"Eh Snowman udah dateng.-- Loh kok mukanya bonyok gitu?"
Kimmy mengingat ia membawa obat luka Tomi. Segera dikeluarkan dari dalam tasnya dan diusap ke wajah Dave.
Tak ingat sama sekali tentang perlakuan Dave kemarin.
Jantung Dave tak beraturan.
"Aduh. Udah sana."
Ucap Dave kasar tak mau sampai ada yang mengetahui ia sedang gugup.
"Diem dulu manusia salju. Sebentar lagi."
Kimmy terus mengobati tanpa banyak bertanya.
Hatinya yang dingin dan membeku terbentuk
dari masa lalu yang pahit, kenangan buruk, dan perjalanan hidup yang keras.
Di awal menata kehidupan yang baru, ia dijauhi seluruh orang yang mengetahui masa lalu kelamnya, bahkan wanita yang dicintainya ikut menghindarinya begitu mengetahui kenyataan masa lalunya.
Sikapnya makin dingin, enggan menerima perasaan dari perempuan yang sungguh-sungguh mencintainya tanpa melihat masa lalu si pria.
Akankah ia luluh dengan perjuangan sang gadis atau mungkin sepanjang hidup si gadis akan menjadi pengagumnya saja?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ch_mastya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua snowman
"Kenapa makan permen lagi? gigi lu udah banyak lubangnya dek."
Kata Tomi yang melihat adiknya asik menjilati permen.
"Iya nih dibuang."
Jawab Kimmy sambil menggigit lolipopnya sampai habis dan membuang gagangnya.
"Itu cuma gagangnya!"
Ucap Tomi tertawa sambil mendorong kepala adiknya yang susah diatur.
Kenny melihat dari kejauhan.
Oh jadi itu kakaknya yang tadi saya sebut berandal? Mereka lebih cocok jadi kekasih ketimbang menjadi saudara.
Gumamnya masih terus menyelidik wanita yang membuatnya kesal dan penasaran bersamaan.
Di tempat lain,
"Cel, saya bawa cemilan untukmu."
Gea menghampiri meja kerja Marcel dan memberikan sekotak kue buatannya yang ia buat pagi tadi sebelum berangkat.
"Gak usah, terimakasih."
Ucap Marcel menolak.
Gea pergi tak menggubris, ia pikir setelah kejadian kemarin Marcel sedikit melunak. Ternyata salah. Sama saja. Malah ini lebih menyakitkan daripada sebelumnya saat ia tak menerima harapan sama sekali.
"Lu cewe cantik dan baik gitu dicuekin terus Cel"
Ryo salah seorang teman kerja mereka menegur Marcel. Ia melihat kejadian itu sejak lama.
"Kenapa? lu mau?"
Tanya Marcel hanya iseng.
"Iya, kalo gak lu respon juga. Gue maju lah. Kelamaan juga nunggu dia nyerah dari lu."
Ucap Ryo yang ternyata menyimpan perasaan pada Gea.
Marcel terdiam sesaat, ia bertarung dengan pikirannya. Disatu sisi tak rela melepas Gea menjadi milik oranglain, tapi di sisi lain juga masih punya tanggungjawab menjaga kedua adiknya.
"Kenapa lu diam? Gak siap?"
Tanya Ryo mengetes perasaan Marcel.
"Silahkan kalo lu bisa."
Ucap Marcel menantang. Kali ini ia berharap Gea sendiri yang akan membentengi dirinya.
Dirumah, Kimmy yang makin menggilai Dave perkara es krim tadi siang memutuskan untuk menemuinya di sasana.
"Kak, gue boleh keluar gak?"
Tanya Kimmy pada Tomi.
"Kemana?"
Tomi tak menjawab.
"Ke rumah Alice temen SMA. Kangen."
Jawab Kimmy berbohong.
Kalau ia jujur akan menemui Dave mana bakal boleh.
"Oke. Gue anter sekalian gue mau ngamen. Searah."
Jawab Tomi tak menolak kalau adiknya berkunjung ke rumah Alice, keluarganya baik pada Kimmy.
Kimmy mengiyakan, jalur ke sasana searah dengan rumah Alice namun masih lebih jauh. Setidaknya menghemat setengah perjalanan.
Ia bersiap-siap mengenakan polo shirt putih dengan celana diatas mata kaki dengan sepatu keds. Tak lupa memakai sedikit pewarna bibir berwarna peach. Rambut panjangnya hanya di kuncir kuda seperti biasa.
Tomi menurunkannya di depan rumah Alice.
"Udah sana jalan."
Kimmy mengusir kakaknya agar menjauh.
"Masuk dulu."
Tomi tak mudah dibodohi Kimmy.
Kimmy masuk ke dalam gerbang rumah Alice dan seketika Tomi langsung menancapkan gasnya.
Kimmy mengintip dari dalam gerbang dan keluar lagi tanpa bertamu sedikitpun ke rumah Alice.
Lalu berjalan mencari taksi untuk mengantarnya ke tujuan.
Sampai disana, ia turun dan mencari Dave. Ia menemukan Dave sedang berlatih tinju sendiri.
"Snowman"
Teriaknya kegirangan mendapatkan orang yang ia cari.
"Ngapain lu kesini?"
Tanya Dave tanpa menoleh sedikitpun ke arah Kimmy.
"Mau liat lu mukul-mukul itu tuh."
Kimmy menunjuk samsak.
"Lu pergi atau lu yang gue pukul?"
Tanya Dave mengancam.
"Gue baru sampe disuruh pergi. Napas dulu bentar ya Snowman yang baik."
Minta Kimmy manja.
Dave tak menjawab, ia membiarkan Kimmy melepas lelah jika hanya sesaat.
"Udah lima belas menit lu disini, mau gue pukul beneran?"
Tanya Dave tak main-main.
"Iya. Daah Snowman.."
Kimmy berlari keluar takut dipukul sungguhan.
Dave hanya tersenyum memandangi Kimmy yang kabur ketakutan.