Indonesia
NovelToon NovelToon
Aku Istrimu, Bukan Babu Mu

Aku Istrimu, Bukan Babu Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Wirly Pena

perkenalkan namaku Jasmine. Usiaku 34 tahun. aku sudah menikah dan mempunyai dua orang anak yang berusia 7 tahun dan 4 tahun. Kegiatanku hanya seorang Ibu rumah tangga.
Suamiku bekerja sebagai PNS di kelurahan desa.
Simak kisahku yang begitu berat aku jalani . Hanya karena ingin mendapatkan surga dari ridho suamiku.
Tapi ternyata aku tak lebih hanya dijadikan seorang babu berkedok istri.
Simak kisah lengkapku ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wirly Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Langkah pertama untuk bangkit

Jam dinding sudah menunjukkan pukul tujuh pagi.

Setelah memastikan suami Mbak Rima berangkat kerja, aku segera mengambil langkah menuju rumahnya. Sesampainya di depan rumah Mbak Rima, aku mengetuk pintu dan mengucapkan salam.

"Assalamualaikum,Mbak Rima."

Tak lama kemudian pintu terbuka.

"Walaikumsallam. Ayo masuk, Mbak. Aldi dan Aira masih belum bangun." Jawab Mbak Rima sambil tersenyum.

Aku pun masuk dan mengikuti langkah Mbak Rima menuju ruang tamu. Kami duduk berhadapan.

"Jadi gimana, Mbak? Sudah Mbak pikirkan belum langkah selanjutnya?" Tanya Mbak Rima.

Aku mengangguk, kemudian menceritakan rencanaku pagi ini.

" Hari ini aku berencana untuk mendatangi kantor Mas Rama, Mbak. Aku berniat untuk menemui atasannya. karena aku ingin mengetahui kebenaran mengenai masalah yang sedang menjerat suamiku." Jawabku.

" Semua terserah Mbak Jasmine. Bagaimanapun, keputusan ada di tangan Mbak sendiri. Aku akan selalu mendukungnya. Yang penting Mbak harus kuat dan tabah. Mbak jangan bertindak gegabah, jangan sampai karena Mbak tidak bisa mengendalikan emosi, Mbak melakukan sesuatu yang nantinya justru membuat Mbak sendiri disalahkan." Ucap Mbak Jasmine memberikan saran kepadaku.

" Iya, Mbak. Meskipun sebenarnya aku sudah tidak kuat, tapi aku harus memperjuangkan hak-hak kedua anak ku."

" Itu yang harus Mbak Jasmine ingat. Anak-anak membutuhkan Ibu yang kuat. Tapi bukan berarti Mbak tidak boleh menangis. Menangislah kalau memang ingin menangis, tapi setelah itu Mbak harus bangkit lagi."

Aku mengangguk mendengarkan ucapan Mbak Rima. Nasehat yang sederhana, namun sangat berarti bagiku.

"O,ya Mbak, sebenarnya aku ingin mencari pekerjaan. Aku sudah tidak mungkin terlalu berharap kepada Mas Rama. Aku ingin mempunyai penghasilan sendiri. Apakah Mbak Rima bisa membantuku mencarikan pekerjaan?" Tanya ku kepada Mbak Rima.

" Keahlian atau pengalaman apa yang Mbak Jasmine punya?"

" Aku minim pengalaman, Mbak. Selama ini aku hanya mengurus rumah, suami dan anak-anak. Tapi aku mau berusaha keras dan belajar sampai aku bisa." Jawabku.

"Kalau begitu, kenapa Mbak Jasmine tidak mencoba membuka usaha sendiri saja, pekerjaan yang tidak terikat dengan perusahaan." Ucap Mbak Rima memberikan saran.

" Tapi aku belum mempunyai modal, Mbak. Simpanan ku saat ini hanya cukup untuk bertahan hidup dengan anak-anak beberapa bulan kedepan."

" Mbak Jasmine jangan memikirkan hal itu. Yang terpenting, Mbak punya niat dan usaha dulu. Masalah modal, aku bisa membantu. Aku punya simpanan pribadi, Mbak Jasmine bisa memakainya dulu." Kata Mbak Rima.

" Jangan Mbak. Aku sudah terlalu banyak merepotkan Mbak Rima. Aku tidak mau terus menerus membebani Mbak Rima."

" Dengarkan aku dulu, Mbak. Jangan kira cuma-cuma, lho. Ada hitungannya. Jadi nantinya Mbak Jasmine juga bisa lebih semangat membangun usaha karena ada dana pribadiku di dalamnya." Ujar Mbak Rima sambil tersenyum.

