Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Polos Tuan Garra

Istri Polos Tuan Garra

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Bad Boy
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sept

Tubuh Elisa bergetar hebat di ambang pintu kamar hotel. Di depannya, seorang pria berdiri tegap menatapnya dingin. Asing. Berbahaya dan malam ini, pria itulah yang memegang nyawa ibunya.

Satu malam. Jika Elisa berhasil memuaskan pria itu, ibunya tetap hidup. Jika ia gagal, selang dan alat-alat medis ibunya akan dicabut.

Elisa tidak punya pilihan. Gadis lugu yang bahkan belum pernah pacaran itu harus menukar kesuciannya demi napas ibunya.

"Mandilah. Aku benci menyentuh perempuan kotor!"

Suara itu dingin, menghina, menusuk sampai tulang.

Demi selamatkan ibunya, Elisa terpaksa melakukan ini, hanya satu malam. Tak disangka pria itu menagihnya seumur hidup. Karena pria itu tidak hanya menginginkan tubuhnya. Dia menginginkan seluruh hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjalanan Hak Asuh

Meja makan itu cukup panjang, Anggara sudah duduk angkuh di kursi utama dengan setelan santai rumahnya, menatap tajam ke arah Elisa yang jalan pelan dengan kepala menunduk.

Elisa mau duduk paling jauh di ujung meja, jaraknya sekitar 5 meter dari Anggara. Tapi Anggara langsung mengerutkan keningnya tidak suka.

"Jauh sekali kau duduk? Aku tidak punya penyakit menular, Elisa!! Duduk di sebelahku! Sekarang!" ujarnya tegas dengan suara komando yang tidak bisa dibantah.

Setiap ucapan yang keluar dari mulut Anggara Wijaya selalu mengandung biji cabai rawit level 10, apa yang keluar dari lidahnya sangat pedas, tajam, dan menyakitkan hati. Tidak pernah ada kata manis.

Elisa lantas pindah dengan kesal, ia tidak jadi duduk di tempat yang sedikit jauh jaraknya dengan Anggara di ujung meja. Jujur, bukan karena takut tertular penyakit seperti yang Anggara tuduhkan. Ia hanya tak nyaman, sangat tidak nyaman dekat-dekat dengan pria tersebut. Diktator, arogan, dan sok berkuasa atas hidup orang lain.

Mereka berdua makan dengan suasana hening yang canggung dan mencekam, hanya suara sendok dan garpu yang beradu dengan piring porselen mahal. Tidak ada obrolan. Elisa menunduk terus, sedangkan Anggara sesekali menatapnya dengan tatapan sulit diartikan.

Rasa mual dan muntah Elisa yang sempat mengganggunya seminggu terakhir juga sudah tak muncul lagi, sepertinya obat anti mual yang diberikan oleh dokter pribadi Anggara memang obat yang terbaik dan termahal. Tidak seperti obat generik di rumah sakit umum.

Kini, Elisa dapat menikmati makanannya dengan lebih nyaman. Ayam kodon bleu dan sup krim jamur itu terasa enak di lidah. Tak takut mual-mual lagi dan harus lari ke toilet.

Anggara selesai makan duluan, meskipun piringnya tidak habis, hanya dicolek sedikit. Matanya menatap lekat Elisa yang masih makan dengan lahap karena memang lapar seharian belum makan.

"Makan yang banyak! Aku tak mau anakku nanti terkena gizi buruk di dalam perutmu yang kurus itu!" ucapnya, lagi-lagi dengan nada perintah.

Elisa menahan napas, ia makan dengan hati yang kesal dan mendidih. Tak ada bagus-bagusnya kata-kata yang diucapkan oleh Tuan Garra tersebut. Pahit, pedas! Tidak enak didengar. Selalu saja yang dibahas anak, anak, dan anak.

Ketika Elisa selesai makan, ia mau bangkit, mau balik ke kamarnya untuk menenangkan diri. Tumben, Anggara tak menahan dengan kata-kata pedas andalannya. Mungkin karena sedang menerima telepon penting.

