Indonesia
NovelToon NovelToon
BUKAN ISTRI LEMAH MU LAGI

BUKAN ISTRI LEMAH MU LAGI

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Selingkuh / Rumah Tangga / Tamat
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nuna_Pena

Saat Askar ada di rumah, Bu Surya selalu bersikap lembut dan memuji Miska.

Bu Surya: "Miska rajin sekali,ya. Penurut juga."

"Aku kan bilang Ibu pasti sayang dia. Miska, jangan banyak pikiran."

Tapi begitu Askar berangkat kerja, topeng itu langsung dilepas. Bu Surya memaki dan menghina Miska tanpa henti.

Bu Surya: "Dasar anak orang miskin beruntung! Cari makan di sini ya? Cepat kerja!"
Miska: "Bu, saya sudah selesaikan semua pekerjaan..."
Bu Surya: "Banyak alasan! Tak tahu diri!"

Miska akhirnya memberanikan diri mengadu, tapi yang ia dapat malah kemarahan suami.

Miska: "Mas, Ibu selalu memaki saya saat kau tak ada..."
Askar: "Berani kau menfitnah Ibu? Dia begitu baik padamu! Jangan cari masalah!"

Kesabaran Miska diuji tiap hari, sampai hadir Rara — cinta lama Askar yang kini jadi sekretarisnya. Kedekatan keduanya membuat Miska mulai curiga, tapi Bu Surya malah membela habis-habisan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuna_Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20

Miska berjalan tanpa arah, langkah kaki terasa semakin berat. Udara malam mulai dingin, menyejukkan kulitnya yang masih hangat akibat emosi yang meledak. Ia tidak tahu SUdah berjalan berapa lama, sampai akhirnya tiba di pinggir jembatan yang panjang — jembatan yang menghubungkan dua daerah, dengan air yang tenang di bawahnya.

Ia duduk di tepi jembatan, tangan nya memegang rel baja yang kaku. Air mata kembali menetes, tidak bisa ia tahan lagi. Seluruh kesedihan, kekecewaan, dan sakit hati yang selama ini ia tahan, tiba-tiba meluap semuanya. Ia membuka mulutnya, dan teriak dengan sekuat tenaga.

"AAAAARRRRGGGGGHHHH!"

Terikannya menggema di seputar jembatan, menyentuh angin malam yang sepi. Setiap nada terikannya membawa semua beban yang terpendam di hatinya. Ia menangis sepuasnya, sampai dada nya terasa sesak dan suara terengah-engah.

Tanpa sadar, tangannya meraih satu besi kecil yang terletak di tepi jembatan — besi yang terlepas dari relnya. Ia mengangkatnya, memegangnya erat. Semua pikiran tentang balas dendam yang belum tercapai terasa begitu kuat. Ia membuka mulutnya lagi, hendak berteriak kencang sekali lagi, seolah ingin mengeluarkan semua kemarahan yang tersisa.

TAPI —

Tiba-tiba, dari belakang sebuah tangan menariknya dengan kuat, hingga tubuhnya terlepas dari posisinya duduk. Ia terjatuh ke belakang, dan secara tidak sengaja jatuh tepat di atas tubuh seseorang yang baru saja datang.

THUMP!

Keduanya terbaring di lantai jembatan dengan posisi Miska tepat berada di atas pria itu. Udara malam menerpa wajah mereka berdua. Angin bertiup lembut, membawa bau bunga melati dari taman di kejauhan. Semua terasa tenang, seolah waktu berhenti berputar.

Beberapa detik berlalu. Miska dan pria itu hanya terdiam, saling menatap. Matanya Miska masih berkaca-kaca, sedangkan matanya pria itu terkejut namun penuh perhatian.

Di kejauhan, di dalam mobil yang mengikuti dari jauh, sopir pribadi Arfan — yang sudah diutus untuk mengikuti Miska agar aman — duduk tegak di kursi pengemudi, matanya melotot tak percaya. Mulutnya terbuka lebar, tidak bisa berkata apa-apa.

"waduh Kayaknya ada adegan kuchu kuchu ho ta Hai nih,Pak Arfan menyelamatkannya...dan posisinya..." gumam sopir itu pelan, masih kaget melihat apa yang terjadi.

Kembali ke jembatan. Akhirnya, Miska menyadari posisinya. Ia terkejut, buru-buru bangun dari atas tubuh pria itu. Pria itu juga bangun cepat, kelihatannya sedikit malu.

"Maaf... maaf sekali... aku tidak berniat..." ucap Miska tergesa-gesa, tangan menyesuaikan baju yang kusut.

arfan menghela napas, lalu tersenyum lembut. "Tidak apa-apa. Aku juga tidak berniat membuatmu kaget."

Miska mengangkat kepalanya, dan baru saja menyadari — pria yang menyelamatkannya itu adalah Arfan.

