WARNING 21+++
Cerita kali ini berjudul “SIMPANAN DOSEN” bercerita tentang mahasiswi cantik dan seksi bernama Sisca Morena yang terjebak cinta dengan dosen muda bernama Bobby Alvenzo yang tampan namun hyperseks.
Support aku terus agar semangat buat up cerita disetiap partnya! Thank you🙏🏻
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WEENA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berpisah
Happy Reading
.
.
Anton mendapatkan telepon rahasia dari seseorang dan mengatakan bahwa Bobby kekasih anaknya adalah anak dari musuh lamanya yang mengambil perusahaannya di Jakarta.
“Lihatlah.. aku sudah curiga saat mendengar namanya.. dia adalah keluarga Alvenzo” ujar Anton kesal menatap Irma istrinya
Irma menenangkan suaminya “Mas.. kejadian itu sudah sangat lama”
Anton berdecih “lama atau tidak, itu tidak menjadi alasan untuk membuatku memaafkan mereka.. bagaimana jika Ia ingin membalaskan dendam untuk Sisca?”
Irma terdiam sejenak “Lalu bagaimana Mas?”
“Kita semua akan menetap di Amerika.. akan aku buat Sisca menjauh dari lelaki brengsek itu” Ujar Anton
Sisca yang sejak tadi menguping pembicaraan orang tuannya itu ikut menyela “Paa.. jika papa ingin menetap di Amerika.. silahkan lah.. tapi aku tidak akan mau ikut bersamamu”
“Apa karena lelaki brengsek itu?” Bentak Anton
“Dia bukan brengsek Papa.. mungkin papa mempunyai kenangan buruk dengan ayahnya.. tapi tidak ada yang tahu sifat Mas Bobby lebih baik dari aku” balas Sisca menyakinkan Anton
“Kamu tidak akan pernah tau bagaimana aku bisa bangkit dari keterpurukan yang disebabkan oleh keluarga kekasihmu itu.. aku bahkan tinggal lama di Amerika dan jauh dari mu.. sepatutnya kamu mengerti itu” ucap Anton sedih
Irma mendekati Sisca “Papa mu benar nak.. sebesar apapun kamu menyayangi kekasihmu itu kamu harus melihatnya dari sisi berbeda dulu.. apakah kamu tega melihat Papamu seperti ini?”
“Tapi papa juga harus mencari kebenaran lagi, kedua orang tua Bobby sudah tiada.. tidak ada gunanya memusuhi orang yang sudah tiada pa” ujar Sisca
“Terserahmu.. papa dan mama akan kembali ke Amerika besok, keputusan papa serahkan kepadamu.. papa harap kamu tidak semata-mata mendukung orang yang salah” balas ketus Anton meninggalkan Sisca
Irma menepuk pundak Sisca “pikirkan baik-baik ya sayang” ujarnya langsung meninggalkan Sisca sendiri
Sisca benar-benar frustasi dengan keadaan yang terjadi.. bagaimana mungkin Ia meninggalkan kekasihnya yang sangat Ia cintai dan tidak mungkin juga harus menghianati kedua orang tuanya “Oh ya tuhan..” batinnya sedih
Sisca menuju kekamarnya dan merebahkan badannya yang masih sakit akibat permainan cinta yang Ia lakukan tadi
“Bagaimana bisa aku meninggalkan Mas Bobby.. setelah aku memberikan sesuatu yang berharga yang telah aku jaga selama ini.. kenapa harus Mas Bobby” Ujarnya sedih dan meneteskan air matanya
KRING
Sisca melihat notifikasi panggilan itu dan menjawabnya “Halo Mas..”
“Halo sayang, Mas ingin datang kerumahmu, boleh?” Ujar Bobby
“Jangan Mas.. aku hari ini sedang sibuk.. karena papa mama akan kembali besok” ujar Sisca berbohong karena tidak mungkin Bobby datang disaat suasana seperti ini
“Hmm.. ya sudahlah.. bagaimana keadaanmu sayang?” Ujar Bobby
“Aku baik-baik saja Mas..” balas Sisca
“Mas tidak menyakitimu kan?” Tanya Bobby
“Tidak Mas..” balas Sisca
“Baiklah sayang” lanjut Bobby sambil tersenyum
“Mas.. kalau kita tidak bertemu lagi.. apakah kamu akan mencari pengganti lain?” Ujar Sisca
“Mas akan mencarimu sampai ke ujung dunia karena ini menyangkut kebahagian Mas dan Bursis” balas Bobby bercanda
Sisca terdiam sejenak
“Sayang… kok diem?” Ujar Bobby memecahkan kesunyian
“Hmm.. Mas kita bertemu besok ya” balas Sisca
“Sekarang aku tutup telponnya dulu, Bye Mas” lanjutnya
“Baiklah.. I love you more” ujar Bobby
“I love you Mas” balas Sisca dan langsung mematikan panggilan itu
Sisca menenangkan perasaannya dan mencoba untuk tidur.