Anggara berdiri dengan gerakan elegan, membelakangi Elisa. Pria itu kemudian pergi menjauh ke arah jendela kaca besar sambil berbicara dengan bahasa hukum yang tidak dimengerti Elisa.

Elisa yang mau ke kamar, juga mendadak tak enak hati melihat Bibi pelayan membereskan makanan di meja sendirian. Piring-piringnya berat dan banyak.

Banyak hidangan yang bahkan masih utuh tak tersentuh. Sayang sekali. Mereka berdua cuma makan sedikit saja, sisanya pasti akan dibuang. Ingat di kos ia harus berhemat untuk makan.

"Biar saya bantu, Bi." Elisa dengan inisiatif membawa mangkuk sup krim ukuran sedang yang masih panas.

Bibi pelayan langsung berbisik panik dengan mata melotot, "Jangan, Nona Elisa. Nanti Tuan marah besar. Biar saya kerjakan sendiri, ini sudah tugas saya! Nanti saya bisa dipecat!"

"Tidak apa-apa, saya yang mau membantu. Dia tidak akan marah, orang cuma bawa mangkok saja!" ucap Elisa yakin, ia tidak terbiasa dilayani seperti ratu, tangannya gatal ingin membantu.

Bibi mengerutkan dahinya dalam, kemudian menggeleng cepat-cepat. "Jangan, Nona. Ada banyak CCTV di villa ini, ada di setiap sudut. Tuan Anggara bisa lihat semuanya dari ponselnya. Saya masih mau kerja di sini, Nona!"

Elisa menghela napas panjang, kenapa semua orang di villa mewah ini takut pada sosok Anggara tersebut? Termasuk dirinya yang juga selalu gemetar kalau didekati. Apa Anggara itu monster?

"Kalau ini, pasti nggak apa-apa!" kata Elisa mencari akal. Dia langsung jalan cepat menuju dapur sambil membawa cangkir kopi kosong bekas Anggara yang sudah dingin.

Saat sedang setengah jalan ke dapur, Elisa menoleh kaget begitu suara berat yang sangat ia hafal itu bertanya dan menyebut namanya dengan nada tinggi.

"Elisa! Apa yang kau lakukan?!"

Elisa putar badan dengan jantung berdebar, ada Anggara yang sudah selesai menelpon dan berdiri di belakangnya dengan kedua tangan masuk ke saku celana. Tatapannya tajam menghujam.

"Ini ... ini mau saya bawa ke dapur,," ucap Elisa. Mendadak jadi kikuk dan salah tingkah, seperti maling yang ketahuan mencuri. Padahal dia tidak sedang berbuat kriminal sama sekali.

"Elisa, aku minta kau tinggal di sini bukan sebagai pembantu! Paham?! Aku membawamu ke sini untuk kau istirahat dan menjaga kandungan mu, bukan untuk mencuci piring!" ujar Anggara dengan raut muka tegas dan suara yang menggelegar, membuat Bibi pelayan semakin takut.

Bibi langsung sigap merebut dengan kasar apa yang ada di tangan Elisa, ia pun langsung minta maaf pada Anggara sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam.

"Maaf, Tuan. Ini salah saya, saya lalai mengawasi Nona. Saya yang suruh Nona tadi," ucapnya dengan terbata-bata, berbohong demi menyelamatkan Elisa.

Tak lama kemudian, Kepala pelayan muncul dari balik pintu, kemudian mengangguk minta maaf juga pada Anggara dengan wajah pucat.

"Kami tidak akan membiarkan Nona Elisa melakukan pekerjaan apapun lagi, Tuan. Maafkan kecerobohan kami. Ini tidak akan terulang," janjinya.

Anggara mengangguk dingin, sedangkan Elisa merasa jengkel luar biasa dengan situasi di sana. Ia menilai Anggara terlalu arogan dan berlebihan. Ia hanya ingin membantu, kenapa jadi seperti penjahat?

