapi berhasil membuat si ART menahan tawanya. "Itu bi.. aku mau helm yang di rak atas itu" billby menunjuk helm plastik pasangan sepatu roda lamanya.
Tanpa berbasa basi perempuan dewasa tersebut segera mengambil barang yang ditunjuk billby tadi
"Makasih" ucap billby seraya menerima helm tersebut dan langsung memakainya.
Setelah itu billby menaiki sepeda plastik beroda tiga miliknya yang sudah lama tidak terpakai tersebut.
Billby kemudian naik ke atas sepeda plastik roda tiganya yang sudah lama berdebu. Namun, sebelum mengayuh sepedanya keluar gudang, ia mendadak berhenti dan kembali menatap si ART.
"Aku mau sarung tangan sama pengaman lututnya juga, bi"
Hadeh.. bocil.. bocil.. gak ada habis habisnya ya kerandoman kamu.
•••
"Tinggal di rumah aja jiza" ucap Jack yang sudah seperti ritual rutinan setiap kali adiknya itu pulang.
Sebelumnya jiza dengan kedua sahabatnya sedang membereskan kamar. Tiba-tiba Jack datang dan mengatakan hal yang dapat memicu pertengkaran tersebut. Tepok jidat deh padahal ini masih pagi.
Xelin dan Levi yang sadar itu bukan ranah mereka segera beranjak pergi "kami tunggu di bawah ya za" ucap Celin sebelum meninggalkan kamar jiza bersama Levi.
Ke duanya jalan beriringan menuju lantai satu. Saat tiba di tangga xelin melihat billby sedang bersepeda dengan sepeda plastik beserta helm dan pengaman lainnya.
Tak jauh dari gadis kecil itu ada Bolivia dan austen yang sedang bersantai di ruang tengah. Keduanya tampak terkikik geli menatap penampilan billby saat ini.
Apalagi wajah billby saat ini masih murung sisa sisa kekesalannya karena pertengkaran tadi. Sangat menggemaskan.
"Astaga anakku.." teriak xelin heboh dan langsung berlari menghampiri billby.
Sedangkan Levi tertawa ringan.
Karena teriakan xelin tadi, billby jadi menghentikan aktivitasnya dan beralih menatap xelin heran tanpa menghilangkan ekspresi murungnya.
Tanpa ba-bi-bu xelin langsung menyebu billby dengan beribu kecupan di pipi mulus gadis itu. Setelah puas, xelin menangkup pipi billby lalu mengarahkan wajah billby untuk menatapnya
Seketika wajah xelin berubah sendu "billby ku kenapa murung? Aunty jadi gak enak mau pulang"
Bersamaan dengan itu Levi baru tiba, ia langsung mencubit pipi billby gemas "cetobeli ku kenapa hm?"
"Billby bukan stroberi" balas billby dengan nada merajuk
"Tapi kok kayak cetobeli. Boleh dimakan gak?" Levi membuka tasnya dan mengambil segepok uang berwarna merah. Lalu menyodorkan nya untuk si kecil yang lagi ngambek.
"Ini buat billby jajan ya.. jangan sedih.. aunty pulang dulu. Lain kali billby yang main ke tempat kita,oke?" Tambah Levi
Mendengar kalimat terakhir yang levi ucapkan, tiba tiba wajah billby berubah ceria. Ia mengangguk semangat sambil tersenyum lebar.
Xelin dan Levi tertawa melihat billby yang moodnya berubah secepat itu
"Tapi, harus bawain kita kue buatan billby" peringat xelin sok galak sambil mengeluarkan segepok uang merah seperti Levi tadi
Billby mengangguk lagi "pasti. Nanti billby bawain kue buatan billby sendiri"
"Nih.. buat billby" ucap xelin menyodorkan uang tersebut
"makasih aunty" seru Billby gembira sambil sibuk menjejalkan uang-uang itu ke dalam saku depan jumpsuit-nya
Sedangkan gadis itu sendiri sibuk menyimpan uangnya di saku jumpsuitnya yang ada di depan dada.
Levi yang merasa gemas pun refleks memeluk billby erat-erat sambil mendusel duselkan kepalanya di lengan billby.
Tap.. tap.. tap..
Suara langkah kaki yang teratur itu membuat billby menoleh ke sumber suara. Ada jiza yang di buntuti oleh Jack dengan wajah tidak suka. Seperti anak kecil yang takut ditinggal kerja oleh orang tua nya.
Jiza langsung menghampiri billby dan mengulurkan tangannya. Billby segera menyambut uluran tangan tersebut dan mencium punggung tangan jiza sekilas.
Jiza mengelus kepala billby sebentar. Bukan kepalanya sih yang di elus. Tapi, helm nya.
Setelah itu tanpa berkata sepatah katapun jiza melenggang pergi untuk berpamitan dengan orang tuanya.
"Makan yang banyak ya jiza.." pesan Austen saat jiza menyalami nya
Jiza beralih menyalimi Bolivia "baik baik ya sayang.." Bolivia menyempatkan diri untuk berdiri dan mencium jiza.
Setelah itu xelin dan Levi menghampiri Austen Dan Bolivia. Sebut saja pasangan AB. Mereka berpamitan singkat "titip jiza ya.." ujar Bolivia
Keduanya mengangguk bersamaan "pasti Tante.. kami pulang dulu ya"
Duo XL alias xelin Levi menyusul jiza yang sudah lebih dulu keluar rumah.
Di ikuti billby yang mengekor dengan sepedanya.
Tak lama kemudian sebuah mobil range Rover berwarna hitam metalik berhenti di halaman.
Jiza dan XL segera masuk ke dalam mobil. Xelin sempat membuka jendela dan melambaikan tangan nya untuk billby. Tak lupa ia juga melemparkan flying kiss.. "dadah sayaangkuu"
Levi yang duduk di sebelah xelin atau di antara jiza dan xelin ikut melambaikan tangan nya.
Di depan sana sang satpam Dengan sigap membuka gerbang besi yang juga berwarna hitam itu.. begitu mobil meluncur keluar, gerbang kembali ditutup dengan rapat
"Yah.. mama pergi" keluh billby dengan wajah yang kembali lesu.
Ia memutar sepeda nya untuk kembali ke rumah. Saat itulah ia baru sadar kalau ternyata dari tadi ada Jack di sebelahnya. Keduanya sempat bertatapan sebentar namun billby segera memalingkan wajahnya dengan ketus.
Billby melanjutkan misinya:
mengelilingi rumah super besarnya dengan sepeda super mininya