Indonesia
NovelToon NovelToon
Bianglala

Bianglala

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Teen School/College / Persahabatan / Teen Angst / Diam-Diam Cinta / Romansa / Tamat
Popularitas:30.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rhainika96

Berawal dari pertemuan tidak sengaja, membawa ketiga gadis dengan sifat yang berbeda dalam satu lingkar pertemanan.
Mungkin terlihat mustahil dengan sifat mereka yang saling bertolak belakang, tapi nyatanya mereka bisa bersahabat dengan erat. Hubungan mereka layaknya bianglala yang terkadang menyenangkan ketika berada di puncak tapi tak jarang pula penuh liku.
Tapi akankah hubungan mereka terus seperti itu?
Saat orang asing masuk dan terlibat dalam lingkar pertemanan mereka?

Cover credit by Canva

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhainika96, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7.1 [Rhea] Gitar

H-5 Launching proyek Rumah Belajar  gue jadi makin sibuk, semakin banyak pekerjaan yang dilimpahkan sama gue. Bahkan kadang kerjaan Kak Eza pun gue yang menyelesaikan, rasanya kayak gue lagi di perbudak sama Kak Eza. Sengaja dijadikan asisten pribadi agar dia bisa bersantai ditengah kesibukan yang melanda.

Seperti hari ini begitu keluar ruangan, Kak Eza sudah berdiri menunggu. Entah mau diajak kemana lagi gue sekarang. Padahal, gue berharap hari ini bisa terbebas dari Kak Eza sebentar, tapi ternyata tetap tidak bisa.

"Mau kemana lagi sih Kak? Dari kemarin gue mulu yang lo pekerjakan. Padahal tuh anak-anak komunitas banyak. Sesekali gantian suruh Aga gitu atau lo sendiri yang kerjain."

Gue memprotes Kak Eza tanpa jeda. Tapi Kak Eza hanya menatap gue dengan eskpresi datar andalannya.

"Buruan Rhea. Lelet banget sih, kalau lo masih lelet juga abis ini gue tambahin kerjaan lo."

"Nggak! Kerjaan gue udah banyak. Nggak usah ditambahin lagi."

"Kan itu emang tugas lo."

"Nggak ada, apaan semuanya aja tugas gue. Lo ketuanya cuma nyuruh-nyuruh doang."

"Kan lo sekertaris, tugasnya bantu ketua lah."

Gue mendelik kesal dan buru-buru mengikuti Kak Eza yang sudah berjalan lebih dulu.

Gue kira Kak Eza akan langsung ke gedung UKM, ternyata dia mampir ke kantin FIB untuk membeli camilan.

"Belum terlalu laper kan, lo? Ganjal pakai camilan dulu. Nanti selesai mantau latihan band, kita makan."

Gue lekas mengangguk dan menerima camilan yang disodorkan Kak Eza. Sebelum dia berubah pikiran dan meminta kembali camilannya.

Ruang latihan ternyata masih sepi, belum ada satupun anggota band yang datang. Bahkan Mei yang biasanya datang paling awal juga belum terlihat.

Gue dan Kak Eza akhirnya memutuskan untuk menunggu di dalam ruangan, karena kebetulan tidak terkunci. Lagi pula, akan seperti anak hilang bila gue dan Kak Eza menunggu di luar ruangan.

Gue mencoba menelpon Mei untuk menanyakan keberadaannya. Karena ini sudah lewat dari jam biasanya mereka berlatih.

"Mei, lo lagi dimana?" Gue langsung menodongnya dengan pertanyaan alih-alih menyapa sebagai awal obrolan.

"Bentar Rhea, aku masih ngerjain tugas kelompok. Lima belas menit lagi aku kesana."

"Oke, gue tunggu."

Gue segera mengakhiri panggilan begitu pertanyaan gue terjawab.

"Kuliahnya pada belum selesai, Kak. Mereka kesini sekitar lima belas menit lagi."

"Oke, nggak apa-apa. Gue mau coba main gitar sambil nunggu mereka."

Setelah berucap seperti itu, Kak Eza lekas mengambil gitar akustik yang diletakan di pojok ruangan. Dia menyetel sebentar gitar itu dan mulai memainkannya.

Permainan gitar Kak Eza memang selalu bagus. Gue masih saja takjub setiap kali Kak Eza bermain gitar. Padahal gue udah cukup sering melihatnya bermain gitar seperti ini.

Entah kenapa gue merasa seperti sedang berhadapan dengan orang yang berbeda. Bukan Kak Eza yang biasanya, yang galak dan pelit senyum. Tapi sisi lain Kak Eza yang terlihat lebih menawan dan manis.