"Jika saya tidak boleh melakukan apapun di sini, saya akan kembali ke kamar saja! Saya bosan!" ucapnya dengan nada kesal dan berani menatap mata Anggara.

"Ikut denganku!" potong Anggara singkat, tidak peduli dengan protesan Elisa. Ia berbalik dan berjalan.

Elisa pun dengan terpaksa mengikuti pria itu dari belakang. Mengekor Anggara yang naik ke tangga marmer menuju lantai dua, ke sayap yang berbeda dari kamarnya.

Anggara masuk ke sebuah ruangan yang sangat luas dan dingin, seperti ruang kerja pribadi sekaligus perpustakaan, ada deretan rak berisi banyak buku tebal tentang hukum pidana dan perdata.

"Kau mau berdiri saja sampai nanti malam jadi patung? Duduk!" celetuk Anggara yang sudah duduk dengan angkuh di kursi kulit singgasananya.

Elisa menarik kursi di depan meja kerja Anggara dengan ragu, kemudian duduk dengan gelisah, tangannya saling menggenggam di atas pangkuannya.

Terdengar suara bruk, map diletakkan di atas meja kaca yang tebal. Map coklat yang diambil dari dalam laci brankas yang baru saja dibuka Anggara.

"Baca, kemudian tanda tangani! Sekarang!" perintahnya.

"Apa ini?" Elisa mengambil map itu dengan tangan gemetar. Matanya membaca judul di halaman pertama.

SURAT PERJANJIAN PENYERAHAN HAK ASUH ANAK & KOMPENSASI.

"Tentang hak asuh anak itu. Dia akan jadi milikku sepenuhnya setelah lahir ke dunia ini. Secara hukum, kau tidak akan punya hak apapun lagi atasnya. Dan kamu Elisa... kamu akan dapat kompensasi dariku! 20 Miliar. Cukup untuk membuatmu hidup enak selama beberapa tahun tanpa harus kerja," jelas Anggara dengan santai seperti sedang membicarakan jual beli mobil.

Jantung Elisa bergetar hebat, napasnya sesak. Dunia seakan runtuh di hadapannya. Jual diri sudah ia lakukan demi ibunya, sekarang apakah dia akan jual anaknya sendiri, darah dagingnya sendiri?

Bersambung.

