Indonesia
NovelToon NovelToon
Terperangkap Dalam Cinta Pria Beristri

Terperangkap Dalam Cinta Pria Beristri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Konflik etika / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

Anindya, wanita muda yang tulus dan sederhana, tanpa sengaja terjebak dalam cinta kepada Reynand — pria berwibawa yang sudah memiliki istri bernama Gisella. Di mata publik, rumah tangga mereka tampak sempurna. Namun saat kebenaran mulai terkuak satu per satu, tidak ada yang benar-benar tahu apa yang terjadi di balik pintu tertutup. Akankah Anindya pergi sebelum terlambat, atau ia akan tetap bertahan — terperangkap dalam cinta yang ternyata jauh lebih rumit dari yang ia kira?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 19

‎Kelopak mata Gisella terbuka perlahan. Cahaya matahari pagi menyelinap lewat celah tirai, menyentuh permukaan seprai sutra. Ia bergerak sedikit, tangan kanannya terulur meraba tepi meja samping tempat tidur, mencari ponselnya.

‎‎Jemarinya menyentuh benda dingin dan halus itu. Saat layar menyala, mata Gisella membelalak seketika.

‎‎Pukul sembilan lewat sepuluh menit.

‎‎Darah seakan mendidih di pembuluhnya. Ia jarang terbangun terlambat begini. Tubuhnya langsung bergerak hendak bangkit, namun sebuah lengan kokoh melingkar erat di perutnya, menahannya tetap di tempatnya.

‎‎Gisella tersenyum tipis, lalu perlahan menoleh ke samping.

‎‎Di sana, Gavin berbaring di sampingnya, mata terpejam, napas teratur, wajahnya tampak tenang dan puas. Rambutnya sedikit berantakan, kedua tangan melingkar melindungi tubuhnya.

‎‎Gisella mengusap lengan kekasihnya itu pelan. Ingatan semalam kembali, pertemuan rahasia di sini, kehangatan yang selama ini tidak ia dapatkan dari suaminya... dan kenyataan pahit yang harus ia hadapi pagi ini.

‎‎Ia berusaha melepaskan pelukan itu perlahan.

‎‎"Gavin..." bisiknya lembut. "Bangun dulu ya. Sudah pagi."

‎‎Gavin mengerjap pelan, lalu membuka matanya. Tatapannya masih kabur sesaat sebelum tersenyum melihat wajah di hadapannya. Ia menariknya kembali lebih erat.

‎‎"Masih pagi, Sayang..." gumamnya serak, memeluk pinggang wanita itu lebih rapat. "Tinggallah sebentar..."

‎‎"Gavin, aku harus pergi," Gisella melepaskan pelukan itu dengan lembut namun tegas. "Aku harus ke kantor Reynand. Aku perlu memastikan sesuatu."

‎‎Gavin duduk bersandar di headboard, menarik selimut hingga pinggangnya. Alisnya bertaut.

‎‎"Memastikan apa?"

‎‎Gisella meraih pakaiannya yang berserakan di lantai, mengenakannya dengan cepat di depan cermin. Wajahnya tegang.

‎‎"Kemarin... Aku bersama Papa dan Mama pergi menemui orang tuanya Reynand. Papa sudah memberikan ancaman. Menarik dukungan finansial, memutus kerja sama... kalau Reynand tetap bersikeras minta cerai." Ia berhenti sejenak, menatap pantulan dirinya. "Aku harus memastikan. Apakah ancaman itu berhasil membungkamnya. Atau..."

‎‎Ia menelan ludah.

‎‎"Atau dia tetap nekat."

‎‎Gavin bangkit berdiri, melangkah mendekat dari belakang, melingkarkan kedua tangannya di pinggang Gisella. Menatapnya lewat pantulan cermin.

‎‎"Kau masih saja memikirkan suami yang tidak pernah memikirkan perasaanmu itu."

‎‎Gisella menggenggam tangan pria itu di pinggangnya.

‎‎"Aku mencintainya."

‎‎"Lalu aku?" tanya Gavin, tidak puas dengan jawaban Gisella. "Hanya teman tidur?"

‎‎Pertanyaan Gavin masih menggantung di udara, menekan keheningan di antara mereka.

