Indonesia
NovelToon NovelToon
Aku Tak Butuh Duitmu, Mas!

Aku Tak Butuh Duitmu, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Single Mom / Penyesalan Suami
Popularitas:16.6k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Tit... Tit... Tit...

"Nih uang buat beli listrik. Dasar wanita benalu, bisanya cuma minta uang aja tapi dandan tidak bisa." teriak seorang laki-laki sambil melempar beberapa lembar uang ke arah wajah istrinya.

Mempunyai mertua yang baik, tapi anaknya selalu menguji kesabarannya. Pelit, suka membandingkan dengan perempuan lain, dan selingkuh. Namun selalu menyalahkan istrinya yang selama ini sabar mendampinginya. Dia adalah Aruna Fatihah yang harus diuji kesabarannya selama 3 tahun belakang dengan perubahan suaminya.

Akankah Aruna masih akan bersabar jika suaminya menjalin kasih dengan perempuan lain? Apakah Aruna akan memilih diam atau membalas perlakuan dari suaminya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejutan 2

"Selamat siang, semuanya. Saya Aruna Fatihah. Mungkin untuk karyawan lama, sudah mengenal saya. Untuk karyawan baru, salam kenal semuanya." ucap Aruna sambil menundukkan kepalanya sedikit sebagai rasa hormat kepada semua manager di perusahaan itu.

"Semua yang berurusan dengan Pak Aldi, silahkan sampaikan kepada saya terlebih dahulu. Baik itu laporan bulanan dan dokumen kerjasama proyek perusahaan. Terimakasih," lanjutnya memberikan arahan.

Prok... Prok...

Beberapa manager bertepuk tangan mendengar ucapan dari Aruna. Mereka yang merupakan karyawan lama sangat senang dengan kehadiran Aruna, kecuali Kafka. Raut wajahnya masih shock saat melihat Aruna masuk ke dalam ruang rapat. Kafka pikir Aruna akan mempunyai jabatan yang sama dengannya. Namun sekarang malah diperkenalkan oleh Pak Arifin sebagai asisten CEO. Jabatan mentereng untuk seseorang yang baru saja kembali ke sebuah perusahaan. Entah apa yang dijanjikan Aruna pada CEO perusahaan sehingga perempuan itu bisa menjadi asistennya.

Rasa iri dan emosi menjadi satu dalam hati Kafka. Bahkan sampai sekarang, Kafka masih mencerna semuanya. Sedangkan untuk Aruna, dia menganggap bahwa semua orang di situ sama. Di perusahaan atau saat bekerja, Aruna tidak akan mengenal kata sahabat, saudara, atau suami. Cukup dulu dirinya dimanfaatkan oleh suaminya dengan mau mengerjakan pekerjaannya. Bahkan beberapa kali Aruna harus memperbaiki pekerjaan Kafka. Sekarang, itu sama sekali tidak berlaku entah untuk siapapun itu. Mereka harus benar-benar menggunakan otak demi sebuah pekerjaan dan jabatan.

"Selamat datang kembali, Ibu Aruna. Anda pantas mendapatkan jabatan ini. Apalagi anda sudah terkenal dengan kepintarannya. Saya harap dengan kembalinya Ibu Aruna di sini, bisa membuat perusahaan semakin maju." ucap seorang manager keuangan yang dulu menggantikan Aruna saat resign, Lutfi.

"Terimakasih, Pak Lutfi. Dimohon untuk kerjasamanya dengan baik selama kita bekerja," ucap Aruna dengan senyum tipisnya.

"Baik lah. Kita mulai saja rapat pada siang hari ini, Pak Arifin. Sebentar lagi istirahat jam makan siang soalnya," lanjutnya meminta Pak Arifin untuk membuka rapat siang itu.

"Baik, Ibu Aruna."

"Kumpulkan semua laporan bulanan bulan kemarin agar diperiksa oleh Ibu Aruna. Pasalnya bulan kemarin, saya sibuk dan belum sempat memeriksa dengan detail. Laporan ini juga nanti akan jadi pertimbangan Pak Aldi atas kinerja divisi kalian. Jika ada yang janggal dan kurang, akan kami usut sampai bawah." seru Pak Arifin membuat semua manager membulatkan matanya.

