Indonesia
NovelToon NovelToon
Cinta Yang Tak Utuh

Cinta Yang Tak Utuh

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Cerai / Keluarga & Kasih Sayang / Poligami / Tamat
Popularitas:847.2k
Nilai: 5
Nama Author: Freya Alana

Kehidupan perkawinan Thoriq Aditya dan Qiara Anjani terusik karena kehadiran Hanna Adinda.

Akankah Qiara sanggup bertahan?
Apakah Thoriq tetap menjadikan Qiara cinta sejatinya?
Sanggupkah Hanna merebut cinta Thoriq?

Kehadiran orang ketiga telah merusak cinta dan asa.

Asa yang terurai dan cinta yang tak lagi utuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Freya Alana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lembaran Baru Tanpamu

Pagi-pagi Qiara sudah bersiap. Sengaja ia berencana berangkat lebih pagi untuk sarapan di sebuah kafe yang direkomendasikan oleh Stephanie.

Setelah itu ia akan naik bis ke pusat kota dan mencari kantor interior designer milik Mario.

Ia masuk ke kedai, aroma roti yang baru selesai dipanggang memenuhi seluruh ruangan, bercampur dengan wangi kopi yang mengunggah.

“Kamu nggak boleh pesan kopi. Sapa pelayan dari balik meja saji.”

“Hai! Dan boleh kasih tau saya kenapa nggak boleh pesan kopi?”

“Tidak baik buat itu, baby kecil di perutmu.” Pria tampan bermata biru bertubuh jangkung itu mengambil mug dan mengisi dengan teh hangat.

“Kok kamu tahu aku hamil? Emang sudah kelihatan?”

Tiba-tiba Stephanie muncul dari dalam dapur.

“Aah good morning my dear Qiara. Semalam bisa tidur enak?” Stephanie menyapanya dengan ramah.

“Alhamdulillaah. Nyenyak banget, Steph. Jadi, ini kafe punya kamu?”

“Nope! Punya anak bungsuku yang nakal ini. Namanya Jeremy. Ku sekolahkan tinggi-tinggi jadi programmer, malah memilih jadi tukang bikin kue.”

Pria bernama Jeremy itu tertawa lebar mendengar sungutan ibunya.

“One delicous chocolate croissant for the lovely lady,” ujarnya sambil memberikan piring berisi croissant coklat yang gemuk menggoda.

“Thanks, aku duduk di sana, ya,” jawab Qiara sambil mengambil piring dan mug.

“No no. For you, there’s a special seat. Here …” Jeremy mengantarkan Qiara ke meja di samping jendela.

“Dari sini kamu bisa melihat pusat kota di sebelah sana dan perbukitan di arah sebaliknya. Enjoy the view with the best croissant in town.” Jeremy meninggalkannya untuk menyapa pelanggan yang baru masuk.

Sambil menikmati sarapan, Qiara membuka portfolio proyek-proyek yang pernah dan masih dikerjakan. Ia merancang punch-line di setiap karyanya yang bisa membuat Mario terkesan.

Qiara berhenti ketika ia membuka sebuah file yang berisi proyek yang membuatnya bertemu Thoriq. Sebuah lounge hotel di bilangan Sudirman. Tangannya mengklik file berisi foto-foto. Wanita itu terhenyak melihat foto semua pekerja termasuk dirinya dan Thoriq.

Ia merasa Thoriq sebagai kepala proyek selalu ingin dekat dengannya. Ia pun diam-diam menaruh hati pada pemimpin proyek berwajah tampan itu. Tidak seperti pemimpik proyek lainnya, kulit Thoriq nampak putih bersih, matanya menenangkan, hidung mancung, dagunya sedikit terbelah.

Tanpa sadar Qiara meraba layar menyentuh wajah Thoriq yang tergambar di sana.

“So that’s the guy.” Qiara terjingkat tanpa sadar Stephanie sudah berdiri di belakangnya.

Qiara mengangguk.

“Yup, laki-laki yang sudah membuatku jatuh cinta setengah mati namun juga menghancurkan hatiku hingga berkeping-keping. Ayah dari anak di kandunganku.”

“Maju selangkah demi selangkah, Dear. Kenangan akan selalu datang, yang penting hatimu harus selalu kuat. Kamu cantik, masih muda. Kebaikan terpancar dari wajahmu. Raih apa yang bisa kauraih, lepaskan yang harus kau lepaskan. Termasuk dia.” Kini Stephanie duduk di hadapan Qiara.

Qiara mengangguk sambil tersenyum.

“By the way, croissant Jeremy ini luar biasa loh, coklatnya meleleh tapi tidak terlalu cair.”

“Ssh jangan keras-keras. Aku tidak mau dia besar kepala. Ia melepaskan pekerjaan dengan gaji puluhan ribu dollar untuk menjadi tukang masak,” Stephanie menatap kesal pada anaknya yang kini sedang melayani pelanggan di meja saji.

“He’s good at it,” balas Qiara sambil menyeruput teh hangat.

“Kamu harus coba osso bucco buatannya. Ah, bahkan orang Italia pun kalah. Sabtu malam datanglah ke sini jika kamu tidak sibuk. Menu itu akan jadi menu spesial.”

