Rayna Anna Wijaya gadis manja yang sangat kaya, namun itu tak lama karena Rayna di hadapkan dengan Keluarganya yang mengalami kebangkrutan hingga membuat Papahnya depresi dan Ibunya pergi meninggalkan nya.
Karena banyaknya hinaan yang dia hadapi dia pun memilih untuk pergi membawa Papahnya ke kota orang.
Hingga dia harus belajar mandiri dengan bekerja di sebuah hotel.
Namun sayang dia di hadapkan dengan penyakit mematikan yang bisa merebut nyawanya, hingga segala cara akan dia lakukan termasuk menjadi kekasih kontrak dari seorang Lian Altaf Sudardjo.
Bagaimana kisah Rayna selanjutnya?
Mampir yu ke cerita ini...
Jangan lupa tinggalkan jejak
terima kasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon leni nurleni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 18 Ada aku
Rayna pulang dia ingin memastikan kalau papahnya ada di rumahnya walau pun Rayna tak yakin itu, setelah sampai ke apartemen nya Rayna langsung masuk ke dalam rumah nya yang semalam tak dia kunci.
"Pah" ucap Rayna saat membuka pintu, Rayna tersenyum saat melihat papahnya ada di sana tengah duduk di atas tikar.
"Syukur lah papah sudah pulang" ucap Rayna yang langsung memeluk papahnya.
"Kamu dari mana" tanya Rayhan papahnya Rayna yang saat ini baru saja mengajak bicara pada Rayna.
"Aku semalam mencari papah aku ketiduran di rumah teman, baiklah aku akan siapkan makanan" ucap Rayna.
Sampai saat ini Rayna belum juga bisa masak dia hanya bisa membeli makanan saja dari luar, Rayna menyayangkan sikap nya terdahulu yang saat di suruh masak dia tak pernah mau bahkan saat mamahnya mengajar kan masak pun dia seperti tak mendengar kan.
Rayna menyajikan makanan pada papahnya dia akan kembali ke hotel lagi dia harus bekerja dan menanyakan bagaimana bisa semalam dia bersama dengan Lian padahal seingat Rayna semalam dia bersama dengan Ian.
"Baiklah pah aku akan berangkat ke hotel lagi" ucap Rayna menatap pada papahnya yang saat ini sedang makan.
Rayna terpaksa meninggalkan papahnya sendirian lagi dia tak punya pilihan lagi apa lagi dia juga butuh uang untuk kesembuhan papahnya juga.
Saat ini Lian sedang kebingungan dia mencari cari ponsel yang satu nya lagi, pantas ada yang aneh padanya ternyata ponsel nya yang satu lagi tak ada.
Lian mencari di salah satu tas kuliah nya ternyata ponsel nya ada di sana.
"Ini ponsel yang aku cari" ucap Lian.
Lian membuka ponsel nya dia melihat kalau tak ada pesan apa pun dari Rayna.
"Apa mungkin Rayna hanya terpaksa ya" gumam Lian menatap pada kontak yang dia beri nama ayna.
Namun mata Lian tertuju pada satu pesan dari nomor yang tak dia kenal, Lian membukanya ternyata pesan itu dari dokter rumah sakit.
{Tuan hari ini jadwal operasi}
{Tuan apa anda lupa}
Banyak lagi pesan yang di kirim kan oleh Dokter itu, Lian menepuk kepala nya pelan saat tau kalau dia lupa pada jadwal operasi Rayna.
"Astaga kenapa aku bisa lupa" gumam lian.
Lian mengambil jaketnya dia akan pergi menjemput Rayna tapi saat dia membuka pintu kamar hotel nya dia melihat Rayna yang saat ini sudah ada di ambang pintu kamar hotel nya.
"Rayna kamu sangat mengagetkan aku" ucap Lian.
"Tuan ada yang mau aku tanyakan" ucap Rayna.
"Apa" tanya Lian.
Mereka masuk ke dalam, Lian hanya menatap pada Rayna saja yang sekarang duduk berhadapan dengan nya.
"Semalam aku tak ingat kalau aku bersama dengan mu" sahut Rayna.
"Lalu" tanya Lian.
"Kenapa bisa aku ada di sini" tanya Rayna menatap pada Lian yang sekarang merasa di intimidasi oleh Rayna.
"Semalam ada seorang laki laki beran dalan dia membawa mu datang ke sini, kamu tidur dia ingin menyewa hotel aku tak ijinkan dia dengan alasan kalian bukan suami istri, setelah itu dia memberikan kamu pada ku" ucap Lian.
"Segampang itu" gumam Rayna kecewa pada Ian kekasihnya.