Mereka pikir laporan itu dibawa hanya untuk dipresentasikan saja. Namun ternyata laporan ini untuk penilaian ulang kinerja divisi. Jika ada satu kesalahan, berarti manager juga harus bertanggungjawab pada bawahannya. Aruna melirik sekilas pada Kafka yang menatapnya penuh permohonan. Setidaknya dengan statusnya sebagai suami Aruna, Kafka berharap ada toleransi untuk dirinya jika terdapat kesalahan. Namun Aruna pura-pura tak mengetahui kode dari Kafka.

"Bisa saja nanti posisi manager akan diganti jika yang sekarang tidak berkompeten. Manager bertanggungjawab penuh atas laporan dan anggotanya. Jadi pastikan untuk bekerja dengan baik karena perusahaan akan mengevaluasi kinerja kalian setiap bulannya," ucap Aruna dengan tegasnya setelah laporan terkumpul.

"Jika ada ide, saran, dan kritik. Silahkan bisa bicara dengan saya atau Pak Arifin. Kami terbuka untuk semua ide, saran, dan kritik demi kemajuan perusahaan ini." lanjutnya yang kemudian berdiri.

"Terimakasih atas kehadirannya. Untuk semua laporan dari kalian, akan diperiksa paling lama lusa. Dikarenakan Ibu Aruna hari ini belum mulai aktif bekerja," ucap Pak Arifin dan Aruna menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.

"Silahkan kalian bisa istirahat. Kami permisi," pamitnya yang kemudian pergi dari ruang rapat bersama Aruna.

Walaupun Aruna dan Pak Arifin sudah keluar dari ruang rapat, semua peserta masih berada di tempatnya. Mereka baru melihat ini ketegasan dari seorang Aruna. Saat dulu masih menjadi manager keuangan, Aruna masih bersikap santai dengan karyawan lain. Masih mau membantu sesama manager jika ada kesalahan. Namun tampaknya sekarang Aruna tidak akan seperti itu. Aruna akan bersikap tegas kepada siapapun yang berbuat salah. Sebagai asisten CEO, dia harus punya rasa tegas dan tanpa toleransi terhadap kesalahan. Hal ini berkaitan dengan lawan bisnis yang bisa saja memanfaatkan jika Aruna tak bersikap tegas.

"Pak Kafka beruntung sekali istrinya jadi asisten CEO. Pasti nanti akan dipermudah laporannya," ucap Lutfi pada Kafka yang duduk di sampingnya. Kafka sedari tadi diam, tak mau berkomentar apapun.

"Apa nih yang membuat Ibu Aruna kembali bekerja, Pak Kafka? Bukannya gaji Pak Kafka sudah cukup besar untuk biaya hidup," tanya Pak Rizky, manager operasional.

"Bosan," Kafka hanya mengucapkan satu kalimat itu saja kemudian pergi dari ruang rapat.

"Kok Pak Kafka kaya nggak suka Ibu Aruna ada di sini ya?" tanya Pak Rizky entah pada siapa.

"Hanya perasaan Pak Rizky saja mungkin," ucap Lutfi yang tak mau menjadi tukang gosip.

Mereka pun segera pergi dari ruang rapat. Semakin lama di sana, akan banyak pembicaraan tidak penting. Lebih baik mereka pergi istirahat dan memberitahukan kepada karyawan lain tentang Aruna. Sedangkan Kafka saat ini berada di ruangannya dengan tatapan kosong. Dia masih sibuk mencerna semuanya. Seakan apa yang terjadi hari ini seperti mimpi di siang bolong. Aruna berada di kantor ini dan akan menjadi atasannya.

"Apakah ini trik Aruna untuk balas dendam denganku dan Silvy? Eh... Tapi kan dia belum tahu tentang Silvy," gumam Kafka sambil mengepalkan kedua tangannya.