1
vita
bikin kesel sm anggara
Mita Paramita
kasian Elisa hidup nya tertekan gak bahagia padahal blom jadi istri tuan gara😭🫡🫡
ken darsihk
Benar benar arogan sungguh malang nasib nya Elisa 😠😠😠
ken darsihk
Eeetttt si Gara bikin ilfil
Bukan nya minta maaf ini koq malah semakin semena mena yak
Maya's ❤️
next kak sept ❤️
Kar Genjreng
perdamaian perdamaian 2X banyak yang suka damai perang Barra makin ramai,,,MBG. memang kelewatan ngomong nya nyeplos,,,nglarani ati gemes
tenin ki loe,,,,jangan di hina kan Loe tau lagi hamil muda hormon ambur adul jangan selalu nya menyamakan wanita di masa lalu nya yang lihat duit loe ijo mirip
kolor ijo,,, Anissa beda paham salah haduhhh mumet mumet,, bolak balik di kandani ga mudeng mudeng,,😇😇😇😇lope yuuuuuu sekebon bunga' buat,,, BESTie. Sept iki wis Oktober 🤣🤣
Sri Rahayu
kalian berdua nih berantem mlulu...yg satu egois yg satu keras kepala .... coba Elisa mikir cari cara gmn supaya si Gara2 melunak hatinya...lanjut Thorr😘😘😘
Bu Yudi Wahono
idih siapa juga yang buka hadiahmu tuan gara🤣
Sept September: selain sombong amat, dia juga kepedean 🤭
total 1 replies
Sri Rahayu
jgn mau tunduk sama si Gara2 hanya karena hadiah...ntar kamu di paksa2 lg ma dia Elisa....lanjut Thorr😘😘😘
Sept September: g ada makan siang gratis ya kak 🤭😄😄😄😄
total 1 replies
Kar Genjreng
masyaallah ga perlu bilang terimakasih,,,lah wong di buka juga ga lah,,ga nafsu jare rayuan ne ga mempan,,,di kira Elisa di samakan dengan Wanita nya terdahulu,,,ga muna ya El tetapi mending di culke bebas meh ketemu konco,,,mangan cilor,,bakso lah ini
di kurung emang manuk Podang aiiiss,,,MBG parah Mas Bro Gara ga ngenai odol usus bukan Pepsodent,,,Mas Bro pisan kolo bikin ketawa Elisa jangan cuma di takuti 😂 ya emang fasilitas dan segala di penuhi Mergo GEMBOL Anaknya saja ,,,
cuma coba yen ga Gung karuan,,,Elisa dah
gadis gini saja di suruh tanda tangan dan Kamu juga usul kalau yang tidak sesuai,,,loh ko enak sing karep sopo Yo ga Elisa,,, jangan mau ya siap perang tak ewangi wis GE endang,,,jaluk rujak jingur
apel malang sing lagi metik tapi kudu moro kapok koen Mas Bro Gara,,
Kar Genjreng: bene ramai enek manuk e
total 4 replies
Maya's ❤️
krawus boleh kak sept si garra yg suka nyari gara² ini 🙄😤
Sept September: Monggo dikrawus gawe parut 🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
ryuka
haduuhhhh anggaraaaa 🤭🤭🤭🤭🤭
Sri Rahayu
batal kabur donk Elisa, kasihan jg kl Susan Dimas dan Pengacara digigit doberman si Gara2... Tuan sama Guk2nya sama2 menyeramkan 😡😡😡...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
semoga Elisa berhasil kabur 😘😘😘
Kar Genjreng
Astaga 🤣 si Doberman mburu huk huk,,belum saatnya kabur Elisa tunggu pada lengah. kasih saja obat pencahar,,,biar pada kebirit birit berebut toilet,,, begitu lagi pada sibuk nah baru deh Kamu kabur,,,kemana kaburnya kira kira di lacak semua sama si Mas Bro Gara 🏃🏃makanya mau ngajak nikah kontrakan sarate Ra kiro kiro memberatkan Elisia yg
Kar Genjreng: 🤣🤣🤣🤣mentolo yo
total 2 replies
ken darsihk
Kapan yak hati si Anggara bisa melunakkk , setiap dia nongol koq aqoh ikutan spaneng yak
Bu Yudi Wahono
kak sept paling takut d8kejar anjing
Sept September: wkwkkwkwkwl🤣 aku dikejar soang kakkkkk🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Eka ELissa
aduh Elisa.....bhya...tau....mna kmu lgi hamil...🤦
Sept September: kahanan .... daripada digigit 🤣
total 1 replies
ken darsihk
Anjayyy ikut deg deg an eehhh bersambung 🤣🤣🤣
Sept September: hehehe 🤭🤣
total 1 replies
Kar Genjreng
anjay ngejar diriku ya Allah selamatkan nyawaku hanya punya satu nyawa jangan di happ bisa lunas deh ga jadi kabur 🏃🏃
dan punya anak sudah tipis harapan nya lontong sayur jangan di makan ontong
ehhh si Eneng meh kabur ta,,,mugo mugo di sirep wong penjaga hahah jadi bisa kabur deh Elisa,,,, mimpi bukan tu malah nyambung ya ketangkap duhh ngelu ko bisa ya ga jadi di serep yae orang orang itu
di bim salabim Abra kadabra jadi cacing semua dalam satu jam saja 🤣 pasti ketangkep nih sama KPK wahh gaswat Gatot tenan ki 🤔🤔 cari jalan tembus Mba Elisa biar biar ga ketangkap ayo brojol tu anak baru juga beberapa minggu melas men yo,,,Mas Bro Gara kejam tapi ganteng 😁😁
Sept September: anjayyyyyy seperti biasa, selalu komen terpanjang. besok tak daftarkan rekor muri ya kakkkk wkwkwkkwkwkwk🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!