"Kak Eza keren ya? Hati-hati lho, awalnya jatuh hati sama permainan gitarnya, nanti lama-lama sama orangnya," bisik seseorang di telinga kanan gue.

Gue langsung menengok ke arah kanan setelah mendengar suara yang cukup familiar. Mei ternyata sudah duduk di kursi samping gue. Entah sejak kapan dia duduk di samping gue.

"Keren, Kak. Kenapa lo nggak ikut ngeband aja sekalian sama kita hari ini."

Itu Mei yang memuji Kak Eza, sedangkan gue hanya diam saja. Menyimpan kekaguman gue untuk diri sendiri. Cukup diri gue sendiri yang tahu.

"Nanti gue malah ganggu latihan kalian. Lagi pula gue cuma sekedar bisa karena hobi, bukan kayak Zayn yang memang udah ahlinya," ujar Kak Eza sambil meletakan kembali gitar di tempat asalnya.

Latihan langsung dimulai begitu Zayn tiba. Dia tidak pernah main-main bila berkaitan soal band dan musik. Terbukti ketika latihan kali ini, Mei dan Zayn bernyanyi dengan sangat bagus.

Walaupun sudah berkali-kali gue lihat Mei menyanyi. Namun tetap saja, gue kagum dengan mereka. Sampai-sampai gue tidak berpaling sedikit pun.

Kak Eza menepuk pundak gue pelan. Mengisyaratkan pada gue untuk segera mengikutinya keluar ruangan. Entah mau mengajak gue pergi kemana lagi lelaki ini.

"Udah cukup lihat mereka berlatih. Sesuai sama yang dibilang Kara kemarin, mereka bagus. Lo aja sampai nggak berpaling."

Gue lekas mengangguk, mengiyakan ucapan Kak Eza. Jujur saja, gue masih saja takjub sampai sekarang, "Emang sebagus itu Kak, gue sampai takjub."

~

Pagi sekali, ponsel gue berdering dan ternyata Kak Eza yang menelpon. Sepagi ini, gue sudah mendapatkan tugas saja.

"Duh, Kak. Masih pagi lho ini, tapi udah dikasih tugas aja."

"Nggak usah protes, abis ini gue jemput lo. Karena tugas lo masih banyak."

Mau tidak mau, gue mengiyakan ucapan Kak Eza. Karena kalau gue tidak menuruti, yang ada seharian nanti gue akan terus mendapatkan tugas yang tidak kira-kira dari lelaki itu.

Setelah telpon ditutup, gue lekas bersiap-siap sebelum Kak Eza sampai. Karena lelaki itu paling tidak suka menunggu. Benar saja, tak sampai tiga puluh menit, gue mendengar klakson mobil di depan rumah. Gue lekas keluar untuk menemui tamu yang gue yakini adalah Kak Eza.

Gue langsung masuk begitu dipersilahkan oleh Kak Eza. Memang sejak mendekati hari H, gue lebih sering bersama Kak Eza ketimbang Aga bahkan gue tidak sempat bertemu dengan Lyra dan Mei.

"Eh, kok lo bawa gitar Kak?"

Gue tanpa sadar bertanya dengan nada yang terdengar antusias. Sejujurnya gue memang selalu menantikan mendengar permainan gitar Kak Eza.

"Mau minta tolong Zayn nanti buat setel ulang kayak gitar di ruang musik," sahut Kak Eza sambil tetap fokus pada jalanan.

"Hari ini lo akan mulai sibuk setelah siang. Jadi manfaatkan waktu sebelum sibuk buat nyicil tugas-tugas kuliah." Kak Eza memperingatkan gue sebelum kami berpisah diparkiran kampus, "Siang nanti temui gue di ruang musik. Gue tunggu lo disana. Kita mau diskusi sama Mei dan Zayn," lanjutnya.

Gue lekas berjalan ke gedung FIB yang lumayan jauh dari parkiran untuk mengikuti kelas pagi ini dan mengerjakan tugas kelompok setelahnya. Karena siangnya gue pasti akan sibuk dengan pekerjaan.

Gue langsung menuju gedung UKM untuk menemui Kak Eza yang katanya sudah menunggu di ruang musik setelah menyelesaikan semua kelas dan beberapa tugas kuliah.

"Mau keman lo? Buru-buru banget. Padahal kita udah lama nggak ketemu, di rumah pun gue susah ketemu lo. Sekarang kita ketemu tapi lo malah mengabaikan gue."

