Angga Pratama adalah seorang pria yang sangat populer saat menjadi mahasiswa di kampusnya dulu. dirinya bahkan sampai di juluki pangeran dari negri dongeng karena wajah tampannya yang sangat rupawan.
Namun, siapa sangka perjalanan cinta Angga tak pernah berjalan mulus. kini dirinya telah berumur 29 tahun dan sudah terbiasa berpacaran juga menjalin cinta. Akan tetapi, kisah cinta yang di jalani olehnya kerap kali putus di tengah jalan. dan bahkan dirinya sering di khianati oleh wanita yang ia cintai karena sifat posesifnya ketika berpacaran.
pada suatu hari Angga bertemu dengan seorang wanita polos yang di juluki si jomblo seumur hidup. wanita tersebut terlihat sangat culun karena memiliki fashion sense yang jelek.
Bagaiman perjalanan kisah cinta Angga?
Akankah Angga bisa menemukan seseorang yang benar-benar tulus mencintainya?
Agar tidak gamon dan penasaran buruan baca novelnya. selamat membaca yh.........
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lentera Bintang Kejora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16
Melihat Riska yang tiba-tiba berhenti saat mengantar menu pesanannya, lantas Angga langsung menghampiri Riska sambil mengambil menu yang telah dirinya pesan.
'mengapa gadis itu hanya diam saja, apa terjadi sesuatu padanya, mengapa di lihat-lihat pun dia sangat imut yh, seolah-olah dia sedang menatap dan memandangi sesuatu, memangnya apa yang dia lihat aku kok jadi semakin penasaran ya' gumam Angga Pratama yang melirik ke arah Riska yang sedang membawakan menu pesanan dirinya.
"apa terjadi sesuatu? Mengapa kamu diam saja? Aku udah sangat lapar nih, mana menunya katanya mau segera di buatkan?" ucap Angga Pratama sambil menatap Anna yang berdiri termenung karena terlalu mengagumi Angga Pratama dari kejauhan.
Angga Pratama yang tiba-tiba menghampirinya membuat Riska sangat terkejut, dan tanpa sadar jantung Riska tiba-tiba berdegup kencang, saat Angga Pratama yang mulai mendekati dirinya.
"nggak ada apa-apa kok!" sahut Riska sambil celingak-celinguk ke kanan dan ke kiri karena malu, jika dirinya ketahuan karena sedari tadi bukanya mengantar menu pesanan Angga Pratama, tetapi malah dirinya terus memandangi Angga Pratama dari kejauhan.
"imutnya....."ucap Angga dengan suara lirih, seperti bergumam.
Riska yang mendengar gumaman Angga dirinya sangat syok bercampur kaget dan terkejut. ' Angga Pratama bilang diriku imut? Seorang Angga Pratama bilang aku imut? Apa diriku ini salah dengar ya? Jelas-jelas tadi dia bilang aku imut, apa mungkin pendengaranku sekarang tidak berfungsi dengan baik, aduh setelah mendengar kata imut mengapa wajahku terasa panas yh, jantungku juga masih saja berdebar - debar sejak tadi' gumam riska yang masih belum percaya jika dirinya mendengar kata imut dari Angga Pratama.
"apa yang tadi kamu bilang, sepertinya aku mendengar sesuatu" ucap Anna yang sangat penasaran
"nggak ada apa-apa kok, memangnya aku bilang apa? Kamu dengar sesuatu?" ucap Angga Pratama yang seakan-akan mengalihkan pembicaraan dan pertanyaan yang Riska tanyakan.
Setelah meletakkan menu pesanan Angga Pratama di meja pelanggan, lantas karena lapar dengan lahapnya Angga langsung memakan menu pesanannya yang di siapkan Riska. Saat Riska mau kembali ke dapur karena canggung saat berdekat-dekatan dengan Angga Pratama, tiba-tiba Angga Pratama memanggil dirinya.
"kamu tidak menemaniku makan? Padahal aku sudah membantumu loh, ada yang mau aku tanyakan, tidak bisakah kamu duduk di dekatku" ucap Angga sambil menatap Riska dengan sendu.
Melihat tatapan Angga Pratama yang sendu. Lantas, Riska tidak bisa menolak ajakannya, dan tanpa sadar tubuhnya bergerak sendiri dan duduk satu meja dengan Angga Pratama yang sedang makan dengan lahap di meja pelanggan.
"iyh aku menemanimu kok, lagi pula kamu telah membantuku mana mungkin aku menolak permintaanmu" ucap Riska dengan dingin, untuk menutupi dirinya yang sangat senang dan bercampur gembira karena bisa duduk semeja dengan Angga Pratama. Bagi riska momen ini adalah pertama kali dalam hidupnya karena bisa duduk dengan cinta pertamanya saat kuliah dulu.
