Indonesia
NovelToon NovelToon
Oh My Wife!

Oh My Wife!

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / One Night Stand
Popularitas:20.7k
Nilai: 5
Nama Author: Chu Seldom

Ketika mendengar kabar jika ayahnya telah tiada Aria Aji tidak merasa sedih tapi lega. Namun semua mulai berubah ketika surat wasiat dibacakan dan dia ditunjuk sebagai pewaris tunggal aset milyaran dollar milik ayahnya, dia tahu jika hidup tenangnya telah berakhir.
Selain ancaman pembunuhan dari tiga kakak laki-laki satu ayahnya. Aria masih harus berhadapan dengan keluarga baru ibunya yang juga mengincar harta warisannya.
Aria tahu meskipun dia berinisiatif untuk menyerahkan warisan itu secara sukarela tidak berarti nyawanya akan selamat.
Maka ketika pengacara ayahnya menyarankan untuk mencari suaka dengan menikahi orang yang lebih berkuasa. Aria menjatuhkan pilihannya kepada Dimitri Rubliove—orang yang akan bertunangan dengan adik tirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chu Seldom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. Déjà vu

Saat ini Ariel sedang makan siang bersama sahabatnya, Shanaya, disebuah restoran Jepang yang terkenal menyajikan Sushi yang enak dan autentik.

Areil hanya bisa mengeluh di dalam hati mendengarkan sahabat baiknya itu membicarakan tentang tas yang baru di beli. Dia juga mengincar tas itu, tapi karena tas itu tidak bisa dibeli oleh uang saja belum bisa meletakan tangannya pada tas itu dan sekarang ketika melihat Shanaya menenteng tas itu dia merasa iri.

Ditengah-tengah pembicaraan, Areil mendapatkan telpon dari asistennya dan menberitahukan jika sebuah kecelakaan terjadi di lokasi proyek pembangunan mall di distrik D, dua orang pekerja yang sedang memplester bagian luar gedung lantai lima jatuh saat tali pengaman yang mereka gunakan tiba-tiba putus dan menyebabkan mereka harus terjun bebas dan meninggal di tempat.

Penyebab putusnya tali pengaman itu dikarenakan tali yang mereka gunakan sudah aus dan tidak memenuhi standar sebagai alat bantu kerja.

Tentang bagaimana alat bantu yang tidak sesuai dengan standar itu bisa lolos dari uji QC masih dalam pemeriksaan.

Sekarang keluarga korban bersatu dengan para pekarja melakukan demo untuk menuntut pertanggung jawaban.

Areil mematikan sambungan telpon setelah memberikan beberapa intruksi kepada asistennya dan menjelaskan secara singkat bahwa sesuatu terjadi kepada Shanaya.

“Pergilah.” Shanaya mengerti dan menyuruh Ariel untuk segera pergi.

“I’ll make it up to you next time.” Ariel berjanji.

Sebelum Ariel masuk ke dalam mobilnya dia melihat sebuah mobil yang tidak asing berhenti depan restoran dan seorang wanita dengan jas pria tersampir pada bahunya keluar. Ariel memincingkan matanya, punggung wanita juga terlihat tidak asing tapi dia lupa pernah melihatnya dimana.

Ariel hendak menghampiri mereka tapi ponselnya lagi-lagi berbunyi. Asistennya kembali menelpon dan memintanya untuk segera datang. Ariel menghela nafas dan masuk ke dalam mobil lalu melesat ke jalanan.

Di sepanjang jalan Ariel masih kepikiran dengan wanita tadi tapi masalah yang lebih besar dari rasa penasarannya sedang menunggu di depan mata. Dia mengenyahkan pikiran tidak penting itu dan mulai membuat beberapa panggilan kepada orang yang bisa membantunya untuk menekan masalah ini agar tidak sampai ke telinya wartawan setidaknya sampai Isaac kenbali dari Dubai.

