Indonesia
NovelToon NovelToon
Sembilan Reinkarnasi Naga Primordial

Sembilan Reinkarnasi Naga Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Dikhianati oleh murid kepercayaannya saat mencoba menerobos batas keabadian, Kaisar Dewa Ye Xuan mati dan jiwanya terlempar melewati sungai waktu. Tiga ribu tahun kemudian, ia terbangun di tubuh seorang pemuda dengan nama yang sama—seorang "sampah" tanpa meridian kultivasi di kota terpencil. Dengan ingatan masa lalunya dan teknik terlarang Seni Sembilan Reinkarnasi Naga, Ye Xuan memulai kembali perjalanannya dari bawah untuk membelah langit, menginjak-injak para jenius sombong, dan menuntut darah dari mereka yang mengkhianatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Angin menderu kencang menyapu jubah Ye Xuan saat Elang Bersayap Azure membelah lautan awan dengan kecepatan tinggi. Di bawah mereka, daratan Benua Bawah terlihat seperti hamparan permadani hijau dan cokelat yang tak berujung.

​Selama satu jam pertama perjalanan, Ye Xuan berdiri tegak tak tergoyahkan layaknya patung dewa perang. Namun, ketika Kota Awan Merah sudah benar-benar hilang dari pandangan, alis pemuda itu sedikit berkerut.

​Ye Xuan perlahan mengangkat tangannya dan menutup mulutnya. Sebuah batuk pelan terdengar, dan setetes darah berwarna merah keemasan merembes dari sela-sela jarinya, terbawa terbang oleh angin.

​Penatua Lu Zifeng yang berdiri di belakangnya segera menyadari hal itu. Wajahnya menegang. "Tuan Muda Ye! Anda terluka? Apakah serangan diam-diam dari Lin Zhentian tadi—"

​"Bukan dari serangga itu," potong Ye Xuan datar, menyeka sisa darah di sudut bibirnya dengan ibu jari. Ia tidak menoleh, matanya tetap menatap jauh ke cakrawala. "Hanya wadah yang belum terbiasa menahan beban."

​Lu Zifeng terdiam, tak berani bertanya lebih jauh. Namun di dalam hati, ia merasa sedikit lega. Ternyata dia tetap manusia biasa, batin Lu Zifeng. Menghancurkan ahli Pembentukan Fondasi dan memecahkan pilar giok di Alam Kondensasi Qi Bintang Lima adalah hal yang menentang surga. Jika Ye Xuan sama sekali tidak menerima serangan balik dari penggunaan tenaga semacam itu, Lu Zifeng benar-benar akan mengira pemuda ini adalah monster yang menyamar.

​Di dalam lautan kesadarannya, Ye Xuan menghela napas panjang.

​Kalkulasinya sangat akurat. Seni Sembilan Reinkarnasi Naga memang memberinya kekuatan tempur yang tak tertandingi di tingkat yang sama. Namun, memaksakan Jari Penghancur Bintang untuk menghancurkan proyeksi Inti Emas Penatua Mei tadi telah menarik terlalu banyak Qi murni dari Dantiannya dalam waktu sepersekian detik.

​Meridiannya yang baru diperbaiki menggunakan Ramuan Pengumpul Roh ternyata mulai menunjukkan retakan halus. Tubuh fananya terlalu lemah untuk menjadi saluran kekuatan kaisar.

​"Aku terlalu terburu-buru meningkatkan kultivasi Qi tanpa menyeimbangkannya dengan penempaan fisik ekstrem," gumam Ye Xuan dalam hati. "Jika aku terus memaksakan diri melawan kultivator Inti Emas atau Jiwa Baru Lahir dengan kondisi tubuh saat ini, sebelum musuh mati, meridianku akan meledak menjadi debu. Aku butuh sumber daya elemen logam atau petir untuk menempa Tubuh Fisik Tirani Naga tingkat pertama."

​Setengah hari berlalu, hamparan awan di depan mereka tiba-tiba terbelah, menyingkap sebuah pemandangan yang megah.

​Sembilan puncak gunung raksasa melayang di udara, dihubungkan oleh jembatan rantai besi setebal tubuh manusia. Setiap gunung memancarkan aura pedang yang sangat tajam, menembus langit layaknya sembilan bilah pedang raksasa yang ditancapkan ke bumi. Di sekeliling puncak-puncak tersebut, ribuan pedang terbang melesat ke sana kemari, ditunggangi oleh para murid sekte berpakaian biru.

