Indonesia
NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Tuan Bipolar

Terjebak Cinta Tuan Bipolar

Status: tamat
Genre:Romansa / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:820.3k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

"Kamu yakin mau nikah sama cowok gila kaya Seno?"

"Garis bawahi! Dia ngga gila, tapi dia ISTIMEWA!"

Sebentar-sebentar dia begitu energik dan bahagia, tapi kemudian dengan cepatnya ia merasa dirinya begitu ditimpa kemalangan dan depresi. Dia bukan gila, tapi terlampau istimewa. Si makhluk usil nan menyebalkan itu menjerat Della hingga masuk ke dalam jebakan cintanya.

"Seno, kamu mau ngapain?!"

"Aku cinta kamu Della, tapi aku ngga pantes dapetin kamu, kamu baik-baik saja. Sementara aku...."

"Seno! Della cinta sama Seno, ayo kita menikah!"

Follow IG : Thatha Chilli
Facebook : Thatha Chilli

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembali ke stelan awal

Meski memikirkan Seno, Della tak sampai nubruk-nubruk pengunjung lain kaya orang kesurupan. Ia hanya bingung, setelah ini apa yang harus ia lakukan.

"Teh Della Maharani?" cengirnya lebar menunjukkan senyum ramah meski wajah dilanda lelah, Della mengangguk, ia mengusap air matanya lalu naik ke atas motor bebek si ojol setelah menerima helm bogo dari tangan tua si bapak.

"Teteh sakit?" tanya mamang ojol melihat wajah murung Della yang roman-romannya kaya sakit parah, seharusnya ia tak perlu bertanya, semua orang tau termasuk dirinya, orang yang baru keluar dari rumah sakit pasti karena sakit, masa iya abis dangdutan.

"Engga," jawab Della, ternyata jawabannya melenceng dari perkiraan si mamang, harap maklum ia bukanlah cenayang apalagi gurunya Ki joko pinter. Oke! Dia tak akan bertanya lagi kalau begitu, demi kenyamanan sang penumpang, bisa-bisa Della memberinya bintang 1 di aplikasi.

Sepanjang perjalanan Della hanya menatap helm hitam si mamang, padahal helmnya ngga bagus-bagus amat, ngga kinclong-kinclong amat, lalu apa yang ia lihat disana? Wajah Seno, sehitam itu?!

"Pak, bisa saya ubah tujuan destinasinya ngga?" tanya Della.

"Boleh neng, kemana?"

"Kampus teknologi Bandung," si mamang ojol menepikan dulu sepeda motor bebeknya sampai Della berhasil mengubah tujuan destinasi.

"Udah pak,"

Ban motor yang hampir gundul itu berhenti di depan kampus kebangaan kota kembang, menurunkan seorang gadis cantik yang abis nangis dan kini matanya mulai kembali berkaca-kaca, sepertinya genangan air hujan di depan rumah pindah ke mata Della.

"Permisi, kenal sama Senopati Dewandra, anak fakultas business and management?" Della menghampiri beberapa mahasiswa disini untuk bertanya, hingga tiba ia pada segerombolan mahasiswa yang sedang duduk diantara kesejukan pepohonan kampus sambil menikmati cemilan.

"Sorry mau nanya," imbuh Della membuat mereka mendongak bahkan seorang mahasiswa yang sedang makan mie pun menghentikan seruputan mie-nya dan membiarkan mie itu menggelantung manja meneteskan kuahnya.

"Iya?"

"Kenal Senopati Dewandra, anak bussines and management?"

"Oh si Seno?! Ya kenal atuh, kalo jam segini dia lagi di gazzebo deket kantin bareng Ahyar! Kebetulan baru selesai matkul,"

"Oh, itu dimana ya?" tanya Della kembali.

"Dari sini lurus aja sampai ruang fakultas teknik. Terus belok ke kanan ada jajaran food court/kantin nah nanti ketemu masjid tinggal lurus aja!" balasnya menerangkan.

