Indonesia
NovelToon NovelToon
Mantan Suami, Lihatlah Aku Sekarang!

Mantan Suami, Lihatlah Aku Sekarang!

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:951
Nilai: 5
Nama Author: Vyyy ink

Diceraikan saat hamil dan dibiarkan mati, Clarissa bangkit dalam tubuh Elena—gadis bangsawan super kaya.

Kini Clarissa menguasai dunia, membuang status wanita tertindas, dan naik ke puncak tertinggi. Saat sang mantan suami datang merangkak memohon ampun di kakinya, Elena tersenyum sinis:

"Mantan suami, lihatlah aku sekarang! Kamu bahkan tidak pantas menyentuh ujung gaunku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vyyy ink, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hancurnya Takhta Semu

Rahang Adrian mengeras rapat, sementara tatapannya terpaku pada sosok Duke Xavier yang masih duduk dengan sangat santai di sofa beludru paviliun barat. Pemandangan itu bagai hantaman palu besar yang meremukkan sisa-sisa harga diri Adrian sebagai pria kelas atas. Wanita yang berdiri di ambang pintu ini adalah istrinya yang sah, wanita yang tiga tahun lalu berjalan di belakangnya dengan kepala tertunduk. Namun malam ini, dalam balutan gaun sutra merah maroon, Elena tampak begitu jauh, agung, dan tak tersentuh olehnya.

"Xavier... Elena... Apa maksud dari semua kegilaan ini?!" suara Adrian bergetar rendah, sarat akan amarah yang bergejolak hebat di dalam dadanya. "Elena! Kamu masih menyandang nama keluarga Secilia di belakang namamu! Berani-beraninya kamu membawa pria lain masuk ke dalam kamar pribadimu pada jam semalam ini?! Di mana letak harga dirimu sebagai seorang istri?!"

Mendengar bentakan Adrian, Duke Xavier tidak langsung berdiri. Pria penguasa bayangan distrik finansial itu justru memutar gelas anggur merah di tangannya, memperhatikan cairan pekat itu bergoyang pelan sebelum menyesapnya dengan gerakan yang luar biasa santai. Sepasang mata abu-abu gelap milik Xavier kemudian beralih mengunci Adrian, memancarkan aura dominasi yang begitu pekat hingga sanggup mengintimidasi udara di sekitar mereka.

"Tuan Muda Adrian," ucap Xavier dengan suara baritonnya yang berat, rendah, namun menggema penuh penekanan yang berbahaya. "Anda terlalu banyak berteriak untuk ukuran seorang pria yang baru saja menyadari bahwa dia telah kehilangan kendali atas rumahnya sendiri. Kehadiran saya di sini adalah sebagai mitra bisnis resmi dari pemilik *Aethelgard Holdings*. Dan jika Anda ingin membicarakan tentang 'harga diri', saya rasa Anda adalah orang terakhir yang pantas mengucapkan kata itu di kota ini."

Elena melangkah maju satu tahap, dengan sengaja memposisikan tubuh anggunnya di depan para pengawal untuk menghalangi pandangan Adrian dari Xavier. Sepasang mata safir birunya yang jernih menatap suaminya tanpa ada riak emosi sedikit pun—sebuah tatapan kosong yang jauh lebih menyakitkan daripada kemarahan.

"Harga diri?" Elena mengulang kata itu dengan seulas senyuman sarkas yang sangat tipis di bibir merahnya. "Adrian, sejak kapan kamu peduli tentang harga diriku? Selama tiga tahun pernikahan kontrak ini, saat ibumu mempermalukanku di depan semua rekan bisnismu, saat para pelayan di rumah ini menyiramku dengan air es, dan saat kamu membiarkanku duduk sendirian di meja makan yang dingin menunggu kepulanganmu... di mana kata 'harga diri' itu berada di dalam ingatanmu?"

"Itu urusan internal rumah tangga kita, Elena! Kita bisa membicarakannya baik-baik, bukan dengan cara mengkhianatiku bersama pria lain!" bentak Adrian, melangkah maju mencoba merebut pergelangan tangan Elena. Namun, sebelum jemarinya sempat menyentuh seujung kuku Elena, tubuh tegap salah satu pengawal elite Xavier sudah bergeser cepat ke depan, membuat barisan pertahanan kokoh yang tak tersentuh.

Xavier perlahan bangkit dari sofanya. Postur tubuhnya yang jangkung dan tegap seketika membuat ruangan paviliun yang luas itu terasa menyempit akibat tekanan mental yang ia pancarkan. Pria itu berjalan mendekat, lalu berdiri tepat di samping Elena, menaruh satu tangannya di pinggang ramping Elena secara posesif—menegaskan kepada Adrian siapa pria yang kini memegang kendali atas hidup wanita perak itu.