‎‎Gisella terdiam mematung di depan pantulan cermin. Ia menarik napas panjang, berusaha menahan gejolak yang mengamuk di dadanya.

‎‎"Gavin..." suaranya pelan, nyaris berbisik. "Jangan persulit keadaanku saat ini. Kita sudah sepakat ini hanya sementara."

‎‎Gavin mengencangkan pelukannya dari belakang, kedua lengan melingkar erat di perutnya. Dagunya bertumpu lembut di bahu Gisella, napasnya menghangatkan kulit leher wanita itu.

‎‎"Tiga tahun, Gisella..." ucapnya rendah, penuh kepahitan yang tertahan. "Tiga tahun aku menunggumu di luar ikatan pernikahan itu. Aku mendampingimu saat dia lembur tanpa memedulikanmu. Saat dia bersikap dingin tak tersentuh. Saat kamu menangis sendirian karena dia tak pernah pulang ke rumah..."

‎‎Ia berhenti sejenak, menelan ludah.

‎‎"Kapan giliranku?"

‎‎Gisella memejamkan mata rapat-rapat, seakan ingin menutup diri dari segala kenyataan yang menyakitkan.

‎‎"Aku menikah demi urusan bisnis, Gavin. Orang tua kami yang menjodohkan kami. Awalnya aku berpikir... seiring berjalannya waktu, perasaan itu akan tumbuh di hatinya maupun di hatiku."

‎‎Ia berbalik perlahan, menatap wajah pria itu lekat-lekat.

‎‎"Tetapi hingga kini, hal itu tidak pernah terjadi."

‎‎"Lalu mengapa kamu masih mengejarnya?" Gavin menggenggam bahu Gisella dengan kedua tangannya, menatapnya tajam sekaligus penuh keprihatinan. "Lepaskan saja. Minta cerai. Kemudian bersamaku. Kita menikah, membangun kehidupan yang benar-benar milik kita sendiri."

‎‎Gisella menggeleng pelan, air mata mulai menggenang di pelupuk matanya. Telapak tangannya mengusap pipi Gavin dengan lembut, penuh penyesalan sekaligus kasih sayang yang terbagi.

‎‎"Bukan sesederhana itu..." suaranya bergetar. "Aku mencintai Reynand. Bodoh, bukan? Aku tahu dia tidak pernah mencintaiku. Tetapi selama tiga tahun ini... seluruh hatiku telah kuberikan padanya."

‎‎Gavin menatapnya, perih menyelinap di sorot matanya. Ia melepaskan genggamannya, lalu mundur selangkah seakan terhuyung.

‎‎"Dan aku?" tanyanya lirih. "Apa keberadaanku selama ini hanyalah pelarian bagimu? Sekedar tempat bersandar saat kamu terluka?"

‎‎Gisella menggeleng kuat, air mata akhirnya menetes membasahi pipinya.

‎‎"Tidak... kamu jauh lebih dari itu bagiku. Kamu cahaya yang menghiburku saat dia membiarkanku dalam kegelapan. Tapi..." Ia menunduk, mengepal kedua tangannya di dada. "Tapi perasaanku padanya... belum sanggup kulepaskan begitu saja."

‎‎Tanpa menunggu kata-kata balasan. Gisella berbalik perlahan, meraih tas tangan yang tergeletak di meja samping tempat tidur, lalu menyampirkannya di bahu.

‎‎Ia melangkah menuju pintu, membukanya dan melangkah keluar, menyisakan Gavin sendirian di ruangan yang mendadak terasa begitu sepi dan hampa.

-

-

-

Anindya berdiri dari tempat duduknya, lalu berjalan ke depan meja kerja Reynand. Perutnya sudah terasa lapar sejak pukul sebelas tadi, menuntut dipenuhi.

‎‎"Mohon izin, Pak... saya hendak pergi makan siang," ucapnya pelan, lalu berbalik dan melangkahkan ke arah pintu.

‎‎"Anindya."

‎‎Langkahnya terhenti seketika. Ia berbalik, wajahnya menyiratkan kebingungan. "Ya, Pak?"

‎‎Reynand menutup laptopnya perlahan. Raut wajahnya datar, tegas, sepenuhnya bersikap profesional.

