Indonesia
NovelToon NovelToon
Titisan Iblis

Titisan Iblis

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Misteri / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:12.3k
Nilai: 5
Nama Author: RA Anisah Putri Tamamiyah

"Layla, gadis yang tidak menyukai pendidikan, anak dari pengusaha minyak bumi Ja'far Shodiq harus sering mengalami perpisahan dengan kedua orangtuanya disebabkan pekerjaan ayahnya yang kerap kali mengharuskan dia untuk tetap tinggal di Indonesia.

Ketika ia mulai menginjak dewasa, orangtuanya berniat menitipkannya kepada Khadir Jhavaleen teman dari ayahnya seorang pengusaha batu bara.

Namun disini, Layla menemukan sisi kehidupan yang tersembunyi didalam keluarga Khadir yang tidak lain adalah teman ayahnya sendiri ...

dan ia jatuh cinta dengan salah satu anaknya yang ternyata bukanlah seorang manusia seutuhnya"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RA Anisah Putri Tamamiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Maria..

Aku beranjak menuju rumah nenek Margareth

mengingat jalan yang ku lalui mencari pohon yang bentuk nya menyerupai pohon cemara yang terdapat di pinggiran jalan raya hanya ada satu diantara pohon pohon menjulang tinggi, ada jalan kecil tak berujung

"stop pak ..." - menghentikan bapak ojek yang mengantar

"ini... kembalinya buat bapak" - menyerahkan uang 50rb, bapak ojek meninggalkanku dan mengucapkan terima kasih.

Mata mengamati sekitar, hampir tak ada rumah sama sekali, jalan penuh dengan tumbuh tumbuhan, rerumputan dan banyak dedaunan yang gugur bagai tak berpenghuni, berjalan seorang diri mencari kebenaran sejati.

Wajah menengadah keatas langit nampak cerah

melanjutkan perjalanan keringat sedikit mengucur deras

"huft.." - hawa panas, jalan tak berujung masih dilalui, tenggorokan terasa haus

"glekk ..." - meminum botol yang kubawa dari rumah

melanjutkan perjalanan, sudah berjalan sejauh ini masih belum terlihat rumah

"ini sejauh apa sih?" - nafas sudah mulai ngos - ngosan melihat jalan tanpa ujung.

Mata memutar mutar mengamati sekitar, terlihat berjajar 3 rumah dan nampak bagus yang paling kanan dari arah aku datang, mengingat perkataan Ali tentang rumah Mariah, tanpa basa basi lagi aku mendatangi rumah yang terbilang cukup sederhana itu

"tok ... tok...tok" - ketokan pintu, ku ulangi beberapa kali menunggu beberapa saat, tak ada suara terdengar

mundur berjalan kerumah sebelah namun sepi tidak ada orang sama sekali

"nona ... " - seorang lelaki tanpa mengenakan pakaian atasan, hanya memakai celana pendek membawa rotan kayu memanggil

aku menoleh wajahnya terheran "apa nona mau mencari nenek Marga ?" - ucapnya "iya ..." - melihatku terheran

"nenek Marga ada didalam, biasanya beliau jam segini tertidur. Apa nona suruhan dari tuan Khadir atau tuan Ali?" - ungkapnya menyatakan ia mengenal keluarga paman Khadir

"ia saya suruhan nya" - meyakinkan

"saya tinggal dirumah sebelah sini" - menunjuk rumah saat ini aku berdiri didepan nya

"saya ditugaskan tuan Khadir menjaga nenek Marga, jadi saya dan istri yang memasak makanan buat nenek Marga dan membantu membersihkan rumahnya" - tertegun mendengarnya

"baik non" - mengantar saya memasuki rumah nenek Margareth, ia menuntun nenek Margareth keluar dari dalam kamar yang nampak sakit sakitan "uhuk..uhuk"

melihat dari depan pintu, aku melangkah maju tangan menutup mulut yang berulang kali batuk, ia melihat terkejut

"oh tidak, apa ini cucu kesayanganku hadir ?" - suara melemah, matanya menangis

"ada keajaiban apa hari ini cucu kesayanganku hadir" - ia memeluk erat, mencium pipi

"nenek, aku bukan Mariah" - nenek Marga menganga, terkejut

"kamu bukan Mariah?" - melepas pelukan, memegang lenganku mendorongku ke kursi melihat penuh kelembutan

"kamu bukan Mariah" - mengulang sekali lagi

"iya aku bukan Mariah... rambut Mariah tidak seperti ini" - menjelaskan keadaan rambut asliku yang lurus memanjang

nenek Margareth terdiam beberapa saat, seakan mengingat sesuatu mencoba mengulas kembali

"apa kamu berasal dari keluarga Ja'far Shodiq yang memiliki istri bernama Soraya" - menyebut ibu secara lantang

"iya " - suara lirih

"wanita jahat itu..." - nada suaranya meninggi

"wanita jahat itu sudah membuat susah Mariah" - langsung menangis tersedu-sedu, aku memeluk mengelus punggung mendengar nya

"nenek, kenapa nenek mengenal ibu ku?" - mataku menjadi sayu, ia masih dalam keadaan terisak dalam tangis membiarkan beberapa saat "siapa nama kamu nak?" - tanya nenek itu yang di dampingi seorang lelaki disebelah

"Layla" - menyebut nama, meyakinkannya

lalu sang nenek menyuruh lelaki itu untuk meninggalkan kami berdua

"Layla ..." - ia melanjutkan pembicaraan nya "apa kamu tahu kejadian 19 tahun silam?" - matanya berair, menangis "tidak tahu nenek" - ucapku pelan