"Jangan pernah mencoba menggunakan kekuatan fisik di hadapanku, Adrian," bisik Xavier dengan nada suara yang sangat tenang namun mengandung ancaman kematian yang mutlak. "Statusmu sebagai suami Elena hanyalah sebuah coretan tinta di atas kertas perjanjian bisnis yang sudah kedaluwarsa. Di dunia nyata... kamu bahkan tidak memiliki sepeser pun kekuatan finansial untuk sekadar menyentuh ujung gaunnya lagi."

"Duke Xavier! Ini adalah masalah keluarga Secilia! Anda tidak memiliki hak hukum apa pun untuk ikut campur di sini!" raung Adrian, napasnya memburu kencang sembari menatap tangan Xavier di pinggang Elena dengan mata yang memerah akibat cemburu yang membakar habis akal sehatnya.

"Masalah keluarga?" Elena terkekeh hambar, suara tawa yang begitu merdu namun sarat akan penghinaan yang teramat dalam bagi Adrian. "Adrian, rahasia tentang *Aethelgard Holdings* sudah berada di meja kerjamu sejak sore tadi, bukan? Sekretaris Hendra pasti sudah melaporkan bahwa seluruh utang jangka pendek dan pasokan saham milik keluargamu saat ini berada di bawah kendaliku."

Elena memajukan tubuhnya sedikit, menatap lurus ke dalam manik mata elang Adrian yang kini mulai bergetar hebat akibat syok yang luar biasa.

"Secilia Group sedang berada di dalam genggamanku, Adrian," bisik Elena dengan nada suara yang sangat rendah namun sedingin es kutub. "Jika aku menarik seluruh dukungan dana dari pasar sekunder besok pagi, perusahaan yang sangat kamu banggakan itu akan langsung dinyatakan gagal bayar dan lumpuh dalam waktu satu jam. Jadi, daripada berteriak seperti pria bodoh yang kehilangan mainannya, sebaiknya kamu kembali ke bangunan utama, dan persiapkan dirimu untuk menerima dokumen gugatan cerai kita di pengadilan distrik pusat besok pagi."

Kata 'perceraian' yang keluar dari bibir Elena bagai hantaman guntur di siang bolong bagi Adrian. Seluruh persendian tubuhnya mendadak terasa lemas, langkah kakinya otomatis mundur satu tahap dengan wajah yang berubah menjadi seputih kain kafan. Selama ini, dengan keangkuhannya sebagai Tuan Muda, dia selalu berpikir bahwa Elenalah yang membutuhkannya untuk bertahan hidup dari kebangkrutan keluarga Secilia yang lama. Namun kenyataannya, dalam waktu tiga bulan, posisi takhta mereka telah tertukar sepenuhnya.

"Kamu... kamu ingin menceraikanku?" bisik Adrian dengan suara yang mendadak parau, kehilangan seluruh kekuatan komunikasinya.

"Tentu saja," jawab Elena dengan senyuman paling menawan namun paling mematikan yang pernah Adrian lihat seumur hidupnya. "Wanita yang sudah berhasil memakai mahkotanya sendiri... tidak akan pernah sudi berjalan di samping pria lemah yang tidak tahu cara menghargai keberadaannya. Sekarang, keluar dari paviliunku, Adrian von Secilia."

Xavier memberikan isyarat mata kecil kepada para pengawalnya. Tanpa memedulikan Adrian yang masih berdiri mematung dalam kehancuran egonya yang paling dalam, dua pengawal berjas hitam itu langsung menggiring Adrian keluar dari pintu paviliun barat dengan gerakan yang sopan namun sangat tegas, menutup pintu kaca ganda tersebut dengan bunyi deman halus yang menandakan akhir dari kekuasaan Adrian atas jalan hidup Elena.

1
Noey Aprilia
Waahhhh....
Slmt buat klian brdua....ga mst nunggu lma,clon pewaris udh hdir....
xavier pst mkin posesif.....
Noey Aprilia
Wooowww.....
Elena slalu luarrrrr biasa....mreka pnts jd raja dn ratu brkuasa,scra spa pun yg mau mnjtuhkn mreka pst akan kalh...
yg 1 pnya kuasa,yg 1 otaknya emng jenius....
btw...slmt jd gembel buat mreka yg awlnya songong.....😛😛😛
Noey Aprilia
Hai kk...
aku udh mmpir...slm knal....
btw,aku ngebut bcanya krna pgn cpt komen.....😁😁😁....
brskap songonglh slagi klian bsa,abs tu siap2 mmhon sm orng yg klian hina....🙄🙄🙄
Noey Aprilia: Sama2....smngttt....😘😘😘
total 2 replies
Raisha Mieyka
terbaik kk.. tolong up scptnyaaa episodny
VyyInk: diusahakan kka🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!