Menikah Dengan Om Sahabatku

Menikah Dengan Om Sahabatku

Pingsan

Pukul lima sore, langit di luar kafe mulai berubah warna menjadi jingga kemerahan.

Di dalam ruangan ber-AC yang sejuk itu, Aluna Putri sedang berjuang melawan rasa pening yang tiba-tiba menyerang pangkal hidungnya.

Napasnya terasa berat dan kedua kakinya yang terbungkus sepatu kets usang terasa seperti ditusuk-tusuk ribuan jarum.

"Satu ice americano dan satu croissant cokelat atas nama Kak Desta!" seru Aluna dengan suara yang berusaha tetap ceria meski tenggorokannya terasa kering kerontang.

Aluna mengusap keringat di pelipisnya menggunakan punggung tangan, hari ini adalah hari yang luar biasa panjang.

Kuliah pagi dari jam delapan dilanjutkan dengan asistensi di perpustakaan dan sekarang ia sudah berdiri di balik meja bar kafe selama hampir lima jam.

Seharusnya ia punya waktu istirahat tiga puluh menit tapi karena rekan kerjanya sedang izin sakit dan Aluna terpaksa merangkap tugas.

"Al muka kamu pucat banget, kamu sudah makan?" tanya Mila, rekan kerjanya yang baru saja selesai mengantarkan pesanan ke meja nomor tujuh.

Aluna memaksakan sebuah senyuman kecil untuk meredam kekhawatiran orang-orang kepada dirinya.

"Tadi pagi sudah makan roti mil, aman kok tinggal dua jam lagi sebelum shift selesai." seru Aluna.

"Dua jam itu lama kalau kondisi kamu kayak gini, mending kamu duduk dulu di belakang sebentar, biar aku yang pegang kasir." tawar Sarah khawatir.

Aluna menggeleng tegas, ia tidak ingin merepotkan orang lain apalagi ia butuh bonus lembur minggu ini untuk menutupi kekurangan biaya kontrakan yang akan jatuh tempo dalam tiga hari.

Menjadi yatim piatu sejak usia tujuh belas tahun mengajarkan Aluna satu hal yaitu dunia tidak akan berhenti berputar hanya karena dia merasa lelah.

Jika dia berhenti, maka hidupnya juga akan ikut berhenti dan Aluna tidak akan membiarkan hal tersebut.

Di sudut lain kafe, pintu kaca terbuka dan denting bel di atas pintu berbunyi nyaring.

Sosok gadis cantik dengan pakaian bermerek dan tas mungil yang harganya setara dengan biaya kuliah Aluna satu semester masuk dengan langkah riang.

Itu Raline Madhava, sahabat baik Aluna sejak semester pertama hingga sekarang yang masih mau berteman dengannya.

"Aluna!" panggil Raline setengah berteriak sembari melambaikan tangan.

Aluna refleks tersenyum tulus, Raline adalah satu-satunya warna cerah di hidupnya yang abu-abu.

Meskipun berasal dari keluarga Madhava yang kekayaannya tidak berseri tapi Raline tidak pernah memandang Aluna sebelah mata.

Baginya, Aluna adalah pahlawan yang bisa bertahan hidup sendirian di kota besar.

"Eh Lin? Kok ke sini? Bukannya hari ini kamu ada acara keluarga?" tanya Aluna saat Raline sampai di depan meja kasir.

"Dibatalkan sepihak sama om Kayvan, biasa orang sibuk mah bebas jadi aku mampir ke sini deh mau culik kamu makan malam setelah selesai kerja." ucap Raline sambil mengerucutkan bibirnya.

"Aku masih ada shift sampai jam tujuh Lin, terus habis itu aku harus ke rumah murid privatku di sektor lima." tolak Aluna halus.

Raline menghela napas panjang, selalu saja sahabatnya itu sibuk dan sampai lupa akan merawat kesehatan tubuhnya sendiri.

"Al, kamu itu bukan robot. Lihat deh matamu sudah sayu banget, jangan sampai pingsan ya, nanti aku yang diamuk Opa kalau tahu sahabatku sakit gara-gara kerja rodi." seru Raline.

