Xan Yiran adalah polisi bagian kriminal, suatu ketika dia berhadapan dengan kelompok gengster. Apesnya Yiran tertembak oleh ketua gangster itu, kemudian dia terbangun di dunia yang berbeda, dunia zaman kerajaan. Yiran reinkarnasi ke tubuh ratu bodoh yang selalu di permainkan oleh orang orang yang ada di kerajaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Selir Xima mulai kepanasan.
"Ya sudah kalau begitu bisakah kalian tinggalkan paviliun ku? karena aku harus melakukan pekerjaanku." ucap Chang-yu yang kemudian meminta Yura mengantarkan sang Kaisar dan selir Xima keluar dari paviliunnya.
"Tidak bolehkah aku berada di sini, istriku? aku ingin sekali berada di dekatmu." kata sang Kaisar.
Mendengar perkataan Kaisar Xen-dong selir Xima langsung memutar tubuhnya, menatap tajam kepada kaisar Xen-dong yang tidak mau pergi dari tempatnya. "Apa-apaan yang mulia, berani sekali Dia mau menginap di paviliun wanita bodoh itu." gumam selir Xima dalam hati.
"Semakin menarik, aku akan bermain-main dengan parasit parasit pengganggu ini." gumam Chang-yu dalam hati, setelah itu dia tersenyum menatap kaisar Xen-dong dan selir Xima.
"Boleh saja Yang mulia, jika yang mulia ingin menginap di sini tinggallah dan temani aku." jawab Chang-yu yang kemudian meminta Yura untuk membersihkan kamarnya.
Selir Xima tidak beranjak, dia yang hendak pergi itu tiba-tiba saja langkah kakinya tidak mau meninggalkan tempat itu. Bagaimana tidak. selir Xima menatap tajam kepada sang Kaisar, berharap tatapan mata itu membuat sang Kaisar mengurungkan niatnya untuk menginap di paviliun Ratu.
"Ada apa selir? kenapa masih di sini? katanya kamu mau pergi?" tanya Chang-yu yang kemudian meminta Yura untuk mengambilkan makanan untuk mereka.
"I-iya ratu, hamba pergi dulu." ucap selir Xima dengan nada terbata, setelah itu dia pergi dari paviliun Ratu dengan kekesalan yang teramat.
"Dasar yang mulia brengsek, beraninya dia menginap di tempat itu, dia benar-benar ingin membuat aku marah." kesal selir Xima.
"Tenanglah selir, seperti yang dikatakan oleh menteri kalau Ratu harus bersabar, yang mulia Kaisar harus mendekati yang mulia Ratu saat ini. jika tidak, semua rencana menteri akan hancur." ucap Yi-tan.
"Kamu benar sekali, aku harus bersabar. Akan kubuat wanita itu hancur setelah kekuasaan mutlak di tangan Yang mulia Kaisar. Aku akan menjadi permaisuri kerajaan ini dan aku akan menjadi penguasa wanita setelah yang mulia Kaisar." jawab selir Xima yang kemudian menghentakkan kakinya.
Betapa bahagianya hati Kaisar Xen-dong ketika dia diperbolehkan menginap di paviliun Ratu, angan-angannya terlalu tinggi, pikirannya melayang ke semua perasaan yang selama ini tidak dia miliki. Otaknya mulai merencanakan sebuah rencana jahat untuk tidak jatuh dari tahtanya.
"Aku harus membuat istriku bertekuk lutut padaku, aku harus membuatnya mengikuti apa yang aku minta." gumam Kaisar Xen-dong yang saat ini sedang makan bersama dengan Chang-yu.
Berbeda dengan sang Kaisar, Yura dan dayang Lin nampak tidak senang ketika melihat Kaisar Xen-dong berada di paviliun Ratu wajah. Mereka terlihat begitu kesal dengan mimik wajah yang begitu lucu.
"Heh...," helaan nafas berulang kali dikeluarkan oleh dayang Lin dan Yura. "Kenapa yang mulia Ratu membiarkan Kaisar brengsek ini berada di sini, aku benar-benar sangat kesal." gumam dayang Lin dalam hati yang kemudian kembali menghela nafas frustasi.
Begitu pula dengan Yura, sama seperti dayang Lin, dia juga sangat kesal melihat wajah Kaisar Xen-dong berada di paviliun Ratu. "Orang ini benar-benar tidak tahu malu, dia rakyat jelata yang menjadi penasehat kerajaan kemudian dipercaya oleh yang mulia terdahulu. Setelah itu dia diminta menjadi Kaisar penerus, suami yang mulia Ratu. Sekarang dia berlagak seperti ini padahal selama ini dia tidak pernah memperhatikan yang mulia Ratu sama sekali, dasar ular berbisa." gerutu Yura dalam hati yang terus mencibir Kaisar Xen-dong dalam hatinya.
