Indonesia
NovelToon NovelToon
Segalanya Kamu (Kontrak Pernikahan Dengan Sahabatku) Part Of Rafa Dan Aluna

Segalanya Kamu (Kontrak Pernikahan Dengan Sahabatku) Part Of Rafa Dan Aluna

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Enemy to Lovers
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Hasriani

“Nikah sama aku saja, Aluna.”

Seharusnya Aluna tertawa saat mendengar sahabatnya mengucapkan kalimat itu.
Bagaimanapun, Rafa adalah Rafa, sahabat yang sudah tumbuh bersamanya hampir seumur hidup.

Namun satu ajakan pernikahan membawa mereka pada sebuah kontrak yang perlahan mengubah segalanya.

Di antara persahabatan yang terlalu berharga untuk dipertaruhkan dan perasaan yang tak pernah berani diungkapkan, Aluna mulai menyadari satu hal

mungkin selama ini, ada seseorang yang telah menjadikan dirinya segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Satu Hubungan Lain Yang Tidak Pasti

Rafa hanya tersenyum mendengar kepedulian Aluna terhadapnya, seutas senyum pun menghiasi wajahnya, ia lalu berbalik ke samping menatap Aluna.

"Inget gak sih Al waktu pesta penyambutan aku, aku malah ngajakin kamu nikah." Hal yang menurutnya lucu itu tiba-tiba terbersit diingatannya, namun justru ekpresi Aluna langsung datar.

"Gak usah dibahas." Tegur Aluna mendorong pelan bahu Rafa.

"Maaf karena mau jadiin kamu tameng waktu itu." Ucap Rafa menyesali perbuatannya saat itu.

"Udah dimaafin." Jawab Aluna dengan cepat dan terus menghadap ke depan tidak mau melihat Rafa saat membahas hal tadi.

Tatapan Rafa kembali bertaut pada Aluna, tampak samping Aluna saat dilihat sangat cantik Dimata Rafa membuat lelaki itu semakin frustasi.

"Aku pusing banget Al."

Keluh Rafa lalu tiba-tiba menenggelamkan wajahnya di pundak Aluna untuk mencari rasa aman karena pikirannya saat ini sangat berkecamuk.

Aluna yang tadi kesal menjadi luluh lagi, ia menepuk pelan pundak Rafa yang masih bersandar padanya.

"Gak mau bahas sama Om Dirga dulu kamu punya seseorang yang Kamu sayang gitu." Tawar Aluna mencoba memberinya solusi.

"Gak akan mau, justru aku bisa ngelawan kalau kamu beneran mau nikah sama aku." Gumam Rafa yang terdengar jelas di telinga Aluna karena posisi mereka.

Dengan cepat Aluna mengambil jarak lagi membuat Rafa hilang keseimbangan dan berakhir mencium sofa.

"Jangan mulai deh Lo Rafa." Ucap Aluna kesal, Rafa pun kembali ke posisinya dan menatap Aluna dengan tatapan kesal pula.

"Gak suka Lo gue , Al. Gak sopan, tau gak." Protes Rafa yang sangat tidak suka panggilan seperti itu diantara mereka.

"Yah kamu sih pikirannya aneh-aneh banget, lagian aku gak akan mau nikah sama kamu apapun keadaannya." Jawab Aluna tegas membuat Rafa semakin menatapnya kesal, ia lalu kembali maju dan menutup jarak diantara mereka.

"Kenapa?." Tanya Rafa tidak terima, Aluna lalu menghela nafasnya kasar.

"Rafa. Hampir seumur hidup kita berdua dekat seperti ini, aku gak bisa bayangin hubungan kita berakhir hanya karena satu hubungan lain yang gak pasti."

Jelas Aluna, ekspresinya benar menunjukkan ketakutan yang samar.

"Tapi kan pernikahan itu pasti Al."

Lagi-lagi Rafa tidak setuju dengan Aluna.

"Pokoknya gak akan!". Seru Aluna tetap pada pendiriannya.

"Ngebayanginnya aja aku gak mau."

Aluna yang kesal segera berdiri dari tempatnya dan berjalan ke meja kerja Rafa untuk mengambil tasnya yang ia letakkan disana tadi.

"Al.." Panggil Rafa namun Aluna justru berjalan melewatinya.

"Aku mau pulang." Kata Aluna dengan kesal.

"Alunaaa." Rengekan Rafa membuat Aluna refleks berbalik.

"Apaa?." Tanya Aluna kesal.

"Jangan ngambek." Pinta Rafa dengan binar matanya yang terlihat penuh harap, hal itulah yang meluluhkan hati Aluna.

"Ckk, iyaa! Aku pulang dulu." Seru Aluna lalu kembali berjalan keluar dari ruangan Rafa.

***

"Kenapa sih sama si Rafa, dari awal pulang dia udah ngajakin nikah, hari ini ngajak nikah lagi, dipikir gampang apa jaga hubungan yang hampir seumur hidup ini. Lagian cuma mau dijadiin tameng juga, terus kalau nikah sama dia aku jadi apa nantinya? Dia aja cinta sama perempuan lain yang entah siapa orang itu. Awas aja sampai bahas ini lagi, aku gak akan ajak dia ngomong dua bulan!."

Aluna berjalan menuju ke parkiran sambil terus menggerutu kesal pada Rafa.

