Rate 21+ ada adegan kekerasan juga kalimat vulgar!!
Calista seorang gadis berusia 24 tahun, memiliki sebuah tokok kue yang tidak terlalu besar namun dapat menghidupi sehari-hari untuk diri-nya.
Calista seorang yatim piatu, orang tuanya meninggal ketika ia berusia 10 tahun. ia di urus oleh nenek-nya yang seorang penjual roti namun sudah 1 tahun yang lalu nenek-nya meninggalkan-nya untuk selamanya.
entah kesialan apa yang menimpa Calista sampai-sampai kesucian-nya yang ia jaga di renggut saat terjebak hujan di tokok kue-nya.
dan ia tidak mengetahui jika orang yang sudah merenggut kesucian-nya adalah seorang mafia yang cukup di segani di beberapa negara.
bagaimana kisah Calista? apakah laki-laki yang sudah merenggut kesucian-nya akan bertanggung jawab? apakah ia akan bahagia tinggal bersama laki-laki yang sudah merenggut kesucian-nya? cus langsung baca aja dari pada penasaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahayu ningtiyas Bunga kinanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TERKEPUNG
"sial! "
"Bagaimana ini tuan? kita terkepung, "
"shhh, tundukkan kepala kalian kita harus bertahan sampai para zombie itu pergi! "
"baiklah! "
Seluruh kendaraan mereka di kepung oleh para zombie itu, Lucas merasa khawatir kepada yang lain dan juga Calista yang tengah mengandung, takut-takut Calista akan taruma karena ini.
"Are you okay? jangan jauh dariku oke? "
"baiklah, "
Calista masuk kedalam pelukan Lucas yang masih terus memantau para zombie yang terus memutari mobil mereka, entah sepertinya perjalanan menuju negaranya akan terlambat sampai karena terus terkendala seperti ini.
"sial! kenapa mereka tidak kunjung pergi? "
entah sudah keberapa kali Lucas terus mengumpat karena para zombie tidak kunjung pergi dari kendaraan mereka, namun tiba-tiba ia memiliki ide tapi entah akan sukses atau sebaliknya.
"hey, apakah kau memiliki bom kecil? "
"ada tuan, untuk apa? "
"kau buka kap atas, dan lempar bom itu sedikit jauh agar para zombie tertarik dengan suara bom itu! "
"baik! "
dengan patuh, anggota yang ikut dengan mobil Lucas melakukan perintah seperti apa yang di ucapkan Lucas, 2 bom di lemparkan cukup jauh namun suaranya sangat terdengar sampai di mana tempat mereka berada.
setelah melemparkan bom anggota Lucas kembali masuk dan melihat para zombie yang mulai pergi karena suara keras yang di hasilkan bom namun hanya sebagian, sisanya masih berada di sekitar mereka namun Lucas menyuruh kembali untuk melemparkan bom lagi dan berhasil.
semua para zombie mulai pergi menuju suara ledakan yang cukup besar, tidak mensia-siakan kesempatan Lucas langsung menyuruh anggota yang menyetir segera menjalankan mobil dan di ikuti oleh beberapa mobil lainnya di belakang.
bersyukur mereka bisa berhasil lolos dari kepungan para zombie, Calista yang masih berada di dalam pelukan Lucas melepaskan diri saat merasakan mobil kembali berjalan. ia bernapas lega kala mereka semua sudah jauh dari para zombie yang mengepung mereka tadi.
"semuanya sudah aman, apakah kau baik-baik saja sayang? "
"aku baik, hanya saja aku sedikit khawatir jika nanti-
"syuttt, percaya padaku kita akan selamat! anggota ayahku sudah menunggu di perbatasan untuk mengawal kita nanti, jadi jangan khawatir oke? "
"baiklah, aku percaya kepadamu! hanya saja berapa lama kita akan sampai perbatasan? "
"huh, mungkin sekitar 2 sampai 3 hari lagi jika tidak ada kendala! "
"semoga saja tidak ada kendala lagi! aww, "
"hey ada apa?, "
"perutku sakit! "
tiba-tiba Calista merasakan perutnya sangat sakit, hal itu langsung membuat Lucas panik dengan keadaan panik Lucas memeluk Calista dan menyuruh Calista untuk mengambil napas dalam-dalam.
