Indonesia
NovelToon NovelToon
Suami Darurat: Sahabat Sendiri!

Suami Darurat: Sahabat Sendiri!

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

​"Kalau umur 30 gue belum nikah, lo wajib nikahin gue, Ka!"
​Janji konyol lima tahun lalu kini jadi bumerang untuk Nadira. Sisa waktunya tinggal menghitung hari, tapi semua perburuannya mencari pacar selalu berujung tragis—ditipu hingga nyaris jadi selingkuhan!
​Di sisi lain, ada Askara. Sahabat sejak kecil yang tampan dan mapan. Askara sengaja menolak ratusan wanita demi menanti hari ini tiba. Bagi Askara, janji umur 30 bukanlah lelucon, tapi strategi untuk memiliki Nadira seutuhnya.
​Waktu habis, Askara pun menagih janji! Nadira yang gengsi setengah mati terpaksa menikah dengan sahabat yang tahu semua kebiasaan buruknya.
​Mampukah Nadira bertahan saat Askara mulai membongkar batas friendzone dan menagih haknya sebagai suami?
​Gengsi tingkat tinggi VS Cinta tulus sahabat sendiri. Siapa yang bakal menyerah duluan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26: Janji Malam Pertama dan Pelukan Haru Nadeo

​Kehangatan yang tercipta di antara mereka mendadak membakar atmosfer ruang makan rumah baru itu. Balasan ciuman tulus dari Nadira bagaikan pemicu yang menyulut bongkahan gairah yang selama ini dipendam rapat oleh Askara.

​Napas Askara memburu. Cumbuannya tak lagi pelan dan manis, melainkan berubah menjadi begitu menuntut, dalam, dan intens. Tangan kekarnya meluncur dari pinggang, menangkup erat punggung Nadira dan mengangkat tubuh wanita itu hingga terduduk di atas tepi meja makan jati yang kokoh.

​"Mhnggh... As-ka..." lenguh Nadira tercekat.

​Semakin Askara memperdalam pagutannya, jari-jari pria itu mulai bergerak berani menyusuri tengkuk hingga menyingkap bagian belakang gaun putih gading yang dikenakan Nadira. Sensasi sentuhan kulit pada udara dingin ruangan membuat Nadira tersentak bagai tersengat listrik.

​Dada Nadira naik turun dramatis. Kesadarannya melompat bangun. Dengan sisa tenaga yang ada, Nadira mendorong bahu kokoh Askara dan memalingkan wajahnya ke samping, memutuskan ciuman panas tersebut secara mendadak.

​"Hah... hah... Aska, stop!" jerit Nadira terengah-engah, suaranya gemetar hebat dengan wajah yang merah padam bagaikan buah tomat matang.

​Askara terpaku. Napasnya masih menderu keras di ceruk leher Nadira, matanya memancarkan kilat dahaga yang belum terpuaskan. "Kenapa, Nad?" bisiknya rendah, mencoba kembali mendekatkan bibirnya.

​"G-gue belum siap!" potong Nadira cepat sambil menahan dada Askara dengan kedua telapak tangannya yang gemetaran. Matanya berkedip-kedip panik, sarat akan rasa takut yang jujur. "Tolong... jangan sekarang, Ka. Gue... gue beneran takut."

​Mendengar bisikan ketakutan dari bibir wanitanya, seolah ada air dingin yang disiramkan ke kepala Askara. Pria itu memejamkan mata sejenak, meredam gejolak di dadanya, lalu mengembuskan napas panjang.

​Askara menjauhkan tubuhnya beberapa sentimeter, lalu menyandarkan dahi hangatnya ke dahi Nadira. Jemari Askara terulur mengusap lembut pipi Nadira yang basah oleh keringat dingin.

​"Hei... calm down. Gue gak bakal maksa lo," ujar Askara dengan suara rendah yang amat menenangkan, mengusap bibir bawah Nadira yang sedikit bengkak. "Maaf ya, gue tadi kebablasan."

​Nadira bernapas lega, menyandarkan kepalanya di bahu Askara untuk menetralkan detak jantungnya yang berantakan. "Makasih ya, Ka... Gue cuma tegang banget. Semuanya rasanya cepet banget..."

​Askara menyunggingkan senyuman miring yang penuh arti, merapikan gaun Nadira yang sempat sedikit berantakan.

​"Gue lepasin lo buat siang ini, Nadira," bisik Askara tepat di telinga Nadira, membuat bulu kuduk wanita itu berdiri seketika. "Tapi ingetin diri lo baik-baik... bukan buat nanti malam."