"Pak Arfan? Kamu... eh maksud saya anda,,,anda ngapain di sini?" tanya Miska kaget, tidak percaya

Arfan mengangguk, menapiskan debu yang menempel di bajunya. "Aku melihatmu pergi dari hotel dan terlihat sedih. Aku khawatir, jadi minta sopirku mengikuti. Aku tidak berniat mengganggumu, tapi tadi aku melihatmu mengangkat besi dan hendak berteriak... aku khawatir kau akan melakukan hal bodoh."

Miska mengangkat alisnya, bingung. "Hal bodoh? Apa maksudnya, Pak?"

"Ya... bunuh diri," jawab Arfan pelan, matanya penuh kekhawatiran. "Aku khawatir kamu akan melakukannya. Jangan begini, mbak Miska. Hidup itu berharga. Jangan sia-siakan hanya karena orang yang tidak pantas."

Miska seketika terkejut, lalu tiba-tiba tertawa terbahak,

"Bunuh diri? siapa yang mau bunuh diri?" tanya Miska sambil menahan tawa, wajahnya terlihat aneh karena sedih dan tertawa bersamaan. "Aku belum mau mati! seBelum balas dendam pada pria itu! Arwahku tidak akan tenang kalau aku mati sedangkan dia masih bahagia dan tidak hancur!"

Arfan terdiam sejenak, kemudian wajahnya memerah malu. Ia menggeleng-geleng kepala, menutupi mulutnya dengan tangan. "Oh... maafkan aku... aku salah paham. Aku melihatmu mengangkat besi dan berdiri di pinggir jembatan, jadi aku berpikir..."

"Berpikir kalau aku mau melompat ke dalam air?" tanya Miska, masih tertawa sedikit. "Tidak lah, Pak. Aku hanya mau berteriak dan memegang besi itu untuk melepaskan kemarahan. Balas dendam masih belum selesai. Aku harus membuatnya merasakan apa yang aku rasakan selama ini."

Arfan menghela napas lega, lalu juga mulai tersenyum. "Maaf ya, aku terlalu tergesa-gesa membuat kesimpulan. Ternyata aku salah. Itu bagus kok, kamu tidak mau melakukan hal bodoh itu."

Miska duduk kembali di tepi jembatan, dan Arfan juga duduk di sebelahnya. Angin malam masih bertiup lembut. Di kejauhan, sopir Arfan pun menghela napas lega, tersenyum melihat tuan empunya sudah aman dan tidak ada yang salah.

"Pak kenapa anda khawatir begitu? Kita kan baru saja kenal," tanya Miska pelan, matanya menatap air di bawah jembatan.

Arfan mengangguk, wajahnya menjadi serius. "Karena aku melihat kekuatan di dalam diri mbak Miska. Kamu wanita yang kuat, yang tidak mudah menyerah. Orang seperti itu tidak pantas hilang karena hal yang tidak perlu. Selain itu... aku juga pernah merasakan sakit hati yang sama. Ketika istriku pergi dengan orang lain, aku juga ingin melakukan hal bodoh. Tapi kemudian aku sadar, hidup itu masih ada banyak hal yang harus kita lalui."

Miska menatap Arfan, mata penuh rasa hormat. "Aku tidak tahu baPak juga mengalami hal yang sama."

"Ya. Semua orang punya cerita sedihnya sendiri," jawab Arfan. "Tapi yang penting, kita tidak boleh menyerah. Kamu bilang mau balas dendam? Boleh. Tapi lakukan dengan cara yang bijak, bukan dengan menyakiti dirimu sendiri atau orang lain secara fisik. Balas dendam yang paling baik adalah menjadi orang yang lebih sukses dan bahagia dari dia."

Miska tersenyum tipis. "anda benar, Aku juga berpikir begitu. Uang dari jualanku mulai banyak. Nanti aku akan buka toko sendiri, jadi aku tidak perlu bergantung pada dia lagi. Itu adalah balas dendam yang pertama."

"Betul sekali!" ucap Arfan dengan senyum lebar. "Lihat, kamu sudah punya rencana. Jangan biarkan dia merusak rencana itu. Hidupmu masih panjang, Bu Miska. Kamu layak mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya."

Keduanya terdiam sejenak, menikmati keheningan malam. Miska merasa lega, seolah ada beban yang terangkat dari bahunya. Ia tidak pernah menyangka, orang asing yang baru saja ia kenal akan menjadi orang yang mendukungnya.

"Terima kasih, Pak,,,?" ucap Miska pelan.

"Arfan"

"oh iya makasi Untuk semua yang sudah pak arfan lakukan hari ini. Tanpa anda, mungkin aku akan terlalu lama terjebak dalam kesedihan."

