"Musuh kalian bukanlah orang asing, tapi orang terdekat kalian sendiri"
Suara itu terdengar begitu jelas di telinga tiga pemuda yang berada di sebuah kampung penuh misteri.
Akankah mereka bisa menemukan siapa musuh terdekat mereka itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tertolong
Brak.
"Kak ini tali pocongnya" ucap Liam langsung masuk dan kembali mengunci kamar Karman yang wajahnya terlihat sudah menghitam sebagian karena ulah pocong hitam yang merasukinya.
"Dimana Kita mengikatnya, rambut putih itu sudah berubah hitam" ucap Prama
"Hhhhrrr.. Kalian tidak akan berhasil" bisik Karman dengan Geraman di ujung kata katanya
"Bismillah.." Liam memegang kepala Karman dan mulai menyalurkan energi miliknya pada Karman, Karman terus menjerit histeris karena merasa kepanasan di akibatkan energi Liam yang bersih bertabrakan dengan energi pocong hitam yang penuh kebencian dan ketamakan.
"Arrgg, lepaskan anak sialan! Kamu hanya akan membuat Karman semakin menderita, tubuhnya bisa saja hancur!" teriak Karman terus berontak dan di pegangi Panca juga Prama.
"Bapak akan lebih ikhlas tubuhnya hancur daripada jadi wadah jin laknat seperti kamu dan Dahlia!" bentak Karna
"Dasar pengkhianat! Kamu dan Ayahmu adalah abdi kami tapi lihat sekarang! Kamu malah berbelok mendukung mereka!" bentak Karman
"Kalian yang lebih dulu berkhianat pada kami dengan menjadikan kami wadah untuk tujuan menjijikan kalian!" balas Karna
"Terlihat, cepat kak, hanya tinggal lima menit lagi ke tengah malam" ucap Liam menarik sehelai rambut putih yang mencuat dari dalam rambut hitam milik Karman
"Aaaaa lepaskan! Kalian jangan lakukan itu! Aku sudah menunggu ini sejak lama!" teriak Karman semakin berontak saat tali pocong hitam itu sudah di ikatkan Panca ke rambut putih Karman
"A'udzubillahiminasyaitoonirrojim bismillahirrahmanirrahim Allahu laa Ilaha Illa huwal hayyul qayyuum..." Liam mulai membacakan ayat kursi sambil memegang kepala Karman, Panca dan Prama juga ikut membacanya meski dalam hati, dan Karman yang tadinya beringas mulai sedikit melemah dengan kepulan asap hitam terus keluar dari dalam mulut, hidung dan matanya.
"Kalian... Akan mati..."
Bruk.
"Bapak!" panik Karna saat Karman langsung tak sadarkan diri setelah sosok pocong hitam itu musnah.
"Langsung berikan daun Bidara ini di perutnya dan juga ubun ubun bapak, ini untuk mencegah jin lain masuk ke dalam, Liam harus lihat Hamka" ucap Liam dan Panca mengangguk.
"Karna bawa air hangat, dan masukkan garam ini, ini dari Hamka sebelum tadi sore kalian pergi untuk mengambil tali pocong itu" ucap Panca
Karna ingin Karman sembuh, jadi dia akan melakukan semua yang di perintahkan kepadanya oleh Panca, meski itu sama sekali tidak dia ketahui dan sangat berbeda dengan apa yang biasa di lakukan warga kampung Mahoni.
Di luar.
"Hamka, Lo nggak apa apa?" tanya Liam saat melihat Hamka sedang duduk di teras rumah panggung Karman dengan nafas tersengal
"Gue hampir mati tadi, kalau saja Tante Sahara terlambat datang" jawab Hamka memperlihatkan tangannya yang menghitam karena di gigit Dahlia
"Makan ini" ucap Kalana yang juga sudah sampai di sana bersama Hala
Liam langsung mengambilnya dan memberikan itu pada Hamka, Sahara masih terus menyiksa Dahlia di depan rumah Karman, tapi anehnya suara suara berisik dan teriakan kesakitan itu sama sekali tidak mengganggu para warga yang justru malah tertidur nyenyak.