​Inilah Sekte Pedang Azure, salah satu dari lima raksasa penguasa wilayah barat Benua Bawah.

​Elang Bersayap Azure menukik turun melewati formasi pelindung sekte dan mendarat di pelataran luas Puncak Utama. Kedatangan Penatua Lu Zifeng yang membawa seorang pemuda berpakaian lusuh dengan pedang hitam raksasa di bahunya segera menarik perhatian ratusan murid sekte luar, namun Lu Zifeng mengabaikan mereka dan langsung mengawal Ye Xuan menuju Aula Pedang Utama.

​Di dalam aula yang megah dan beraroma kayu cendana itu, selusin tetua sekte yang memancarkan aura Inti Emas sedang duduk di kursi masing-masing. Di posisi tertinggi, duduk seorang pria paruh baya berwajah tegas dengan alis setajam pedang. Ia adalah Patriark Sekte Pedang Azure, Jian Wuji.

​Begitu masuk, Lu Zifeng segera melangkah maju dan menceritakan secara rinci semua kejadian di Kota Awan Merah, mulai dari bakat Tingkat Sembilan Emas, hancurnya pilar pengukur, hingga kekuatan Ye Xuan melumpuhkan Lin Zhentian.

​Namun, bukannya decak kagum, kesunyian yang canggung dan dingin justru menyelimuti aula tersebut.

​"Penatua Lu," suara serak dan sinis memecah keheningan. Seorang pria tua bermata sipit, Penatua Zhao Ying, berdiri dari kursinya. "Apakah usiamu telah membuat otakmu tumpul? Pilar pengukur yang meledak karena bakat Tingkat Sembilan Emas? Bahkan mitos di Benua Tengah pun tidak memiliki omong kosong semacam itu."

​Zhao Ying menoleh ke arah Ye Xuan, menatapnya dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan merendahkan. "Bocah ini hanya berada di Alam Kondensasi Qi Bintang Lima. Tulangnya biasa saja. Tidak ada aura khusus dari garis keturunan kuno. Pilar itu pasti sudah berumur ribuan tahun dan retak secara alami saat dia menyentuhnya. Kau tertipu oleh kebetulan, Lu Zifeng!"

​Lu Zifeng memerah karena marah. "Zhao Ying! Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri! Tekanannya nyata!"

​"Lalu bagaimana dengan syarat gilanya?" sela Zhao Ying sambil mendengus. Ia menatap Patriark Jian Wuji. "Patriark, bocah dari kota pinggiran ini menuntut sebuah gunung pribadi dan akses mutlak ke Paviliun Pusaka tanpa mau menjadi murid langsung siapa pun! Ini adalah penghinaan terhadap tradisi sekte. Jika kita menurutinya hanya karena ilusi sebuah batu yang rusak, sekte lain akan menertawakan kita!"

​Beberapa tetua lain mulai mengangguk setuju. Memberikan puncak gunung pribadi dan akses pusaka kepada pemuda Bintang Lima tak dikenal adalah hal yang tak masuk akal secara politik maupun logika kultivasi.

​Jian Wuji mengangkat tangannya, menghentikan perdebatan. Mata Patriark itu tajam, mengamati Ye Xuan dengan saksama. Ia memang tidak melihat fluktuasi bakat Tingkat Sembilan yang digembar-gemborkan, namun ia bisa merasakan ketenangan yang tidak wajar dari pemuda itu. Berdiri di hadapan selusin kultivator Inti Emas, Ye Xuan bahkan tidak berkedip, apalagi gemetar.

​"Ye Xuan," suara Jian Wuji bergema di aula, membawa tekanan yang berusaha menguji mental pemuda itu. "Penatua Lu sangat memujimu. Namun, sumber daya sekte bukanlah air sungai yang bisa diambil sembarangan. Jika kau memang jenius tak tertandingi, kau tidak akan keberatan membuktikannya, bukan?"

​Ye Xuan yang sejak tadi hanya diam mendengarkan perdebatan itu seolah menonton monyet di sirkus, perlahan menggeser posisinya.

