Indonesia
NovelToon NovelToon
DIPANGGIL KE DUNIA LAIN UNTUK MENJADI RAJA IBLIS LEON KE-9

DIPANGGIL KE DUNIA LAIN UNTUK MENJADI RAJA IBLIS LEON KE-9

Status: tamat
Genre:Dunia Lain / Fantasi Isekai / Sistem / Tamat
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Lorenzo Leonhart

Jadwal Update: Selasa, Jumat, Minggu

Di dunia lamanya Ren Akasa adalah pria kantor yang di perlakukan buruk oleh atasan dan juga rekan kerjanya.

Tekanan kerjaan yang gila, gaji yang sering di tunda juga rekan kerja yang manipulatif. Suatu ketika ia di tarik ke dunia lain, BUKAN untuk menjadi PAHLAWAN melainkan untuk menjadi RAJA IBLIS.

Antara menjadi penyelamat yang bijak, atau menjadi penguasa tirani yang dingin, mengingat selama hidupnya di dunia nyata ia diperlakukan bagai pecundang.

dengan kekuatan yang Ren miliki, apakah dunia lain akan menjadi pelampiasannya akibat perlakuan dari dunia lamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lorenzo Leonhart, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sisi Gelap Dunia Baru

Suara teriakan Ren masih bergema kuat, memantul di langit-langit kamar yang tinggi dan megah itu.

Teriakan yang penuh rasa ngeri dan kebingungan itu memicu reaksi instan dari para penghuni kastil yang tersisa.

Tak butuh waktu lama bagi mereka yang memiliki indra tajam untuk merespons.

Silas, Shallan, dan Alice menerobos masuk ke dalam kamar dengan napas tersengal-sengal, siap menghadapi ancaman apa pun yang mungkin menyelinap masuk melalui celah dimensi.

"Tuan! Apa ada serangan?!" Shallan bersiaga penuh.

Cambuk hitam di tangannya yang ujungnya terdapat sebuah taring besi berwarna merah darah menyala, ia mengeluarkan suara berderit pelan seolah senjata itu haus akan darah musuh.

Tanpa sengaja Shallan melihat Ren yang hanya mengenakan handuk, tubuhnya yang tampak kekar membuat Shallan jadi salah tingkah dan wajahnya memerah.

"Ma-ma-ma-ma-maafkan saya tuan, saya telah lancang langsung masuk kemari," ucapnya dengan terbata-bata.

Shallan langsung menundukkan kepalanya lalu pergi dari sana dan bersembunyi menyender di luar dekat pintu kamar raja, ekspresinya seolah kegirangan sembari jantungnya masih berdegup kencang dan nafasnya terengap-engap.

Ren berdiri mematung di depan cermin besar setinggi manusia di sudut kamar mandi yang mewah itu. Tubuhnya gemetar hebat, dan jemarinya yang pucat tampak menyentuh sesuatu yang keras, dingin, dan runcing yang mencuat dari kepalanya.

Di sana, di antara sela-sela rambut hitamnya yang kini tumbuh lebih lebat dan berkilau, tumbuh sepasang tanduk berwarna merah yang melengkung tajam ke atas dengan ujung yang sangat runcing.

"I-ini... apa-apaan ini?!" teriak Ren sambil menarik-narik tanduk itu dengan kasar, seolah-olah benda itu adalah aksesori palsu yang bisa ia copot paksa.

"Kenapa ada tanduk di kepalaku?! Apa aku benar-benar berubah jadi monster?!"

"Tuan, tenangkan diri Anda. Anda bisa melukai diri sendiri," Silas maju perlahan dengan langkah yang sangat tenang.

"Itu adalah Horn of Sovereignty"

"Tanduk itu adalah bukti nyata bahwa Anda adalah raja kami. Itu bukan cacat atau kutukan, melainkan simbol kehormatan tertinggi bagi ras kami"

"Hanya jenderal petinggi dan iblis penguasa sejati yang memilikinya"

"Itu akan tampak lebih indah mengikuti progres level kekuatan anda, tuan"

'aku malah ragu soal definisi indah menurutnya' batin Ren dengan ekspresi mencurigakan terhadap Silas.

"Lalu kenapa kau tidak memiliki tanduk" tanya Ren dengan penasaran.

"Saya hanya tidak ingin debu hinggap di tanduk saya lalu mengenai makanan anda tuan"

"tapi bila anda ingin saya memunculkannya, tentu saya akan munculkan" ujarnya sembari memunculkan tanduk dari kepalanya dengan agak cepat.