"Makasih," Della tersenyum sejuta pesona, bikin para pemuda gagal fokus. Mungkin salah satu dari mereka bakalan sukuran abis disenyumin gitu.

Rambut panjang yang bergelombang di sebagian surainya tersapu angin saat ia berjalan dengan langkah besar dan cepat. Terkadang helaian rambutnya menyapu bagian pundak yang terbuka karena model pakaian sabrina-nya.

Ia berjalan cepat, semakin dekat jarak yang ditempuhnya semakin dalam pula kesedihan yang dirasa. Kenapa rasa memiliki, sayang dan membutuhkan hadir jika sesuatu yang buruk sudah terjadi? Della mengikuti arah yang ditunjukkan oleh mahasiswa tadi.

Dari netra hitamnya kini Della dapat melihat seseorang yang tengah sibuk dengan laptop dan setumpuk kertas makalah milik satu prodi bersama Ahyar.

"Ini si Bams belum kayanya Sen, tadi ketemu dia bilang mau ambil dulu di tukang foto copyan, lagi di jilid dulu," ucap Ahyar.

Langkahnya semakin cepat seperti sedang diburu waktu dan kesedihan, "Seno!" panggilnya. Betapa tidak keduanya terkejut dan terdiam melihat sesosok gadis cantik yang kini malah menangis tak jelas di hadapan mereka.

"Della?" Seno bangkit, sementara Ahyar hanya celingukan kebingungan apa yang sedang terjadi.

Della menangis semakin kencang di depan Seno sampai-sampai dikira orang jika gadis ini baru saja kehilangan sesuatu yang berharga.

"Hey, kenapa?" diraihnya kedua bahu Della, gadis itu memeluk Seno refleks seperti akan ditinggal mati besok.

"Maafin aku," cetusnya. Kalimat ajaib itu pertama kalinya keluar dari mulut si cantik ini, padahal biasanya gadis ini terlampau susah untuk meminta maaf.

Seno kebingungan dengan sikap Della, "are you oke?"

"Engga," jawabnya.

"Kenapa? Siapa yang nyakitin kamu?" tanya nya sudah emosi duluan.

"Maafin aku Seno," ucapnya untuk kedua kali. Fix, gadis ini kerasukan jin taubat.

"Sen, kalo gitu gua cabut dulu ke kantin deh! Sok urus dulu aja," pekik Ahyar.

"Oke!" jawab Seno.

"Kamu laper Del?" Della menggeleng lalu mengurai pelukannya.

"Terus kenapa, jangan bikin Seno bingung. Kamu lagi pms, atau duit jajan kamu abis?" Della kembali menggeleng.

"Maafin Della yang selama ini ngga tau kondisi sakit kamu," kembali air matanya menganak sungai. Seno tersenyum nanar, ia membawa Della duduk di gazzebo menyingkirkan terlebih dahulu makalah-makalah milik teman-temannya.

"Duduk,"

"Kamu tau dari mama? Atau tante Gina?"

Della menatap Seno, "tau sendiri."

"Jadilah Della yang seperti biasanya, jadilah kodel yang nyebelin seperti biasanya. Anggaplah aku manusia normal dan sehat seperti biasanya, tanpa harus kamu merasa kasihan. Jangan tunjukkan rasa kasihanmu buat aku, Del. Karena itu akan menyakitiku--- Cuma kamu yang menganggap aku manusia sehat dan normal, sebagian orang menganggapku gila, sama seperti Yuan, semuanya menganggapku aneh."

"Kamu jangan ngomong kaya gitu!" bahkan kini suara Della sudah mencicit layaknya tikus karena menangis terisak dan sesenggukan dalam.

"Bagi aku kamu ya kamu! Senopati yang nyebelin, usil dan playboy!" Seno meraih kedua tangan Della yang telah ia gunakan untuk mengusap air mata sebelumnya, kini tak ada penolakan dari Della seperti biasanya.

"Aku cuma pingin kamu tau kalo aku sayang kamu, maaf kalo kenyataannya kamu harus disayangi sama cowok gangguan mental kaya aku," lanjut Seno, Della menggeleng cepat.