"iyh, aku masih mau melanjutkan obrolan yang tadi, tidak bisakah kau memberi tau namamu? Agar aku lebih mudah saat memanggilmu, lagi pula memanggil nama orang dengan sebutan hei kan tidak sopan, kamu jangan terlalu canggung dan berpikir aneh-aneh tentangku ya. Aku pria baik-baik kok aku cuma ingin tau namamu" ucap Angga Pratama sambil makan menu pesananya.
'Baiklah Riska, kamu harus tetap tenang dan jangan canggung, lagi pula aku tidak akan menyebutkan nama depanku. aku hanya harus memberi taunya nama belakangku agar tidak ketahuan' ucap dalam hati riska yang sedikit tegang
"namaku Anindita, kamu bisa memanggilku 'Dita' kok" ucap Riska dengan singkat
"Dita? biasanya temanmu memanggil namamu Dita? atau mengucapkannya sekaligus seperti 'anindita'?" ucap Angga Pratama yang bertanya pada Riska
'aduh, aku harus jawab apa nih Dita atau Anindita, lagi pula aku belum terbiasa mendengar seseorang memanggil nama belakangku, bagusnya jawab apa yh' gumam dalam hati riska yang terlihat gelisah.
"kamu kok bengong sih? Jangan bengong dong, aku kan cuma tanya, kamu lebih suka di panggil 'Dita' atau di panggil sekaligus 'anindita' aku hanya menyesuaikan orang di sekitarmu memanggil namamu, apa pertanyaanku terlalu sulit? Mengapa kamu terlihat sangat tegang?" ucap Angga dengan lembut.
"Dita..... Iyh panggil aku Dita..... Orang di sekitarmu biasanya memanggil namaku hanya Dita saja" celetuk Riska dengan penuh semangat, karena dia tidak ingin di anggap aneh oleh Angga Pratama karena tidak mengerti tentang namanya sendiri.
Setelah mendengar celetuk Riska, Angga Pratama langsung tersenyum pada Riska, dia sangat penasaran dengan Riska karena sikapnya yang gampang gelisah membuat Angga Pratama terpancing untuk menjahilinya.
"beneran nih cuma Dita, nggak ada panggilan yang lain kan, kenapa wajahmu terlihat pucat dit? Kamu nggak bohong kan" ucap Angga Pratama yang seolah-olah sudah tau jika Riska membohongi nama panggilannya.
'apa mungkin dia sudah tau jika Dita bukan nama panggilanku yang sebenarnya. orang-orang di sekitarku bahkan tidak pernah memanggil namaku dengan sebutan 'dita', aduh bagaimana kalau aku ketahuan berbohong, aduh malu banget.ngapain juga sih aku berbohong sama Angga, seharusnya sejak awal aku katakan saja jika nama panggilanku Riska. Tapi kalau aku jujur bukannya tambah malu ya, kalau sudah terlanjur berbohong bukanya harus di teruskan sampai akhir, lagi pula aku juga tidak akan bertemu dengan Angga Pratama lagi, jadi tidak apa-apa kan jika aku berbohong?" gumaman Riska yang panjang dalam hatinya, karena dirinya tidak pernah berbohong dan selalu jujur, membuat Riska gelisah jika kebohongannya di ketahui oleh cinta pertamanya.
"beneran kok, panggilanku Dita saja......." ucap Riska dengan nada bicara yang sedikit gemetar.
"baiklah, aku percaya. Tapi kamu tau namaku Angga dari siapa? Jangan-jangan kamu juga tau nama panjangku ya" ucap Angga yang memancing Riska, karena melihat ekspresi Riska yang terlihat gelisah sangat lucu membuat Angga Pratama terpancing ingin terus menjahili riska.
Beberapa saat kemudian setelah istirahat dan makan siang. Tiba-tiba kakak laki-laki Riska yaitu Bagas, kembali datang ke restoran setelah keluar sejak pagi tadi.
"ohhh.... Adikku Riska, nih kakak bawain es cream pesananmu nih" ucap kak Bagas sambil berteriak di pintu restoran dengan sangat girang.
Kak Bagas yang terlambat datang ke restoran hingga siang hari karena bertemu tunangannya. Membuat dirinya sangat takut jika adik perempuan satu-satunya yang ia miliki, akan sangat marah padanya karena dia menyerahkan tanggung jawab restoranya pada adik perempuannya tanpa mengabari terlebih dulu, Bahkan ia jalan-jalan dengan tunangannya hingga siang hari.
...----------------...
Apa yang akan terjadi pada kak Bagas? Apakah ia akan selamat dari kemarahan Adik perempuannya? Agar tidak penasaran yuk baca episode berikutnya yh selamat membaca semuanya.................
.