Ia masuk ke dalam mobilnya dan menutupnya dengan keras karena terbawa emosi.

"Astagaa, maaf maaf." Ia refleks mengucapkan maaf pada mobilnya yang ia banting dengan keras.

"Duh kamu jangan rusak please, gimana kalau sampai dilarang lagi bawa kamu sendiri." Pintanya panik sendiri.

"Dasar Rafa nyebelin." Gumamnya saat tersadar.

"Huffttt dasar Rafa."

Aluna yang masih kesal langsung menyalakan mesin mobilnya dan mengemudikannya keluar dari area perusahaan Rafa.

***

Setibanya dirumah, Aluna langsung masuk ke dalam dengan wajah yang ditekuk kesal.

"Loh kamu kenapa sayang?."

Mamanya yang sedang bersantai diruang keluarga memperhatikan wajah kesal putrinya dan langsung menghampirinya.

"Gak apa-apa Ma." Jawab Aluna singkat.

"Gak apa-apa gimana. Tuh muka kamu, ditekuk seperti orang yang lagi kesel."

"Aluna kesel sama Rafa, nyebelin banget dia."

"Berantem sama Rafa ternyata."

"Pantas saja."

Batin Mamanya, siapa saja boleh membuat putrinya kesal. Tapi Rafa berbeda, kekesalan Aluna tidak bisa reda begitu saja jika itu tentang Rafa, pikirnya.

"Aluna mau ke kamar Ma."

"Ya sudah sana.

***

Malam harinya setelah makan malam bersama keluarganya, Aluna langsung naik ke kamarnya. Ia merasa sangat lelah hari ini, padahal baru interview saja.

Setelah Aluna naik ke kamarnya, seorang asisten rumah tangga menghampiri orangtua Aluna di meja makan.

"Ibu maaf. Diluar ada tamu, katanya mau ketemu sama Nona Aluna."

Asisten rumah tangga tersebut memberitahu mereka dengan sopan.

"Siapa Bi?." Tanya Mamanya Aluna penasaran.

"Saya juga tidak tau Bu. Tamunya laki-laki, sebaya sama nona Aluna juga."

Setelah mendengar penjelasannya, barulah Mamanya Aluna bisa menebak siapa orang yang dimaksud, terlebih tadi Mamanya mendapati Aluna pulang dengan kesal karena Rafa.

"Oh mungkin Rafa. Suruh masuk sini aja Bi." Perintah Papanya Aluna yang juga langsung menebak siapa yang bertamu malam-malam begini.

"Baik Tuan."

Pelayan tersebut langsung pamit undur diri dan berjalan keluar untuk mempersilahkan tamunya masuk.

"Rafa jadi sering main kesini yah semenjak pulang dari Luar Negeri." Ucap Mama mereka dengan senyum diwajahnya.

"Iyalah, orang pawangnya ada disini." celetuk Abra yang sudah terbiasa melihat Rafa dirumah mereka sepanjang hari sebelum Rafa pergi keluar Negeri.

"Tadi Aluna ngambek sama Rafa, sepertinya kesini mau minta maaf sama Aluna. Aduh mereka itu gemesin banget sih, dari kecil gak berubah."

Mama mereka terlihat sangat gemas dengan interaksi putrinya dan anak sahabat bisnis mereka.

Beberapa saat kemudian Rafa masuk di ruang makan, tepat seperti tebakan kedua orangtua Aluna, yang datang memang Rafa.

"Selamat malam Om, Tante, Bang Abra, Bang Andrew." Sapa Rafa pada semua keluarga Aluna yang ada dimeja makan tersebut.

"Malam Rafa. Sekalian yuk, makan malam dulu."

Papanya Aluna membalas sapaan Rafa dan mengajaknya untuk makan malam sekalian.

"Terima kasih Om, tapi saya mau ketemu Aluna dulu." Jawab Rafa penuh kesopanan.

"Ke kamarnya aja Rafa, dia ngambek kan?."

Rafa tersenyum canggung karena Mamanya Aluna tau kalau sahabatnya itu sedang kesal padanya.

"Hehe iya Tante." Jawab Rafa

"Gitulah kalau terlalu di manjain, dikit-dikit ngambek." Cibir Andrew

Rafa langsung menatapnya dengan tatapan datar, menyembunyikan rasa kesalnya. Ia sudah tau pasti bagaimana tidak akurnya hubungannya dengan Aluna.

"Memang gue yang salah kok Bang." Ucap Rafa dengan suara datar, tangannya mengepal sedikit menahan emosinya.

"Diem deh kamu." Tegur Mamanya membuat Andrew memutar bola matanya malas dan kembali melanjutkan makan malamnya.

"Tante, Om, Saya izin ke kamarnya Aluna yah."

Rafa Kembali meminta izin pada kedua orangtua Aluna.

"Iya naik aja, masih ingatkan?." Tanya Mamanya Aluna mengizinkan.

"Masih kok Tante." Jawab Rafa.

Setelah mendapatkan izin dari orangtua Aluna, barulah Rafa beranjak dari sana. Ia sekilas melemparkan tatapan dingin pada Andrew dan terus berjalan keluar dari sana. Abra yang bisa melihat tatapan dingin Rafa pada adik keduanya itu walau sekilas, hanya bisa tersenyum tipis.

1
Mira Hastati
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!