Keinginan Novi Isnaini hanyalah hidup kaya raya lalu menikah dan bahagia itulah sebabnya sepanjang hidupnya dia hanya fokus bekerja.
Siapa sangka setelah dia naik jabatan dan sukses justru yang datang di kehidupannya bukanlah pria yang akan melamarnya namun pria yang akan mencabut nyawanya.
Dia bahkan belum sempat menikmati hasil jerih payahnya setelah naik jabatan namun kini dia hanya diberi waktu seratus hari untuk hidup.
Disaat dia merasa frustasi tiba tiba seorang wanita cantik yang mengaku dirinya peramal mengatakan bahwa ia bisa hidup lebih lama lagi jika bisa membuat malaikat maut itu jatuh cinta.
Selama hidupnya dia tidak percaya dengan ramalan, namun tidak ada salahnya mencoba karena bisa jadi itu berhasil membuatnya tetap hidup sampai tua dan menikmati hasil jerih payahnya selama ini.
Apakah mungkin dia berhasil memikat hati malaikat maut?
.
.
Sedang dalam proses revisi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dNs nophely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ada yang Berubah
Novi terkejut melihat Hades menjilat es krim yang berasal dari bibirnya, tidak hanya itu Novi menjadi bingung dan tidak sanggup berkata kata lagi sampai sampai es krim yang dia pegang meleleh dan menetes ke bajunya.
Hades menghela napas lalu mengelap tetesan es krim yang menempel di baju Novi karena Novi hanya diam seperti patung.
Novi kaget saat tangan Hades menyentuh perutnya, padahal Hades hanya ingin mengelap eskrim yang menempel di bajunya.
Seketika itu pula Novi memegang tangan Hades dan membuat wajah mereka saling bertatapan.
”Lepaskan tanganku, aku mau mengelap eskrim yang menetes di bajumu.” ucap Hades datar.
Novi langsung melepas tangan Hades kemudian dia mengelap sendiri es krim yang menetes.
”Aku bisa sendiri.”
”Kamu itu kayak anak kecil, makan aja sampe netes begitu.”
”Ini semua gara gara kamu.”
”Kenapa aku?”
Ya karena kamu buat aku salah tingkah.
Ingin rasanya Novi mengatakan itu, namun hal itu pasti tidak akan dimengerti oleh makhluk paling gak peka yang ada di muka bumi ini.
”Udahlah gausah dibahas, nih makan es krimnya.”
Novi memberikan es krim yang masih ada ditangannya kepada Hades, karena Hades terlihat menyukai eskrim itu. Lagipula Novi sudah tidak ingin makan es krim.
”Gak usah, aku gak suka makan es krim.”
”Tapi tadi kau bilang enak.” tanya Novi bingung.
”Enak karena sisa kau makan.”
Lagi lagi makhluk ini mengatakan hal yang membuat orang salah tingkah, karena merasa di permainkan terus maka Novi mencubit pinggang Hades namun Hades tidak merasakan sakit sama sekali.
”Kenapa kau mencubit ku si.” omel Hades.
”Hari ini kamu menyebalkan, membuat orang salting terus.”
”Salting itu apa?” tanya Hades dengan wajah datar.
Bodoh sekali Novi yang melupakan bahwa Hades pasti tidak akan mengerti istilah semacam itu.
”Udahlah gak usah dibahas.”
Novi diam sambil melihat seorang anak perempuan berusia sekitar lima tahunan yang sedang memegang balon sambil di gendong ayahnya dan disampingnya ada ibunya yang menemani. Mereka tampak sangat bahagia sambil berjalan menuju wahana permainan anak.
Novi tersenyum melihat kebahagiaan itu, dan hal itu membuat Hades bertanya tanya.
”Kau kenapa tersenyum melihat mereka?” tanya Hades.
”Aku hanya senang saja melihat anak kecil bisa bahagia menikmati masa kecilnya bersama keluarga.”
”Apa kau merasa sedih karena masa kecilmu tidak seperti itu?”
”Sudah kuduga kau pasti tahu mengenai masa kecilku.”
”Tidak semuanya hanya sebagian itu karena aku yang bertugas mengambil nyawamu, jadi aku tahu perjalanan hidupmu.”
”Kau benar, karena inilah aku merasa nyaman denganmu. Mungkin karena aku tidak perlu merasa sok kuat di depanmu.”
”Menurutku kau memang manusia yang kuat, aku sudah banyak melihat kisah hidup manusia lain namun aku merasa salut padamu karena kamu sama sekali tidak pernah menyerah. Saat ini saja kau terus mencari cara bertahan hidup meskipun kau tahu kapan hari kematianmu.”
”Aku bukannya manusia kuat, aku hanya terpaksa kuat.”
