Indonesia
NovelToon NovelToon
Di Cerai Suami, Di Nikahi Tuan Muda

Di Cerai Suami, Di Nikahi Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / CEO
Popularitas:15.1k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Dilara di cerai oleh Kevin karena wanita yang di cintai Kevin kembali.

Setelahnya Dilara melamar menjadi seorang baby sitter, dan di terima pada salah satu keluarga kaya. Dilara memang seorang sarjana, namun dia butuh pergi cepat dari rumah Kevin dan juga butuh tempat tinggal baru. intinya dia ingin lepas dari Kevin dan memulai hidup barunya.

namun, ternyata di rumah itu ada seorang tuan muda bernama Elian yang selalu membuat Dilara kesal dengan sikap dinginnya. lalu apakah pada akhirnya mereka akan saling suka? apa keluarganya akan setuju dengan hubungan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dilara 6

"Maafkan aku... Kamu adalah wanita sempurna dan juga istri yang baik, kamu pantas mendapatkan kebahagiaan di luar sana... Maafkan aku sekali lagi, sudah memberikan luka selama pernikahan kita..."

Dilara membeku sejenak, mendengar pengakuan lugas yang keluar dari bibir Kevin. Kata "sempurna" dan "istri yang baik" merambat pelan, mengetuk kesadaran paling dalam di hatinya.

Ia tidak membalas dengan amarah atau kalimat tajam. Dilara hanya menarik napas panjang, mencoba menahan getaran di dadanya, lalu menatap Kevin lurus-lurus dengan sepasang mata yang bening menggenang.

"Terima kasih sudah menilai usaha kecilku selama ini, Mas," bisik Dilara sangat pelan.

Suaranya halus, namun justru kelembutan itulah yang seketika meremas jantung Kevin hingga terasa sangat sesak. Satu tetes air mata lolos membasahi pipi Dilara, disusul lelehan berikutnya yang tak lagi mampu ia bendung. Kevin terpaku. Hatinya serasa dihantam beban amat berat melihat wanita yang selalu tersenyum sabar itu kini menangis tanpa henti di depannya.

"Kalau aku memang istri yang baik..." Dilara mengusap pipinya lembut, mencoba tersenyum di tengah lelehan air matanya.

"Nyatanya aku tidak pernah bisa mengetuk pintu hatimu, Mas? Kenapa setiap kali aku mendekat, kamu selalu melangkah mundur?"

"Dilara..." Kevin melangkah mendekat, matanya berkaca-kaca.

Jemarinya terulur hendak mengusap air mata istrinya, namun tertahan di udara saat Dilara menyatukan kedua tangannya sendiri di depan dada. Penolakan halus agar Kevin tidak menyentuhnya.

"Aku tidak marah padamu, Mas. Sungguh," tutur Dilara lembut, matanya menatap Kevin penuh kepasrahan.

"Perasaan memang tidak bisa dipaksakan. Kamu tidak salah karena tetap mencintai Asha, dan aku pun tidak salah karena pernah berharap suamiku bisa membalas rasa cintaku."

"Jangan berkata seperti itu, Ra..." suara Kevin pecah, parau dan bergetar hebat. Rasa bersalah yang teramat sangat berdesakan menjejaki dadanya.

"Mendengarmu pasrah seperti ini membuatku merasa menjadi pria paling jahat di dunia."

"Kamu tidak jahat, Mas. Kamu hanya sedang jujur pada hatimu sendiri," sambung Dilara dengan keikhlasan yang teramat tulus.

"Hanya saja... rasanya memang cukup mengerikan saat aku sadar bahwa perjuanganku selama ini harus berakhir di sini. Aku belajar memasak makanan kesukaanmu, menunggu pintu rumah ini terbuka setiap malam, merapikan kemejamu... Semua itu kulakukan semata-mata bukan karena kewajiban, Mas, tapi karena aku mencintaimu, mencintai pria yang menjadi suamiku."

Setiap kata yang diucapkan Dilara dengan nada begitu tenang dan santun itu justru menancap amat dalam di ulu hati Kevin. Pria itu menunduk dalam-dalam, menyapu wajahnya kasar saat air matanya sendiri akhirnya menetes ke lantai. Perasaan asing yang baru ia rasakan sejak memeluk Dilara semalam kini berbalik menghantamnya, rasa kepedihan luar biasa karena menyadari betapa besarnya cinta wanita di depannya ini.

"Maafkan aku, Dilara..." rintih Kevin lirih, suaranya dipenuhi keputusasaan.