Melihat itu Ren jadi merasa ngeri.

"Ti-tidak usah saja.., aku merasa lebih tenang ketika melihatmu tanpa tanduk, kau lebih terlihat manusiawi....."

 "Ngomong-ngomong apa aku bisa melakukan hal yang sama sepertimu?"

"Sayangnya tidak tuan, tanduk itu adalah bukti bahwa anda adalah raja iblis"

"Tapi itu bisa di sembunyikan dengan artefak atau alat sihir yang mungkin bisa saya buat khusus"

"Hanya saja, mohon beribu maaf Tuanku Raja Leon, situasi kerajaan kita sekarang, sedang kurang baik"

"Sehingga kita belum bisa membuatnya, sekarang"

Ren menatap pantulan dirinya sekali lagi, mencoba mencerna kata-kata Silas.

Wajah kusam, kurus, dan penuh bekas kelelahan yang ia miliki di dunia kantor kini telah lenyap tanpa bekas.

Di cermin itu berdiri sosok pria muda yang sangat tampan namun memancarkan aura wibawa yang luar biasa.

Mata merah menyala yang tajam, tubuh yang kekar membuatnya tampak layak menjadi sosok yang di segani oleh semua orang.

Ren terengah-engah, syok yang bertubi-tubi membuatnya kehilangan tenaga hingga ia terjatuh duduk di lantai batu yang dingin.

Ia memandangi tangannya yang kini terlihat lebih kuat dan perkasa. 'Dunia ini... benar-benar ingin memaksaku menjadi orang lain,' batinnya miris.

"bisa tolong kalian semua keluar dari kamar ini, aku benar-benar butuh waktu untuk mencerna semuanya"

"Keinginan anda adalah perintah bagi kami Tuan," jawab Silas dengan di akhiri salam menunduk ala pelayan.

Setelah beberapa waktu berlalu dalam keheningan yang menyesakkan, Ren akhirnya berhasil menguasai dirinya sedikit demi sedikit.

Ia melihat kembali pesan sistem yang bertuliskan

"SELAMAT DATANG DI AETHERIA"

Pesan sistem itu tidak kunjung hilang, saat Ren mencoba menatap ke objek atau jalan di depannya, pesan itu hilang, tapi ketika Ren mencoba mengaburkan pandangannya dari jalan, pesan itu kembali terlihat jelas.

"Ini benar-benar dunia lain" tanpa sengaja jemarinya mencoba menyentuh layar sistem itu.

Seketika layar sistem itu bereaksi dengan garis-garis yang bergerak membuka bak gerbang informasi yang terbuka hingga muncul pesan baru.

[Nama : Ren Akasa]

[Kelas : Raja Iblis ]

[Status :

STR: ???

INT: ???

VIT : ???

AGI : ???

DEX : ???

"Ternyata aku benar-benar menjadi raja iblis" Gumam Ren dengan ekspresi yang mencoba untuk tegar.

Saat Ren mencoba melanjutkan mempelajari sistem itu.

Tiba-tiba layar pesan sistem bergoyang seperti layar tv rusak yang bergaris-garis biru bercampur merah, seperti terjadi eror.

[Misi Utama : Lakukan penobatan takhta Vargos]

[Hadiah :

- Gelar "Raja Iblis Leon Ke-9"

- Kemampuan Aura Penguasa (Lv. 1)

- Peta Wilayah yang Hilang

- "Pengetahuan raja terdahulu" ]

Membaca itu Ren termenung.

"Jika ini benar-benar berfungsi..... Tidak ada pilihan lain"

"Berada di dunia yang tidak ku ketahui, lalu muncul penawaran mengenai pengetahuan dunia ini"

"Menjadi raja iblis di dunia lain bukan penawaran yang buruk"

Duk-duk.

Terdengar suara suara ketukan pintu kamar dari luar.

"Ya, siapa...?"

"Tuan, mohon maafkan atas kelancangan saya, tapi......"

"Sudah terlalu lama sejak kedatangan anda, belum ada satupun makanan yang masuk kedalam perut anda tuan.., karena itu, saya akan merasa sangat bersalah tuan"

Ren membuka pintunya dengan wajah penuh rasa bersalah menjawab dengan tersenyum.

"Maaf ya Silas..."

"Kalau begitu bisa kita semua makan di meja yang sama? Aku ingin bicara dengan kalian semua"

"Tentu Tuan, akan segera saya siapkan" Jawab Silas tersenyum dengan senang hati.

