Pernikahan adalah sebuah ikatan yang sakral dan suci. Setiap orang menginginkan pernikahan yang bahagia. Akan tetapi bukan semua pernikahan lahir dari cinta. Namun beberapa memilih bertahan hanya karena alasan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon myranda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
Pagi hari tiba, Grace tidak lagi pergi ke tempat Catering dia memilih menyeduh kopi instan beserta roti untuk sarapan paginya dan dia pergi makan hanya diwaktu siang hari saja.
Namun beberapa hari pun berlalu Grace selalu melewatkan makan malam dan makan pagi sehingga hari ini dia merasa perutnya tidak sehat.
Hari ini Arga sudah ikut bergabung dengan mereka, Grace bekerja seperti biasa. Dia pun sedang menggambar desain dimonitor komputernya akan tetapi perutnya semakin sakit.
Grace berusaha menahannya sementara Arga menyadari wajah Grace pucat dan berkeringat , kini Grace mencengkram perutnya.
" Grace ada apa?" ucap Arga
" tidak apa-apa kak" kata Grace
" Grace wajahmu pucat, kamu sakit?" kata Arga menempelkan tangannya ke kening Grace namun suhu badan Grace normal.
" perutku sedikit sakit kak" kata Grace
" apa tamu bulanan mu datang?" tanya Arga
" bukan kak" jawab Grace
" iya sudah, kamu jangan bekerja lagi" kata Arga menarik Grace dari kursinya.
" mari aku antar ke puskesmas" ucap Arga
" tidak apa-apa kak, aku bisa menahannya" kata Grace
" tidak Grace, wajahmu sudah sangat pucat" kata Arga akan tetapi kini tiba-tiba Grace merasa pusing dan kehilangan kendali. Arga pun menopang tubuh Grace.
" Vina.... tolong hubungi Boy katakan padanya segera kemari dan pinjamkan mobil manajer proyek " ucap Arga.
" baik" ucap Vina dan tak berlama-lama kini sebuah mobil berhenti tepat didepan kantor mereka bekerja. Arga pun menggendong Grace masuk kedalam mobil.
" pak tolong segera bawa ke puskesmas" ucap Arga.
Kini mobil tersebut pun pergi menuju puskesmas yang ada di desa itu, kurang lebih lima belas menit kini mereka sudah tiba di puskesmas.
Para petugas medis yang berjaga di puskesmas langsung memberikan pertolongan pertama kepada Grace, Grace pun dipasang oksigen dan infus. Setelah beberapa menit kini Grace sudah sadar dan dia mengerang kesakitan karena saat ini perutnya masih sakit. petugas kesehatan memeriksa perut Grace.
"perut mu kembung, apa kamu kurang tidur kenapa masuk angin seperti ini. Jangan terlalu sering begadang, hati-hati bisa menyebabkan angin duduk" ucap petugas kesehatan tersebut.
" belakangan ini dia tidak teratur makan dok, dan dia juga lebih sering mengkonsumsi kopi dan mi cup" ucap Arga
" apa kamu ada riwayat maag dan asam lambung?" ucap petugas medis
" ......" Grace pun menganggukkan kepalanya.
" baiklah saya akan memberikan obat untuk asam lambung dan maag mu. Kita akan tunggu satu jam kedepan namun jika sakitnya tidak berkunjung reda maka kamu harus dirujuk kerumah sakit karena disini alat-alat tidak memadai untuk memeriksa penyakit kamu" kata petugas tersebut
" lakukan saja apa yang terbaik untuk dia dok" ucap Arga
petugas medis tersebut memberikan Grace beberapa obat, namun sudah beberapa menit berlalu sakit perut Grace tak kunjung menurun dan malah semakin sakit.
Arga tidak tega melihat Grace kesakitan seperti itu, Arga pun mendesak petugas medis untuk segera mengirim Grace ke rumah sakit agar Grace mendapatkan penanganan yang lebih bagus.
Karena desakan dari Arga petugas medis tidak punya pilihan, mereka pun akhirnya merujuk Grace ke rumah sakit yang ada di kabupaten.
Jarak puskesmas menuju kabupaten kurang lebih satu jam tiga puluh menit, kini Grace langsung dibawa ke ruang UGD, setelah di periksa selain asam lambung dan maag, Grace juga memiliki penyakit usus buntu dan kini ususnya sudah rusak parah dan pecah sehingga Grace harus terpaksa segera di operasi.