Pantas saja dia tak diharapkan dan dibenci oleh keluarganya. Ternyata dia adalah anak yang lahir dari rahim orang ketiga.
Mutiara Anjani, Seorang gadis yang selalu terlihat kuat dihadapan orang lain. Tiada yang tahu bahwa gadis itu menyimpan rasa sakitnya seorang diri. Semua tertutup oleh sikapnya yang ceria dan terkadang angkuh itu.
Semua orang yang pernah dekat dengannya menjauh perlahan karena hadirnya orang baru termasuk sahabatnya sendiri. Dia menjadi sendiri, Hingga seorang pria hadir menjadi pendukungnya serta satu-satunya pria yang berjanji akan selalu menjaganya sampai nanti.
••••••
"Aku selalu merasa sendiri, Aku ingin melupakan segalanya dan tidak ingin mengingat rasa sakit ini lagi.." Mutiara Anjani.
"Tapi perlu diketahui, Bahwa akulah yang akan menjagamu sampai nanti.." Muhammad Al Ghazi Maulana...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jelita & Hazel
"Ck, Sia-lan!!" Hazel melempar hijabnya kelantai dengan kesal. Hari ini dia gagal membuat Mutiara tersudutkan.
Padahal waktunya sudah sangat tepat. Mutiara duduk sendiri tanpa ditemani oleh Ghazi. Niatnya memfitnah Mutiara gagal karena ulah tiga teman Kendra yang kurang kerjaan itu.
Tiga pria teman Kendra berhasil membuat kedoknya terbongkar. Mana di video lagi, Bukti nyata yang membuat Kendra menatapnya curiga. Bahkan pria itu sekarang seperti ragu padanya.
"Enggak.. Kendra udah terlanjur percaya sama aku.. Aku harus ambil hati dia lagi. Dia harus terus percaya sama aku, Aku harus dapatkan dia. Dia gak boleh sayang sama Mutiara lagi.." Hazel mulai merasa takut. Dia takut kalau sampai kedoknya terbongkar, Bahkan orang-orang mulai tahu. Bisa hancur dia.
Dan Hazel tidak mau semuanya terjadi. Hazel harus buat orang suka dan terus memujinya.
Kurangnya kasih sayang serta kekurangan dalam segala hal memang membuat Hazel ingin mengusai semuanya. Termasuk dia ingin dicintai oleh semua orang yang berada disekitarnya. Terutama Kendra, Paras tampan pria itu, Sikap perhatiannya, Semuanya membuat Hazel merasakan sesuatu yang tidak biasa.
Cinta?
Ya, Mungkin saja Hazel telah jatuh cinta pada Kendra. Bukankah sesama saudara sepupu boleh menikah? Berarti dia dan Kendra boleh dong berada dalam ikatan pernikahan?
"Aku harus cari cara bagaimana caranya agar aku bisa menyingkirkan Mutiara.. Selama dia masih ada disini, Aku yakin kalau suatu saat nanti dia pasti akan merebut kembali Kendra. Dan itu tidak boleh terjadi. Kendra itu cuma milikmu, Aku yang berhak memilikinya.." Hazel harus cara sekarang. Bagaimana caranya agar Kendra selalu ada disisinya.
Gadis itu mondar mandir didalam kamarnya. Dia harus berpikir cepat saat ini. Sebelah sudut bibirnya terangkat, Sepertinya dia punya ide yang cemerlang.
"Ya, Sepertinya ini ide yang bagus.. Haaaahh..." Gadis itu mulai merebahkan tubuhnya. Pelan-pelan Hazel dapat merebut semua yang berada didekat Mutiara termasuk Kendra.
Mutiara memang tidak punya salah padanya. Salahnya Mutiara hanya satu, Yaitu gadis tersebut banyak dikelilingi oleh orang-orang yang sayang padanya.
Terlebih Mutiara adalah gadis yang pintar dalam segala hal. Semua mata pelajaran, Mutiara mengusainya. Gadis itu disayang, Dipuji, Tidak seperti dirinya.
Hazel juga ingin disayang bukan? Maka dari itu Hazel berusaha menjadi gadis lemah dan polos seperti kata Kendra. Karena memang itu tujuannya, Dia ingin menarik semua perhatian orang. Dan usahanya berhasil bukan?
Bahkan yang paling membuat Hazel bahagia ialah. Demi dirinya, Kendra sampai tega membayar orang untuk memberi pelajaran pada Mutiara.
Tidak tahu pelajaran apa yang diberikan orang suruhan Kendra itu terhadap Mutiara. Tapi setelah itu Mutiara langsung hilang kabar selama sebulan. Gadis itu tidak berani masuk kuliah, Mungkin karena malu.
"Aah, Senangnya..." Hazel mulai memejamkan matanya, Sekarang dia bisa tidur dengan nyenyak.
Esok harinya, Hazel akan mendatangi sebuah gedung yang menjulang tinggi nan besar. Gedung itu adalah gedung agensi tempat Jelita bekerja selama ini.
Ya, Rencana kali ini Hazel akan bekerja sama dengan Jelita untuk menghancurkan Mutiara. Bukankah Jelita juga punya tujuan yang sama dengannya?
...****************...
Sementara di kediaman Wirawan, Rumah itu terlihat sepi sekali. Usai pertengkaran yang terjadi tadi siang, Galih langsung pergi dan sampai sekarang pria paruh baya itu juga menghilang entah kemana.
Begitupun dengan Mutiara yang tidak diketahui dimana keberadaannya. Gadis itu tidak tahu kalau sejak tadi Ghazi bingung mencarinya.
Berulang kali Ghazi melihat benda pipihnya. Mencoba mengecek, Apakah ada pesan dari Mutiara tentang keberadaannya.
