Indonesia
NovelToon NovelToon
KEBANGKITAN SANG PEWARIS SAKTI

KEBANGKITAN SANG PEWARIS SAKTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:15.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Selama tiga tahun, Ye Chen hidup sebagai menantu benalu di keluarga Su. Dia mencuci pakaian, memasak, dan menerima setiap hinaan tanpa melawan demi melindungi istrinya yang dingin namun cantik jelita, Su Yuhan. Semua orang memanggilnya anjing pecundang, tanpa tahu bahwa di dalam nadinya mengalir darah keluarga paling berkuasa di ibu kota.
​Ketika sebuah konspirasi mengancam nyawa istrinya dan mertuanya memaksanya untuk bercerai demi menikahkan Yuhan dengan tuan muda kaya, sebuah liontin giok peninggalan ibunya menyerap darah Ye Chen dan membangkitkan Warisan Tabib Naga Sakti. Di saat yang sama, iring-iringan Rolls-Royce hitam dari ibu kota tiba di depan rumahnya.
​Mulai hari ini, sang naga telah membuka matanya. Mereka yang pernah menghinanya harus berlutut!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28: Tiga Iblis Mengepung Ranjang dan Bangkitnya Sang Harimau Utara

​Kematian Gu Pemakan Jiwa membuat Raja Iblis berjubah abu-abu itu memuntahkan darah hitam segar. Hubungan batin antara seorang kultivator ilmu hitam dengan parasitnya telah terputus secara paksa, melukai jiwa sang Raja Iblis dengan parah.

​Namun, rasa sakit itu segera digantikan oleh kemarahan yang membabi buta.

​"Bocah keparat! Kau menghancurkan hasil kultivasiku selama dua puluh tahun! Aku akan melelehkan tubuhmu dan istrimu menjadi genangan darah!"

​Raja Iblis itu meraung, mengabaikan lengannya yang patah. Ia menggigit lidahnya, memuntahkan kabut darah berwarna hijau pekat ke udara. Kabut itu berbau sangat busuk, menetes ke lantai kayu dan langsung melelehkan kayu jati tersebut dengan suara mendesis.

​Ini adalah Kabut Korosif Kematian, racun tingkat Alam Ilahi yang bisa mencairkan baja dalam hitungan detik! Kabut itu melesat cepat ke arah Ye Chen, Yuhan, dan ranjang kakeknya.

​Melihat serangan area yang mematikan itu, ekspresi Ye Chen tetap dingin. Ia tahu tidak bisa membalasnya dengan benturan True Qi (Qi Sejati) secara frontal, karena hembusan angin dari benturan itu bisa saja memercikkan racun ke kulit Yuhan.

​Di saat krisis, kecerdasan medis Ye Chen mengambil alih.

​"Bermain racun di hadapan Penguasa Tabib Naga?" Ye Chen mendengus remeh.

​Ia tidak menyerang balik dengan tinju, melainkan mengambil sebotol kecil alkohol medis dari nampan peralatan dokter yang pingsan di dekatnya. Ye Chen memecahkan botol itu ke udara, lalu menyentilkan sebatang jarum perak yang telah dialiri elemen api dari True Qi-nya tepat ke tengah cipratan alkohol tersebut.

​WUSSS!

​Api emas meledak, menciptakan dinding api murni yang membakar habis kabut hijau beracun itu sebelum sempat menyentuh mereka. Api emas dari Teknik Penakluk Naga adalah musuh alami dari segala energi gelap!

​Di balik tirai api yang menyala, Ye Chen melesat layaknya bayangan hantu. Ia menerobos sisa-sisa kabut, muncul tepat di hadapan Raja Iblis yang sedang terbelalak kaget.

​"Kau terlalu banyak bicara," bisik Ye Chen sedingin es.

​Tangan Ye Chen bergerak secepat kilat. Tiga jarum perak menancap langsung ke tiga titik meridian utama di dada, leher, dan dahi Raja Iblis tersebut. Titik Kematian!

​"U-Urgh..." Mata Raja Iblis itu melotot hingga urat-urat merahnya pecah. Aliran Qi di dalam tubuhnya yang awalnya digunakan untuk mengendalikan racun, kini berbalik arah karena efek jarum Ye Chen. Racunnya sendiri kini memakan organ dalamnya.

​Raja Iblis tingkat Alam Ilahi itu jatuh berlutut, wajahnya menghitam, dan ia mati membusuk oleh racunnya sendiri hanya dalam waktu lima detik.

​Ye Chen mendarat kembali di samping ranjang, mencabut jarum-jarum api dari dada kakeknya, lalu terbatuk pelan. Segaris darah kembali mengalir dari sudut bibirnya.

​"Ye Chen!" Yuhan segera mengambil saputangan dari tasnya dan mengusap bibir suaminya dengan tangan gemetar. "K-Kau berdarah lagi..."

​"Aku tidak apa-apa," Ye Chen memaksakan senyum untuk menenangkan Yuhan, meski dadanya terasa seperti dibakar. Menetralkan racun tingkat tinggi dan bertarung jarak dekat dengan kultivator Alam Ilahi benar-benar menguras batas fisik manusianya.

