Indonesia
NovelToon NovelToon
KUTUKAN KUYANG

KUTUKAN KUYANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Kutukan / Tumbal
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Siti H

Teror yang mengguncang Desa Keramat sudah melahirkan kondisi yang mencekam bagi warga.

Dimana ada banyak anak-anak yang menghilang, wanita hamil, dan bahkan orang dewasa tak luput dari serangan tersebut.

Siapakah penerornya?

Ikuti kisah selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bayi Tanpa Ubun-ubun

Malam semakin kelam. Tepi Sungai Mahakam semakin gelap. Tetapi warga tak surut langkah dan niat untuk mengejar bola api tersebut.

Wuuuussh!

Bola api melayang cukup rendah di atas permukaan sungai. Airnya tampak hitam. Dan aroma anyir menguar di udara.

"ITU DIA! KEJAR!" teriak Pak Taslim berteriak. Mandau di tangannya terangkat tinggi, dan siap menebas ke arah bola api yang berputar..

Puluhan warga berlari dengan ngos-ngosan di dalam lumpur. Senter mereka bergetar.

Pak Thamrin berlari di paling depan. Hidungnya mengendus. Tetapi ia merasa ada kejanggalan. "Bukan ke sana! Baunya ke arah rumah Mak Nia!" pekiknya dengan rasa panik.

Belum selesai ia berbicara...

"AAARRRGGGHHH!!!"

Teriakan perempuan dari rumah panggung paling ujung di tepi Sungai Mahakam sisi utara, dan tertutup.oleh rimbunnya pohon sagu.

Warga langsung berbelok.

BRUK! BRUK! BRUK!

Setengah berlari mereka menuju ke arah suara teriakan tersebut.

Tangga yang terbuat dari kayu ulin dinaiki dengan panik.

Dengan cepat Pintu didobrak.

Di dalam, Mak Nia duduk di lantai. Wajahnya pucat dengan tubuh yang gemetar.

Sedangkan gendongannya sudah kosong.

Matanya membeliak menahan rasa takut yang tak dapat ia gambarkan. Di mulutnya tampak berbusa.

"ANAKKU... ANAKKU MANA..."ia seperti orang linglung, dengan pandangan yang kosong.

Di ayunan, ada selimut bayi dan entah bagaimana caranya bisa terbuka.

SREEEET!

Bayi laki-laki. Umur satu tahun.

Tubuhnya dingin dan pucat.

Dan di kepalanya... ada lubang yang cukup besar, tepat di ubun-ubun.

Betuknya bundar dan halus. Seperti disedot. Tidak ada darah yang menetes, tampak kering.

"UUUAAAAA..." Mak Nia yang melihatnya menjerit, lalu pingsan.

Pak Thamrin bergerak mundur. Tangannya gemetar. "Ini... ini kerjaan Kuyang..."

"Kuyang sudah makan tiga bayi bulan ini!" sahut warga lain. "Tumbal Gunung Muller belum lunas!"

Saat bersamaan, angin berhembus masuk dari jendela. Membawa bau amis darah yang sangat menyengat.

Di atas genteng...

Duk... duk...

Bayangan kepala tanpa badan terbang melayang, dan Rambut panjang menjuntai, dengan organ dalamnya menggantung.

"KUYANG!" teriak warga serentak.

Bola api itu langsung menyelam ke sungai.

BLUUUP!

Hilang begitu saja.

Sementara itu, di rumah singgah yang di tempati oleh Arkan, tubuh pemuda itu menggigil menahan ketakutan.

Ia menyaksikan sendiri bagaimana Dayang Sari berubah menjadi Kuyang, dan itu demi menyelamatkan dirinya.

"D—Dayang?" ucapnya dengan bibir gemetar.

Srrrrt!

Kepala itu masuk ke dalam, dan kembali menyatu, wajahnya cukup pucat.

Ssrrrt!!

Ia kembali normal.

Arkan berdiri dengan wajah gemetar.

Di mulutnya terlihat berlumuran darah. Keduanya saling tatap.

Suasana menjadi hening dan kaku.

"Aku tidak bisa menahannya, Arkan. Seperti ada dorongan yang kuat untuk melakukannya. Bisikan di kepalaku semakin kuta, dan mendesak, harus makan bayi malam ini. Kalau tidak, kamu yang mati..." ia menundukkan kepalanya.

Bulir bening jatuh di sudut matanya. Ia merasa menyesal dengan apa yang terjadi.