Aku terdiam beberapa saat. Rasanya begitu terharu karena ada orang yang bukan keluargaku sendiri begitu tulus ingin membantuku.

" Apa sungguh tidak apa-apa, Mbak?" Tanyaku pelan.

" Tentu saja. Mbak Jasmine tidak perlu khawatir. Uang ini murni uang pribadiku sendiri." Jawab Mba Rima.

" Baiklah kalau begitu. Dana pribadi milik Mbak Rima aku pakai dulu. Tapi aku bingung harus memulai dari mana. Rencana aku ingin membuka warung makan. Karena itu adalah keahlianku saar ini, Mbak." Ucapku bingung.

" Mbak Jasmine tidak usah bingung. Hal pertama yang harua Mbak lakukan adalah menentukan konsep warungnya. Jangan asal buka, kita harus tau siapa targetnya. Setelah itu baru tentukan menunya. Pilih beberapa makanan yang memang bisa Mbak masak dengan enak. Untuk masalah lokasi, gampang. Aku punya teman yang rukonya sedang di sewakan. Jarak nya juga tidak terlalu jauh dari sini, sekitar 2 km saja. Lokasinya pun cukup strategis." Ujar Mbak Rima.

" Boleh juga, Mbak. Kalau begitu aku akan memikirkan konsep dan menu apa saja yang cocok untuk warungku nanti." Jawabku dengan mata berbinar.

" Nanti sore aku antar Mbak Jasmine menemui temanku pemilik ruko itu. Kita lihat tempatnya dulu. Kalau cocok, baru kita bicarakan harga sewanya."

" Iya, mbak. Terimakasih banyak. Aku tidak tahu jika tidak ada Mbak Rima nasibku akan bagaimana." Ucapku pelan.

" Sama-sama, Mbak. Disini aku hanya membukakan pintu. Yang harus berjalan melewatinya tetap Mbak Jasmine sendiri."

Di sela obrolanku bersama Mbak Rima, tiba-tiba terdengar suara kedua anakku.

" Mama....!!!!" Teriak mereka secara bersamaan.

Segera aku menoleh ke arah sumber suara. Aldi dan Aira langsung berlari menghampiriku. Aku memeluk mereka dengan erat. Rasanya begitu rindu dengan mereka.

" Mama, kenapa pergi nya lama sekali?" Tanya Aldi.

" Maafin Mama, Ya sayang. Mama pulangnya kemaleman, terus pas mau jemput Abang sama Adik ternyata sudah tidur. Ya sudah, karena Mama gak tega bangunin kalian, jadi Mama biarin kalian buat bobok di rumah Tante Rima. Mau kan Maafin Mama?" Ucap ku sambil memegang kedua tangan anak ku.

Mereka hanya mengangguk dengan senyum kecil mendengar ucapanku.

" Yasudah. Ayo sekarang pulang dulu. Kita mandi terus sarapan. Pamit dulu sama Tante Rima." Ucapku kepada Aldi dan Aira.

Mereka pun langsung menurut dan berpamitan kepada Mbak Rima.

" Mbak Rima. Aku pulang dulu, ya. Aku mau mandiin mereka dulu dan menyuapi sarapan. Terimakasih banyak ya mbak sudah menjaga mereka." Ujarku kepada Mbak Rima.

" Iya Mbak, sama-sama. Nanti kalau Mbak jasmine pergi lagi, mereka titipkan kesini lagi aja gak apa-apa, Mbak."

" Baik Mbak. aku pulang, ya Mbak. Assalamualaikum." Ucapku sambil menggandeng tangan kedua anak ku.

" Walaikumsallam." Jawab Mbak Rima mengantarkan kami sampai ke depan pintu.

Aku pun berjalan pulang bersama Aldi dan Aira. Aku akan segera memandikan mereka, lalu menyuapi mereka sarapan. Setelah itu ,aku akan menitipkannya lagi di rumah Mbak Rima. Karena rencana ku hari ini adalah pergi ke kantor Mas Rama untuk menemui atasannya.

...****************...

Terimakasih sudah membaca..

Jangan lupa follow, yaa 😘

1
partini
habis masuk lobang si jalang masuk lobang istri,,apa ga takut jas banyak penyakit takut kena penyakit kelamin
Wirly Pena: Ikuti terus episode selanjutnya ya kak 😄
total 1 replies
Anonim
Lemah banget jadi cewe ,
Wirly Pena: jangan lupa, ikutin terus ceritanya, ya kak ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!