"Jangan ngomong gitu be go! Otak kamu otak udang apa gimana?! Mana ada playboy ngakuin keburukannya," ucapnya terbata di tengah isakan seraya memukul dada Seno.

"Jangan pernah bilang kalo kamu gila, ngga waras, atau gangguan mental! Della ngga suka!" pelotot gadis itu dengan mata memerahnya, tatapannya 11 12 sama nyai kunti lah.

"Kamu ngomong kaya gini karena kasian sama aku, atau ngerasa bersalah, atau cuma pengen bikin aku seneng aja?" tanya Seno.

"Aku cuma mau marah sama kamu, kenapa kamu ngga jujur sama aku!" sengak Della.

"Aku takut kamu menjauh kaya orang lain, aku akan kehilangan satu-satunya teman, sahabat, tetangga, dan mood boosterku," ucapnya menekankan kata terakhirnya.

"Semua orang jauhin Seno, karena mungkin mereka ngga tahan sama semua sikapku, tapi tidak dengan kamu. Aku cuma mau menjaga perasaan kamu, makanya sejak kejadian minggu itu aku menghindari kamu, takutnya aku lepas kontrol--"

"Engga--engga. Lampiaskan semuanya sama Della, biar Della tau separah apa tiap fase yang kamu jalani, gimana tersiksanya kamu, dan biar Della tau gimana caranya buat bangun mood kamu lagi," Seno tersenyum kecut, di satu sisi ia bahagia tapi di sisi lain ia hatinya terasa getir.

Pemuda itu meraih anak rambut Della dan membawanya ke belakang telinga gadis itu, "Seno sayang kamu, Del."

Della terkekeh kecil, "Della ngga ngerti apa yang Della rasain Sen, kamu tau sendiri Della ngga pernah pacaran." Keduanya saling menatap hangat dan romantis, tapi sejurus kemudian alis Seno berkerut, "kamu bolos?!"

"Iya," jawab Della polos.

Pletak!

Jidat Della digeplak dengan makalah tipis.

"OON!!! Gimana mau pinter kalo kamu dikit-dikit bolos?! Malu-maluin aku tau!" sengitnya.

Air muka Della berubah drastis, meski mata dan hidungnya merah-merah ia menatap tajam dan ketus, "kamu tuh, bisa ngga sih ngga usah ngerusak suasana?!" Della balik membalas menggeplak pa ha Seno dengan tanpa perasaan.

.

.

.

1
Sri Ariyanti
hu hu udah tamat aja.
yg pasti selalu suka karyamu othor
Maritanias
😘
YH
luar biasa👍
Be snowman
wkwke tuh kan 😭 ga kerasa udh tanat lagi aja 😭🤣 love u mas seno😍😍 syang Dela juga ♥️
Be snowman
akuuu balikkkkk lagiii thorrr 😍 kangen senoo 😭
zen
⭐⭐⭐⭐⭐
Kezia ayumi
😌 hmmm menarik
juwita
sarua atuh jeung uing teu bisa mawa nanaon kahiji beurat kudu mamawa motor atawa mobil kadua teu boga motor jeung mobil na oge🤣🤣🤣
Sri Wahyuni
lanjut dunk kak 🫰🫰🫰🫰🩷🩷🩷
Defvi Vlog
selalu suka karya mu t sin, the best pokoknya👍👍👍
Siti Nurnizawati
👍👍😍😍
disda
akhirnya bahagia
novel destiny
nikah ama temen gesrek sendiri vibes nya beda yaa 🤣🤣🤣🤣🤣
ieda1195
ini jangan2 masih keluarga Kertawijaja
novel destiny
duo sembrull
novel destiny
akhirnya sahh juga yaaa 😁😁
novel destiny
uluhhhh uluhhhhh senooo
novel destiny
gerabag gerubug yaa Dell 🤣🤣🤣
ristaaaa oteweehhh ahyar ga nih?
novel destiny
oteweee halall
novel destiny
tapi ikut saweran emang se effort itu 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!