"Dasar ular nakal, sudah bau kamu bukannya mandi malah ingin cari mangsa dan wadah perempuan cantik!" kesal Sahara menjambak rambut Dahlia yang wujudnya sekarang berubah jadi seorang perempuan berkebaya merah karena kekuatannya sedang lemah akibat dari serangan Sahara.
"Aakhhh lepaskan aku Sahara! Urusanmu bukan di sini! Ini bukan kampung Curug!" bentak Dahlia yang sudah babak belur di siksa Sahara.
"Ini kampung ku juga karena ada Ireng di sini, Ireng itu saudara Uyung jadi saudara Uyung adalah saudara Sahara juga!" jawab Sahara semakin membuat Dahlia pusing dengan kata kata Sahara.
Blash.
"Yah.. Dia kabur, Hala dia kabur, kejar dia Hala!" teriak Sahara saat Dahlia mengubah dirinya jadi seekor ular kecil dengan sisa tenaganya dan masuk ke dalam semak semak hutan dekat rumah Karman
"Tidak apa apa, dia sudah lemah sekarang, kekuatannya juga sudah kamu serap setengahnya, dia perlu bertapa selama seribu tahun kalau ingin kembali ke semula" ucap Hala
"Tampan baik baik saja?" tanya Sahara mengusap rambut Hamka dan memeluknya, bahkan rambut dingin Sahara langsung membungkus tubuh Hamka agar Hamka bisa sembuh dari pengaruh racun Dahlia yang kuat.
"Aaaaa... Sakit!" untuk pertama kalinya Hamka mengeluh sakit karena yang di lakukan Sahara adalah mengobati setiap sel sel saraf Hamka yang rusak akibat dari racun Dahlia.
"Hamka" Liam ingin membuka lilitan rambut Sahara di tubuh Hamka tapi di tahan Hala
"Sahara sedang menyerap racun di tubuh saudaramu" ucap Hala
"Bapak bagaimana?" tanya Kalana
"Sedang di jaga di dalam, pocong itu sudah musnah" jawab Liam
"Energi negatif di kampung ini masih tersisa, harus di bersihkan, angin dingin itu tadi malah kabur, mungkin takut karena melihat Sahara" ucap Hala
"Bagaimana cara membersihkan energi negatif dari kampung ini paduka?" tanya Kalana
"Harus dari diri warganya sendiri Kalana, jika tidak ada keinginan untuk berubah, maka kebaikan dan energi baik sekuat apapun tidak akan ada gunanya di sini, karena warganya masih sangat jauh dari Tuhan" jawab Hala
"Kemarilah, kamu juga perlu di pulihkan anak muda, kamu sudah mengeluarkan banyak tenaga demi orang yang berharga untukmu" ucapnya Hala melambaikan tangannya agar Liam mendekat
"Kamu tahu, aku dulu adalah jin yang bagitu jahat, semua ilmuku berasal dari darah para gadis suci yang di berikan padaku setiap malam bulan purnama, tapi aku sadar, semua itu justru tidak pernah membuatku puas, sampai aku memilih untuk melepaskan semuanya dengan ikhlas, aku mulai belajar mengenal Allah SWT bersama tuanku yang juga tersesat sama sepertiku"
"Lalu?" tanya Liam
"Tak ada yang terima keputusan kami untuk bertaubat, saudara tuanku bahkan semuanya menjauh karena mereka semua adalah penganut ilmu hitam, hanya satu orang yang merangkul kami pada saat itu, itu adalah orang yang dilindungi Sahara"
"Mereka mendukung kami secara penuh, tanpa pamrih bahkan mendampingi kami di saat saat terpuruk kami, dan dari sana aku belajar ikhlas"
"Dengan ikhlas menerima dan melepaskan, kamu akan mendapatkan yang lebih baik dari Allah SWT, percayalah kalau semua yang terjadi padamu adalah pelajaran yang berharga, dan merupakan ketentuan dari yang maha kuasa" ungkap Hala memberikan energi miliknya pada Liam
"Jadi Om ini jin pelindung sama seperti Kalana?" tanya Liam dan Hala mengangguk
"Awalnya aku adalah jin sesembahan tuanku demi sebuah ilmu, tapi seiring waktu, aku menjadi pelindung nya bahkan anak anaknya juga" jawab Hala
"Tante Sahara juga?" tanya Hamka yang sudah terlepas dari rambut Sahara