Aluna tertawa kecil dengan suara tawanya terdengar agak serak.

"Enggak akan pingsan, tenang saja." ucap Aluna menenangkan Raline.

Namun seolah-olah semesta ingin membuktikan bahwa Aluna salah, pandangannya tiba-tiba mengabur.

Lampu-lampu kafe yang tadinya terang kini tampak berputar-putar, suara bising mesin kopi dan obrolan pelanggan perlahan menjauh berganti dengan denging nyaring di telinganya.

"Al? Aluna, kamu kenapa?" Suara Raline terdengar panik.

Aluna mencoba berpegangan pada pinggiran meja kasir tapi tangannya terasa lemas.

Kakinya seolah kehilangan tulang penyangga dan dunia menjadi gelap dalam sekejap.

Di luar kafe, sebuah sedan hitam mewah berhenti tepat di depan pintu masuk.

Pria di balik kemudi mengamati jam tangannya dengan raut wajah datar.

Kayvan Dipta Madhava, pria berusia tiga puluh dua tahun yang dikenal sebagai mesin uang keluarga Madhava, sedang menghela napas tidak sabar.

Harusnya ia sudah berada di kantor untuk meninjau laporan akuisisi lahan namun ayahnya yaitu Baskara Madhava memaksanya untuk menjemput Raline.

Alasannya sepele yaitu sopir pribadi Raline sedang pulang kampung dan Tuan Baskara tidak ingin cucu perempuannya naik taksi sendirian di jam sibuk.

Kayvan baru saja akan menekan klakson saat ia melihat kerumunan orang di dalam kafe bergerak panik ke arah meja kasir.

Matanya yang tajam menangkap sosok Raline yang sedang berteriak meminta tolong sambil memegang tubuh seorang gadis yang ambruk ke lantai.

Tanpa pikir panjang, Kayvan mematikan mesin, keluar dari mobil dan melangkah lebar masuk ke dalam kafe.

Kehadirannya seketika membuat suasana yang gaduh menjadi sedikit sunyi, auranya yang dingin dan berwibawa membuat orang-orang secara tidak sadar memberi jalan.

"Raline, ada apa?" suara rendah Kayvan menggelegar di tengah keributan.

"Om! Aluna pingsan! Tolong Om, badannya panas sekali!" tangis Raline pecah.

Kayvan berlutut di samping gadis yang kini terbaring lemah di lantai kayu kafe.

Ini bukan pertama kalinya Kayvan melihat Aluna, ia sering melihat foto gadis ini di ponsel Raline atau mendengar cerita keponakannya tentang Aluna yang hebat.

Namun melihatnya langsung dalam kondisi se-rapuh ini memberikan sensasi aneh di dada Kayvan yang biasanya kaku.

Wajah gadis itu sangat pucat, kontras dengan rambut hitamnya yang sedikit berantakan. Kayvan menyentuh dahi Aluna sebentar. Panas. Sangat panas.

"Minggir." perintah Kayvan singkat kepada orang-orang di sekitarnya.

Dengan gerakan yang efisien dan mantap, Kayvan menyelipkan satu tangannya di bawah leher Aluna dan tangan lainnya di bawah lutut gadis itu.

Ia mengangkat Aluna dengan mudah seolah berat badan gadis itu tidak ada artinya bagi lengan kekarnya.

"Bawa tasnya Raline, kita ke rumah sakit sekarang!" ucap Kayvan sambil melangkah keluar menuju mobilnya.

Raline segera menyambar tas usang Aluna dan mengikuti Omnya dengan langkah seribu.

Di dalam mobil, Kayvan membaringkan Aluna di kursi belakang dengan kepala bersandar di pangkuan Raline.

Sepanjang perjalanan Kayvan sesekali melirik melalui spion tengah, ia melihat jemari Aluna yang kasar dan terdapat bekas luka kecil yang kemungkinan karena sering mencuci piring atau terkena uap panas mesin kopi.

Gadis semuda ini banting tulang hingga pingsan sementara banyak gadis di luar sana yang hanya tahu cara menghabiskan uang orang tua.

Ada secuil rasa hormat yang muncul di hati pria kaku itu meski ia belum benar-benar mengenal siapa Aluna Putri.