Ke esokan paginya Sisca tidak menemukan keberadaan orang tuanya, sepertinya mereka sudah pergi ke Airport.
“Bahkan mereka tidak berpamitan denganku” batin Sisca sedih
Sisca mengendarai mobilnya menuju taman tempat Ia akan bertemu dengan Bobby, setelah beberapa saat Bobby pun datang dengan mobilnya
“Kok tumben kita bertemunya disini?” Tanya Bobby mendekati Sisca yang duduk di kursi taman sendiri
“Aku lagi pengen disini Mas..” Ujar Sisca
Bobby menyenderkan kepalanya di bahu Sisca dan melihat kearah langit “bentar lagi hujan sayang.. kita masuk ke mobil aja yuk”
Bobby menarik tangan kekasihnya menuju ke mobilnya karena hujan sudah mulai turun
Sisca hanya terdiam dan itu membuat Bobby merasa aneh
“Kamu kenapa sayang?” Tanya Bobby
“Ada masalah yang aku binggung cara bilangnya bagaimana ke Mas” ujar Sisca
“Ayo ceritakan saja sayang” ucap Bobby sambil menatap mata kekasihnya itu
“Ini tentang kejadian dulu.. Papa mengetahui kebenaran bahwa ayahmu adalah orang yang menyebabkan kami bangkrut” ujar Sisca
Bobby hanya fokus mendengarkan perkataan Sisca
“Papa mempunyai kenangan yang sangat buruk tentang itu.. Ia meminta aku untuk menetap di Amerika.. aku binggung Mas” lanjut Sisca lagi
“Ta-pii aku bahkan tidak tau tentang ini sayang” ujar Bobby binggung
“Aku tahuu.. karena itu sudah sangat lama Mas” Ujar Sisca
“Aku sangat khawatir jika Papa berbuat sesuatu kepadamu nantinya” lanjutnya sambil menyentuh pipi kekasihnya itu
Bobby sibuk memikirkan cara “Mas akan berbicara kepada orang tuamu”
“Tidak mungkin Mas.. mereka sudah berangkat tadi pagi.. bahkan tanpa berpamitan denganku” ujar Sisca sedih
Bobby menenangkan kekasihnya itu “Mas minta maaf atas nama orang tua Mas ya sayang.. jujur ini sangat sulit dan rumit untuk dipikirkan”
Sisca hanya menangis
“Kita akan cari jalan keluarnya bersama-sama ya sayang” ujar Bobby memeluk kekasihnya itu
“Mas.. jika aku pergi apakah kamu akan menungguku?” Tanya Sisca perlahan
“Tentu!! Mas akan setia menunggumu” balas Bobby
“Tapi jika aku benar-benar tidak akan kembali.. Mas boleh mencari pengganti.. jangan menungguku terus” lanjut Sisca lagi
“Tidak sayang! Jangan berbicara begitu.. Mas akan cari solusinya nanti.. tapi lebih baik sekarang kamu menyusul orang tuamu dulu.. tenangkan dia disana ya sayang” ujar Bobby
“Bagaimana denganmu dan Bursis?” Tanya Sisca
“Mas dan Bursis akan baik-baik saja, kamu yang paling penting sekarang sayang” balas Bobby memeluk kekasihnya itu lagi
“I love you sayang” lanjutnya sambil mencium bibir kekasihnya sekilas.
“I love you too” ujar Sisca membalas kecupan kekasihnya itu
Sisca memutuskan untuk menyusul ke Amerika dan menenangkan keadaan dan pikiran kedua orang tuanya.
🥺 : kasian bursis
Kira-kira apakah Bobby bisa memecahkan permasalahan ini? yuk di like dulu😜
ok lah cusss🚴
gantilah kalimatnya ,jangan menggunakan kalimat seolah" Bobby tau kebenarannya.
begini lebih baik " aku gak tau sayang apa yg terjadi saat itu..apakah aku bener melakukannya atau tdk."
gitukan enak bacanya, jangan buat bobbynya seolah tau pdhl Lo aja menggambarkan Bobby mabuk berat belum lagi tanpa busana.
bukti pertama, Bobby sangat mabuk sampai gak ingat apa"
kedua.. itu adalah kesempatan Mita
ketiga Bobby tdk mekaia busana.
jadi menutur ceritanya..logika lah yg menang dan benar
gw seperti orang bodoh dengan beberapa part dinovel ini..astagaaaa/Bye-Bye/
maaf aja thor
GAK NYAMBUNG..TAU GAK?
makanya kasih klu atau penasaran jangan langsung inti kalo Bobby emng sdh melalakukannya. BUAT READERS PENASARAN BUKAN MALAH DIBUAT CERITA BOBBY SDH MELAKUKANNYA BARU DIPART SELANJUTNYA MALAH DIELAK. KELIATAN LAH GAK NYAMBUNGNYA./Facepalm//Drowsy/