[Bukan Novel Terjemahan] [Original Karya Penulis]
Seorang mahasiswa melakukan penelitian di hutan, saat dia merasuk lebih dalam ke jantung hutan, dia menemukan sebuah lubang hitam besar. Karena rasa penasaran dia mendekat ke arahnya. Namun, siapa sangka dia akan terseret ke dalam.
Seorang gadis yang dianggap terkenal lemah berencana bunuh diri saat tau akan menggantikan kakak tirinya untuk dinikahkan dengan pangeran yang terkenal gila di seluruh kekaisaran.
***
Bagaimana jika mahasiswa itu menggantikan sang gadis untuk menikah? Akankah mereka berdua bekerja sama untuk balas dendam karena kemiripan wajah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 20 : Siapa
Angin malam berembus kencang, menggoyang dahan-dahan pohon kering di halaman Istana Barat. Suasana di sekitar kompleks bangunan tua itu tampak sunyi, namun di balik kesunyian tersebut, ketegangan pekat merayap di setiap sudut ruangan.
Di dalam aula utama, Wang Yiche berdiri tegap di dekat jendela besar yang menghadap langsung ke gerbang utama. Kali ini, topeng besi perak kembali terpasang sempurna menutupi separuh wajahnya, mengembalikan aura dingin dan mengintimidasi yang menjadi ciri khasnya di mata orang luar. Di sampingnya, Fang Hua berdiri tenang dengan tangan bersedekap, mengawasi beberapa botol kecil berisi cairan kimia khusus yang telah ia susun rapi di atas meja kayu.
Luo Huanran mondar-mandir di dekat pintu dengan rasa cemas yang teramat sangat. Sesekali ia menggigit kuku jarinya, mendengarkan suara derap kaki kuda yang mulai terdengar samar-samar dari luar tembok benteng.
"Mereka... mereka benar-benar datang," bisik Luo Huanran dengan suara bergetar pelan, menghentikan langkahnya dan menatap Fang Hua penuh ketakutan. "Suara kuda itu... jumlahnya pasti puluhan orang. Pasukan hukuman kekaisaran atau pembunuh bayaran?"
Fang Hua menoleh sekilas, lalu melemparkan senyuman tipis untuk menenangkan gadis di hadapannya. "Tenanglah, Huanran. Sesuai perkiraan kita, Permaisuri tidak mungkin mengirim pasukan resmi istana secara terang-terangan karena itu akan memancing kecurigaan kaisar. Mereka pasti mengirim kelompok pembunuh bayaran elite berkedok pasukan pemberontak agar kematian pangeran terlihat seperti kecelakaan."
Benar saja. Tidak lama setelah ucapan itu meluncur, suara hantaman keras terdengar menggema dari arah gerbang utama.
Brak! Brak!
Pintu gerbang besi hitam yang sudah berkarat itu didobrak paksa dari luar hingga terbuka lebar. Belasan orang berbadan tegap mengenakan jubah hitam legam dan penutup wajah melompat masuk ke halaman utama secara bersamaan. Mereka bergerak lincah, membawa pedang terhunus tajam yang memantulkan cahaya obor dengan kilatan mematikan.
Para pembunuh bayaran elite itu langsung menyebar, mengepung aula utama tanpa bersuara. Mereka mengira target mereka sedang tidur lelap di dalam perangkap isolasi.
"Kepung seluruh bangunan!" bisik pemimpin kelompok pembunuh itu dengan suara serak yang dingin. "Jangan sisakan satu pun saksi hidup di tempat ini. Pangeran kelima harus mati malam ini juga!"
Di dalam aula, Wang Yiche mendengar setiap bisikan itu dengan jelas. Ia melirik sekilas ke arah Fang Hua, lalu mengangkat sebelah alisnya.
"Mereka sudah masuk ke halaman," ucap Wang Yiche tenang, tangannya perlahan bertumpu pada gagang pedang panjang di pinggangnya. "Apa rencana selanjutnya, Nona Strategi?"
Fang Hua menyunggingkan senyuman miring yang penuh percaya diri. Ia meraih sebuah tabung kaca kecil berisi serbuk khusus, lalu menyerahkannya kepada sang pangeran.
"Biarkan mereka masuk sampai ke teras depan," instruksi Fang Hua tegas. "Saat aku memberikan aba-aba, lemparkan serbuk ini tepat ke arah obor yang dibawa penjaga di depan pintu. Sisanya, biarkan sains yang menyelesaikan pekerjaan kotor ini."
Wang Yiche menerima tabung kecil itu. Meskipun ia tidak sepenuhnya mengerti apa arti kata 'sains' yang sering diucapkan oleh gadis di sampingnya, insting bertempurnya mempercayai setiap langkah yang disusun oleh Fang Hua.
Di luar ruangan, langkah kaki para pembunuh bayaran semakin mendekati pintu utama aula. Pemimpin pembunuh itu mengangkat tangannya, memberi aba-aba kepada anak buahnya untuk mendobrak pintu secara bersamaan.
Brak!
Pintu kayu tua aula utama terbuka paksa dengan hantaman keras. Para pembunuh bayaran itu langsung menyerbu masuk dengan pedang terhunus, siap menebas siapa saja yang berada di hadapan mereka.
Namun, sebelum mata mereka sempat menyesuaikan diri dengan cahaya di dalam ruangan, Fang Hua berteriak nyaring.
"Sekarang, Yang Mulia!"
Wang Yiche bergerak secepat kilat. Dengan lemparan akurat, ia melemparkan tabung kaca berisi serbuk khusus itu tepat ke arah obor bernyala yang dipegang oleh pemimpin pembunuh di dekat pintu.
Blargh!
Reaksi kimia terjadi seketika di udara begitu serbuk khusus itu bersentuhan langsung dengan api terbuka. Ledakan cahaya terang benderang disertai kepulan asap tebal berwarna kehijauan langsung memenuhi seluruh ruangan aula utama dalam sepersekian detik.
Para pembunuh bayaran itu langsung menjerit histeris. Asap kimia pekat itu menyerang indra penglihatan dan saluran pernapasan mereka secara brutal, membuat mata mereka perih luar biasa dan dada mereka terasa terbakar hebat. Keseimbangan mereka hancur seketika, membuat mereka jatuh bergelimpangan di lantai sambil mencakar-cakar wajah sendiri.
Luo Huanran membelalakkan matanya takjub melihat pemandangan di hadapannya. Hanya dalam satu lemparan kecil, seluruh pasukan pembunuh elite itu lumpuh tanpa sempat mengayunkan pedang sama sekali.
Wang Yiche menarik napas kagum, menatap tajam ke arah para musuh yang kini tak berdaya. Ia melangkah maju perlahan, menghunus pedangnya dengan senyuman dingin di balik topeng peraknya.
"Penyambutan yang sangat meriah," gumam Wang Yiche tajam. "Aku ingin tau, siapa dalang di balik ini semua."
***
Happy Reading 🥰
Mohon dukungan untuk Like, Komen, dan Ikuti Penulis yah, terimakasih ❤️