Mutiara sendiri mana sempat izin, Batinnya saja terguncang setelah mendengar fakta itu.
"Sepertinya aku harus cek cctv..." Ghazi harus bertindak sekarang. Pria itu mengotak adik ponselnya, Mencari kode agar bisa meretas cctv dirumah ini.
Tak lama, Sebuah video cctv muncul. Dalam video tersebut, Memperlihatkan bahwa siang tadi Mutiara pergi bersama Jelita.
"Kenapa?" Tanpa mengatakan apapun lagi, Ghazi langsung masuk kedalam mobilnya. Melihat Mutiara pergi bersama Jelita, Menimbulkan kecurigaan terhadap pria itu.
Dengan melacak ponsel milik Mutiara, Ghazi dengan mudah menemukan dimana keberadaan tunangannya itu.
Ting..
Sebuah notifikasi masuk. Ghazi memeriksa benda pipihnya yang ternyata ada pesan dari Mutiara.
"Mas, Untuk saat ini jangan cari aku, Ya.. Aku lagi ingin menenangkan diri.." Begitulah bunyi pesan yang dikirim oleh Mutiara.
Meski dilarang untuk mencarinya, Ghazi akan tetap datang. Pria itu merasa khawatir sekali, Dalam video itu, Mutiara pergi bersama Jelita. Sementara keduanya tidak dekat sama sekali.
Sudah tahu kan, Seperti apa sikap Jelita diawal-awal? Wanita itu licik, Mana mungkin Ghazi membiarkan Mutiara bersama wanita itu.
Putra kedua Abi Rafa itu mulai menghentikan laju mobilnya didepan rumah lantai dua. Rumah itu adalah rumah Jelita, Dan Mutiara ada didalam sana.
Tak ingin membuat Mutiara marah, Ghazi lebih memilih untuk menemani gadis itu diluar saja.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Pulanglah, Sejak semalam dia ada disini.." Pagi harinya usai sarapan. Jelita meminta Mutiara agar gadis itu segera pulang.
Tidak tahu saja Gadis itu kalau semalam, Ghazi berada didepan rumahnya demi menjaga Mutiara. Ghazi benar-benar menepati janjinya untuk menjaga sang tunangan agar calon istrinya itu baik-baik saja.
Mutiara menatap pria tampan itu. Jadi semalam Ghazi berada disini?
"Baiklah, Kalau begitu aku pulang dulu. Dan terima kasih karena mbak udah bantu aku.." Ucap Mutiara yang merubah panggilannya terhadap Jelita berubah menjadi panggilan mbak..
Jelita tersenyum, Namun senyum itu hilang setelah mendapatkan tatapan tajam dari Ghazi. Ganteng-ganteng galak, Batinnya.
Seperginya Mutiara, Jelita mulai bersiap untuk berangkat ke studio. Salah satu temannya menghubungi kalau ada orang yang ingin bertemu dengannya.
Sekitar dua puluh menit, Jelita telah sampai gedung tempatnya bekerja. Sejak tadi ia penasaran, Siapa yang ingin bertemu dengannya.
"Kamu?" Rasa penasaran itu hilang begitu saja ketika Jelita tahu bahwa orang yang ingin bertemu dengannya adalah Hazel. Gadis yang sok polos, Sok alim, Dan baik, Tapi munafik.
"Mbak, Jelita. .." Jelita menatap datar Hazel, Wanita yang berprofesi sebagai model itu duduk dengan anggun.
"Aku kira siapa yang sedang mencariku? Ternyata kau.." Hazel tersenyum..
"Ada perlu apa kau datang mencariku? Bahkan sampai datang ketempat ini?" Hazel memperbaiki posisi duduknya yang sudah nyaman itu.
"Iya, Mbak.. Aku datang langsung kesini, Karena menurutku ini rahasia.." Kata Hazel. Jelita mengangkat salah satu sudut bibirnya..
"Aku paling tidak suka basa basi.. Katakan saja apa maksud kau datang kemari?
"Eum, Sebenarnya..." Hazel langsung menjelaskan apa tujuannya datang menemui Jelita ditempat ini. Yaitu ingin bekerja sama untuk menyingkirkan Mutiara..
"Bukankah kita punya tujuan yang sama. Menurutku alangkah lebih baik kalau kita bekerja sama.." Mendengar itu, Jelita terkekeh.
"Apa katamu? Kita punya tujuan yang sama? Kau saja mungkin, Tapi aku tidak.." Ekspresi Hazel langsung berubah. Kenapa reaksi Jelita seperti itu..
"Kau datang kesini hanya ingin menyampaikan sesuatu yang tidak penting itu? Kau ingin mengajakku kerja sama? Memangnya kau siapa?" Jelita menatap Hazel dengan tatapan yang meremehkan.
"Bukankah, Selama ini mbak cuma pura-pura baik ya, Sama Tiara?
"Asal kau tahu, Baikku pada Tiara bukan pura-pura. Aku calon istri Atta, Wajar dong kalau calon kakak ipar mencari perhatian calon adik iparnya.." Hazel diam, Kedua tangannya meremas gamis yang dikenakannya.
"Sepenting apa dirimu? Kau itu hanya gadis kampung, Mana sudi aku bekerja sama denganmu?. Bukannya untung yang ada buntung.
Makanya, Jadi orang itu jangan munafik. Kalau mau jadi jahat, Ya, jahat aja.. Kalau mau jadi baik, Ya, Harus baik.. Jangan diluar baik, Didalam busuk. Gak jaman yang kayak gitu.. Kuno tahu gak?
"Lebih baik sekarang kau pergi. Buang-buang waktuku saja.. " Dada Hazel naik turun menahan amarah. Sungguh realita tidak seindah espektasi
•
•
•
TBC