"19 tahun yang lalu, aku memiliki seorang putri yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah Soraya, istri dari Ja'far Shodiq. Putriku amat setia dengan Soraya, bahkan Soraya begitu mempercayainya. Kejadian dimulai ketika Soraya hamil muda untuk anak pertama, Ja'far yang saat itu sibuk bekerja keluar negeri menginginkan seorang anak lelaki sebagai penerusnya, namun nasib malang menimpa Soraya yang mengharuskan rahim Soraya diangkat setelah melahirkanmu. Saat itu terjadi perselisihan hebat antara Ja'far dan Soraya, jika Ja'far tidak memiliki anak lelaki ia akan mencari seseorang perempuan untuk bisa melahirkan anak lelaki untuknya, Soraya begitu keberatan dengan ungkapan Ja'far sehingga ia menangis dan memohon kepadanya untuk memaafkan diri karena tidak bisa memiliki keturunan lagi untuk melahirkan anak lelaki, saat itu ayahmu tidak mengetahui bahwa ibumu hamil anak kembar, lalu ia berpesan kepada Soraya jika dirinya melahirkan anak perempuan satu, maka Ja'far memaafkan namun jika Soraya melahirkan 2 orang anak perempuan, itu semakin menambah sakit hati Ja'far karena tidak bisa memiliki anak laki laki. Jadi ayahmu akan mengharap anak laki laki dari perempuan lain, karena takut Ja'far beralih kepada wanita lain demi seorang anak lelaki, ibumu membuang salah satu anaknya yang ia beri nama Mariah kepada pembantunya yang tidak lain adalah anakku. Anakku diberi uang lumayan banyak dan menyuruh agar ia membawa Mariah ketempat yang sangat jauh, nasib malang menimpa anakku yang mati karena tertabrak motor saat menuju pulang kerumah, tapi keajaiban bayi kecil itu selamat dan didalam selimut bayi tertulis nama Mariah..." - air mataku menetes, menahan sakit nenek mengusapnya

"kamu dan Mariah saudara kembar satu ari ari " - meyakinkan menyentuh lembut rambutku

"setelah kejadian itu anakku meninggal, dan uang yang diberi Soraya menghilang entah kemana. Beberapa orang melihat uang itu berhamburan dijalan saat tertabrak, namun atas keajaiban tuhan bayi itu selamat. Nenek merawat dan membesarkan penuh cinta dan kasih, namun keadaan yang sangat serba kekurangan sampai akhirnya tuan Khadir membantu penghidupan kami" - isak tangis tak dapat ditahan lagi, air mata bercucuran

"Layla, kamu seperti Mariah" - nenek Margareth mencium keningku, mengelus elus pundak dan memelukku.

Akhirnya aku pun berpamitan pulang, menaiki ojek untuk kembali kerumah paman Khadir.

\=\=\=\=\=\=\=

Aku menelepon ibu berulang kali namun tidak aktif, keadaan bersitegang sampai aku tak menghiraukan kak Helma yang memperhatikan ku sampai kedalam kamar

"drrt..." - suara bunyi handphone

'Soraya mom's'

"halo Layla, apa kabar kenapa menelpon ibu berulang kali?" - ucapnya santai

"ibu pembohong besar benar benar pembohong, apa ibu mengenal Mariah ? apa ibu mengetahui soal Mariah? " - isak tangis yang tidak dapat terbendung

"Lay ... - terbatah batah

"jawab aku bu" - nada suaraku meninggi,

"Layla ibu akan menjelaskan, ibu akan pulang sekarang ke Indonesia" - berusaha menenangkan

"aku benci ibu" - tanpa kelanjutan langsung ku menutup telepon, tak menyadari aku lupa mengunci pintu kamar yang terbuka sedikit, tampak kak Helma berdiri didepan kamar

"kak Helma" - menunggu didepan pintu, mendengar pembicaraan kami

"Layla maafkan kakak, kakak tidak tahu kamu ada masalah dengan ibumu? tadi kakak melihat mu seperti habis menangis ketika kamu melewati ruang tamu, jadi kakak mengikuti mu" - suara khas keibuan, ia memelukku

"Layla, tenanglah sayang. Dia ibu Layla, Layla tidak boleh seperti itu sama ibu, sampai kapanpun dia yang melahirkan Layla" - suara menenangkan hati, mengusap air mataku.

Aku pun tertidur di kasur dengan kak Helma yang menunggu di samping demi menenangkan ku.

1
Mitha Athalla
kerennn thooor, merindukan sesosok ali 🌹🌹🌹
Nirmala
luar biasa thor
Nirmala
Ali 🔥🔥🔥 bikin berdegup kencang
booksand peonies
akhirnya up juga sekian lama perjuangan ku menunggu .hehehe lanjut ! cemangat
Cinta Misnaming
Seru Thor!! Lanjut ya ya! Plis Thor!
ruby sunn
Thor hayuu kita ke pelaminan aja biar bisa baca ceritamu tiap h
love hunter
Permisi thor izin bertanya.. kapan kiranya ceritanya bisa lanjut? Saya sudah menunggu.. tapi akan terus saya tunggu hingga ribuan purnama huhu
moonstrucktraveller
Semangat berkarya thorrr Di tunggu next up episodenya ❤❤
Penghargaan Pink
plis thorr up yang banyak🥺
Drone Ground
Jangan lupa makan thooooor! Habis itu ketik bab-bab baruuuu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!