‎‎"Makan siangmu di sini saja. Mulai saat ini," ucapnya tenang namun tak terbantahkan.

‎‎Alis Anindya bertaut. "Tapi, Pak—"

‎"Efisiensi," potong Reynand singkat. "Pukul satu siang ini akan diadakan rapat divisi hukum. Kamu yang akan mencatat notulensinya. Tidak ada waktu untuk keluar-masuk ruangan."

‎‎Ia menunjuk ke arah dua kotak makan siang yang telah tersusun rapi di meja kecil di sudut ruangan.

‎‎"Duduklah."

‎‎Anindya mengangguk, meski gerakannya terasa kaku. "Baik, Pak."

‎‎Belum sempat ia duduk di sofa, pintu ruangan itu dibuka dari luar. Gisella berdiri di ambang pintu, pandangannya langsung tertuju pada Anindya yang masih berdiri, lalu menyapu seluruh ruangan, hingga akhirnya tertuju pada meja kerja kecil yang kini berdiri tak jauh dari tempat suaminya.

‎‎"Ini apa maksudnya, Reynand?!" suaranya meninggi, penuh kemarahan yang tak lagi disembunyikan. "Kenapa meja sekretarismu ada di dalam ruangan? Apakah tidak ada ruang lain yang layak baginya di luar?!"

-

-

-

Bersambung...

1
〈⎳ FT. Zira
erai kan gak harus kedua belah pihak setuju
〈⎳ FT. Zira
ancamanya aja yg gak efisien🤧
〈⎳ FT. Zira
sebutannya tetep pelakor ya walau mereka saling suka dan terjebak keadaan.. mulut netizen kan emng paling bener🤧🤧
〈⎳ FT. Zira
Rey sih gak bakal mundur nin
Bunda HB
bu lady yg trhormat ank mu tdr dgn pria lain yg bernama Gavin .di namakan istri gatal...makanya di cerai sama suami nya 😅😅
🔥Violetta🔥: Astaga 🤣🤣 lady Gaga 🤭🤣✌️
total 1 replies
Fay
Kutunggu lanjutannya thor biar semangat ku kasi vote deh💪💪
🔥Violetta🔥: Wah terimakasih banyak kakak 🙏😘
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
ehh... gak bisa komen.. lagi revisi katanya🤧🤧🤧
〈⎳ FT. Zira
dirimu punya hak apa nglarang, suami bukan/Slight//Slight/
〈⎳ FT. Zira
anakmu yg nyosor duluan loh nyonyaaa
〈⎳ FT. Zira
sengaja banget ngasih terapi jantung yak🤧
🍓ADIRA🍓
Ayooo cari tau Rey... 🧐
🍓ADIRA🍓
sepertinya si binik sama kekasih gelapnya 😂😂😂
🍓ADIRA🍓
yg salah y statusnya Reynand 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
MBOK YA JANGAN LANGSUNG PLAK TOH BUK 😎 TANYA DULU BAEK-BAEK GTU LOH 😠
🍓ADIRA🍓
iya iya yg lgi lope lope dah /Heart/🤣🤣
🍓ADIRA🍓
Terbawa perasaan sesaat??? plis deh ya buk 😎 Reynand itu bukan anak 17 tahun lagi loh 🙂‍↔️🙂‍↔️🙂‍↔️
🍓ADIRA🍓
maap sya klarifikasi y nyonya... anakmu itu loh yg demen ambil kesempatan dalam kesempitan dluan 😂😂😂🤣🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
kwkwkwk calon besan tak boleh galak^ loh NyoMar 😂😂😂
kymlove...
beresin dulu aja ray hubungan mu sama gisella... cari taulah tentang gisella biar kamu tau keburukkan gisella, jadi jika beneran cerai km punya alasan yg kuat. untuk menggugat... biar semua tidak menyalahkan anindya jadi pihak ketiga terus...
kymlove...
hadeh.... udah ketebak pasti bakalan nyalahin nindya.... tapi ibuuuu..... kalau nindya pergi siapa. yang bakalan nanggung pengobatan mu!!!! mbok ya tolong jangan cuma lihat jeleknya aja!!! emang anak ibuuu jg mau terjebak sm. suami orang!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!