“In syaa Allah, I will.” Qiara bangkit sambil mengucapkan terima kasih. Ia berjalan menuju counter untuk membayar.

“So, ibuku pasti sudah bercerita pekerjaan dengan gaji ribuan dollar yang kulepaskan untuk jadi tukang masak?”

“Dan osso bucco,” gelak Qiara. Keduanya tertawa. Qiara menyerahkan beberapa lembar uang untuk membayar.

“Thanks, apa roti-roti ini ada sampai malam? Aku mau membelinya untuk sarapan besok pagi,” tanya Qiara sambil bersiap untuk berangkat ke pusat kota.

“Ah, kamu membuat hatiku sedih, kuberi meja terbaik, malah kamu ingin membeli untuk di take-away?”

Qiara tersenyum lebar, ia sudah merencanakan sarapan di depan jendela besar di apartemennya, menikmati pemandangan pagi hari.

“Jangan khawatir, nanti malam aku akan gantung di pintu apartemenmu roti-roti terenak buatanku.”

“Berapa aku harus membayar?”

“Kali ini kutraktir. Jangan GR, lain kali aku akan menagihmu. Sekarang berangkatlah, bis nomor 32 akan segera lewat. Turun di pemberhentian ke 5, itu di pusat kota. Kamu akan ke kantor Mario, kan?”

“Kamu kenal Mario?” Qiara mengernyit.

“Marianne pernah tinggal di rumah ibuku waktu kuliah. Yaah dia dan Mario, you know …” Jeremy menaik turunkan alis dengan tampang jahil.

“Kalau kau merasa sendiri, datanglah ke kafe ini. Stephanie selalu mengundang teman-temannya untuk nongkrong di sini. Kamu akan banyak dapat kisah. Sudah, berangkat sana kalau tidak mau ketinggalan bus,” sambung laki-laki itu lagi sembari berlalu untuk melayani pelanggan lain.

Qiara menggelengkan kepala sambil membatin, “Bukannya dia yang dari tadi ngajak ngomong.”

Sambil berjalan ke luar kafe, Qiara melambai ke Stephanie yang sudah asik mengobrol dengan pelanggan.

Sepasang mata mengikuti Qiara.

“Dia masih istri orang Jer,” gumam Jeremy menghapus harapan yang tiba-tiba menyembul di hatinya.

***

“Ah you must be Qiara, nice to meet you. Marianne has told me many good things about you,” sapa laki-laki bernama Mario.

(Kamu pasti Qiara. Senang berkenalan denganmu. Marianne banyak menceritakan hal baik tentang kamu.)

Qiara mengangguk dan membalas, “Thank you for your time, Sir.”

(Terima kasih atas waktu yang Anda berikan, Tuan.)

“Please, panggil saya Mario. Sebentar saya panggil Julia, istri saya. Kami membangun kantor ini bersama.”

Mario mempersilakan Qiara masuk ke ruang meeting. Qiara langsung jatuh cinta dengan kantor interior desain milik Mario dan Julia. Desain modern dan klasik menyatu dengan indah. Mario menempatkan perabot yang simple dengan garis-garis lurus, namun mempertahankan profil bata-bata tua di seluruh dinding ruangan.

MJ interior design telah menangani klien-klien di Australia, Indonesia, Inggris, Dubai. Menjadi bagian dari perusahaan ini akan memberi kesempatan bagi Qiara untuk mengerjakan proyek-proyek raksasa.

“Duduklah, Julia akan segera kemari.”

Qiara menyiapkan tabletnya membuka file-file yang akan ia tampilkan.

Seorang wanita hamil berambut coklat masuk ke ruangan. Wajahnya terlihat segar, padahal terlihat kehamilannya sudah cukup besar.

“Hi! Aku Julia, Marianne sudah banyak cerita hal bagus tentang kamu. Yuk kita mulai.”

Qiara langsung menyukai Julia yang nampak tegas namun tetap ramah.

Tanpa membuang waktu, Qiara menampilkan semua proyek yang pernah ia kerjakan dan masih berlangsung. Gayanya yang lugas dan ceria membuat Mario dan Julia terbawa masuk ke dalam sensasi setiap ruangan yang didesain oleh Qiara.

Kurang lebih satu jam mereka mendengarkan Qiara dan berdiskusi mengenai banyak hal. Mario ingin masuk ke hotel-hotel di Bali. Mereka melihat Qiara bisa menangani klien-klien di Indonesia.

Menyembunyikan rasa panik karena tidak ingin kembali ke Indonesia dalam waktu dekat, Qiara menjawab diplomatis, “Saya rasa, Indonesia perlu trend baru untuk interior design, sementara saya … saya bisa membawa sentuhan etnik Indonesia ke proyek-proyek di Melbourne.”

Mario nampak berpikir. “Kamu benar. Well, terima kasih sudah datang. Secepatnya kami akan memberi kabar.”

Setelah mengucapkan terima kasih pada Mario dan Julia, Qiara segera berangkat untuk bertemu klien lain sesuai perintah Marianne yang masih menjadi atasannya.