"Maaf karena aku terlalu buta untuk melihat ketulusanmu selama ini. Maaf..."

Dilara mengangguk pelan, menyapu sisa air mata di wajahnya. Ia meraih gagang kopernya dengan erat.

"Sudah kumaafkan sebelum kamu meminta, Mas," ucap Dilara pelan namun mantap.

"Terima kasih untuk satu tahun ini. Terima kasih sudah memberiku kesempatan menjadi seorang istri, meski hanya sebentar. Tolong jaga dirimu baik-baik, berbahagialah dengan Asha, wanita yang kamu cintai..."

"Ra, tolong..."

"Kamu sudah memutuskan, Mas. Jadilah pria yang bertanggungjawab dengan keputusan kamu sendiri..."

Dilara menarik koper besarnya berdiri, lalu menegakkan tubuhnya. Ia menatap Kevin yang masih bergeming dengan raut penyesalan di depannya.

"Malam ini aku akan mencicil memindahkan barang-barangku ke rumah Nisa dulu, Mas. Sambil sebagian aku berikan kepada yang membutuhkan." ucap Dilara tenang, memecah keheningan kamar.

"Besok pagi baru aku langsung berangkat ke tempat kerja baruku."

Kevin tersentak. Ia bergegas bangkit berdiri, matanya menatap panik pada koper yang kini sudah terkunci rapat di tangan Dilara.

"Rumah Nisa?" ulang Kevin cepat, mencoba menahan langkah Dilara.

"Kalau kamu memang mau titip barang di sana tidak apa-apa, tapi setidaknya beri tahu aku, Dilara... kamu bekerja di mana? Rumah keluarga siapa yang kamu maksud pagi tadi?"

Dilara hanya merapikan tali tas di bahunya tanpa ada niat membuka suara.

"Jawab aku, Dilara!" desak Kevin, suaranya meninggi dipenuhi kecemasan yang membakar dada.

"Kamu itu masih istri sahku! Aku berhak tahu di mana kamu bekerja dan dengan siapa kamu tinggal. Bagaimana kalau tempat itu tidak aman untukmu?"

Dilara menatap Kevin lurus-lurus. Sebuah senyuman tipis yang amat dingin terbit di bibirnya.

"Untuk apa kamu tahu, Mas?" bisik Dilara pelan.

"Aku cuma khawatir padamu!" potong Kevin parau.

"Rasa khawatirmu terlambat, Mas Kevin. Karena sebentar lagi kita akan menjadi mantan. Dan kewajiban juga tanggungjawab kamu atas aku gugur... Fokuslah untuk perceraian kita, aku tak akan datang agar prosesnya cepat dan kamu bisa segera menikah dengan Asha..." balas Dilara mantap.

Dilara melangkah maju, membiarkan roda kopernya berderit pelan menyusuri lantai kamar. Kevin berdiri mematung di ambang pintu, lidahnya kufur kata, tak lagi memiliki alasan maupun keberanian untuk menahan langkah wanita yang kini benar-benar telah pergi dari hidupnya.

Keroncong halus di perutnya mengingatkan Dilara bahwa ia belum menyentuh makanan sejak siang. Ia melangkah keluar dari kamar menuju area dapur untuk mencari sesuatu yang bisa mengganjal perut.

Namun, begitu kakinya mendekati meja bar, langkah Dilara terhenti. Aroma pasta bekas olahan Asha dan sisa-sisa minyak di atas kompor membuat dadanya terasa sesak.

Selama satu tahun ini, dapur adalah istananya. Tempat di mana ia menuangkan seluruh cinta dan harapannya lewat setiap masakan yang ia siapkan untuk Kevin. Kini, melihat tempat itu telah tersentuh dan dikotori oleh wanita lain, ada rasa mual dan enggan yang membuncah di dada Dilara.

Tanpa menyentuh satu pun peralatan masak di sana, Dilara hanya berjalan menuju kulkas. Ia mengambil satu botol air mineral dan sebutir apel merah, lalu duduk di kursi meja makan, mengupas buah itu perlahan.

Kevin yang memperhatikan gerak-gerik Dilara dari ruang tengah meremas jemarinya kuat-kuat. Ia sadar betul alasan di balik sikap istrinya. Pria itu menyapu pandang ke arah dapur, istana kecil yang dulu selalu dijaga kebersihannya oleh Dilara dengan penuh rasa bangga, kini terasa tercemar. Kesadaran itu menghantam Kevin tepat di dada.