​Nadira langsung mendongak kaget. "E-eh?! Nanti malam maksudnya gimana?!"

​"Mulai malam ini, lo udah resmi jadi istri gue. Dan seorang istri dilarang tidur pisah rumah apalagi pisah kamar sama suaminya," tegas Askara santai namun tak menerima bantahan sedikit pun. "Semua baju dan barang-barang lo udah dipindahin sama Mama Dinan ke rumah ini tadi pagi."

​"WHAT?! Tapi kan resepsi kita baru bulan depan, Aska!" rengek Nadira panik, langsung melompat turun dari meja makan. "Gue mana terbiasa tidur di kamar baru! Gue takut gak betah! Gue itu dari bayi tidurnya di kamar gue yang di rumah Papa Doni! Nanti kalau gue insomnia gimana?!"

​Askara terkekeh renyah melihat kepanikan konyol istrinya. Ia melangkah mendekat, mengurung tubuh Nadira di antara kedua lengannya yang menempel pada dinding.

​"Gak betah?" goda Askara mendekatkan wajahnya. "Tenang aja. Gue bakal bikin lo begitu kecapekan nanti malam sampai lo gak punya waktu buat mikirin insomnia."

​"ASKARA MESUM! MESUM BANGET SIH!" jerit Nadira histeris sambil memukul dada Askara keras-keras, walau pria itu justru tertawa lepas menikmati pukulan manja tersebut.

​"Gue serius, Nadira," lanjut Askara menahan kedua tangan Nadira, lalu menggenggamnya hangat. "Kamar kita di lantai atas udah didesain mirip banget sama kamar lo di rumah Papa Doni dan Mama Dinan. Bedding-nya, baunya, sampai pajangan lo semuanya ada di sana. Gak akan ada bedanya. Ditambah lagi... sekarang ada bonus suami ganteng yang siap meluk lo tiap malam."

​Nadira menyipitkan matanya judes, walau di dalam hatinya rasa cemas itu perlahan luluh oleh perhatian detail yang selalu disiapkan Askara. "PD banget bilang ganteng..."

​"Tapi emang ganteng kan?" ledek Askara mencium kilat ujung hidung Nadira. "Yuk, balik dulu ke rumah Papa Doni. Kita pamitan resmi."

...****************...

​Pukul lima sore, SUV hitam Askara kembali terparkir di pelataran rumah keluarga Nadira.

​Saat mereka memasuki pintu depan, suasana rumah tampak ramai dan hangat. Di ruang tamu, Papa Doni dan Mama Dinan sudah duduk bersama orang tua Askara, yaitu Papa Alan dan Mama Iliana. Kedua pasang orang tua yang selama ini paling gencar ingin menjodohkan anak-anak mereka itu tampak tersenyum lebar menyambut kedatangan sang pengantin baru.

​"Nah! Ini dia anak-anak kita yang udah sah secara hukum!" seru Papa Alan bersemangat sambil berdiri dan menjabat tangan Askara bangga.

​"Selamat ya, Nadira sayang!" Mama Iliana langsung memeluk Nadira erat, mengusap punggung menantu kesayangannya itu. "Akhirnya Mama beneran punya anak cewek cantik di rumah!"

​Nadira tersenyum haru di dalam pelukan Mama Iliana. "Makasih banyak ya, Mama Iliana..."

​Tiba-tiba, suara derum mesin sepeda motor terdengar berhenti di halaman depan, disusul suara langkah kaki tergesa-gesa yang melangkah masuk ke dalam rumah.

​"Mbak Nadira! Mas Aska!"

​Nadeo—adik laki-laki Nadira—baru saja tiba dari kampus. Pemuda itu masih mengenakan jaket almamaternya, melempar tas punggungnya begitu saja ke atas sofa, lalu melangkah lebar mendekati Nadira.

​Tanpa basa-basi, Nadeo langsung merengkuh tubuh Nadira ke dalam pelukan yang sangat erat, sampai-sampai tubuh Nadira sedikit terangkat.

​"E-eh! Deo! Sesak tahu!" omel Nadira refleks, walau jemarinya membalas memeluk punggung adiknya.

​Nadeo tidak membalas omelan itu dengan ledekan seperti biasanya. Pemuda tengil itu justru mempererat pelukannya, membenamkan wajahnya sejenak di pundak kakak perempuan satu-satunya itu.