Tadi malam Isaac berangkat ke Dubai dengan penerbangan pertama setelah mendapatka telpon dari investor yang tiba-tiba ingin menarik dana investasi mereka. Dan hingga kini belum ada kabar baik dari Isaac. Saat ini perusahaan sedang berada di posisi antara hidup dan mati yang tidak memungkinkan untuk membuat kesalahan sekecil apa pun.

Jika investor itu mundur dari proyek ini kemungkinan besar investor lain juga akan mundur dan proyek pembangunan mall itu harus di tutup. Jika proyek itu di tutup maka hanya bisa menunggu waktu saja untuk mengumumkan kebangkrutan.

Kabar mengenai kecelakaan ini bagaimanapun caranya tidak boleh sampai ke telinga para investor atau Ariel tidak tahu apa akhir dari hari ini.

Satu jam kemudian Ariel sampai di lokasi proyek.

Orang-orang yang dia hubungi di jalan sudah sampai lebih dulu.

“Apa kau sudah menenangkan mereka.” Ariel langsung bertanya kepada asistennya begitu dia turun dari mobil

“Sudah Boss, mereka sedang makan siang di kantin.” Justin Welder, asistennya menjawab.

Areil mengintruksikan untuk membuat mereka tenang terlebih dulu sehingga membuat proses negoisasi akan lebih mudah nantinya.

“Kau tunggu di sini. Pengacara akan datang sebentar lagi, kau diskusikan detailnya.” Dia menunjuk menejer proyek.

Setelah itu melakukan rapat darurat dimulai.

“Jelaskan bagaimana hal seperti ini bisa terjadi!” Ariel membento penanggung jawab lapangan yang mengurusi alat bantu kerja.

“Saya juga tidak mengerti kenapa ini bisa terjadi.” Pemanggung jawab itu menjawab. Kerinagat dingin mengalir di dahinya, dia terlihat gugup dan menghindari tatapan mata lawan bicaranya.

Ariel mengernyitkan dahinya. Matanya menyipit penuh kecurigaan. Orang di depannya itu berbeda dengan orang yang ada di daftar perencanaan yang diajukan oleh tim pelaksana satu.

Ariel melirik ketua tim pelaksana satu, dan orang itu juga menghindari tatapannya. Dia sekarang yakin jika masalahnya tidak sesederhana yang dia kira. Ada konpirasi dari pihak dalam perusahaan.

Ariel memutuskan untuk menyelesaikan masah ini terlebih dahulu. Baru nanti setelah Isaac pulang dia akan melakukan pembersihan.

Pembicaraan itu berlangsung empat jam dan berakhir dengan mereka setuju untuk menerima uang tanggung jawab yang jumlahnya dilipat gandakan menjadi dua kali dari jumlah awal lebih barulah mereka setuju untuk menyelesaikan masalah ini secara privat dan tidak membocorkannya ke pihak luar.

Ariel tidak percaya begitu saja denga janji mereka dan menyuruh mereka untuk menandatangi surat perjanjian legal. Dengan begitu barulah Ariel menutup perundingan itu dengan hati yang sedikit lega. Setidaknya dia punya jaminan untuk tidur dengan nyenyak malam ini tanpa harus mengawatirkan kebocoran informasi.

“Boss bagaimaa kalau kita makan malam dulu?” Asiatennya bertanya.

Ariel menghela nafas dan mendongkakkan kepalanya menatap langit yang sudah gelap. Dia merasakan lapar, makan sianggnya terganggu di tengah jalan sehingga dia tidak mengisi perutnya dengan layak. Tapi masalah ini membuat selera makannya hilang. Dia menolak ajakan makan malam Jastin dan segera pulang.

Villa keluarga Langton berada di kawasan perumahan bukit elite berjarak tiga puluh menit dari pusat kota.

