Indonesia
NovelToon NovelToon
Merpati Yang Memilih Pulang

Merpati Yang Memilih Pulang

Status: sedang berlangsung
Genre:Mandul
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: SeinXD

Siapa perempuan yang ingin menjadi mandul .?? tidak ada satupun yang menginginkan itu semua, setiap wanita pasti ingin punya keturunan punya buah hati yang akan menjadi pelengkap dalam bahtera rumah tangga nya, sebagai pemanis dalam cinta yang di arungi bersama teman hidupnya.

Namun rencana yang kuasa tetap lah rencana nya siapa yang dapat menghindar atau mengelak jika ia sudah berkehendak, itu lah yang di alami kora.

11 Tahun pernikahan nya ia selalu mendambakan ada buah hati yang sudi tumbuh dalam rahim nya, 11 tahun penantian yang panjang. Pernikahan yang sempurna, memiliki suami yang sempurna ternyata bukan lah obat dari sebuah penawar kebahagiaan.
pernikahan yang dikira akan berjalan seumur hidup harus kandas kala tuntutan dan penghianatan yang terjadi. kora tidak marah tidak juga menyalahkan siapapun ia memilih mengalah dan merelakan cinta nya pergi dan memilih menghilang untuk menemukan arti kebahagiaan yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SeinXD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH 16

" mama, apakah papa akan datang menjemput kita?"

Pertanyaan polos dari gadis kecil yang tampak penuh harap menanti cinta pertama nya datang, grace hanya tersenyum menatap putrinya. Ia lalu berlutut untuk menyamai sang putri agar bisa lebih dekat.

" papa hari ini sedang sibuk, kita akan ke rumah Oma opa hari ini ya!"

" yah!"

Lili wajahnya tampak lesu saat mendengar pernyataan dari sang ibu, selama ini ayahnya sibuk bekerja jarang sekali ada waktu untuk mereka.

Grace menghela nafasnya ia tau semua ini pasti akan selalu terjadi, sampai kapan pun ia tak akan bisa mengambil posisi itu dari hati pria yang hanya ia miliki raganya.

Mobil yang menjemput mereka tiba Grace dan lili menaiki mobil tersebut, mereka meninggalkan gedung sekolah elite tersebut. Seseorang yang sedari tadi memperhatikan Grace dan lili dari kejauhan akhirnya keluar dari persembunyiannya.

Tatapan matanya seolah mengatakan ia begitu rindu namun ia tak bisa karena tak ingin mereka terlibat dalam ini semua, andai saja saat itu ia tak melakukan hal bodoh ini. Saat ini mereka sudah bahagia.

Ia kembali mengenakan jaket hitam nya menutup kepalanya, ia memperhatikan sekitar nya sebelum ia benar-benar pergi menghilang.

" sampai jumpa kembali!"

Grace merasakan ada getaran kecil dari hati nya, ia merasa seperti ada yang memanggil nya namun ia menepis semua itu.

Mereka akhirnya tiba di tempat tujuannya, disana mereka di sambut dengan hangat oleh kepala pelayan yang sudah lama bekerja di sana.

" tuan berada di ruang kerja nya!"

Pelayan paruh baya itu memberitahukan keberadaan orang yang tengah di cari grace, grace tersenyum pada bibi pelayan dan mengisyaratkan bibi membawa lili pergi bersama nya.

Grace melangkah menuju ruang yang di pojok itu, kakinya dengan mulus masuk kedalam. Disana papa nya duduk dengan kemegahan nya, ia menatap Grace yang baru masuk.

" bagaimana?"

Grace hanya menunduk bingung harus bicara apa, ia tak berani menatap sang ayah.

" be-lum pah!"

Lelaki itu lalu berdiri ia mendekat ke arah putri nya.

Plakkk

Sebuah tamparan keras melayang di bibir putih mulus milik grace, kepala grace tertoleh kesamping saking kerasnya tamparan itu.

" dasar ngak becus, anak macam apa kau ini untuk mengambil hati suami mu saja tidak bisa!"

Ia mencengkram keras pipi grace, grace hanya diam ia tak berani berbicara matanya berkaca-kaca.

" selama ini aku membawa mu masuk dan hidup di keluarga ini itu semua tidak gratis!"

Grace masih tak bergeming dari posisinya hingga ayahnya melepaskan cengkeraman tangannya dari wajah cantik grace.

" kau dan ibumu sama saja sama sama perempuan tidak berguna, bertahun-tahun aku menghidupi mu membesarkan kan mu, tapi hanya untuk merebut hati pria saja kamu tidak bisa. Jika masih saja seperti ini hidup mu mau bagaimana? Hidup dijalanan lagi? Membawa serta putri mu itu?"