Chang-yu nampak tersenyum ketika melihat raut wajah yang ditunjukkan oleh para pelayan juga orang-orang terdekatnya, mereka menunjukkan ketidaksukaan yang terlihat begitu jelas. Namun berbeda dengan sang kaisar yang seolah cuek, Dia sangat bahagia karena dia diperbolehkan untuk menginap di paviliun Ratu.
"Aku akan membuat malam ini menjadi malam yang penuh dengan gairah, aku pasti akan membuatnya menjadi istriku seutuhnya." gumam Kaisar Xen-dong. niatnya semakin licik, semakin kotor dan semakin menyebalkan.
Chang-yu memberikan perhatian kepada sang Kaisar, berbicara dengan begitu manis bahkan sesekali dia merayu sang Kaisar.
"Maafkan aku ratu, maafkan aku karena selama ini tidak memperhatikanmu, salahku karena terlalu lemah akibat kekuasaan yang belum mutlak di tanganku." ucap Kaisar Xen-dong dengan raut wajah terlihat sedih dan merasa bersalah.
"Kenapa Yang mulia berkata seperti itu, Kamu adalah kaisar kerajaan ini, suami dari ratu Chang-yu. Walaupun kekuasaan tertinggi berada di tanganku tapi kekuasaan kedua ada di tanganmu kan." jawab Chang-yu yang kemudian membelai lembut wajah sang Kaisar. pria itu perlahan semakin terbuai, dia seperti terbang melayang begitu tinggi namun dia tidak akan tahu kapan dia akan dijatuhkan.
Chang-yu duduk di samping Kaisar Xen-dong, menatap wajahnya kemudian terus menyentuh wajah itu dengan jari-jari lembutnya. "Dasar pria brengsek, kamu kira kamu akan bisa membuat aku bertekuk lutut, jangan bermimpi terlalu tinggi pria bodoh. Lihatlah aku akan membalas semua yang telah kalian lakukan padaku, aku akan membuatmu hancur bersama dengan orang-orang yang ada di belakangmu." gumam Chang-yu dalam hati. dia bersumpah serapah untuk memberikan hukuman yang sangat menyakitkan namun terlihat dari luar begitu menyenangkan.
Kaisar Xen-dong memeluk Chang-yu dengan begitu erat, mengecup keningnya kemudian membisikkan kalimat-kalimat yang begitu menggairahkan.
"Berapa kali sehari kau bercinta dengan para selirmu itu, Kaisar?" tiba-tiba Chang-yu menanyakan hal itu.
Seketika raut wajah Kaisar tersentak, wajahnya bersemu merah dengan beberapa kalimat yang tercekat di tenggorokannya.
"Yang aku dengar kamu memiliki beberapa selir di istana ini, aku mau tahu sehebat apakah dirimu di atas ranjang, yang mulia?" bisik Chang-yu yang membuat Kaisar Xen-dong benar-benar begitu bersemangat. pria itu mendekatkan wajahnya bersiap untuk mencium Chang-yu namun sayangnya Chang-yu menolaknya.
"Ini masih siang, Yang mulia? nanti malam aku akan membuatmu merasakan bagaimana Ratu ini melayanimu sampai kamu tidak bisa bangun." bisiknya kembali.
Chang-yu terus menggoda Kaisar Xen-dong, dia terus membisikkan beberapa kalimat yang begitu menggairahkan, hal itu membuat sang Kaisar semakin besar kepala. Dia berpikir kalau semua rencananya benar-benar sudah berhasil, dia berpikir kalau dia akan bisa mengendalikan semuanya.
Malam itu Kaisar Xen-dong sudah bersiap-siap untuk melakukan malam pertama dengan Chang-yu, dia terus menunggu Chang-yu yang sedang keluar untuk berbicara dengan Jenderal Fu.
Kasim berulang kali mendatangi Kaisar Xen-dong, dia mengatakan bahwa selir Xima sedang tidak enak badan, namun sayangnya Kaisar Xen-dong menolak untuk datang ke tempat selir Xima.
"Apa Yang mulia yakin tidak mau ke tempat selir kesayanganmu itu?" tanya Chang-yu sembari menuangkan teh ke cangkir.
"Tentu saja tidak, Ratu. Aku ingin selalu di sini bersamamu." jawab sang Kaisar. Dia kemudian memeluk Chang-yu dengan begitu erat mencium bibinya berulang kali kemudian membisikkan beberapa kalimat yang begitu membara.
"Tenang saja yang mulia, malam ini aku adalah milikmu, jadi kamu tidak usah terburu-buru seperti itu." jawab Chang-yu yang kemudian meniup wajah sang Kaisar hingga membuat pria itu melayang begitu tinggi.
*bersambung*