”Apapun itu, bagiku kau berbeda dengan manusia lain yang lebih memilih menyerah akan hidupnya yang sulit.”
”Kata katamu sungguh manis.”
Hades mengelus rambut Novi sambil tersenyum, lalu dia menarik tangan Novi dengan lembut untuk mengajaknya menaiki wahana yang lain.
”Kita mau kemana?” tanya Novi yang bingung karena di gandeng Hades.
”Kita akan masuk rumah hantu.”
Hades sangat manis, dia bahkan tahu bahwa dari kecil aku sangat ingin masuk wahana rumah hantu karena hanya bisa mendengar dari anak anak lain yang suka pamer.
Hades dan Novi masuk kedalam wahana rumah hantu, baru masuk beberapa langkah tiba tiba sebuah kepala tengkorak jatuh dari atas dan bergantung tepat di depan wajah Novi.
Hal itu membuat Novi terkejut dan berteriak ketakutan. Dia langsung saja memeluk Hades sambil membenamkan wajahnya ke dada Hades.
Entah mengapa Hades justru senang karena pelukan itu. Dia meminta Novi untuk tenang dan kembali berjalan.
Novi sama sekali tidak melepaskan tangan Hades. Dia terus menggandeng Hades selama berjalan masuk.
Setelah beberapa langkah tiba tiba muncul bayangan putih yang terbang, sontak saja Novi kembali ketakutan dan melompat ke pelukan Hades.
Lagi lagi Hades hanya tersenyum senang dipeluk oleh Novi.
”Kita keluar aja yuk, aku takut.” rengek Novi.
”Itu hanya patung, kalau kamu takut kamu bisa terus memejamkan matamu. Biar aku gendong kamu.”
Novi yang sedang ketakutan mengangguk dan menyetujui usul Hades, dia bahkan tidak mencurigai Hades sama sekali yang sedang modus.
Padahal Hades bisa dengan mudah langsung membawa Novi keluar namun dia sengaja mengusulkan itu demi bisa lebih lama bersama Novi.
Bagi Hades, Novi yang ketakutan sangatlah menggemaskan. Meski setiap saat dia memang sudah menggemaskan namun tetap saja Hades paling menyukai Novi yang menurut seperti ini.
Novi naik ke punggung Hades dan melingkarkan kedua lengannya di leher Hades, dia juga membenamkan wajahnya ke punggung Hades karena merasa takut dengan suara suara yang terdengar.
”Kau tidak perlu takut, ada aku disini.”
Ucapan Hades membuat Novi tenang dan tanpa sadar dia tertidur di punggung Hades.
Hades sudah membawa keluar Novi, dia tahu bahwa Novi tertidur di punggungnya namun entah kenapa dia ingin Novi lebih lama tidur di punggungnya.
Apa sebenarnya yang terjadi padaku? kenapa aku lemah di hadapan wanita ini? padahal dia hanyalah manusia lemah yang sebentar lagi akan tiada.
Setelah beberapa jam Novi terbangun, dia tersadar masih berada di punggung Hades yang sedang berjalan perlahan mengelilingi taman hiburan itu.
”Kita sudah keluar? kenapa kau tidak bangunkan aku. Sekarang kau bisa turunkan aku.” ucap Novi.
Hades menurunkan Novi dengan perlahan dan dia tidak menjawab sepatah katapun.
Novi merasa aneh melihat Hades yang diam seperti itu sehingga dia bertanya apa yang sebenarnya terjadi pada Hades.
”Kenapa kau diam saja? kau pasti kelelahan ya? makanya harusnya setelah kita keluar dari rumah hantu langsung saja bangunkan aku. Sekarang pasti kau kelelahan, ayo kita duduk dulu.”
Novi menarik tangan Hades kemudian memintanya duduk di bangku, Novi cemas dan hendak membeli sebotol air mineral.
Saat hendak pergi, Hades justru memegang tangan Novi kemudian kepalanya bersandar pada Novi yang sedang berdiri.
Hades membenamkan wajahnya di perut Novi dan melingkarkan tangannya agar memeluk Novi lebih erat.
Novi sangat terkejut dan berusaha melepaskan pelukan itu.
”Ada apa denganmu? lepaskan aku dulu.” ucap Novi perlahan.
Hades sama sekali tidak bergerak dari posisinya saat ini, dia hanya mengatakan bahwa dirinya ingin seperti ini sebentar saja.
Entah kenapa Novi tidak bisa menolak itu, meski dia bingung tapi dia sama sekali tidak membenci tindakan Hades itu.
Novi memeluk balik Hades dan mengusap kepalanya yang berada di depan perutnya itu.
”Kenapa kau terus membuatku salah paham.” gumam Novi.
...****************...