Qiara melihat jam tangannya. Sudah menjelang makan siang, janjinya masih pukul satu siang. Perutnya mulai lapar.

“Sayang, kamu bikin Buna gampang laper, nih. Kita makan di McD dulu ya, nanti malam baru Buna masak makanan yang bener buat kita.”

Qiara memesan makanan standar, ia harus pandai mengirit jika ingin bertahan di kota yang terkenal mahal ini. Setelah kenyang, ia berjalan menuju alamat yang diberikan sekretaris Marianne.

Melihat jarak yang cukup jauh dari aplikasi map, Qiara mengganti sepatu flat yang dipakainya dengan sepatu kets.

“Ah begini lebih nyaman,” gumamnya puas. Wanita yang sedang hamil muda itu berjalan perlahan, sesekali mengusap perut bawahnya yang kadang terasa nyeri.

“Kuat, ya Nak. Biar Buna kerja dulu.”

Setelah tiga puluh menit berjalan, Qiara tiba di gedung perkantoran kliennya. Setelah melapor pada petugas, ia segera naik untuk bertemu dengan pemilik hotel.

Mereka berdiskusi membicarakan rencana tata ruang yang cocok untuk hotel-hotel mereka di beberapa kota di Australia. Qiara melemparkan ide-ide segar, sesekali menggambar pada tablet untuk memberikan pandangan pada klien-kliennya.

Tak terasa hari sudah menjelang sore. Pemilik hotel menyudahi pertemuan mereka walau masih banyak rencana yang perlu dibicarakan. Qiara berjanji akan menyerahkan rancangan secepatnya dan melakukan presentasi di hadapan pemilik hotel.

Keluar dari gedung perkantoran, Qiara menatap jalan yang harus dilalui menuju halte bis. Setelah kembali mengganti sepatu flat dengan sepatu kets, wanita berbadan dua itu berjalan perlahan selama tiga puluh menit untuk menaiki bus ke arah rumahnya selama empat puluh menit.

Setibanya di apartemen, Qiara merasa pegal seluruh tubuh. Pinggangnya terasa mau patah, jari-jari kakinya seolah menjerit. Ia memandang apartemennya yang sepi.

“Just you and me, kiddo. Kita bisa.”

Wanita itu duduk menyelonjorkan kaki di sofa. Dalam hitungan menit, ia sudah tertidur pulas, tanpa menyadari seseorang mengetuk pintu lalu menggantungkan tas berisi aneka croissant dan roti tawar.

***

Thoriq duduk lesu di ruang kerjanya. Hari ini ia kembali mendapat teguran keras dari atasannya karena tidak fokus bekerja.

Selain memikirkan Qiara, ia harus menuruti permintaan Hanna untuk mengusap punggung wanita hamil itu sampai tertidur.

Hanna akan bangun jika Thoriq jatuh tertidur karena kelelahan dan kembali meminta suaminya mengusap-usap punggungnya. Ia tidak peduli jika suaminya seharian telah bekerja keras.

“Maaf Pak Thoriq, ada yang mengantarkan ini.” Seorang karyawan meletakkan amplop di mejanya.

Netranya memburam ketika membaca kop yang tertera di amplop putih tersebut: Pengadilan Agama Jakarta Selatan.

***

1
pipi gemoy
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼
👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼
🙏🏼
freya alana: Makasi kakanya. Sila mampir di karyaku yang lain yaaaa.
total 1 replies
Kyla Kyla
khasihan qiara coba temukan thoriq thor
Kyla Kyla
udah pisah aja thoriq sejak awal rumah tangga udah edk sehat kok di pertahankan
Kyla Kyla
nikmati aja hidupmu thoriq, itu karma dari Qia.jadi laki itu yg tegas mau aja di njak sama istri
Kyla Kyla
coba di kasih tahu ke thoriq kalau qia hamil biar thoriq tamah stres thor
Kyla Kyla
keputusan yang tepat
Kyla Kyla
dasar ular berkepala dua
Kyla Kyla
dasar wanita licik
Kyla Kyla
kalau memaksakan cinta kamu sekit sendiri hana paling bahagianya hanya sementra
Kyla Kyla
grigitan sama hana pisahkan aja pisahkan aja hana sama thoriq
Kyla Kyla
tingalin qia saiganmu teelalu licik baik di luarnya aja
freya alana: Hai2 makasi udah baca tulisanku yaaa
total 1 replies
freya alana
Makasi kak …
pipi gemoy
betul Umar Radhiyallahu Anhu
Sri Darmayanti
Allah tidak akan memberikan ujian diluar kemampuan manusia yg diuji

keep strong Qiara

ujian Hanna Stella.. work..... sabarrrrrQi
freya alana: 🌹🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
pipi gemoy
🌹🙏
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
pipi gemoy
👍👍👍👍👍🌹🙏
vote Thor ✌️
pipi gemoy
😂😂😂😂😂😂😂👻
Sri Darmayanti
merebut laki orang .
pipi gemoy
good karakter Devan🌹👍
Jolanda Lengkey
bissmillah..mbak qiara yg kuat ya/Drool/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!