21+
[Penuh dengan adegan dewasa yang explicit (jelas), adegan pertengkaran, kata-kata kasar, dan gaya hidup bebas]
[Cerita ini berhubungan dengan cerita Because Of You, silakan baca Because Of You terlebih dahulu]
Hanya satu.. Hanya satu wanita yang pernah membuat dia jatuh cinta dan rasa cinta itu terus berlanjut walaupun mereka sudah terpisah. Harry Julio Smith, terus bertumbuh dalam usia dengan kenangan pahit yang terus membayanginya. Dia berharap bisa melaluinya, tapi tidak pernah bisa.
Emilya Elizabeth Teatons, wanita yang dikaruniai hati yang berlapang dada. Kerasnya hidup membuat dia mengambil alih sebagai tulang punggung keluarga. Dia kuat, ceria, manis, penyabar, dan bakat terbaiknya adalah membuat secangkir kopi hangat. Ditemani kekasihnya, Max Logan yang memberi dia kekuatan.
“Jika kau mencintaiku, bersiaplah menerima luka…” Harry Smith
“Banyak bentuk cinta. Apa bentuk cintamu untukku?” Emilya Teatons.
"Kenapa harus dia yang memberi luka? Ada aku yang selalu ada.." Max Logan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aresss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Another Man
Happy Reading
(Sedang masa pengeditan).
***
Aku keluar dari kamar mandi mengenakan handuk kimono seraya mengucek-ucek rambutku dengan handuk. Aku membuka lemari dan mengambil pakaian yang sengaja ku tinggalkan di sini. Aku menanggalkan kimonoku dan memakai boxer milikku.
Aku memiringkan kepalaku dan penasaran dengan lemari yang satu lagi, lemari pakaian Emilya. Aku bergeser dan membuka lemari itu. Kosong. Sudang kuduga. Aku menyisir rambutku yang basah ke belakang. Mengecewakan, hanya ada tiga set pakaian di sini dan dua jaket. Wah. Dia jelas tidak tinggal di sini, dia hanya menghabiskan waktunya saat malam saja.
"Ah.. God!" suara pekikan Emilya membuatku tersenyum miring, "Sorry. Kesalahanku. Aku akan keluar..."
"Tunggu..." aku memutar tubuhku dan melihat dia yang berdiri canggung di pintu seraya mengalihkan tatapan, "Kemarilah..."
"Aku?" dia melihatku, tapi bola matanya bergerak ke sana-ke mari.
"Yah... Aku ingin menunjukkan sesuatu."
Dia berjalan dengan canggung ke arahku dengan pasrah.
"Tak perlu malu, kita sudah melihat satu sama lain..." bisikku dan tersenyum kecil.
Dia berhenti berjalan dan jarakku sekitar sepuluh langkah dari dia.
"Mendekatlah..." dia melangkah dua langkah dan aku memutar mataku. Aku segera berjalan ke arahnya dan dia tersentak saat aku memegang lengannya yang hangat.
Aku mengangkat kepalanya dan dia tersenyum canggung. Senyumnya lebar tapi sirat senyum itu tidak sampai ke mata.
"Kau lebih cantik dari yang ku bayangkan setelah aku tau kepribadianmu..." bisikku seraya melepas ikat rambutnya dan mencium bau shampo murahan yang terasa pas untuknya. Membuat wangi shampo itu terasa mewah.
Dia menggeser dadaku dengan jari telunjuknya, "Aku tidak bisa, aku datang bulan..." gumamnya gugup.
Aku memegang jarinya dan menarik jarinya mengelus dadaku hingga ke bawah perut, dan dia buru-buru menariknya saat menyentuh ujung boxerku.
"Mantan kekasihku selalu bersedia bahkan saat mereka berhalangan dan mereka berkata bahwa rasanya tidak buruk."
"Uhm.. Ah.. Aku. Aku tidak biasa..."
Aku memegang dagunya dan menggeleng kecil, "Kau selalu mengingatkanku pada seseorang..."
Aku menarik tubuh Emilya ke sampingku dan kami berbaring bersama. Aku memeluknya dalam lenganku.
"Itu menyenangkan.." bisikku, "bagaimana rasanya?"
"Apanya?"
Aku terkekeh, "Cairan itu..."
"Aneh, tapi tidak buruk..."
Aneh? Sial, aku tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum lebar.
"Apa kau ingin mencobanya lagi?"
"Mungkin.." bisiknya malu-malu dan aku mengecuk pucuk kepalanya.
Lalu, bunyi ponsel berbunyi. Itu jelas bukan ponselku. Suara itu berasal dari samping tubuhku.
"Ah ponselku.." Emilya segera duduk dan aku ikut. Aku melihat ponsel itu berdering di meja kecil yang di samping tempat tidur. Aku segera merangkak dan mengambilnya untuk Emilya. Aku tertegun saat melihat nama ID yang berada di layar ponsel Emilya. Ada gambar hati hitam di samping nama itu.
Max Logan
Aku ragu sejenak, siapa?
Aku segera membalikkan ponselnya dan memberikan kepada Emilya. Aku buru-buru berbaring dan tersenyum kecil.
"Aku harus mengangkatnya. Tunggu sebentar.." wajahnya berubah tegang. Dia memperbaiki branya dan segera berjalan ke arah luar kamar.
"Halo Max.." suara Emilya terdengar sayup dan kecil bertepatan dengan dia menutup pintu kamar.
Aku menarik selimut menutupi pahaku seraya mengambil posisi duduk. Aku memiringkan kepalaku ke arah kiri.
Max Logan?
***
MrsFox
Sedang dalam posisi pengeditan. Nanti akan dikembalikan seperti awal.Trims
aku menunggu karya2 hebat lainnya kak🥰🥰