"Mas..." seru seorang wanita yang langsung menyerobot masuk ruangan Kafka. Dia adalah Silvy yang datang dengan raut wajah paniknya.

"Kamu apa-apaan sih, Silvy? Jangan masuk ruanganku sembarangan," seru Kafka yang langsung menutup dan mengunci pintu dengan cepat.

"Ini gawat, Mas. Lebih gawat dari aku masuk ruanganmu," ucap Silvy dengan cepat agar tidak diomeli oleh Kafka.

"Istrimu ada di sini, Mas." lanjutnya.

Justru dengan adanya Aruna di perusahaan ini, makanya Kafka tak mengijinkan Silvy masuk ruangannya sembarangan. Jika sampai ada yang melihat Silvy masuk ruangannya, pasti informasi itu akan terdengar oleh Aruna. Posisinya bisa terancam begitu saja. Silvy menatap Kafka yang kesal padanya. Seakan dia tidak terkejut dengan informasi yang diberikan.

"Aku sudah tahu, makanya tolong jangan masuk ruangan ini sembarangan. Jika dia atau karyawan lihat, habis sudah lah karirku. Apalagi dia sekarang itu asisten CEO," ucap Kafka memberikan penjelasan.

"Apa? Asisten CEO?" tanya Silvy dengan tatapan terkejut. Dia tadi baru mendengar bahwa Aruna datang, tapi belum mengetahui jabatan atau tujuannya ke perusahaan. Baru semua manager yang tahu dan akan diberitahukan pengumumannya esok hari kepada semua karyawan.

Tidak mungkin,

Tok... Tok... Tok...

Pak Kafka, apa anda di dalam?

Itu suara Aruna, Silvy. Cepat sembunyi,

1
E F
lanjuttt thor💪🙏😍
sunaryati jarum
Lha Cerai saja baru proses kok sudah mau dijodohkan
Penulis Eli: Hanya bercanda itu, kak 🙈
total 1 replies
E F
lanjutt thor💪😍
aku
bu salma dan bu lala ini kyk e mudanya bar2 sekali ya 🤣🤣 ceplas ceplos jg 🤣🤣
sunaryati jarum: Kalau sudah ketemu teman sekolah,lupa umur.Termasuk emak dan teman - sekolah .
total 1 replies
aku
dua duanya aja. gongin sama anak. 😁
Suwastika
wah...bener² ad udang d balik bakwan BS pas bgt🥰🥰
Muft Smoker
waaaah duo bestie pda garcep niih ,, tp yg pling garcep yx bu Salma 🤭🤭🤣🤣
aku
mamer dorong mantunya kenceng bgt yakk 🤣🤣 keburu amat 🤣🤣 ketok palu ja blm itu mantu 🤣🤣
E F
lanjutt thor💪😄😍
Muft Smoker
bu Salma semangat banget mau jodohin menantu ny ,,
😁😁😁😁
sunaryati jarum
Nah gitu tegas, segera visum untuk bukti.Dsn bukti perselingkuhannya sekalian
sunaryati jarum
Langsung lapor yang berwenang itu sudah penganiayaan berat mengarah pembunuhan
Puspa Sella
benci cara pikiran Aruna ini
Muft Smoker
penjara kan saja si Kafka. bu ,,
Kafka mungkin ank kandung mu,,
tp jiwa ny bukan ,, dy cuma laki2 pengecut jelmaan Dari kodok sawah ,, 😒😒😒😒
uphet
aduuuhhh Bu Salma d sangka mabok abis makan kecubung🤣🤣🤣
E F
tq thor🙏😍
smangat sehat sll up byk2🤭😄💪
aku
kayak mana gk mlongo wong kalimatnya gitu 🤣🤣🤣 aduh nenek ini 🤣🤣
Muft Smoker
lanjuuuut kak ,,
makin seruu cerita ny
E F
😄😄
tq thor🙏😍
smangatttt up byk2🤭💪
E F
lanjuttt thor💪😍
smangattt hempasssss cpttttt😄💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!