Samar-samar gue masih bisa mendengar protesan Aga karena gue mengabaikannya barusan. Gue tanpa sengaja papasan dengan Aga. Tapi, karena sudah ditunggu, gue hanya tersenyum tipis dan berlalu begitu saja tanpa menyapa Aga.

Begitu sampai di ruang musik, gue disambut dengan permainan gitar Kak Eza. Ternyata gitar miliknya itu sengaja dibawa untuk ini. Agar dia bisa bebas memainkannya ketika memiliki waktu luang.

"Kedip Rhea, Kak Eza nggak akan hilang kalau lo kedip."

Zayn yang baru datang dengan Mei menggoda gue karena saking takjubnya, gue melihat Kak Eza main gitar sampai tidak berkedip.

"Namanya juga lagi kasmaran, biarin aja. Palingan abis itu ngeluh matanya perih karena nggak kedip dari tadi," ujar Mei ikut menggoda gue sebelum masuk ruangan.

"Permainan gitar lo keren, Kak. Ada yang takjub tadi sampai lupa nggak kedip."

"Iya Kak, kayaknya dia udah jatuh hati sama permainan gitar Kakak."

Gue mendelik tajam pada Zayn dan Mei yang dengan berani-beraninya menggoda gue di depan Kak Eza. Awas aja mereka setelah ini.

"Iya gue tahu kok, tapi kayaknya dia nggak mau ngaku sih," ujar Kak Eza mengerling jail.

Huh, sepertinya setelah hari ini tidak akan ada hari tanpa digoda Mei dan Zayn. Jadi Rhea, ayo bersiap-siap dan ucapkan selamat tinggal pada ketenangan.

1
semangat ngetik kak
Liu Zhi
Ggwp alur ceritanya menarik Thor, Semangat ngetik nya
Rhainika: makasih,
semangat juga ya
total 1 replies
Liu Zhi
Uwu
Yasmine
btw ini pake sudut pandang dari semua tokoh ya kak?

ngga ada sudut pandang dari Authornya?
Yasmine: mantap kak
total 4 replies
YunaD
hmm informasi visual tokoh nya sesuai dengan kehidupan nyata nya
Rhainika: iyaa, soalnya inspirasinya dari dua sahabatku
total 1 replies
Tiana
smngat thor
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻ɢ⃟꙰ⓂSARTINI️⏳⃟⃝㉉
jngn asal mnilai orng,gtu aja
꧁☠︎𝕱𝖗𝖊𝖊$9𝖕𝖊𝖓𝖉𝖔𝖘𝖆²꧂
semangat berkarya ya kak 💪
Rhainika: thank you
semangat juga
total 1 replies
վմղíα | HV💕
semangat
վմղíα | HV💕
KK yunia hadir.
𒁍⃝Ғνᷤcͣκᷜɪͭиͥʙ⨻ꚃтʌʀÐ︎᚛➢
Kalimat Part pertama,kurang gimana gitu kalau aku baca yah😁
"Membuat yang dari bawah mengagumi keindahan semu itu"
𒁍⃝Ғνᷤcͣκᷜɪͭиͥʙ⨻ꚃтʌʀÐ︎᚛➢: Mungkin akan lebih baik jika.
"Menghadirkan kagum keindahan, pada pandangan terhadapnya, Bianglala"

Atau Bisa Kalimat lain..

"Membuat yang dari Bawah"
Ini Agak aneh si klo menurut aku
total 2 replies
Drone Ground
Aku setia rebahan disini menunggu cerita kakak hihi
Rhainika: otw up ya,
total 1 replies
Zizi Suartini
Thor up nya yang cepet dong...
Rhainika: wait, abis ini up lagi
total 1 replies
Kimmeldy - Meldy
lanjut thor
SnowySecret
Kiss jauh buat othor karena udah buat karya sekeren ini!
Rhainika: thank you
total 1 replies
𒁍⃝Ғνᷤcͣκᷜɪͭиͥʙ⨻ꚃтʌʀÐ︎᚛➢
Bagus cara pengetikannya
Rhainika: makasiih
total 1 replies
𒁍⃝Ғνᷤcͣκᷜɪͭиͥʙ⨻ꚃтʌʀÐ︎᚛➢
🥀🌺Aku kasih Rating lima yah🥀🌺
Rhainika: thank you
total 1 replies
Yuki teen🌾
hi kak mampir nih jangan lupa mampir juga ya ke lapak ku
Gadis Sandman
akhirnya bisa baca lanjutan cerita ini...aku udah lama nunggu lanjutannya
Rhainika: abis ini double up lagi
total 1 replies
Bulbul
Lanjuting dong thor, seru!
Rhainika: okey,
setelah ini double up
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!