​Uhuk... Uhuk...

​Suara batuk serak dan lemah tiba-tiba terdengar dari atas ranjang.

​Ye Chen dan Yuhan serentak menoleh. Kakek Ye Tianlong, sang 'Harimau Utara' yang tertidur layaknya mayat hidup selama berbulan-bulan, perlahan membuka matanya yang keruh. Wajahnya yang kehitaman kini berangsur-angsur kembali pucat normal.

​"C-Chen-er...?" suara pria tua itu sangat lemah, bergetar saat melihat wajah pemuda yang berdiri melindunginya. Air mata menggenang di mata keriput sang Kakek. "Apakah kakek... sedang bermimpi di alam baka? Kau... kau kembali?"

​Ye Chen segera berlutut di samping ranjang, menggenggam tangan kakeknya yang sedingin es. Hatinya yang keras bagai batu seketika melemah. Di seluruh Ibu Kota, hanya pria tua inilah yang benar-benar menyayanginya dengan tulus.

​"Ini bukan mimpi, Kakek. Aku kembali. Maaf aku baru bisa datang sekarang," bisik Ye Chen, menyalurkan aliran Qi penyembuh yang lembut ke dalam tubuh kakeknya untuk menghangatkan organ-organnya.

​Kakek Ye Tianlong menarik napas panjang, kesadarannya mulai pulih sepenuhnya. Ia melihat ruangan yang hancur berantakan, mayat menghitam di sudut kamar, dan gadis cantik bergaun merah yang berdiri cemas di belakang cucunya.

​"Ini... apa yang terjadi? Wanita ular itu... Zhao Xinlan..." Kakek Ye mengepalkan tangannya yang lemah, matanya memancarkan amarah seorang penguasa yang dikhianati. "Dia mengurungku... meracuniku... dia ingin klan ini jatuh ke tangannya!"

​"Aku tahu, Kek. Semuanya akan berakhir malam ini," Ye Chen menoleh pada Yuhan dan menarik tangan istrinya agar mendekat. "Kakek, perkenalkan. Ini Su Yuhan. Istri sahku dari Jiangcheng."

​Kakek Ye menatap Yuhan. Ia ingat pernah memerintahkan bawahannya untuk mencari keluarga yang aman di selatan demi menyelamatkan nyawa cucunya tiga tahun lalu. Melihat Yuhan yang tetap berdiri teguh di samping Ye Chen di tengah pertempuran mengerikan ini, Kakek Ye tersenyum penuh haru.

​"Gadis yang baik... Keluarga Su membesarkan putri yang luar biasa. Terima kasih telah menjaga cucuku yang bodoh ini," ucap sang Kakek dengan suara serak.

​Yuhan membungkuk hormat, matanya berkaca-kaca. "Ye Chen-lah yang selama ini melindungi saya, Kakek. Anda harus cepat sembuh."

​Namun, reuni emosional itu hanya berlangsung kurang dari satu menit.

​DUAARRR!

​Sisa-sisa pintu ganda dan dinding di sekelilingnya meledak hancur ke dalam. Puing-puing berterbangan, disapu oleh hembusan angin puting beliung yang mematikan.

​Tiga sosok raksasa melangkah masuk dari tengah debu dan reruntuhan.

​Di belakang mereka, berdiri Zhao Xinlan dengan wajah yang telah kehilangan seluruh keanggunannya. Wajah wanita itu kini bengis, dipenuhi urat-urat kemarahan. Ia melihat mayat Raja Iblis Gu yang menghitam di lantai, dan keterkejutannya berubah menjadi murka.

​"Tiga Iblis tersisa! Apa yang kalian tunggu?!" teriak Zhao Xinlan histeris. "Bunuh pengkhianat cilik itu! Bunuh juga orang tua bangka itu! Aku akan mengatakan pada dewan keluarga bahwa Ye Chen telah kehilangan akal dan membunuh kakeknya sendiri!"

​Tiga sosok itu melangkah maju. Mereka adalah sisa dari Empat Raja Iblis.

​Satu orang berbadan sangat besar seperti raksasa, memancarkan aura elemen tanah yang membuat lantai marmer retak pada setiap langkahnya. Satu orang bertubuh kurus memegang cambuk api yang menyala terang. Dan satu lagi memegang dua bilah pedang melengkung dengan elemen angin yang menyobek udara.

​Ketiganya adalah petarung Alam Ilahi tingkat awal.

​"Membunuh Iblis Gu adalah satu hal, Bocah," ucap Iblis Tanah yang berbadan raksasa, suaranya menggema seperti bebatuan yang bergesekan. "Tapi menghadapi kami bertiga sekaligus... kau hanya bisa memilih cara matimu sendiri."

​Tekanan tiga Alam Ilahi yang digabungkan membuat udara di kamar itu lenyap. Yuhan tersungkur menahan napas, kalung gioknya bersinar terang, nyaris retak menahan tekanan gaib tersebut. Kakek Ye Tianlong juga mulai kesulitan bernapas.