"ya tarik napas, dan hembuskan perlahan lakukan terus seperti itu! "
Calista melakukan apa yang di ucapkan oleh Lucas dan benar saja lama kelamaan sakit di perutnya mulai mereda, awalnya ia akan menangis karena merasakan sakit di perutnya pikiran nya pun sudah mulai negatif.
namun dengan bantuan Lucas yang percaya jika bayi yang ada di kandungan akan baik-baik saja, Calista mulai yakin dan mencoba menahan sakit di perutnya dan menarik napas secara teratur.
"bagaimana? "
"sudah jauh lebih baik! tapi aku ingin ke toilet, "
"toilet? baiklah kita cari pemberhentian dulu untuk istirahat sejenak, "
Calista hanay mengangguk, bukan karena apa sejak tadi malam ia terus menahan buang air kecil mungkin karena itu juga perutnya terasa sangat sakit, terlebih akhir-akhir ini ia hanya makan roti.
cukup lama mereka mencari tempat pemberhentian, sudah banyak tempat juga yang mereka datangi namun hasilnya tetap sama banyak zombie yang tinggal di sana membuat mereka tidak jadi untuk berhenti.
hari semakin sore dan mereka sudah berjalan cukup jauh bahkan mereka juga sudah keluar dari pedesaan dan kembali memasuki kota yang benar-benar sudah sepi, Calista sedari tadi masih menahan buang air kecil karena belum menemukan tempat yang pas.
selama di kota yang seperti kota mati, mereka mencari tempat lagi dan menemukan satu rumah yang terlihat kosong seperti biasa Lucas menyuruh anggota untuk melihat kedalam dan bersyukur kali ini mereka bisa bermalam di sana.
"bagaimana keadaan di dalam? "
"aman tuan! kompor juga masih menyala dan air juga cukup tuan! "
"baiklah kita bermalam di sini, hari sudah semakin gelap aku tidak yakin jika kita harus melakukan perjalanan terlebih kita terus menerus menemukan zombie di setiap sisi jalan! "
"baiklah tuan, kami akan berjaga bergantian! "
"Baik, "
lalu Lucas membawa Calista kedalam, karena Calista benar-benar ingin buang air kecil Lucas langsung membawa Calista menuju toilet di sana dengan mengandalkan cahaya dari senter yang mereka bawa dari markas.
"bawa ini, aku menunggu di luar, "
"jangan tinggalkan aku! "
"tidak akan, sudah cepat setelah ini kau harus istirahat yang cukup, "
"baiklah, tunggu aku sebentar, "
Lucas menunggu Calista di luar pintu toilet, saat tengah menunggu Calista tiba-tiba terdengar suara tembakan dari arah luar rumah, dan beberapa anggota langsung menghampiri Lucas dengan membawa senjata.
"ada apa? "
"ada beberapa zombie yang menerobos tuan! "
tepat sekali Calista keluar dari toilet dan mendengar suara tembakan yang memekikkan telinga, karena terkejut Calista langsung memeluk Lucas dengan reflek, Lucas yang sadar jika Calista terkejut membalas pelukan dan menenangkan wanitanya.
tidak lama kemudian, ada satu anggota yang menghampiri mereka dan melaporkan jika kondisi sudah aman dan pagar juga sudah di tutup rapat, mendengar itu Calista langsung bernapas lega setidaknya ia bisa istirahat dengan aman.
"Baiklah, kalian berjaga bergantian aku ingin istirahat sebentar! "
"baik tuan! "
Lucas langsung membawa Calista menuju lantai dua di mana ada satu kamar di atas dan cocok untuk mereka istirahat dan juga terdapat selimut yang tebak untuk mereka bawa juga nanti untuk perjalanan panjang mereka.
"istirahat lah, aku akan berjaga di sini! "