Arfan mengangguk. "Sama-sama, Semoga kebaikan itu kembali ke kamu. Nah, sudah larut malam. Apa mau aku antar pulang? Jangan sampai kamu kesusahan naik ojek."

Miska mengangguk dengan senyum. "Kalau begitu, makasih ya, Pak. Aku sangat senang bisa bertemu denganmu hari ini."

Keduanya berdiri, lalu berjalan menuju mobil Arfan yang sedang menunggu di ujung jembatan. Miska menatap jembatan itu sekali lagi, dan tersenyum. Semua kesedihan dan kemarahan masih ada, tapi kini ia punya kekuatan lebih untuk melawannya. Balas dendam akan datang, tapi ia akan melakukannya dengan cara yang membuatnya bangga. Dan yang paling penting — ia tidak akan pernah lagi berpikir untuk melakukan hal bodoh, karena hidupnya terlalu berharga untuk sia-siakan.

1
Ilfa Yarni
Happy ending aku suka
Ilfa Yarni
asyiiiiiiik miska mau menikah dgn arrangements syukuri kau askar hancur kay skr hahahah
Nuna_Pena: 😭😭😭🤣🤣🤣🤭🤭
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
akhirnya,,,,,,, happy ending 😍😍😍
Nuna_Pena: hehhe.. makasi sudah selalu mampir say.
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
lihat Miska tersenyum sama laki-laki lain kamu marah,apa kabar kamu yg udah tidur dgn Rara di hotel berkali-kali, waras kau Askar??
Ilfa Yarni
semangat miska trus maju menggapai sukses
Nuna_Pena: semangat miska, semangat author smangat para pembaca hihihi..
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangattt
Nuna_Pena: aamiin...
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
setuju bu Diti 👍👍
Nuna_Pena: alhamdulillah..
total 7 replies
Ilfa Yarni
bersenang2lah dulu kalian skr sebelum karma menghampiri apa yg kau tanam itu yg akan kalian tuai tunggu aja jika Saat itu dtg aku akan tertawa
Nuna_Pena: 🤭🤭🤭... setiap perbuatan pasti akan ada hasil mau itu baik atau buruk... di tunggu bab bab berikutnya..
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
gk sabar lihat keberhasilan Miska, buat nampar wajah Askar dan ibunya
Nuna_Pena: sabar lah. kalau langsung berhasil cerita nya pendek dong.. 🤭..
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
good job Miska 👍👍👍
buktikan dengan keberhasilan mu sendiri 💪💪💪
terus sehat dan semangat Thor 😍💪
Nuna_Pena: aamiin,,, makasi sudah selalu mampir
total 1 replies
Ilfa Yarni
bagus aku Kira km msh terap bertahan drmh neraka itu mulai skr bahagia kan dirimu sendiri giatlah ber usaha Tuhan pasti akan ksh km Jln yg terbaik menuju kesuksesan awali harimu dgn bismillahTuhan tidak tidur apa yg ditanam itu yg akan kita tuai
Nuna_Pena: aamiin.. 🤭🤭..
total 1 replies
Ilfa Yarni
lah KNP msh tinggal Disana sin. KNP ga pergi AJ miska km kan udah. bisa usaha sendiri cari kosan kek.knp jg msh tinggal disitu
Nuna_Pena: balas dendam nya dengan cara lain🤭🤭🤭
total 3 replies
Heni Setiyaningsih
kpn up lg Thor
Nuna_Pena: udah up dua bab say.. hehe makasi sudah bertahan
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
maaf Thor,klo bisa Up nya setiap hari
Ade Chubi
awal cerita yg bagus walaupun tema cerita nya hampir sama dg cerita lain nya yg bertemakan perselingkuhan, tp cerita ini ada sisi yg bikin penasaran
Heny
Nama nya bisa suryati jd ratih
Ilfa Yarni
bagus miska truslah kembangkan dirimu sampe km sukses dari kehidupan askar dan rara di bawahmu buktikan km bis berdiri diatas kakimu sendiri mulai skr jgn lg km kerja kan pekerjaan rmh
Ade Chubi: readers itu lengah bangeut jika tokoh utama perempuan nya tidak menye menye😁
total 2 replies
Ilfa Yarni
wah lega skali Thor puas aku nah gitu dong miskajadilah wanita just Dan hebat aku suka miska yg begini lanjut
Nuna_Pena: kasihan askar bisa2 masa depannya metong
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangattt 😍💪
Nuna_Pena: aamiin... makasi selalu setia mengikuti 😁😁
total 1 replies
Ilfa Yarni
hadeh msh berharap aja semoga dgn kau melihat perbuatan suami km km sadarvtidak lg jadi perempuan bodoh jgn lupa kn foto in a tau videoin apa yg suami km lakukan udah beli hp bars blom km miska itu nanti buat bukti km lho
Ade Chubi: harap maklum readers kebanyakan gak sabaran 😁😂
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!