​Ye Chen perlahan berdiri. Ia melepaskan jasnya, membuangnya ke lantai, menyisakan kemeja putihnya.

​Ia menyadari situasinya kini sangat kritis. Berkelahi secara frontal melawan tiga Master Alam Ilahi di dalam ruangan sempit, sementara harus melindungi seorang kakek yang sakit kritis dan istri yang lemah? Tubuhnya mungkin sanggup, tapi energi kejut dari pertarungan itu pasti akan membunuh Yuhan dan Kakeknya dalam hitungan detik.

​"Kalian tidak akan menyentuh satu helai rambut pun dari keluargaku," ucap Ye Chen dingin.

​Ye Chen menggigit ujung jari telunjuk kanannya hingga berdarah. Dengan kecepatan tinggi, ia mengayunkan tangannya, meneteskan darah Naga-nya ke atas dua belas batang jarum perak yang ia lemparkan ke sekeliling ranjang.

​Jarum-jarum perak itu menancap ke lantai kayu membentuk formasi melingkar.

​"Bangkit!"

​Ye Chen menghentakkan kakinya. Qi Emas mengalir deras dari telapak kakinya ke lantai, terhubung dengan dua belas jarum tersebut. Seketika, sebuah kubah cahaya keemasan yang semi-transparan muncul menutupi ranjang, membungkus Kakek Ye dan Yuhan di dalamnya.

​Formasi Pertahanan Dua Belas Bintang Teratai!

​Ini adalah formasi pertahanan tingkat tinggi. Kelemahannya? Formasi ini menyerap energi spiritual langsung dari tubuh penggunanya sebagai sumber tenaga. Selama Ye Chen tidak mati, kubah itu tidak akan hancur.

​Melihat formasi itu, ketiga Raja Iblis tertawa sinis.

​"Formasi pelindung? Menyedihkan! Kau mengurung mereka agar kami lebih mudah menghancurkan kalian berdua sekaligus!" ejek Iblis Api, mengayunkan cambuk apinya.

​"Yuhan," Ye Chen berdiri tepat di depan kubah cahaya itu, membelakangi istrinya. "Pegang tangan Kakek. Tutup matamu. Jangan lihat apa yang akan kulakukan pada mereka."

​Yuhan menelan ludah, air mata mengalir di pipinya. Ia tahu suaminya sedang mempertaruhkan nyawanya untuk menjadi perisai hidup. Ia segera duduk di tepi ranjang, menggenggam erat tangan Kakek Ye, namun ia tidak menutup matanya. Ia menolak untuk mengalihkan pandangan dari pria yang sedang bertaruh nyawa untuknya.

​"Maju," Ye Chen mengulurkan sebelah tangannya, menantang ketiga monster itu. Mata hitam legamnya kini sepenuhnya berubah menjadi emas menyala. "Tunjukkan padaku seberapa kuat gigitan anjing-anjing peliharaan Zhao Xinlan."

​"MATI KAU, KEPARAT!"

​Ketiga Raja Iblis menerjang maju serentak.

​Iblis Tanah memukul udara, menciptakan gelombang gravitasi yang menekan Ye Chen dari atas. Iblis Api melecutkan cambuk apinya ke arah leher Ye Chen, sementara Iblis Angin melesat ke samping, mengayunkan bilah angin yang bisa memotong baja tepat ke pinggang Ye Chen.

​Pertarungan hidup dan mati yang sesungguhnya di Ibu Kota kini meledak! Suara dentuman energi, kobaran api, dan kilatan cahaya emas menghancurkan segala sesuatu di dalam ruangan itu, menyisakan Ye Chen yang berdiri bagaikan karang kokoh di tengah amukan badai samudra.

1
Arinto Ario Triharyanto
yoiii mantep coy 😎
andi widya
mantap karyamu teruskan
Arinto Ario Triharyanto
good muantaffff 👍
sibaweh abduh
sangat bagus sekali ceritanya thor
Arinto Ario Triharyanto
yoooiiiii
Fajar Fathur rizky
bikin yechen bantal ibu tirinya itu beserta anaknya pas tetua agung itu pergi
Arinto Ario Triharyanto
mana updatenya nih
yos helmi
sdh banyak cerita seperti alur ini.. tp semua ng pernah tamat.. cerita ciplakan/saduran.. jd jgn harap tamat
Marthen
dari teknik bela diri penakluk naga apakah ada sutra naga penyerap energi agar kultivadinya naik lagi kan sayang energi musuh yg terbuang....?
Arinto Ario Triharyanto
mantap ini😎
Marthen
banjir darah mewarnai pesta ulangtahun
Arinto Ario Triharyanto
tegas lugas gak pake lama... mantul 😎
Marthen
seru sekaLi.....
Marthen
keren....suka dgn jalan ceritanya.....
Fajar Fathur rizky
cepat bantai Asosiasi bela diri sampai ke akar akarnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai semua musuhnya sampai ke akar akarnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai su zheng bikin dia menyaksikan sendiri pas yechen bantai semua klan su sampai ke akar akarnya bikin su zheng mengutuk putranya sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!