Hanya karena rasa keingintahuan nya, Cessa harus menikah dengan pria yang sama sekali tidak dia kenal. Pernikahan yang harus dia hadapai diumur dia yang masih menginjak 17 tahun.
.
Aliandra Rafazan Putra, harus menikahi wanita yang dia tidak kenal sama sekali hanya karena penasaran dengan suara desahan yang dia dengar dari sebuah ruangan.
Niat hati ingin memergoki pasangan mesum, malah Rafa menemukan seorang gadis manis seperti boneka sedang tampak kelabakan, sepertinya gadis itu bingung bagaimana cara mematikan film dewasa yang sedang terputar itu.
"Tontonan yang menarik" ledek Rafa.
Cessa melotot pada Rafa, "Bukan tontonanku!" peliknya tidak terima
"Apa yang kalian lakukan di ruangan ini!" pekik kepala sekolah.
.
Karena insiden memalukan itu Rafa dan Cessa harus menikah disaat umur mereka yang masih 17 tahun, bisakah rumah tangga keduanya berjalan lancar tanpa hambatan? bagaimana nasib keduanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seulmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
3. Sekolah
Aliandra Rafazan Tiandra, pria dingin dan tampan ini adalah idola di sekolahnya. Sangking tampannya Rafa sampai payah melakukan aktifitasnya. setiap apapun yang dia lakukan tidak luput dari pandangan para wanita idolanya. Setiap hari selalu mendapatkan hadiah dari para fansnya tapi Rafa tidak pernah meladeni semuanya. yang meladeni hanya Prince sahabat baik Rafa.
Prince dan Rafa berteman sejak mereka SMP, mereka saling kenal karena memiliki hobi yang sama yaitu game.
Sebenarnya Rafa adalah seorang youtuber game tapi dia tampil dengan menggunakan topeng, atau dia tidak mau menampilkan wajahnya, hanya suara yang sudah diubah sehingga orang tidak ada yang sadar itu adalah dia.
Selain youtuber game, Rafa juga punya cafe miliknya sendiri, selain itu dia juga punya sebuah perusahaan game milik dia sendiri, kedua orang tuanya tidak tau semua usahanya itu, mereka hanya tau Rafa seorang yang pintar di sekolahnya.
Kenapa Rafa melakukan semua itu? itu karena Kakak laki-laki Rafa, yang bernama Aliandra Gavin Mahendra, dia sangat membenci Rafa dan menganggap Rafa adalah saingannya karena memang Rafa sangat pintar melebihi dirinya.
Rafa tidak ingin bertengkar dengan kakaknya hanya karena harta warisan, karena itu Rafa memilih membuka usahanya sendiri dimulai dari uang hasil jerih payah dia menjadi youtuber game.
Prince juga sering membantu Rafa, karena prince sebenarnya adalah asisten Rafa alias seperti kaki tangannya.
Prince sangat menyukai sifat Rafa yang sangat dingin pada semua wanita, dia ingin menjodohkan adiknya yang cantik dengan Rafa, setiap hari prince sering menceritakan tentang adik kembarnya itu, bukan hanya itu dia sering menunjukkan foto cantik Cessa, tapi Rafa yang memang dasarnya masa bodoh dengan wanita secantik apapun tidak terlalu menggubris ucapan Prince.
"Raf, hari ini main dirumah gue aja yuk" ajak prince.
Rafa melirik heran pada sahabatnya itu, "Terserah" jawab cuek Rafa.
"Yes!" sorak bahagia Prince dia berencana ingin mempertemukan Rafa dengan Cessa adik kembarnya. "Hehehehe gak ada gue senang aja lu main di rumah" Prince nyengir pada Rafa.
"Lu ngerencanain apaan?"
"Gak ada" sanggah Prince cepat.
Rafa hanya diam dan terus menatap prince, membuat prince jadi salah tingkah. "iya-iya gue ngaku, dirumah ada adek gue, gue mau menjodohkan dia dengan lu" seru Prince akhirnya.
Rafa melihat keselilingnya, mata para wanita langsung tertuju pada dirinya saat Prince dengan lantangnya mengatakan perjodohan dengan adiknya.
"Liat keseliling lu, lu gak takut adik lu kembali di bully" bisik Rafa.
"Justru gue mau jodohin ke lu, agar dia aman dari pembulian, lu pasti bisa jagain dia" balas prince dengan berbisik juga.
"Terserah lu lah" Rafa segera berdiri dan meninggalkan prince.
"Raf! mau kemana?!"
"Ngantuk!" jawab singkat Rafa. Rafa memang sangat jarang banyak bicara, dia tipe orang yang irit ngomong, dan hanya panjang sesekali.
.
Revi baru balik dari urusan OSIS nya, dia segera menghampiri Prince, untuk bertanya kemana Rafa berada.
"Prince mana Rafa?" tanya Revi, dia hanya satu-satunya wanita yang berani terus pantang mundur mengejar Rafa, walau Rafa bersikap seperti apapun padanya.