​"Aku tidak datang ke sini untuk mengemis validasi dari kalian," jawab Ye Xuan datar, matanya menatap langsung ke mata sang Patriark tanpa rasa takut. "Aku mengajukan syarat, kalian menyediakan tempat. Jika sekte ini terlalu miskin atau terlalu penakut untuk berinvestasi, aku bisa turun dari gunung ini sekarang juga."

​"Lancang!" Penatua Zhao Ying membentak, melepaskan aura Inti Emasnya untuk menekan Ye Xuan.

​Namun, Ye Xuan hanya berdiri tegak. Meski meridiannya sedikit nyeri menahan tekanan itu, punggungnya tidak membungkuk satu milimeter pun.

​Jian Wuji mengangkat alisnya, sedikit terkesan. Ia menepis tekanan Zhao Ying dengan lambaian tangannya.

​"Cukup berani," kata Jian Wuji perlahan. "Baiklah. Aku tidak akan memberimu puncak gunung utama, namun ada satu gunung yang saat ini kosong—Puncak Makam Pedang. Tempat itu dipenuhi oleh sisa-sisa aura pedang liar dari para leluhur sekte yang gugur. Tidak ada murid yang sanggup tinggal di sana karena udara pedangnya akan merobek kulit dan meridian mereka jika fondasi fisik mereka lemah."

​Jian Wuji mencondongkan tubuhnya ke depan. "Kau boleh menggunakan Puncak Makam Pedang sebagai wilayah pribadimu. Dalam waktu satu bulan, sekte ini akan mengadakan Ujian Sekte Luar. Jika kau bisa bertahan hidup di Puncak Makam Pedang selama sebulan dan menduduki peringkat pertama dalam ujian tersebut, aku akan secara pribadi memberimu medali akses ke Paviliun Pusaka, dan bungkamnya semua keluhan dari para tetua."

​"Patriark! Puncak Makam Pedang itu zona mematikan untuk murid di bawah Alam Pembentukan Fondasi!" Lu Zifeng memprotes panik, takut bibit jeniusnya mati sia-sia.

​"Sepakat," suara Ye Xuan memotong kepanikan Lu Zifeng dengan seketika.

​Bibir Ye Xuan sedikit melengkung membentuk senyuman tipis. Puncak Makam Pedang? Tempat yang dipenuhi aura tajam elemen logam yang terus-menerus merobek kulit? Di mata para tetua sekte, itu mungkin hukuman atau ujian maut. Namun di mata Ye Xuan, sang Patriark baru saja menyerahkan fasilitas penempaan fisik terbaik untuk menyelesaikan masalah retakan meridiannya secara gratis.

​"Tunjukkan jalannya, Penatua Lu. Waktuku terlalu berharga untuk dihabiskan mendengarkan perdebatan burung pipit di dalam aula ini," ucap Ye Xuan sambil membalikkan badan, sama sekali tidak memberi hormat pada sang Patriark maupun para tetua, lalu berjalan keluar dari aula.

1
Marthen
menyerah akan selamat
meLawan maka akan ada patriark yang baru
Marthen
kebanggaan fana artinya kebanggaan dunia bawah bila baik ke dunia atas hanya dijadikan pengawal penjaga pintu gerbang
preeeeeetttttttt
Fajar Fathur rizky
bikin yexuan hancurkan kultivasi jianwuji bikin jianwuji jadi sampah
Marthen
up thor
sibaweh abduh
bagus sekali ceritanya thor
Marthen
up thor
Visitor8053
Ye Xuan mantap mendapatkan ilmu hebat
Marthen
sudah tgl 4....uo lagi thor 👍
Marthen
asyiiiik panggung dominasi.....
Marthen
hutan binatang buas bagi masyarakat awan ini adalah hutan kematian tetapi bagi mantan kaisar dewa ini adalah kebun binatang yg berisi hewan2 jinak preeeetttt
Marthen
jozzzzz
Marthen
kelinci percobaan beryjung tumbaL
Marthen
assl yg betul ye xuan...kata2mu ini kami tunggu di alam semesta atas sebagai inti cerita pembalasan dendam kepada mo yuan
ARay
nekat boleh, oon jangan coy... ngotak dikit dah
Fajar Fathur rizky
cepat bantai zhao ying beserta keluarganya dan klan zhao pajang mayat mereka di sekte itu
Fajar Fathur rizky
cepat bantai klan zhao sampai ke akar akarnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!