Orang bilang masa SMA adalah masa-masa paling indah.Masa dimana kebanyakan orang merasakan cinta, persahabatan dan pencarian jati diri.
Tidak terkecuali dengan Yenni,gadis sporty dengan paras manis yang sedang bergelut dengan perasaannya.Di fase mengagumi lawan jenis tapi tidak untuk mencintai.
Apakah yenni mampu bertahan dengan pendirian untuk tidak jatuh hati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yhenie_yhen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16
Didalam mobil sedan berwarna hitam metalik itu tidak ada percakapan apapun,Mereka hanya diam dan tenggelam dalam pikiran masing-masing.Perasaan Yenni campur aduk,dia tidak punya tenaga lagi untuk berdebat dengan pikirannya.Doni hanya sesekali melirik gadis yang ada disampingnya itu.Doni tahu bahwa perasaan Yenni begitu kacau hari ini.Tapi gadis itu tetap tenang tidak menampakkan emosinya sedikitpun.Walaupun terlihat konyol dan ceria, ternyata Yenni juga memiliki kesabaran yang luar biasa,itu dibuktikan ketika dia sedang menghadapi semua orang yang memojokkannya hari ini,gadis itu berhasil membuktikan jika tuduhan yang disematkan padanya adalah sebuah gosip belaka.Doni semakin terkesan dengan gadis itu yang berbeda dengan gadis pada umumnya.
"Jangan langsung pulang ya kak".
Doni seketika menatap kearah gadis yang sedang mengarahkan pandangannya keluar jendela mobil itu.Doni merasa sedikit bingung dengan ucapan gadis itu,dia tak memberi tanggapan apapun dan membiarkan Yenni menikmati pemandangan di tepi jalan tanpa bertanya maksud dari ucapannya.
Doni lalu menghentikan mobilnya disekitar danau buatan di pinggir kota.Dia mengajak Yenni untuk turun dari mobil dan mencari tempat duduk di tepi danau.Danau itu terlihat menawan dengan lampu-lampu taman ditepi danau yang membuat suasananya tidak begitu gelap.Doni lalu mengajak Yenni duduk disalah satu bangku panjang di dekat danau dan sejauh mata memandang,hanya ada hamparan air yang begitu tenang.
Tidak ada yang memulai percakapan,mereka masih betah untuk berdiam.
"Boleh pinjam punggung loe kak".ucap Yenni tiba-tiba.
Doni semakin bingung dengan ucapan gadis itu,dia menatap kearah Yenni yang masih betah menerawang jauh menatap hamparan air yang ada dihadapan mereka.Yenni kemudian sedikit menoleh kearah Doni, matanya sudah berkaca-kaca dan akhirnya Doni pun mengerti maksud dari gadis itu.Doni kemudian berbalik mengarahkan punggungnya untuk membelakangi Yenni.Tidak menunggu lama,Yenni lalu mengangkat sebelah tangannya yang ditekuk dan meletakkannya dipunggung Doni.Tubuh gadis itu tiba-tiba bergetar hebat,Doni merasakan bahwa gadis itu sudah tidak bisa lagi menahan air matanya.Doni lalu mendengar suara tangisan dari balik punggungnya,dia seakan merasakan tangisan kesedihan yang luar biasa yang diluapkan oleh sang gadis.
"Gue lelah,gue capek... kenapa harus gue,gue bahkan nggak tau apa-apa Tuhan.gue benci semua ini, kenapa harus gue Tuhan.apa salah gue Tuhan,kenapa gue harus dihukum seperti ini."
Tangisan yang diselingi kata-kata yang menyayat hati itu akan membuat semua orang yang mendengarkannya merasa iba pada gadis manis itu.Doni masih terus terdiam,dia sedih sangat sedih seolah merasakan apa yang Yenni sedang rasakan.Pria itu adalah saksi dari semua kejadian yang baru saja dialami oleh Yenni.
"Kenapa gue yang harus ngalami semua ini,apa salah gue... gue lelah Tuhan".
Sekitar dua puluh menit Yenni meratapi nasibnya,menangis sejadi-jadinya tanpa ada orang yang mengusik gadis itu.Doni tetap setia,dia tidak bergeming walaupun baju yang dipakainya sedikit basah oleh air mata yang menetes.Setelah puas meluapkan emosi nya,Yenni kemudian melepaskan lengannya dari punggung Doni,dia menghapus sisa-sisa air mata yang masih ada diwajahnya.Gadis itu kembali menatap hamparan air yang begitu tenang didanau buatan yang baru saja diresmikan oleh pemimpin negara beberapa hari lalu.
Doni yang mengira Yenni sudah lebih baik kemudian mensejajarkan tubuhnya seperti tubuh Yenni.Pria itu belum juga memberikan tanggapan apapun,dia masih membebaskan gadis itu untuk mengembalikan kekuatan yang ada pada dirinya.
