Indonesia
NovelToon NovelToon
Aktris Ceroboh Milik Sang Mafia

Aktris Ceroboh Milik Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Nadinachomilk

Laluna Roselyn memiliki karier yang sempurna sebagai aktris terkenal, sampai sebuah pengkhianatan menghancurkan hidupnya. Ia memergoki kekasihnya berselingkuh dengan asistennya sendiri. Dalam amarah yang tak terkendali, Laluna menyerang keduanya hingga kejadian itu terekam dan tersebar luas.

Dalam sekejap, citranya hancur. Dunia hiburan berbalik meninggalkannya, dan karier yang ia bangun bertahun-tahun berada di ujung kehancuran karena skandal tersebut.
Saat tidak memiliki pilihan lain, Laluna menerima perjodohan dari ibunya dengan Nathan Adikara, seorang pengusaha kaya yang terkenal dingin, kejam, dan sulit didekati.

Pernikahan mereka seharusnya hanya menjadi kesepakatan untuk menyelamatkan nama Laluna. Namun, hidup bersama Nathan membuatnya menemukan sisi lain dari pria itu. Di balik sikap dinginnya, Nathan ternyata adalah satu-satunya orang yang berdiri di sisinya ketika seluruh dunia menentangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadinachomilk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 Pecat

"Baik tuan Jordi, saya akan melaksanakan perintah dari tuan Nathan," ujar Rangga dari balik telepon.

Rangga segera memasukan ponselnya ke dalam saku celananya, tatapannya mengarah ke arah Laluna yang tengah syuting. Setelah menerima pesan dari tuan Nathan untuk tidak memperkejakan Kevin dan Selena lagi, ia segera berjalan ke arah dua orang itu.

"Kevin.. Selena, saya perlu bicara dengan kalian," ujarnya.

Kevin dan Selena segera mengikuti langkah Rangga, hingga sampailah mereka di satu tempat yang cukup sepi.

"Sudah saya katakan kepada kalian, jangan sampai kalian menganggu Laluna. Tetapi ucapan saya tidak kalian hiraukan, mulai sekarang kalian saya pecat!" tegasnya.

Kevin dan Selena langsung terkejut mendengar perkataan Rangga.

"Apa?" Selena membelalakkan matanya tidak percaya. "Pak Rangga, Anda tidak bisa memecat saya begitu saja!"

Rangga menatapnya datar. Ia sudah cukup sabar menghadapi tingkah Selena selama ini, tetapi kali ini batas kesabarannya sudah habis.

"Saya bisa, Selena. Ini adalah keputusan saya sebagai orang yang bertanggung jawab atas produksi ini," jawab Rangga tegas.

Kevin yang berdiri di samping Selena ikut maju dengan wajah tidak terima.

"Kenapa kami yang disalahkan? Kami hanya berbicara dengan Laluna. Apa itu sebuah kesalahan?Kami tidak menyakitinya."

Rangga menghela napas pelan. "Kalian tahu sendiri apa yang terjadi. Saya sudah memperingatkan kalian berkali-kali agar tidak membuat masalah dengan Laluna. Tetapi kalian tetap mengabaikannya."

Selena mengepalkan tangannya. Ia tahu alasan sebenarnya bukan hanya karena kejadian hari ini. Sejak awal, semua orang di lokasi syuting terlihat lebih berhati-hati terhadap Laluna. Dan sekarang, ia semakin yakin ada seseorang yang melindungi wanita itu.

"Ini karena Nathan Adikara, bukan?" tanyanya dengan nada penuh curiga.

Rangga terdiam sejenak, tetapi ekspresinya tidak berubah. "Siapa pun alasannya, keputusan ini tetap berlaku. Lebih baik kalian pergi dan patuhi saja perintah ini!"

Selena tertawa kecil, namun terdengar penuh kemarahan.

"Jadi benar. Karena dia, saya kehilangan pekerjaan?"

"Jangan menyalahkan orang lain atas kesalahan yang kalian buat sendiri," balas Rangga dingin.

Kevin terlihat semakin kesal. "Pak Rangga, Anda tahu saya sudah bekerja di sini cukup lama. Anda tidak bisa menghancurkan karier saya hanya karena wanita itu."

Tatapan Rangga berubah tajam. "Jaga ucapanmu."

Suasana mendadak menjadi tegang. Selena menatap tajam ke arah Laluna yang tengah melakukan syuting.

"Laluna bukan masalah di sini. Masalahnya adalah kalian tidak tahu batasan. Kalian datang ke lokasi kerja dan membuat keributan, bahkan setelah saya memperingatkan kalian," jelas Rangga.

Selena menatap Rangga dengan kebencian yang semakin dalam. "Saya tidak akan berhenti sampai membuktikan kalau Laluna bukan wanita sebaik yang kalian pikir."

Rangga hanya menggelengkan kepalanya. "Sepertinya kalian masih belum mengerti." Ia kemudian mengambil dua lembar surat dari dalam map yang dibawanya. "Ini surat pemberhentian kalian. Mulai hari ini, kalian tidak lagi terlibat dalam produksi ini."

Kevin mengambil surat itu dengan kasar. "Kalian semua akan menyesal," ancamnya.

Rangga tidak terpengaruh. "Ancaman seperti itu hanya membuktikan bahwa keputusan saya benar."

Tanpa menunggu jawaban mereka, Rangga segera berbalik meninggalkan keduanya. Kevin yang kesal segera melempar surat itu, ia menatap tajam ke arah Selena yang berada di sebelahnya.