​"Selamat ya, Mbak Nad," bisik Nadeo, suaranya mendadak terdengar sedikit serak dan emosional. "Gue beneran seneng banget akhirnya lo nikah... apalagi nikahnya sama Mas Aska. Pria yang dari dulu paling gue kagumi dan paling gue percaya buat jagain lo."

​Nadira terpaku. Rasa hangat dan haru menjalar hebat di dadanya. Adik laki-lakinya yang biasanya jahil, suka merebut makanan, dan tak pernah mau mengalah ini... ternyata menyimpan rasa sayang dan hormat yang begitu dalam padanya.

​Nadeo melepaskan pelukannya, menepuk-nepuk kedua bahu Nadira sambil tersenyum tulus. "Mbak Nad harus bahagia ya. Kalau Mas Ka nakal, bilang ke gue, nanti gue bantu omelin!"

​Askara yang berdiri di samping Nadira terkekeh pelan, lalu merangkul bahu Nadeo dengan akrab. "Tenang aja, De. Gue gak bakal bikin kakak lo nangis."

​"Awas ya, Mas Ka!" ancam Nadeo bercanda, lalu menjabat tangan Askara dengan penuh rasa hormat. "Titip Mbak Nadira ya, Mas. Dia emang suka ngamuk, tapi dia kakak terbaik yang gue punya."

​Mama Dinan mengusap air mata harunya melihat interaksi ketiga anak muda itu, sementara Papa Doni menepuk bahu Askara mantap.

​"Askara, bawa Nadira ke rumah baru kalian baik-baik ya," ujar Papa Doni dengan suara berat sarat kewibawaan. "Bimbing anak Papa."

​"Pasti, Papa Doni," jawab Askara tegas dan penuh janji.

​Di sudut ruangan, koper-koper besar milik Nadira sudah rapi dimasukkan ke dalam bagasi mobil oleh Nadeo dan Askara. Nadira menatap rumah masa kecilnya, Papa Doni, Mama Dinan, Nadeo, serta Papa Alan dan Mama Iliana yang melambaikan tangan hangat.

​Askara menggenggam erat jemari Nadira, membimbing wanita itu masuk ke dalam mobil.

​"Siap mulai kehidupan baru sama gue, Istriku?" bisik Askara lembut.

​Nadira menoleh, menatap wajah tampan suaminya yang sangat ia cintai. "Siap, Suamiku," sahut Nadira mantap, siap melangkah ke babak kehidupan mereka yang sesungguhnya.

1
Azizah az
ikutan disini Thor ☺️🤗
Fitra Sari
lanjut lagi KK 🙏🥰
N07
New reader nie Thor. Suka sama gaya berceritanya, susunan kata & tanda baca juga rapi jadi enak bacanya. Semoga ceritanya juga menarik sampe ending ga bertele2.
mak mak doyan novel
nah gini kan adem.. g ada gengsi yg tinggi lgi
mak mak doyan novel
ini mah calon suami idaman
mak mak doyan novel
udah ya nad gengsinya.. semua dukung kmu sama aska
Fitra Sari
lanjut KK sampe halal 🥰
Ariska Kamisa: terimakasih kak🙏🙏
aku jadi semangat nih...
total 1 replies
umie chaby_ba
lanjut thor
umie chaby_ba
ceritanya ringan, dan bagus...
semangat terus thor...
/Heart/
Ariska Kamisa: terimakasih banyak ya kakak♥️
total 1 replies
English Lesson
Bagus👍🏻👍🏻
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
waduh... askara serem juga...
umie chaby_ba
lah aska mah lemah banget ngambek bentaran doang... 🤣
umie chaby_ba
hayo loh ...
umie chaby_ba
nadira ngeselin ih... malah cerita lagi udah tahu suasananya lagi ga beres malah cerita
mak mak doyan novel: setuju..
ngeselin bgt dia
total 1 replies
umie chaby_ba
nah kan... bukan orang biasa aja yang ujug-ujug dateng. pasti ada maksud terselubung 🤭
umie chaby_ba
mode protektif nih🤭
umie chaby_ba
dih... bisa aja brondong... bahaya banget nih... nanti nadira tergoda lagi, kesempatan banget buat nadira malah ini mah...🤭
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
umie chaby_ba
kagak inget umur banget si nad sumpah 30 tahun masih begitu, askara lo sabarnya kebangetan ini mah !!!
umie chaby_ba
sumpah nadia ini ngeselin! main nuduh penjahat kelamin lagi🤣🤣🤣🤣
umie chaby_ba
nah loh... kan bader banget lo nad udah tua geh🤭🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!