"Pulang yuk udah malam,kasian yang dirumah nanti khawatir".ucap Doni
Setelah hampir satu jam mereka berada ditempat itu,akhirnya Yenni menyetujui usulan Doni.Dia sudah terlalu terlambat untuk pulang ,mungkin ibunya sudah sangat khawatir pada gadis itu.Yenni kemudian menoleh dan menganggukkan kepalanya kearah Doni.Mereka lalu masuk kedalam mobil dan melanjutkan perjalanan kerumah Yenni.
Setelah sampai pada rumah yang dituju,Doni lalu menepikan mobilnya.Seorang wanita yang belum terlalu tua itu keluar dari ruang kerjanya didepan rumah karena mendengar deru mobil berhenti tepat didepan gerbang rumahnya.Wanita itu penasaran tapi masih enggan mendekati mobil sedan berwarna hitam metalik yang terlihat sangat mewah.
"Makasih ya kak".ucap Yenni yang kemudian menatap kearah Doni.
Gadis itu juga tidak lupa memberi senyum khas di wajah manisnya.Doni sedikit terkejut melihat senyuman itu ketika dia juga menoleh kearah Yenni.Doni seperti ragu untuk membalas senyum gadis itu.
"Loe dah baikan?".tanya Doni
"Udah kak,tapi ibun jangan sampe tau kejadian hari ini ya".jawab Yenni.
Doni masih terlihat berpikir dengan ucapan Yenni,ketika dia akan membuka mulutnya kembali,Yenni sudah membuka pintu dan keluar dari mobil itu.Tak lama sang ibu tersenyum menatap putrinya itu,ada kelegaan yang dirasakan saat melihat Yenni sudah pulang.Sang ibu lalu mendekati Yenni yang berusaha membuka pintu gerbang dari luar.Doni pun turun dari mobilnya lalu berjalan kearah Yenni yang sudah bersama seorang wanita paruh baya didekatnya.
"Ibun kenalin ini kak Doni...kak Doni kenalin ini ibun aku".ucap Yenni ketika semua berada di depan gerbang.
"Ibun....?."ucap Doni sedikit bingung.
Yenni tersenyum melihat wajah Doni yang tampak kebingungan seperti sedang mempertanyakan sesuatu kepada Yenni.
"Iya ibun...ibun itu panggilan sayang aku ke ibu." jelas Yenni.
"Ooo....lucu ya".ucap Doni.
Doni kemudian tersenyum setelah mendapat penjelasan langsung dari Yenni.Pria itu kemudian menyalami dan memperkenalkan diri pada wanita yang masih terlihat cantik di usianya yang sudah matang itu.
"Lho itu lututmu kenapa nak." tanya ibu.
"ehm itu tadi sebenarnya...". ucap Doni ingin menjelaskan tapi cepat dipotong oleh Yenni.
"Nggak papa kok bun,tadi ada sedikit insiden kecil".jelas Yenni.
Ibu sedikit curiga dengan tingkah Yenni yang tiba-tiba memotong ucapan Doni.Tapi ibu sudah biasa dengan tingkah hiperaktif putrinya.Selama tidak membahayakan putri semata wayangnya itu,tidak ada masalah buat ibu.Doni menatap sedikit heran pada Yenni,tapi kemudian dia hanya menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan penjelasan Yenni.
"Oh gitu...Ya sudah ayo masuk dulu,ajak nak Doni sekalian." ucap ibu
"Ehm nggak,kak Doni mau langsung pulang kok...iya kan kak." kata Yenni yang menatap kearah Doni.
Ibu semakin aneh dengan sikap putrinya,dari tadi gadis itu terus mendominasi keberadaan Doni.
"Iya tante....Doni langsung pulang aja,udah terlalu malam".ucap Doni sopan.
"oh gitu,ya sudah hati-hati ya dan terimakasih sudah mengantar Yenni." kata ibu lagi.
Doni lalu menundukkan sedikit kepalanya menghadap ibu dan melambaikan tangan kepada Yenni yang juga membalas lambaian tangan Doni.Mobil sedan hitam metalik itu lalu melaju meninggalkan rumah Yenni.
Setelah selesai membersihkan diri,Jam dinding sudah menunjukkan pukul 9 malam.Yenni berada diatas ranjang miliknya dan termenung mengingat kejadian hari ini yang sungguh menguras tenaga dan pikiran nya.Memory itu terekam kembali dari awal Egi memberi tahu bahwa dia lolos menjadi kandidat calon anggota tim basket sampai waktu Nia memeluk Panji dihadapan gadis itu.Ada rasa tak rela dalam hatinya,tapi dia langsung menepis perasaan itu.Dia tidak boleh memiliki perasaan apapun pada pria yang membuatnya kagum sekaligus benci disaat yang bersamaan.Gadis itu sudah teramat lelah menghadapi hari ini,tidak terasa matanya sudah terpejam dan detik berikutnya dia sudah terbuai oleh mimpi.
boleh mampir mampir di novel saya :D
Mampir juga di karyaku yaaa