Sequel Menikahi Sopir Kaya
Namanya Cantika, tetapi tak seperti penampilannya yang jauh dari kata cantik.
Keseharian Cantika bekerja sebagai asisten rumah tangga di keluarga yang memiliki dua orang Tuan Muda, yaitu Mr. Culun dan Mr. Perfect.
Akankah di masa depan Cantika mengalami keberuntungan yang tak pernah ia mimpikan sebelumnya? Atau kehidupannya tak akan pernah lepas dari hinaan orang-orang kepada dirinya yang jelek, miskin dan culun?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Sukendar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akhir dari Tamara
"Maaf, aku tidak sengaja menyakiti mu. Ayo temani aku menonton acara reality show favorit ku! Dari iklan yang beredar tadi siang, acara kali ini akan membahas tentang video antara Mr. Perfect dan Tamara."
Cantika sama sekali tidak tertarik dengan ajakan Hera dan pura-pura menguap, "Aku sudah mengantuk dan ingin tidur, Hera. Kamu nonton sendirian saja ya!" Cantika menolak secara halus.
"Ayolah sebentar saja, Cantika!"
Melihat Hera memelas kepadanya, Cantika merasa tidak enak hati dan akhirnya menerima ajakan Hera.
"Baiklah, tapi aku tidak berjanji akan menontonnya sampai selesai dan akan pergi tidur jika aku sudah sangat mengantuk."
Mereka mulai menyaksikan acara reality show yang saat ini sedang menayangkan wawancara bersama Tamara. Hera menyimaknya dengan serius dan sesekali mengumpat kesal kepada Tamara. Sedangkan Cantika benar-benar merasa bosan dan berharap acara itu segera berakhir.
Setelah hampir satu jam Cantika menemani Hera, kali ini Cantika benar-benar sudah merasakan kantuk dan meminta izin kepada Hera untuk kembali ke kamarnya.
"Hera, aku sudah sangat mengantuk, bolehkah aku kembali ke kamar ku?" Ucap Cantika sambil menguap dan kondisi matanya yang berair dan merah karena menahan kantuk.
"Sebentar lagi Cantika! Pembawa acaranya bilang akan menyangkan video itu dan kita akan mendengar penjelasan Tamara tentang akhir video yang sengaja ia potong. Bukankah kau juga merasa penasaran?" Hera meminta Cantika untuk tinggal dan menyaksikan acara itu sampai akhir.
"Penasaran? Untuk apa aku mengurusi kehidupan percintaan orang lain? Apalagi percintaan laki-laki mesum seperti nya!" Umpat Cantika dalam hati.
"Ayolah Cantika, aku janji, setelah acara ini berakhir aku akan memberikan uang yang berhasil aku pinjam dari Bu Ratih untuk mu."
Mata Cantika berbinar dan rasa kantuknya seketika hilang ketika mendengar Hera telah berhasil mencarikan pinjaman untuknya.
"Cantika lihatlah!" Seru Hera.
Cantika yang memang tidak terlalu serius menonton, bertanya, "Ada apa lagi? Apa kau tidak bisa menonton tanpa terus mengoceh? Ayolah kita akhiri saja! Lagi pula kita telah menonton video itu sebelumnya." Protes Cantika.
"Ini berbeda! Coba kau lihat! Video ini sepertinya di ambil dari sisi yang berbeda."
Cantika kembali menyaksikan tayangan itu, dan ia membenarkan apa yang baru saja dikatakan oleh Hera. Meskipun dalam video itu tetap menampilkan kegiatan berkencan antara Thoriq dan Tamara, tetapi sangat berbeda dari apa yang pernah ia lihat terakhir kali bersama Hera.
"Hahaha...Dasar wanita murahan! Mati kau sekarang!" Umpat Hera ketika melihat akhir dari tayangan video itu dan menyaksikan sendiri bagaimana Tamara telah di permalukan.
Berbeda dengan Hera, Cantika menahan keterkejutan nya dengn menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.
"Apa aku bilang? Mr. Perfect tidak mungkin mau menjadikan wanita murhan itu sebagai kekasihnya! Ternyata ia hanya di jebak dan sekarang, rasakan pembalasan yang dia terima!" Hera merasa lega dan puas setelah mengetahui kebenarannya.
"Tamara yang malang...kasian sekali dia..!" Gumam Cantika.
"Hera, kenapa kau tampak bahagia sekali? Bukankah sebagai sesama wanita harusnya kita merasa kasian terhadap Tamara. Dia pasti sangat malu dan bisa saja setelah dipermalukan seperti ini Tamara berniat untuk bunuh diri. Apa kau sama sekali tidak merasa iba kepadanya?"