"Tidak... Tidak mungkin..." Arkan menggelengkan kepalanya. "Pasti ada caranya. Tidak mungkin ini terjadi tanpa sebab," bibir Arkan bergetar. Sembari membuang pandangannya ke luar jendela.

Ia melihat cahaya obor dan senter terus bergerak, dari arah rumah di ujung utara.

Ia beranjak dari duduknya, dan bergegas mengunci jendela.

"Kamu masuk ke dalam kamar. Mereka pasti ke mari untuk bertanya." pesannya.

Ia merasa serba salah dengan semua yang di lakukannya.

Tetapi dalam hatinya, ia tidak mungkin membiarkan Dayang Sari di bakar warga. Ia akan mencari tau, bagaimana caranya untuk memutuskan kutukan tersebut.

"Maaf kan aku..." Dayang Sari mengangguk lemah, lalu memungut syalnya. Ia berjalan menuju kamar.

Arkan memegang lehernya. Garis luka di lehernya menghilang, dan ia tersentak kaget. Benar saja, ternyata kutukan itu akan berpindah kembali kw Dayang Sari.

Tetapi yang lebih mengerikannya, rasa lapar yang di alami sang gadis, akan jauh lebih dahsyat.

"Dayang..." gumamnya dengan pelan. Hatinya sangat remuk saat ini. "Kutukan itu terlalu kuat."

Saat bersamaan, Pak Thamrin dan beberapa warga sudah tiba di depan rumahnya. Sedangkan sisa lainnya mengurus jasad anak Bu Nia yang sudah membeku.

"Tok!

Tok!

Tok!

"Arkan..." panggil Pak Thamrin dari arah bawah.

Arkan menghela nafasnya dengan berat. Lalu mengacak rambutnya hingga kusut.

Ia melangkah membuka pintu.

Kreeeek!

Pintu terbuka, dan ia menatap warga dengan wajah kusut.

"Kamu ada lihat Kuyang?" todong Pak Thamrin. "Tadi kami melihat jejaknya lewat sini."

"Hah? Kutang?" suara Arkan sengaja di buat serak, dan ia sengaja berakting seolah baru saja bangun tidur.

"Kuyang, Arkan! Bukan kutang!" omel pria tersebut.

Arkan menggelengkan kepalanya, dan ia berjalan menuruni anak tangga dengan berpura-pura masih lemas, karena bangun tidur.

Ia duduk di anak tangga terakhir, dan bersandar. "Apakah ada korban lagi, Pak? Tanyanya, sembari ingin mencari informasi.

"Anak Nia yang umur satu tahun menjadi korban," jawab Pak Thamrin dengan wajah pucat.

"Astaghfirullah," ucap Arkan pura-pura tersentak kaget. Sebab ia tadi melihat keramaian dari sana.

"Kamu mau ikut ronda atau tidak?" tanya pak Thamrin.

"Saya demam, Pak," jawabnya.

Pak Thamrin memegang kening Arkan. Benar saja, ia masih mengakami demam akibat proses pecahan batu manik tersebut.

"Ya sudah, kamu istirahat," saran Pak Thamrin. "Kami ronda dulu," ia berpamitan.

Akan tetapi, langkahnya terhenti saat melihat sepasan sendal seorang wanita di anak tangga paling atas.

Tangannya langsung menyorot ke arah sana.

Duuugh!

Jantung Arkan seolah hendak copot. Ia tidak dapat membayangkan jika warga menggeledah masuk, dan menemukan Dayang Sari di sana, maka ia akan melihat gadis itu di bakar hidup-hidup, dan ia akan diberi sanksi sosial, sebab menyembunyikan sang Kuyang.

"Itu sendal mirip milik Dayang Sari, cucunya Damang Jaya," ucap Pak Thamrin. Ia menoleh ke arah Arkan.

Ia yang di pandang seperti itu langsung gemetar. Jantungnya berdegup kencang.

"I—itu... Tadi sendalnya ketinggalan saat dia antar bubur, karena jenguk saya lagi demam." Arkan mencoba menjawab tenang, tetapi nada dan raut wajahnya tak dapat menipu.

"Arkan... Ulun hidup jauh sebelum kamu, dan saya tidak akan mempercayainya begitu saja." Pak Thamrin melangkah menaiki anak tangga.

Setiap langkah Pak Thamrin, membuat jantung Arkan seolah hendak berhenti.