Rumah Sakit Madhava Medical Center

Aluna mengerjapkan matanya, bau karbol yang menyengat adalah hal pertama yang menyambut indra penciumannya.

Ia mencoba menggerakkan tangannya tapi terasa berat karena ada selang infus yang tertancap di sana.

"Al? Kamu sudah bangun?" ucap Raline dengan khawatir namun juga lega secara bersamaan.

Aluna menoleh ke samping dan melihat Raline yang duduk di kursi penunggu dengan wajah sembab.

"Lin... aku di mana? Jam berapa sekarang? Aku harus ke rumah murid privatku..." Aluna mencoba bangkit tapi kepalanya kembali berdenyut hebat.

"Sstt! Diem dulu Al! Kamu itu pingsan karena tipes gejalanya sudah mulai muncul dan kelelahan akut, kamu di rumah sakit Omku." ujar Raline sambil menekan bahu Aluna agar kembali berbaring.

Aluna memejamkan mata dan merasa bodoh karena tubuhnya menyerah di saat yang tidak tepat.

"Biayanya Lin... aku nggak punya uang buat bayar rumah sakit sebagus ini." tutur Aluna dengan khawatir.

"Jangan dipikirin, semuanya sudah diurus." sebuah suara berat dari arah pintu membuat Aluna tersentak.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

YEYYY AKHIRNYA UPLOAD CERITA BARU NIHHHH....

JANGAN LUPA MAMPIR BACA, FAVORITKAN, JANGAN LUPA VOTE JUGA, ULASAN BINTANGNYA, LIKE, KOMEN SAN HADIAH BIAR TAMBAH SEMANGAT BUAT UPDATE BAB SELANJUTNYA

JANGAN LUPA MAMPIR KE IG AKU YAAA DI

@Lala_Syalala13

Jangan lupa beri aku dukungannya ya biar semangat buat upload kelanjutan Babnya....

Dan jangan lupa follow IG @LALA_SYALALA13 ada banyak rekomendasi cerita seru aku lainnya di sana....

Terpopuler

Comments

Mita Paramita

Mita Paramita

Thor mau tanya.. novel sebelumnya kn blm tamat ya ?

2026-04-03

2

Dartihuti

Dartihuti

Udah kepo ni...ditunggu up'y💪Author ...pagi, cuaca cerah salam sehat sekeluarga🙏🤗