Ketika mobil Ariel memasuki kawasan perumahan, matanya menangkap sosok wanita yang tidak asing sedang berjalan kaki menuntun seekor anjing besar. Hal itu membuatnya merasakan déjà vu dengan kejadian tadi siang. Karena penasaran Ariel melambatkan laju mobilnya saat melewati wanita itu.

"Mitya cepat." Suara wanita itu membuat Ariel tersentak kaget, dia tanpa sengaja kakinya menginjak pedal rem yang menyebabkan mobil berhenti mendadak dan kepalanya membentur roda kemudi. Tapi Ariel tidak memperdulikan rasa sakit yang dia rasakan dan segera menurunkan kaca mobilnya agar dia bisa melihat keluar dengan lebih jelas.

Mata Ariel memperhatikan sosok wanita itu dengan seksama, dugaannya benar wanita yang memakai sweater kebesaran itu adalah Aria.

Apa yang Aria lakukan malam-malam begini berkeliaran di komplek rumahnya? Apakah Aria sengaja pindah ke sini untuk membuatnya kesal? Heh, kekanakan sekali jika Aria berpikir begitu.

Saat Aria juga telah menyadari keberadaan Ariel, dia menatapnya sejenak lalu melengos membuang pandangannya. Aria melirik Dimitri yang sedang jongkok mengeruk kotoran Desi dan memasukkannya kedalam plastik tidak jauh darinya, dia menyunggingkan senyum dan melirik Ariel dari ujung matanya.

"Mitya kau tidak usah kemari. Aku sudah mengantuk dan mau pulang." Dia berkata sambil berjalan selangkah demi selangkah Aria mendekati Dimitri. Begitu dia sudah sampai di depan pria itu Aria memberikan tali pengekang Desi kepada Dimitri. "Jaga Desi baik-baik, minggu depan aku akan menjenguknya. Sekarang aku pulang dulu." Aria hendak berbalik badan ketika dia merasakan tangannya di tahan oleh seseorang.

"Apa?" Aria mendongak menatap Dimitri dengan sedikit bingung kemudian dia melirik tangannya yang tahan oleh Dimitri. Oh, aku lupa." Aria menyentak tangannya dari cengkraman Dimitri lalu menarik ke atas ujung sweater yang dia pakai dan akan melepasnya.

"Aku antar." Dimitri dengan cepat menghentikan gerakan tangan Aria yang sudah mengangkat ujung sweater-nya sampai hampir memperlihatkan pusarnya, Dimitri segera menarik turung tangan Aria hingga sweater itu kembali pada keadaan semula.

Dari kejauhan Dimitri seperti sedang memeluknya. Ariel yang melihat adengan itu mendengus dan memalingkan wajahnya lalu melajukan kembali mobilnya.

Setelah cukup jauh Ariel melirik spion depan dan memperhatikan punggung Aria dari kejauhan. Tiba-tiba dia mengalami déjà vu lagi, pria itu terlihat tidak asing.

1
Miss Marsini
semangat thor up lg
Ida Blado
,panyes yg like dikit,ceritanya ngawur gini,fl nya dodol bodol bodoh ogeb
Ida Blado
sok jago tpi lemah,sekalipun cuka rencana
Ida Blado
kebanyaka para penulis putus di tengah jln,,,, kalau mau banyak peminat selain ceritanya hrs bagus ya rajin up,minimal 2bab max 3bab sehari
Septi Ani: suka banget sama karakter aria yang badas tapi lucu. hubungan keluarga aria menurut aku unik, keliatan kaya gak akur tapi saling sayang. semangat buat kak author.
total 1 replies
Etri Andriani
Kecewa
Lee
sehat selalu thor
Lee
karyamu memang bagus thor, aku suka
Alexa
padahal Sultan tapi aria jg bisa bertingkah seperti orang biasa...!!
aria oh aria....
Alexa
ternyata anjing juga pandai merajuk...!! 😊
Alexa
cerita ya menarik ka chu..
lanjut up ya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!