Hera mengerutkan dahi, tak mengerti dengan jalan pikiran Cantika. "Tentu saja aku bahagia, karena Tamara memang pantas dipermalukan setelah dirinya melakukan yang sama terhadap Mr. Perfect. Dan aku rasa, semua wanita di dunia saat ini sedang berbahagia sama seperti ku."
'Seluruh wanita di dunia? Hera pikir aku apa? Alien?' Batin Cantika.
***
Setelah semua orang dikejutkan dengan acara reality show tadi malam, pagi ini mereka di kejutkan dengan berita kematian Tamara.
Tamara di kabarkan meninggal dunia karena bunuh diri dengan melompat dari gedung Apartemen miliknya tadi malam setelah selesai menghadiri undangan wawancara di televisi. Para pemburu berita yang memang menunggu Tamara menyelesaikan acara siaran langsungnya, ketika itu merasa kecewa karena Tamara membatalkan janjinya untuk melakukan konferensi pers.
Bagaimana tidak, Tamara yang telah dipermalukan, tidak mungkin sanggup menampakkan diri di depan para media yang telah mengetahui kebenaran nya, jika Tamara tetap melakukan konferensi pers itu, sama saja ia sedang mencoba mempermalukan dirinya dua kali, karena para wartawan itu tentu tidak akan lagi percaya dengan omong kosong nya.
Siapa yang menyangka, para pemburu berita yang mengikuti Tamara sampai ke Apartemen miliknya, di kejutkan dengan sebuah kejadian yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.
Seorang wartawan yang sejak awal menyorot unit Apartemen milik Tamara dari kejauhan, melihat Tamara sedang berdiri dan berada di ujung pagar Apartemen, seperti hendak melompat dengan jarak yang cukup tinggi, karena Apartemen milik Tamara terletak di salah satu lantai teratas.
Wartawan wanita itu menjerit dan tidak bisa berbuat apa-apa ketika Tamara mulai melompat dan jatuh dari ketinggian. Ia segera berlari untuk menemui petugas keamanan disana dan memeriksa kejadian yang baru saja ia lihat.
"Pak, ada seseorang yang melompat dari atas, tolong Anda periksa!" Ucap wartawan kepada petugas keamanan.
Petugas keamanan itu terkejut dan segera berlari untuk memeriksa tempat yang dimaksud.
Di tempat itu, mereka menemukan tubuh Tamara yang sudah tergeletak tak bernyawa dengan mata melotot dan kepala bersimbah darah. Wartawan wanita itu sempat histeris dan langsung di amankan oleh rekan kerjanya.
Pawa awak media yang lain dengan cepat berkerumun dan mengambil gambar Tamara yang sudah tewas mengenaskan.
Perasaan jijik mereka sebelumnya, saat ini berubah menjadi perasaan iba ketika melihat mata jenazah Tamara yang terbuka dan mengisyaratkan kesedihan dan kemarahan.
"Kasian sekali dia!"
"Sungguh tragis nasib Tamara yang selama ini memiliki karir cemerlang."
"Tamara... Siapa sangka dia akan berakhir mati mengenaskan."
Begitulah obrolan orang-orang yang saat ini berada di sekitar tubuh Tamara, sebelum akhirnya mereka semua di bubarkan oleh polisi yang baru saja tiba untuk memeriksa tempat kejadian kematian Tamara.
.
.
.
.
.
Hera yang mengetahui berita kematian Tamara, segera mencari Cantika untuk memberitahukan nya.
"Bagaima bisa perkataan Cantika menjadi kenyataan? Aku masih ingat betul, tadi malam Cantika mengatakan kemungkinan Tamara akan mencoba bunuh diri setelah dipermalukan dalam acara itu." Gumam Hera.
"Ran, apa kau melihat Cantika?" Tanya Hera kepada salah satu teman pelayan nya.
"Cantika sudah pergi ke rumah utama." Jawab Rani salah satu pelayan disana.
"Saat ini, Cantika pasti sedang berada di kamar Mr. Perfect. Apa mereka sudah mengetahui berita pagi ini?" Gumam Hera.
Rasanya Hera ingin sekali berlari ke kamar Thoriq dan memastikan mereka berdua telah mengetahui kematian Tamara. Hera membayang, Cantika sudah pasti terkejut, tetapi bagaimana dengan reaksi Mr. Perfect setelah mengetahui Tamara mati bunuh diri. Jika saja tempat itu bukan merupakan tempat terlarang baginya, sudah pasti Hera akan melakukan keinginan nya itu.
***
Bersambung...
semangat author nulisy 🌹🌹🌹🌹