Indonesia
NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Om Sahabatku

Menikah Dengan Om Sahabatku

Status: tamat
Genre:Perjodohan / CEO / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Aluna Putri adalah mahasiswi yatim piatu yang menghabiskan waktunya bekerja keras, hingga suatu hari ia nyaris tumbang karena kelelahan di depan Kayvan Dipta Madhava, CEO kaku sekaligus om dari sahabatnya, Raline.

Pertemuan canggung itu menjadi awal dari skenario besar yang disusun oleh Baskara Madhava yaitu papa dari Kayvan dengan alasan kesehatan yang menurun, tuan Baskara mendesak Kayvan untuk segera menikahi gadis pilihannya yang tak lain adalah Aluna.

Terdesak masalah finansial yang mengancam pendidikannya, Aluna terpaksa menerima tawaran pernikahan kontrak dari Kayvan.

Meski terpaut usia dua belas tahun, benih cinta mulai tumbuh di sela-sela kesibukan kuliah Aluna dan jadwal padat Kayvan.

Pada akhirnya, Aluna dan Kayvan membuktikan bahwa cinta bukan tentang siapa yang lebih dulu memiliki, melainkan tentang siapa yang sanggup bertahan dan melindungi dalam diam.

Bagaimana Kelanjutannya??
Yukkk Gass Bacaaaa!!!!!

IG: LALA_SYALALA13
YT: NOVELALAAA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menginap

Sore harinya, sebuah mobil mewah berwarna perak menjemput Aluna.

Aluna mengenakan baju paling rapi yang ia miliki yaitu sebuah kemeja flanel sederhana dan celana bahan yang sudah mulai pudar warnanya, ia merasa sangat kontras dengan kemewahan interior mobil itu.

Sesampainya di kediaman besar keluarga Madhava, Aluna merasa seperti masuk ke dalam istana di buku dongeng.

Halamannya sangat luas dengan rumput yang dipangkas rapi dan bangunan rumahnya bergaya klasik modern yang megah.

"Aluna! Akhirnya sampai juga!" Raline berlari keluar dari pintu utama dan langsung memeluk sahabatnya itu dengan hati-hati.

"Ayo masuk! Opa sudah nungguin kamu dari tadi, beliau bahkan minta koki masak besar hari ini." seru Raline begitu gembira karena sahabatnya datang ke rumahnya.

Aluna berjalan masuk dengan langkah ragu, di ruang keluarga yang luas, seorang pria tua dengan rambut yang sudah memutih seluruhnya namun masih tampak segar sedang duduk di kursi goyangnya.

Itu adalah Tuan Baskara Madhava, begitu melihat Aluna wajah tua itu langsung cerah.

"Oh jadi ini Aluna? Gadis yang selalu Raline ceritakan?" tanya tuan Baskara dengan suara yang hangat dan jenaka.

Aluna membungkukkan badannya dengan hormat dan begitu segan dengan kakek dari Raline.

"Iya tuan, nama saya Aluna Putri. Mohon maaf jika kedatangan saya merepotkan keluarga Madhava." ucap Aluna dengan formal.

"Panggil Opa saja sama seperti Raline." sahut tuan Baskara.

"Merepotkan apa? Rumah ini terlalu sepi, Aluna, hanya ada aku yang sudah tua ini dan anak kaku itu." Opa menunjuk Kayvan yang baru saja masuk ke ruangan dengan dagunya.

Kayvan hanya memutar bola matanya malas dan duduk di sofa seberang ayahnya.

"Dia baru sembuh pa, jangan diajak mengobrol terlalu banyak dulu." seru Kayvan.

"Kau ini dingin sekali pada tamu, sini Aluna duduk di dekat Opa," ajak tuan Baskara Madhava sambil menepuk kursi di sebelahnya.

Malam itu Aluna merasakan kehangatan yang sudah lama hilang dari hidupnya.

Meskipun ia merasa canggung karena status sosial mereka yang berbeda jauh tapi tuan Baskara Madhava memperlakukannya dengan sangat baik.

Beliau menanyakan soal kuliah Aluna, hobinya, hingga makanan kesukaannya.

Sementara itu, Kayvan lebih banyak diam namun Aluna sesekali menangkap basah pria itu sedang memperhatikannya dari balik cangkir kopinya.

Setiap kali mata mereka bertemu, Kayvan akan segera membuang muka atau kembali menatap tabletnya.