"Mana gue tau, cari aja sendiri sana" ketus Prince, sejak dulu dia tidak menyukai Revi, walau tau Revi itu baik tetap dia tidak suka, mungkin karena merasa Revi adalah saingan terberat adiknya dalam mendekati Rafa, padahal Cessa sendiri tidak mau mengejar ngejar Rafa.
"Gue tanya baik-baik prince" kesal Revi.
"Gue juga jawab baik-baik Revi" balas Prince tidak mau kalah.
Malas berdebat dengan Prince, Revi segera beranjak dari sana, lebih memilih bertanya pada orang lain. Lebih mendapat jawaban yang pasti jika bertanya pada salah satu fans Rafa di banding bertanya pada sahabat Rafa.
...🌜🌨🌨🌨🌨🌛...
Rafa yang sejak tadi tertidur di atap sekolah tidak sadar bel pulang sekolah telah berbunyi, pria itu sangat lelah karena menyelesaikan jadwal syutingnya hingga tengah malam.
Pukul 3 Sore baru pria itu terbangun, panggilan Prince sejak jam pulang sekolah tidak dia gubris karena ponselnya sedang dalam mode silent.
Karena tidak mendapatkan kabar dari Rafa, akhirnya prince pulang sendiri, prince pikir Rafa memang sengaja menghindarinya, karena males bertemu dengan Cessa.
"Sial, gue ketiduran" gumam Pelan Rafa, dia segera beranjak dari tempat istirahat nya, dan berjalan menuju ruang kelasnya, Rafa yakin sekolah mereka pasti sudah sepi sekarang.
...🌜☀☀☀☀🌛...
"Yakin tidak mau gue antar?" tanya Prince ini entah pertanyaan yang ke berapa, dia terus mengulang pertanyaan yang sama dengan Cessa.
"Stop prince! gue bisa sendiri! gue cuma mau memutari sekolah itu sebentar, lalu setelah itu gue pulang" Seru Cessa pada kakak kembarnya itu, dia segera berlari meninggalkan prince dan menyuruh supir untuk segera menjalankan mobilnya.
"Sial, gue ditinggal terus, gak Rafa gak Cessa, mereka berdua sama-sama jutek dan menyebalkan, cocok banget gue jodohin, gue do'ain kalian berdua jadi jodoh" gerutu prince sebelum memasuki kamarnya.
.
Cessa tampak tabjuk dengan sekolah barunya, dia sudah mendapatkan izin dari satpam untuk mengelilingi sekolahan yang akan dia tempati.
Cukup lama gadis itu berputar-putar, hingga dia penasaran sama sebuah ruangan yang tidak terkunci dan ada cahaya didalamnya.
Rasa penasaran gadis itu langsung muncul. Cessa semakin melebarkan pintu yang tadi hanya terbuka sedikit.
Begitu masuk cessa hanya melihat sebuah layar proyektor yang sedang menyala, sedangkan gorden ruangan itu tertutup rapat.
"Siapa yang sedang nonton?" Cessa berbicara sendiri, dia melirik ke kanan dan ke kiri mencari siapa orang yang sedang menonton, tapi tidak ketemu.
Karena penasaran cessa menekan tombol play pada proyektor itu. Dan tampaklah dua orang perempuan sedang berbicara, cessa tidak mengerti dengan ucapannya karena kedua perempuan itu berbicara menggunakan bahasa china.
"Film apaan sih!" gerutu Cessa. Cessa hendak menekan tombol pause, tapi karena tulisan yang kecil didekat layar proyektor itu, dia tidak sengaja menekan tombol tab.
Mata cessa kini menatap pantulan yang ditampilkan di sana, scene mulai berganti menampilkan seorang pria yang masuk kedalam kamar dimana kedua orang itu berada. Pria itu mulai mencumbu salah satu wanita di sana.
Mulut Cessa langsung melongo, dia mulai menyadari film apa yang ada di depannya itu ketika kedua perempuan itu mulai menanggalkan satu persatu baju yang mereka kenakan hingga akhirnya tidak satupun pakaian menutupi tubuh kedua gadis itu.
Wajah Cessa sudah memerah padam, dia sangat malu melihat adegan panas yang mulai terjadi.
Didalam scene itu, sang wanita mulai melengguh kecil, Bersamaan dengan lengguhan itu tubuh salah satu wanita itu mulai menegang dan bergetar. lalu kamera mulai diarahkan pada area sensitif si wanita.
Cessa dengan cepat dan asal menekan segala tombol yang ada di sana dia tidak mau lagi matanya ternoda melihat tontonan itu.
...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...
kalo misal ada cerita panjang juga biasanya loncat" bacanya
sumpah tapi pas mulai baca gakerasaa karna sebagus ituuu
thank uu ya author uda bikin cerita sebagus inii♥️
king bisa buka segel