Indonesia
NovelToon NovelToon
SISI LAIN SUAMIKU, DEAN GALANG WIJAYA

SISI LAIN SUAMIKU, DEAN GALANG WIJAYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Park ha

Sinta Aniswari (23) dulunya adalah mahasiswi kedokteran paling ceria dan cerewet se-FK.
Sampai ayahnya bangkrut dan satu-satunya cara menyelamatkan rumah sakit keluarga adalah dengan menikahi Dean Galang Wijaya (30).

Pengusaha muda, perfeksionis, kaku seperti robot, dan sedingin kulkas dua pintu.

Dua tahun menikah tanpa cinta. Sinta berubah menjadi Nyonya Wijaya yang anggun dan penurut. Dari luar, semua orang mengira ia adalah istri yang tidak disayang. Pernikahan yang kaku seperti dua orang asing yang tinggal di rumah yang sama.

Sampai mereka tau sisi lainnya.

Bahwa Dean yang kaku itu ternyata menjadwalkan segalanya. Bahkan untuk menyentuh istrinya. Satu bulan empat kali. Setiap tanggal 5, 12, 19, dan 26. Jam 21.00 tepat.
Dan selalu diawali dengan kalimat yang sama, dengan wajah datar yang sama:

"Apa mau main?"

Sinta pikir pernikahan ini hanya soal peran. Sampai Dean yang kaku itu mulai membuatnya bingung, berubah menjadi lebih aktip.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Park ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SISI LAIN SUAMIKU_DEAN GALANG WIJAYA BAB 26 — BEKAL MANIS DAN JEBAKAN DI LANTAI

SISI LAIN SUAMIKU_DEAN GALANG WIJAYA

BAB 26 — BEKAL MANIS DAN JEBAKAN DI LANTAI TIGA PULUH LIMA

Ayam teriyaki buatan Sinta memiliki tingkat kematangan yang pas, meskipun potongan bawang bombaynya dipotong dengan akurasi geometri yang agak berantakan—khas seseorang yang lebih terbiasa memegang pisau bedah daripada pisau dapur. Namun, bagi Dean Galang Wijaya, setiap kunyahan adalah kombinasi nutrisi yang bekerja jauh lebih efektif daripada kopi espresso ganda mana pun.

Tepat saat Dean menyelesaikan suapan terakhir nasi gulung nori, pintu ruang rapat utama diketuk dua kali. Pintu bergeser, menampilkan sosok Sekretaris Anita yang kini sudah mengganti lipstik pucatnya dengan warna merah yang lebih berani. Di tangannya, ada satu map laporan berwarna biru gelap.

"Pak Dean, mohon maaf mengganggu waktu istirahat Anda," ucap Anita, melangkah masuk dengan ritme yang diatur sedemikian rupa agar terdengar profesional namun tetap anggun. "Ini berkas persetujuan akuisisi vendor logistik yang harus ditandatangani sebelum jam satu siang."

Dean meletakkan sumpitnya dengan presisi di atas kotak bekal kosong. "Letakkan di sana."

Anita melangkah mendekati meja jati lonjong. Alih-alih langsung meletakkan map, gerakannya sengaja dibuat sedikit lambat saat matanya menangkap kotak makan tiga tingkat berwarna pastel di atas meja. Sudut bibir Anita berkedut sinis, namun langsung disamarkannya dengan senyuman manis yang dipaksakan.

"Keluarga Aniswari perhatian sekali ya, Pak. Sampai repot-repot mengirimkan bekal tradisional seperti ini ke kantor melalui kurir pribadi," ujar Anita, nadanya terdengar seperti pujian, namun terselip intonasi merendahkan yang samar. "Padahal di sekitar Wijaya Group ada banyak restoran sehat bintang lima yang bisa dipesan dalam waktu lima belas menit. Khawatirnya, makanan rumahan seperti ini higienitasnya tidak sebanding dengan standar makanan sehat yang biasa Anda konsumsi."

[POV Dean]

Analisis linguistik terhadap pernyataan Sekretaris Anita menunjukkan adanya indikasi passive-aggressive sebesar delapan puluh empat persen. Penggunaan kata "repot-repot" dan "tradisional" merupakan upaya subliminal untuk mendegradasi nilai dari tindakan yang dilakukan oleh Sinta—meskipun Anita sendiri sebenarnya belum mengetahui nama lengkap atau wajah istri saya, melainkan hanya berasumsi dari nama belakang keluarga besar Sinta yang tertera pada manifes kurir tadi.

Selain itu, variabel jarak interpersonal yang diambil Anita saat meletakkan map berada di angka empat pukul lima sentimeter. Ini melanggar batas zona kenyamanan profesional (zona proksimitas formal minimal enam puluh sentimeter).

"Anita," panggil saya dengan nada datar, tanpa intonasi.

"Iya, Pak Dean?" Anita menegakkan tubuhnya, matanya berbinar penuh harap, mengira umpannya berhasil memicu obrolan pribadi.