Aluna merasa pria itu sangat misterius, di balik sikap cueknya Kayvan adalah orang yang menggendongnya saat ia pingsan dan orang yang memastikan ia makan dengan benar di rumah sakit.

Setelah makan malam selesai, Raline mengantar Aluna ke kamar tamu yang sudah disiapkan.

Kamar itu sangat cantik, dengan balkon yang menghadap ke arah taman belakang.

"Al, kamu menginap di sini beberapa hari ya sampai benar-benar sehat, jangan mikirin kerjaan dulu, aku sudah bilang ke manajer kafe kalau kamu izin sakit seminggu." kata Raline sambil merapikan bantal untuk Aluna.

"Lin makasih ya, aku nggak tahu harus balas kebaikan kalian gimana." ucap Aluna tulus.

"Balasnya gampang kok, kamu sehat aja aku udah senang." balas Raline riang sebelum keluar dari kamar.

Aluna berdiri di balkon kamarnya dan menatap bulan yang bersinar terang.

Di bawah sana, ia melihat bayangan seseorang sedang berjalan di taman.

Itu Kayvan, pria itu tampak sedang menelepon seseorang, suaranya terdengar tegas saat membicarakan masalah bisnis.

Tiba-tiba, Kayvan mendongak dan pandangan mereka bertemu di bawah cahaya bulan.

Aluna terpaku, jantungnya berdegup sedikit lebih kencang tanpa alasan yang jelas.

Kayvan tidak mengalihkan pandangannya kali ini, ia menatap Aluna selama beberapa detik lalu memberikan sebuah anggukan kecil yang sangat tipis sebelum berbalik masuk ke dalam rumah.

Aluna masuk kembali ke kamarnya dengan perasaan campur aduk, ia tidak tahu bahwa di ruang kerja lantai bawah Tuan Baskara Madhava dan Kayvan sedang terlibat pembicaraan serius.

"Dia gadis yang baik Kay, berhenti menatapnya seperti kau ingin memecat karyawan." tegur Tuan Baskara pada putranya.

"Aku tidak menatapnya seperti itu pa." sanggah Kayvan dingin.

"Aku tahu kau mengamatinya sejak lama Kay, sejak Raline pertama kali menunjukkan fotonya padamu setahun yang lalu. Jangan kira aku tidak tahu alasan kenapa kau tiba-tiba rajin menjemput Raline ke kafe belakangan ini." ujar Tuan Baskara sambil tersenyum penuh arti.

Kayvan terdiam, ia tidak menyangkal tapi juga tidak membenarkan, ia hanya menatap pintu ruang kerjanya yang tertutup rapat dan membayangkan gadis yatim piatu yang kini tidur di bawah atap yang sama dengannya.

Gadis yang tampak begitu rapuh namun memiliki binar mata yang sanggup mengusik ketenangan hatinya yang selama ini membeku.

Malam itu, Aluna tertidur dengan perasaan asing yaitu perasaan aman yang selama tiga tahun ini tidak pernah ia rasakan sejak orang tuanya tiada.

Ia tidak menyadari bahwa di balik pintu mewah yang tertutup ada sebuah jaring takdir mulai ditenun oleh keluarga Madhava untuk mengikatnya selamanya.

...****************...

Suasana pagi di kediaman besar keluarga Madhava sangat kontras dengan hiruk-pikuk kos-kosan sempit tempat Aluna tinggal.

Jika di kosan ia harus mengantre kamar mandi dengan suara bising air dari ember plastik, di sini hanya ada keheningan yang elegan.

Aluna terbangun pukul lima pagi yaitu kebiasaan tubuhnya yang sudah disetel untuk segera bersiap bekerja namun ia sempat terpaku menatap langit-langit kamar tamu yang dihiasi lampu kristal kecil yang cantik.

Ia segera bangkit dan merapikan tempat tidur hingga tak ada satu pun lipatan yang tersisa.

Aluna merasa tidak enak jika harus merepotkan pelayan di rumah ini.

Setelah mandi dan mengenakan kemeja katun biru langit miliknya yang sudah dicuci bersih, ia melangkah keluar kamar dengan ragu.

Harum kopi yang sangat kuat dan aroma roti panggang mulai tercium saat ia menuruni tangga melingkar yang megah.

Di ujung tangga, ia melihat seorang pria tua sedang duduk santai sambil membaca koran fisik, itu Tuan Baskara Madhava, ayah dari Kayvan.