"Dasar gadis sialan! Kau membuat ulah apa kepada Laluna! Sudah aku katakan jauhi dia ya jauhi dia!" teriaknya.

Selena yang melihat amarah dari Rangga hanya menunduk, ia segera meraih tangan Kevin.

"Kevin, aku tidak melakukan apa apa. Dia saja yang tidak suka denganku," ujarnya.

Kevin menghempas tangan Selena dari tangannya, tatapannya masih tajam. "Karena kau karir yang aku bangun akan hancur, seharusnya kau seperti Laluna yang diam dan membantu karirku, karena keegoisanmu lah semua yang aku bangun harus hancur!" tegasnya.

Kevin segera melangkah pergi meninggalkan Selena, ia benar benar kesal karena industri film tengah memboikotnya. Selena segera berlari mengejar Kevin, ia tidak mau kehilangan Kevin karena itu satu satunya jalan agar ia bisa terkenal di dunia hiburan ini.

"Kevin, tunggu aku dulu," ujarnya.

Kevin menghentikan langkahnya, ia segera menoleh ke arah Selena yang berada di belakangnya. Selena segera meraih tangannya.

"Kevin, jangan tinggalkan aku. Aku... Aku bakal bantu kamu buat mendapatkan Pemeran utama lagi," ujarnya.

Kevin masih menatap datar ke arah gadis itu, sejujurnya ia muak dengan wanita murahan seperti Selena ini. Ia hanya ingin main main dengan gadis ini, karena saat itu Laluna selalu sibuk dan tidak ada waktu untuknya. Namun, saat ia teringat dengan satu sutradara ia segera merubah ekspresi wajahnya.

"Kau mau melakukan apa saja untukku?" tanyanya.

Selena dengan wajah polosnya segera mengangguk, "Aku akan melakukan apa saja untukmu Kevin, tapi aku mohon jangan tinggalkan aku," ujarnya.

Melihat wanita bodoh itu gampang terpengaruh, ia segera tersenyum tipis.

"Baik, aku akan menerima maafmu. Tetapi kamu harus bantu aku mendapatkan kontrak film dari pak Bagas," jelasnya.

Selena yang tidak tahu Bagas hanya mengangguk, yang terpenting bagi dirinya adalah Kevin berhenti marah dengannya.

"Aku... Aku akan membantumu, tetapi apa yang bisa aku lakukan?"

Kevin dengan sifat liciknya hanya tersenyum, ia segera menarik tangan Selena untuk masuk ke dalam mobilnya. Selena mengikuti langkah Kevin tanpa banyak bertanya. Ia sama sekali tidak menyadari bahwa tatapan pria itu sudah berubah. Tidak ada lagi rasa kesal seperti beberapa menit lalu, melainkan sebuah rencana yang sedang ia susun dalam pikirannya.

Begitu mereka masuk ke dalam mobil, Kevin segera menyalakan mesin. Suasana di dalam mobil terasa sunyi. Selena beberapa kali melirik ke arah Kevin, mencoba membaca ekspresi pria itu.

"Kevin..." panggilnya pelan.

Kevin tetap fokus menyetir. "Apa?"

"Pak Bagas itu siapa sebenarnya? Apakah dia benar-benar bisa memberikanmu kontrak film?"

Kevin tersenyum tipis. "Tentu saja. Dia salah satu orang penting dalam industri hiburan. Kalau aku bisa mendapatkan proyek darinya, karierku bisa kembali seperti dulu."

Selena mengangguk pelan. Ia merasa sedikit lega. "Aku akan membantumu. Tapi aku juga mau ikut memerankan film bersamamu."

Kevin meliriknya sekilas. "Kalau kamu berhasil tuan Bagas pasti akan memberikan perannya untukmu dan untukku. Dan aku tahu hanya kamu yang bisa membantuku sekarang."

Mendengar kalimat itu, Selena tersenyum. Ia tidak menyadari bahwa Kevin hanya memanfaatkan perasaannya. Sementara itu, di dalam pikirannya, Kevin sudah menyusun rencana lain.

Bagas adalah salah satu produser yang memiliki pengaruh besar. Namun, mendapatkan perhatian dari pria itu bukanlah hal yang mudah. Apalagi setelah namanya mulai buruk karena beberapa masalah yang muncul di dunia hiburan. Satu-satunya cara adalah mencari jalan agar Bagas tertarik kembali kepadanya.

Dan Selena bisa menjadi kunci untuk itu.

Di lokasi syuting, Laluna yang sudah selesai berganti pakaian berjalan menuju ruang istirahat. Ia melihat Rangga sedang berbicara dengan beberapa kru.

"Pak Rangga," panggil Laluna.

Rangga segera menoleh. Wajah seriusnya berubah lebih lembut saat melihat Laluna.

"Laluna, sudah selesai?"

"Sudah, Pak. Tapi tadi saya melihat Bapak seperti sedang ada masalah."

Rangga terdiam sejenak. Ia tidak ingin membuat Laluna memikirkan hal yang tidak perlu.

"Tidak ada apa-apa. Hanya sedikit masalah dengan beberapa orang."

Laluna mengerutkan kening. "Apakah itu karena Selena dan Kevin?"

Pertanyaan itu membuat Rangga sedikit terkejut. "Kamu tahu?"

Laluna menggeleng kecil. "Sebenarnya aku tidak tahu pak, hanya saja tadi aku sempat melihat pak Rangga sedang memarahi Kevin dan Selena. Apa mereka membuat bapak kesal? Dan kenapa mereka pergi begitu saja?"

1
Sri Sulastri
ceritanya bagus .sngga bosan untuk membacanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!