2026-04-01

2

Rohmi Yatun

Rohmi Yatun

udah mampir thor.. sepertinya cerita nya menarik.. 👍🙏

2026-04-02

1

lihat semua
Episodes
1 Pingsan
2 Harga Diri Tinggi
3 Menginap
4 Kartu Nama
5 Aku Akan Mencobanya
6 Menikahlah Denganku
7 Memantaunya
8 Ancam Tuan Baskara
9 Manipulasi Manis
10 Batalkan
11 Sedikit Trauma
12 Panti Asuhan
13 Diusir
14 Menikahlah Dengaku
15 Perlindungan
16 Layak Mendapatkannya
17 Bros Kecil
18 Sah
19 Aku Suamimu Sekarang
20 Menjalankan Peran
21 Sarapan Bersama
22 Dia Pasti Sibuk
23 Benar-benar Lupa
24 Jamuan Formal?
25 Bukan Sekadar Panggilan Formalitas
26 Tidak Nyaman
27 Gelar Kehormatan
28 Keputusan Terbaik
29 Gosip Kampus
30 Pusat Dari Dunianya
31 Pisang Goreng
32 Tante Aluna Yang Cantik!
33 Hal Terbaik
34 Bintang Baru Kita?
35 Tempat Untuk Bersandar
36 Selamat Malam Sayang
37 Tanya Suami
38 Cari Kegiatan Lain
39 Kenyamananmu
40 Protektif
41 Dia Kembali
42 Ratu Di Hati
43 Jam Tangan Antik
44 Anggun Tapi Licik
45 Jadilah Aluna Yang Sekarang
46 Jamuan Bisnis
47 Kenangan Masa Kecil
48 Makan Malam Lesehan
49 Mencari Inspirasi
50 Porselen Kuno
51 Seperti Anugerah
52 Kayvan Sakit
53 Obat Paling Ampuh
54 Variabel Paling Tepat
55 Benar-benar Sudah Runtuh
56 Kotak Misterius
57 Penggemar Rahasia
58 Terima Kasih Sudah Memilihku
59 Rasa Syukur Yang Luar Biasa
60 Risiko Bisnis
61 Itu Sudah Lebih Dari Cukup
62 Lebih Dari Cukup
63 Mas Cemburu?
64 Pesan Video
65 Mencintai Impian Dan Dunianya
66 Itu Namanya Cemburu
67 Ancaman Yang Sangat Halus
68 Secara Terang-terangan
69 New Story: Benih Rahasia Sang Dokter
70 Terima Kasih Sudah Menungguku
71 Olahraga Pagi
72 Player Tingkat Pro!
73 Harmoni Yang Sempurna
74 Suami Yang Perhatian
75 Ambang Pintu Terakhir
76 Sarjana Baru
77 Wisuda
78 Flight Destination
79 Masih Seperti Mimpi
80 Fasilitas Pribadi
81 First Class Cabin
82 Salju Pertama
83 New Story: Di Bawah Kuasa Mantan Suami
84 New Story: Istri Figuran Sang Pewaris
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Pingsan
2
Harga Diri Tinggi
3
Menginap
4
Kartu Nama
5
Aku Akan Mencobanya
6
Menikahlah Denganku
7
Memantaunya
8
Ancam Tuan Baskara
9
Manipulasi Manis
10
Batalkan
11
Sedikit Trauma
12
Panti Asuhan
13
Diusir
14
Menikahlah Dengaku
15
Perlindungan
16
Layak Mendapatkannya
17
Bros Kecil
18
Sah
19
Aku Suamimu Sekarang
20
Menjalankan Peran
21
Sarapan Bersama
22
Dia Pasti Sibuk
23
Benar-benar Lupa
24
Jamuan Formal?
25
Bukan Sekadar Panggilan Formalitas
26
Tidak Nyaman
27
Gelar Kehormatan
28
Keputusan Terbaik
29
Gosip Kampus
30
Pusat Dari Dunianya
31
Pisang Goreng
32
Tante Aluna Yang Cantik!
33
Hal Terbaik
34
Bintang Baru Kita?
35
Tempat Untuk Bersandar
36
Selamat Malam Sayang
37
Tanya Suami
38
Cari Kegiatan Lain
39
Kenyamananmu
40
Protektif
41
Dia Kembali
42
Ratu Di Hati
43
Jam Tangan Antik
44
Anggun Tapi Licik
45
Jadilah Aluna Yang Sekarang
46
Jamuan Bisnis
47
Kenangan Masa Kecil
48
Makan Malam Lesehan
49
Mencari Inspirasi
50
Porselen Kuno
51
Seperti Anugerah
52
Kayvan Sakit
53
Obat Paling Ampuh
54
Variabel Paling Tepat
55
Benar-benar Sudah Runtuh
56
Kotak Misterius
57
Penggemar Rahasia
58
Terima Kasih Sudah Memilihku
59
Rasa Syukur Yang Luar Biasa
60
Risiko Bisnis
61
Itu Sudah Lebih Dari Cukup
62
Lebih Dari Cukup
63
Mas Cemburu?
64
Pesan Video
65
Mencintai Impian Dan Dunianya
66
Itu Namanya Cemburu
67
Ancaman Yang Sangat Halus
68
Secara Terang-terangan
69
New Story: Benih Rahasia Sang Dokter
70
Terima Kasih Sudah Menungguku
71
Olahraga Pagi
72
Player Tingkat Pro!
73
Harmoni Yang Sempurna
74
Suami Yang Perhatian
75
Ambang Pintu Terakhir
76
Sarjana Baru
77
Wisuda
78
Flight Destination
79
Masih Seperti Mimpi
80
Fasilitas Pribadi
81
First Class Cabin
82
Salju Pertama
83
New Story: Di Bawah Kuasa Mantan Suami
84
New Story: Istri Figuran Sang Pewaris

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!