"Eh, sudah bangun, Cah Ayu?" sapa tuan Baskara dengan senyum lebar yang membuat kerutan di wajahnya tampak ramah.

"Sini sini, jangan berdiri di situ seperti patung selamat datang, duduk sebelah Opa." ujar Tuan Baskara.

Aluna tersenyum canggung dan mendekat kearah tuan Baskara.

"Selamat pagi Opa, maaf kalau saya bangunnya kesiangan."

"Kesiangan apa? Ini baru jam enam kurang, si Kayvan saja baru selesai olahraga di belakang." jawab Tuan Baskara sambil melipat korannya.

"Gimana tidurnya? Nyenyak? Kasurnya nggak keras, kan?" tanya Tuan Baskara dengan penuh perhatian.

"Sangat nyenyak Opa, malah saya merasa ini kasur paling empuk yang pernah saya tiduri." jawab Aluna jujur yang mengundang tawa kecil dari pria tua itu.

Tak lama kemudian, terdengar langkah kaki yang mantap, sosok jangkung muncul dari arah taman belakang.

Kayvan Dipta Madhava masuk dengan kaos olahraga hitam yang sedikit basah oleh keringat.

Handuk kecil tersampir di lehernya dan rambutnya yang biasanya tertata rapi kini sedikit berantakan jatuh menutupi sebagian dahinya.

Aluna refleks menunduk karena merasa tidak sopan menatap pria itu terlalu lama.

Namun ia bisa merasakan kehadiran Kayvan yang mendominasi ruangan.

"Pagi pa." sapa Kayvan singkat pada ayahnya, kemudian matanya kemudian beralih pada Aluna.

"Sudah lebih baik?" tanyanya dengan dingin namun perhatian.

"Sudah Om, terima kasih." jawab Aluna sopan.

Kayvan tidak membalas dan ia hanya mengangguk tipis lalu berjalan menuju lantai atas untuk bersiap-siap ke kantor.

"Jangan hiraukan dia Aluna, anak itu memang irit bicara kalau pagi, mungkin baterainya belum terisi penuh kalau belum minum kopi." bisik Opa sambil terkekeh dan membuat Aluna ikut tersenyum kecil.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

1
Karsa Sanjaya
ini seriusan tokohnya 4 orang doank ceritanya ultah tpi pada kemana anaknya orang tua nya Aluna koq GK ada
Nurjana Bakir
kapan bela durennya😄
Ima Kristina
co cweet banget sich
Ima Kristina
Astagaaa Kaivan bener bener ya bikin baper aku juga pingin digituin sama misua aku
Ima Kristina
Om Kaivan setelah merasakan ninaninu jadi gak kaku lagi tapi hanya buat Luna yayank
Ima Kristina
akhirnya Kaivan dan Luna ninaninu.....
Ima Kristina
kapan sich malam pertama Kaivan dan Luna ceritanya jangan bertele-tele dong Thor kan bacanya jadi bosen
Ima Kristina
satria salah cari lawan kamu mungkin pintar tapi Kaivan selain pintar juga punya kuasa
Ima Kristina
mahasiswa kok nantangin CEO... kalah kuasa dan pengalaman dong
Ima Kristina
kok ceritanya bertele tele sudah berapa bab yang dibahas soal pendekatan Kaivan dan Aluna
Ima Kristina
om Kaivan dan Luna kapan ninaninu Thor
Ima Kristina
Daripada kamu sibuk dengan incesure, mending fokus sama kuliah dan belajar bisnis biar bisa bantu suamimu
Ima Kristina
Rasa tidak percaya diri Luna berlebihan deh atau dia mulai merasa cemburu
Ima Kristina
Kalau cinta apapun akan dilakukan meski makan makanan yang tidak disukai
Ima Kristina
next
Ima Kristina
Om Kaivan sudah bucin akut sama Luna tapi terkesan co cweet dah
Ima Kristina
ooo ternyata orangtua Ralin sudah meninggal kok bisa bersamaan meninggalnya
Ima Kristina
Kapan Kaivan dan Luna ninaninu Thor gak sabar aku
Ima Kristina
Harusnya Luna dihukum saja kalau salah panggil Om lagi biar dia i get terus tapi hukumannya yang enak 🤭
Ima Kristina
Pria model Kaivan beneran bikin baper kaku tapi perhatian co cweet banget sich
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!