"Pertama, kandungan nutrisi, makro, dan mikro dari makanan yang disiapkan oleh istri saya telah disesuaikan dengan kebutuhan metabolisme tubuh saya hari ini. Efisiensi energinya jauh lebih tinggi daripada menu restoran mana pun," ucap saya dingin. Tatapan mata saya mengunci pergerakan pupilnya yang langsung mengecil karena terkejut. "Kedua, tolong panggil istri saya Nyonya Wijaya. Dia tidak lagi menggunakan nama belakang keluarganya di lingkungan kerja ini."

Wajah Anita mendadak kehilangan rona merahnya. Kata-kata saya barusan adalah penegasan status yang mutlak, meruntuhkan segala spekulasi liar yang coba dia bangun di kepalanya.

"Dan satu hal lagi," lanjut saya sebelum dia sempat merespons. "Mulai besok, koordinasikan dengan divisi HRD untuk memindahkan meja kerja Anda mundur sejauh satu setengah meter dari pintu masuk ruang kerja saya. Akurasi performa Anda menurun hari ini karena fokus Anda terlalu banyak terdistraksi oleh urusan domestik atasan Anda. Dan itu bukan bagian dari deskripsi pekerjaan yang tertulis di kontrak Anda."

Saya menarik pulpen montblanc dari saku jas, membubuhkan tanda tangan secepat kilat di atas map biru, lalu menutupnya dengan ketukan keras. "Bawa ini keluar."

Anita menelan ludah dengan susah payah. Dengan tangan yang sedikit gemetar, dia mengambil map tersebut, membungkuk kaku, dan bergegas keluar dari ruang rapat seolah-olah baru saja lolos dari kejaran predator puncak.

Begitu pintu tertutup rapat, Dean menghela napas pendek. Dia melirik jam tangan pintarnya. Pukul dua belas lewat empat puluh lima menit. Masih ada waktu lima belas menit sebelum jam istirahat berakhir.

Pria itu mengambil ponselnya dari saku celana. Layar Amoled-nya langsung menyala, menampilkan foto wallpaper yang tidak sengaja terpasang dua minggu lalu: Sinta yang sedang tertidur pulas di sofa ruang kerjanya dengan buku anatomi tebal menutupi wajahnya.

Dean membuka aplikasi pesan singkat, lalu mengetikkan pesan untuk kontak bernama "Istri Cerewet".

[Dean]: Bekal sudah habis dikonsumsi. Tingkat kepuasan rasa: sembilan koma dua dari utuh. Kandungan sodium agak tinggi, tapi bisa ditoleransi untuk standar makanan sehat.

Hanya butuh waktu tiga puluh detik sampai ponsel Dean bergetar gencar. Sebuah balasan masuk, lengkap dengan emotikon wajah kesal.

[Istri Cerewet 🤍]: Ih, Mas Robot! Bilang 'makasih sayang, makanannya enak banget' gitu apa susahnya sih?! Pake bawa-bawa sodium segala! 😤 Terus gimana soal gincu di kerah? Gak ada yang ngetawain kan?

Dean menatap layar ponselnya. Noda merah ceri di kerah kemejanya masih ada di sana, dengan sengaja tidak dia bersihkan sejak pagi tadi. Dia kembali mengetikkan balasan dengan satu tangan.

[Dean]: Semua direksi melihatnya. Sesuai instruksimu, saya sudah mengonfirmasi kepada mereka bahwa itu adalah stempel resmi dari dokter anak.

Di seberang sana, di dalam perpustakaan kampus fakultas kedokteran, seorang gadis seketika memekik pelan sambil menutup wajahnya yang memerah sempurna seperti kepiting rebus, mengabaikan tatapan heran dari teman-teman kuliahnya. Sinta tidak pernah menyangka bahwa suaminya yang kaku dan sedingin es itu bisa menganggap serius candaan absurdnya di kertas memo.

Sementara itu di lantai tiga puluh lima Wijaya Group, Dean Galang Wijaya kembali memasang topeng dinginnya saat dia berdiri dan merapikan jas hitamnya. Sistem hidupnya mungkin sudah diacak-acak oleh Sinta, tapi entah mengapa, Dean merasa sistem baru ini bekerja jauh lebih sempurna.

1
Park ha
libur dulu... gi gak ada ide wkwkwk🙏🤭
falea sezi
🤣🤣malu yeee q kirim hadiah biar up makin banyak🤣
falea sezi: lah kenapa libur thor🤭
total 2 replies
mamah fitrilia
🤣🤣🤣🤣🤣
Park ha
🤭🤭🤭
falea sezi
lanjut q krim hadiah
falea sezi
🤣🤣 lempeng amat pakk dean🤭
falea sezi
nyimak bagus q kirim hadiah nih
Lea
Lanjut 🥳🥳🥳🥳🥳🥳🥳
mamah fitrilia
🤣🤣🤣🤣🤣
Park ha: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
mamah fitrilia
wkwkwkw... asli ngakak dengan karakter pak Dean.. lucu banget sih ya🤣🤣🤣🤣
Park ha: 🤭🤭🤭🤭🤭 jangan lupa like ya kak oh ya boleh kasih ulasan hehehe ... tar aku update sehari 1 bab dulu.. soalnya masih nulis yang Toxic and control juga...hehehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!