"Entah" ucap Lian.
"Apa semalam aku tidur di ranjang ini" tanya Rayna yang di balas anggukan kepala oleh Lian.
"Apa kita tidur berdua di atas ranjang ini" tanya Rayna yang di balas anggukan kepala lagi oleh Lian.
Rayna tak percaya dia langsung menatap marah pada Lian.
"Apa kau yang menggantikan aku pakaian, seingat aku semalam baju aku basah, astaga kau sangat ja hat tuan, aku gak sangka kau seperti ini" sahut Rayna Sambil memukul mukul dada Lian.
"Ay ay dengarkan aku, dengarkan aku dulu" ucap Lian sambil menghalangi dadanya dengan tangan nya.
"Aku gak melakukan hal itu, aku gak tidur bersama dengan mu, ya aku tau kalau kita tidur satu kamar tapi kita gak tidur satu ranjang, untuk baju kamu aku meminta pegawai yang menggantikan" ucap Lian.
"Astaga kamu ini, aku malu tuan" ucap Rayna.
"Tak apa lagi pula pegawai itu hanya datang saat malam hari dia tak akan membicarakan itu pada orang lain" ucap Lian.
"Aish aku gak percaya kalau aku akan melakukan hal ini" gumam Rayna.
Lian menatap pada Rayna yang sekarang ada di hadapannya.
"Harus nya kemarin kamu di operasi tapi aku lupa jadwal bagaimana kalau sekarang kamu di operasi kamu santai kan sekarang" ucap Lian.
"Oh ya tapi tuan aku" ucap Rayna terpotong dia belum siap sekarang apa lagi papahnya baru saja keluar semalam.
"Kenapa apa yang kamu bingung kan, Ray aku memberikan ijin untuk mu libur kerja satu Minggu, apa lagi yang akan kamu khawatir kan" tanya Lian.
"Papah aku sakit dan mungkin operasi ini akan lama untuk aku pulang, lalu papah aku akan bersama dengan di apartemen" ucap Rayna.
"Aku akan sewa perawat untuk merawat papah kamu bagaimana" tanya Lian.
"Tuan aku tak mau merepotkan kamu lagi" ucap Rayna.
"Sudahlah aku akan usahakan kamu supaya kamu segera sembuh, dan kamu bisa seperti dulu lagi" ucap Lian.
"Tapi tuan" ucap Rayna.
"Sudah ayo" ucap Lian mengandeng Rayna keluar dari ruangan nya itu.
Lian menatap pada Rayna yang saat ini hanya pasrah ikut padanya.
"Rayna aku lelah seperti ini terus bisa kah kita hidup bersama, kamu bahkan tak tau aku siapa" batin Lian.
Perasaan itu semakin membesar di hati Lian, perasaan sayang itu terus saja mengusik Lian, dia sangat sangat sayang pada Rayna saat dia tau kalau Rayna tak tau kalau Ian itu adalah diri nya, Lian merasa sangat kecewa hanya saja dia tak pernah bilang soal itu.
Lian senang melihat Rayna tertawa bersama dengan nya, entah apa yang istimewa di diri Rayna karena sampai saat ini Lian sampai tergi la gi la pada Rayna yang notabene nya mereka adalah orang asing.
Mereka masuk ke dalam mobil Lian yang saat ini ada di parkiran hotelnya, mereka akan pergi langsung ke rumah sakit namun ada hal yang mengganjal di hati Rayna yang tak lain adalah papahnya sendiri yang saat ini sedang sakit.
"Ya Alloh bagaimana papah yang saat ini ada di apartemen sendirian" gumam Rayna.
Mereka sampai ke rumah sakit, Rayna sangat ketakutan dia bahkan belum pernah ke rumah sakit, dulu juga setiap Rayna ke rumah sakit dia pasti akan di temani papahnya atau mamahnya tapi sekarang dia ke rumah sakit bersama dengan orang asing.
Lian memegang tangan Rayna yang sekarang gemetar ketakutan.
"Kamu tenang ya ada aku" ucap Lian tersenyum membelai rambut Rayna yang terurai.
"Tuan aku sangat takut bagaimana kalau aku meninggal karena operasi ini" ucap Rayna.
Lian tersenyum menatap pada Rayna yang saat ini pasti sangat ketakutan.
"Aku tau kamu pasti bisa, setelah kamu selesai di operasi aku akan usahakan untuk kamu sekolah lagi" ucap Lian.
"Tapi tuan" ucap Rayna.
Jari telunjuk Lian menempel di bibir Rayna yang merah muda itu.
"Jangan bicara lagi aku mau kamu sembuh" ucap Lian.
selalu ku tunggu..