Grace menelan ludah nya susah payah saat mengingat bagaimana ia dengan keras berusaha hidup, ia tak akan membiarkan putri nya mengalami apa yang selama ini ia rasakan.

" aku akan berusaha!"

" tunjukkan usaha mu itu jangan hanya bisa di ucapkan namun tak bisa di lakukan, pergilah!"

Grace meningalkan ruangan itu, saat gadis itu benar-benar pergi dari sana lelaki tua itu hanya mengelus dadanya menahan sakit. Sementara lili yang sudah sedari tadi disana hanya mengigit tangan nya agar tak bersuara, ia menyaksikan bagaimana sang ibu diperlakukan di keluarga ini. Setiap kali mereka pergi ke sini sang ibu akan selalu mendapatkan kekerasan dari sang kakek serta yang lain nya.

Lili menangis saat mengingat betapa kuatnya wanita yang selama ini ia panggil ibu, Wanita itu selalu menyembunyikan kesedihannya ia tak pernah terlihat menderita selalu tampak tersenyum namun tak ada yang tau ada luka disana, lili lalu teringat dengan perempuan yang pernah ia lihat di bar saat ia diam diam mengikuti sang ibu keluar saat bertengkar dengan ayah nya.

" Tante itu apakah bisa membantu mama, Tante itu pasti teman mama, aku ingat nama nya Nisa, ya TENTE Nisa"

Lili keluar dari sana dengan diam diam, ia akan mencari seseorang yang bisa menolong mamanya.

...----------------...

Tiara dan Hendra masih sibuk dengan kegiatan panas mereka, sementara Debora sudah lebih dulu pamit pulang karena butiknya tidak bisa di tinggalkan lama.

" bagaimana jika aku hamil?"

Pertanyaan itu seketika membuat Hendra terhenyak, ia lupa selama ini sudah bermain begitu jauh sampai tidak memikirkan akibat dari ini semua. Tentu saja Tiara bisa hamil dari hubungan terlarang ini.

diamnya Hendra membuat Tiara mengepal kan tangan nya, ia kesal ia marah karena pria ini masih tidak ingin melepaskan kora yang jelas jelas tak bisa memberikan nya keturunan.

Tiara menarik dagu Hendra ia berbisik pelan ke telinga pria itu.

" jika aku hamil, jangan harap kamu bisa lari dari tanggung jawab!"

Ucapan itu bagai sebuah belati yang menghujam hatinya, ia tak menyangka permainan ini malah membuat nya terjebak. Ia tak ingin kora tau tak ingin gadis itu terluka karena kelakuan nya.

" tidak jangan sampai itu terjadi, aku belum siap!"

Hendra berdiri ia menarik rambutnya frustasi ia tak memikirkan dampak kedepannya, kenapa sekarang baru kepikiran.

" kapan kamu siap Hendra?, bertahun-tahun pernikahan mu tidak ada pewaris yang bisa di berikan wanita itu pada mu. Dia wanita mandul apa yang kamu pertahankan dari nya?"

Hendra langsung mencekik leher Tiara saat gadis itu mengucapkan kata yang begitu menyakitkan, ia tak terima kora di cela seperti ini dari mulut gadis murahan seperti Tiara.

" jangan pernah mengucapkannya lagi!"

Hendra membuang wajah Tiara yang ia cengkram, ia tak terima wanita yang ia jaga dan cintai di cela oleh orang lain.

" apa yang kamu harapkan dari perempuan mandul itu?"

Hendra terkekeh pelan lalu matanya menatap tajam Tiara, " setidak nya dia wanita berkelas, tak rendahan seperti mu!" Hendra segera mengambil jasnya dan meninggalkan ruangan itu ia marah saat orang lain mencela kora namun ia sendiri menyakiti gadis ini dengan penghianatan ini

Tiara menghela nafasnya ia mencengkram seprai dengan kuat, tatapan matanya menatap nyalang di depan. Ia mencoba menghela nafasnya menenangkan dirinya, kali ini ia terlalu terburu-buru, ia seharusnya lebih tenang sedikit untuk menjebak kucing dalam perangkap.

Ia menatap cermin di depan ia mengelus wajah cantiknya, wanita ini memperhatikan wajah yang bukan wajahnya. Sudah begitu lama ia meninggalkan semua nya hanya karena ini. Ia tersenyum

" kalian semua akan merasakan apa yang selama ini kalian perbuat, kehancuran dulu akan dibalas 200 kali lipat dari rasa sakit itu."

tiara mencekram tangan nya kala mengigat masa lalu yang telah membawa luka yang begitu dalam.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!