"Kamu... cuma makan apel?" suara Kevin memecah keheningan, terdengar amat bersalah dan canggung saat ia berjalan mendekat.

Dilara tidak mendongak. Ia terus mengupas kulit apelnya. "Ini sudah cukup, Mas."

"Dapur ini... maafkan aku, Dilara. Aku akan minta orang untuk membersihkannya malam ini juga," lirih Kevin dengan tenggorokan menyempit. Ia bergegas mengambil ponsel di sakunya.

"Jangan makan apel saja. Aku sudah pesan makanan dari restoran favoritmu lewat aplikasi. Sebentar lagi sampai."

Dilara menghentikan pisau di tangannya, lalu menatap Kevin dengan pandangan yang membuat pria itu makin merasa kerdil.

"Terima kasih, tapi tidak usah repot-repot, Mas. Selain ada apel, di meja juga masih ada roti yang bisa aku makan..." jawab Dilara pelan namun menolak tegas.

"Dilara..."

1
𝐃ITA💋𝐀𝐍𝐍𝐈𝐕⑤🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
ditunggu kelanjutan nya kak❣️
𝐃ITA💋𝐀𝐍𝐍𝐈𝐕⑤🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
udah aku kasi 10 ☕☕☕ ya kak😎
Rarik Srihastuty
batalin aja dah Kevin, kamu menduda aja.mungjin suatu saat km dapat jodoh lain dari author. daripada nikah sama asha makan hati, lebih baik kamu larut dalam penyesalan dan memperbaiki diri menjadi lebih baik
nely_48
ak loh curiga klau Asha lg hamidun, makanya maksa kevin untuk cpet² menikahinya, trs soal mahar yg fantastis itu adalah langkah aman untuk nguras habis harta kevin
nely_48
jantungan ga tuh s kevin pas baca daftar mahar yg d minta ibu nya Asha,,, lagian calon ibu mertua searogan itu main bentak n nekan kevin,, tah kev km mikir lah d situ,, ortu kandung km az menyayangi km dgn tulus n ga pernah berkata kasar apalagi nada tinggi loh,,, gila az kevin mau masuk k keluarga toxic
Ambu Rinddiany Thea
belum apa2 udh d teror kaya ma depkolektor s kevin mah , apalagi ntar udh nikah amsiong ga tuh
Lee Mba Young
semoga ortu Kevin lbih Tegas lagi. cabut saja semua fasilitas kl mau nikah megah suruh usaha sendiri tanpa bantuan ortu nya. yakin Asha masih mau 🤣.
Oma Gavin
semoga ortu nya Kevin menolak punya menantu asha dan pernikahan batal cabut semua fasilitas dan jabatan di perusahaan aku jamin asha kabor setelah tau kevin kere
Fitria Syafei
rasaiin kau Kevin mentok kesana kemari . pilih ntuh si ratu lebah Asha yg lebih menarik dari Dilara 😏 KK cantik kereen 😍 terimakasih 😍
Talnis Marsy
Kevin ....KLO kamu sampai nurutin Asha..otak kamu kemakan ayam bearti....
ryuka
kevin kevin.. kamu bodoh bgt sih klo masih mau lanjutt
Oma Gavin
rasakan kamu kevin cuma diporotin asha saja sama keluarga nya semoga ortu mu menolak mentah" dan pernikahan batal terbongkar manipulasi asha tentang sakitnya
Mundri Astuti
oi Kevin blegug...dah liat kan babang tamvan elian...calonnya dilara tuh kerennn kan 😄.

nikmatin harimu sama lampir pilihanmu 😛
nely_48
turuti az sih kev apa yg d inginkan Asha, kan semua jg keinginan mu mau bahagia bersama Asha mu itu
nely_48
thank's elian km udh melindungi n membela dilara d depan mata kevin
Fitria Syafei
hadeh Kevin..Kevin...ngaca..deh terlambat tauu dan kemana ajee baru nyadar kalau Dirara jauh berbeda dari nenek sihir ntuh 😏 KK cantik mantaf 🥰 terimakasih 🥰
Masha 235
harusnya jgn adik prempuan Thor...saudara prempuan gt,itu bisa merujuk adik/KK prempuan..
𝐃ITA💋𝐀𝐍𝐍𝐈𝐕⑤🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Udah aku kopi manis ☕ kak.. 😎
❥␠⃝ ͭ🍁Amalia💋❣️
nama nya kebalik balik kak
Ambu Rinddiany Thea
aneh pikiran s kevin mah nyasar kamana karep , tau klo liat s elian ganteng membahanaaaaa hahhahaha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!