"Maaf, Pak... Sebaiknya tidak memasuki rumah orang tanpa permisi," ucap Arkan dengan wajah dingin.

"Arkan...." tiba-tiba Pak Taslim menegurnya dari arah belakang. "Apa yang kau sembunyikan?" tanya mereka dengan nada penuh intimidasi.

Arkan beusaha untuk tenang. Tetapi tidak dapat menyembunyikan kepanikannya.

"Tidak ada apa-apa. Tidak ada yang aku sembunyikan. Hanya saja, untuk saat ini, rumah ini sudah aku sewa. Maka hak privasiku jangan di ganggu," ucapnya dengan suara yang bergetar.

"Kami hanya ingin memastikan, jika kamu tak menyembunyikan apapun," Pak Taslim menimpali.

Lalu warga tak mengindahkan larangan Arkan. Mereka justru beramai-ramai menaiki anak tangga. Dimana membuat wajah Arkan semakin pucat.

"Jangan! Jangan masuk!" cegahnya.

1
tati st🌼🌼
ikut ngos2an jadinya😅
Siti Yatmi
aduh..pas tegang..eh udahan....
neni nuraeni
semoga Arkan tidak ketauan dan segera mndptkn 2 minyak,,, 💪💪 Arkan 💪💪💪pula buat kak thornya biar upnya dbnykin🤭,lnjutt
FiaNasa
semangat Arkan kau pasti bisa
tati st🌼🌼
ayo semangat arka kamu pasti berhasil
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😘😘😘😘😘😘😘
total 1 replies
neni nuraeni
semoga Arkan berhasil,semangat Arkan,, semngt juga buat kak thor nya
Siti Yatmi
ayo arkan semangat kamu pasti bisa..💪 author cantik juga yg semangat yah up nya...😍
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😘😘😘😘😘😘😘
total 1 replies
neni nuraeni
lnjuttt
neni nuraeni: 🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 2 replies
FiaNasa
baguslah sudah ada titik terang untuk bisa melepaskan kutukan itu
tati st🌼🌼
🧡🧡🧡🧡🧡
tati st🌼🌼
katanya dlm sebulan gak bakal.minta tumbal dulu,dasar iblis janji palsu
neni nuraeni
iiihhh sllu deh bikin aku pnsrn Bae kak thor mah🤭🤭,, lnjuttt lahhh
FiaNasa
klau cuma ngomong aja mau cari jalan kluar tanpa bertindak mana bisa Arkan,,dr awal cuma ngomong terus tp gak ada tindakan
FiaNasa: udah tak siapin gayung ni thor buat getok si arkan😅😅😅
total 2 replies
neni nuraeni
kuyang oh kuyang kau meresahkan sekali,,, pengen tak bakar kau kasian dayang
neni nuraeni: betul itu kak 😂😂tapi jijay juga kali kak😁😁
total 2 replies
Desyi Alawiyah
Damang Jaya meninggal?

Semoga Dayang Sari dan Arkan menemukan cara agar bisa memutus mata rantai kutukan itu..

Kasihan kan Dayang Sari kalau harus jadi Kuyang terus 😭
neni nuraeni
ih tatut.. semoga mereka bisa menemukn cara agar dayang terlepas dr kutukan itu
Anggita.🤗
Syng sekali, gadis ko jd kuyang😫, mungkin kh ilmu hitam itu diturunkan dri kakek buyutnya ya.
Secara ilmu hitam itu katanya turun temurun, dan harus punya pewaris, isshh geri juga ya. 😫
Anggita.🤗
Saya dulu juga pernah diganggu kuyang thor, saat ber 2 sm ank ku yg waktu itu msh balita drumah.
Sumpah deh takut bngt, waktu itu aku lg haid, pas waktu hampir tengah malem diganggu.
Nafas nya berat dan nyaring,😫persis diatas atap dikamarku.

Saking takut nya aku baca ayat kursi, Allhamdulillah dia pergi juga, dan trdengar dia jatuh.
Anggita.🤗: betul bngt.
total 2 replies
Anggita.🤗
Wahh ada bahasa daerah nya, atau bahasa Banjar🤭thor, kalimantan selatan merupakan suku Banjar.
Sya sendiri punya suami orang Banjar, tetapi saya asli suku Dayak, salam persahabatan dan salam sehat thor ku. ☺
Anggita.🤗: oh gitu🤭
total 2 replies
V3
smg Arkan menemukan cara nya untuk memutuskan kutukan itu 🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!