Ren Menuruni langkah kaki menuju meja makan besar yang telah disiapkan.

Ruangan perjamuan itu terasa terlalu luas dan hampa, mengingat hanya ada sedikit orang di sana.

Ren duduk di kursi utama, menatap Silas, Shallan, dan Alice yang berdiri dengan sikap hormat.

"Mengingat Silas yang berkata tidak bisa memproduksi barang yang aku inginkan, karena situasi kerajaan kita"

"Katakan padaku yang sejujurnya," ucap Ren dengan suara yang lebih dalam dan tenang.

"Seberapa buruk keadaan kerajaan ini? Jangan sembunyikan apa pun dariku"

Silas terdiam sejenak. Ia merapikan kacamatanya, dan untuk pertama kalinya, Ren melihat wajah sang pelayan sempurna itu terlihat sangat mendung.

"Tuan... kenyataannya adalah, kami adalah sisa-sisa terakhir"

"Selain kami bertiga dan Behemoth yang berjaga di luar, hanya ada dua orang petinggi lagi yang tersisa di kastil ini"

"Total... hanya ada enam orang iblis petinggi yang tersisa di bawah kepemimpinan Anda"

Pasukan reguler, pelayan, hingga penduduk kota... semuanya telah habis"

"beberapa menyebar ke berbagai penjuru benua untuk menyelamatkan diri, itu karena titah raja Leon ke-8"

"Raja Leon ke-8 meyakini bahwa kelak penerusnya akan menguasai dunia ini"

"mereka akan kembali saat mendengar kabar raja Leon ke-9 telah hadir"

"Masalahnya...., sekarang.., manusia di dunia ini telah berubah menjadi monster yang jauh lebih mengerikan daripada kami" tambah Alice dengan mata kebencian terhadap para manusia.

"Mereka memburu para monster, bukan karena alasan keamanan, tapi karena kerakusan, perbuatan mereka jauh lebih buruk dari kami kaum iblis" Tambah Shallan dengan murka yang tertahan oleh sopan santun pada rajanya.

"Bagian tubuh baik para monster bahkan kami para iblis adalah komoditas mahal di pasar gelap mereka"

Mendengar itu, hati Ren terasa seperti diremas. Rasa sakit dan sesak itu terasa sangat akrab.

Ia teringat bagaimana dirinya dieksploitasi oleh Toni dan Ibu Dona di kantor.

Di dunia lama, dia diperas tenaganya oleh rekan kerja yang brengsek.

Di dunia ini, eksploitasi itu terjadi dalam bentuk yang paling brutal: perampasan nyawa.

"Kenapa kalian tidak bekerja sama dengan ras lain?"

"Jika kalian memiliki musuh yang sama, bukankah bersatu adalah jalan keluar paling masuk akal?" tanya Ren dengan dahi berkerut.

"Iblis selalu berdiri sendiri dengan kebanggaannya, Tuan," jawab Silas dengan nada getir.

"Raja-raja sebelumnya...., Mereka hanya peduli pada kejayaan ras Iblis dan memandang rendah ras monster lain"

"Mereka lebih memilih mati dalam kemuliaan daripada harus berbagi meja dengan ras yang rendahan"

Ren menggebrak meja makan dengan sangat keras, membuat peralatan makan perak berdenting nyaring dan Alice tersentak kaget seolah ada trauma yang ia alami.

"Itu adalah pemikiran paling bodoh yang pernah kudengar!" Ren berdiri tegak, matanya berkilat penuh tekad yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.

"Jika kita terus bersikap sombong dan sendirian, kita hanya sedang mengantre giliran untuk disembelih! Kita harus mengubah segalanya!"

"Maksud Anda, Tuan?" tanya Silas dengan tatapan takjub.

"Besok, lakukan penobatan Takhta Vargos"

"Aku akan menerima mahkota Raja Iblis secara resmi," ucap Ren dengan suara lantang yang bergema di seluruh aula.

"Tapi setelah itu, kita tidak akan hanya duduk diam di kastil tua ini menunggu maut datang"

"Kita akan mendatangi setiap kerajaan ras hingga monster berakal yang tersisa, bahkan kaum yang terbuang sekalipun!"

"Kita akan menyatukan mereka di bawah bendera kita"

Silas, Shallan, dan Alice terpaku. Belum pernah ada dalam sejarah ribuan tahun, seorang Raja Iblis memiliki ide segila itu.

Menghancurkan batasan ras demi perlindungan bersama. Ide ini benar-benar revolusioner dan mematahkan tradisi kaku ras Iblis.

"Menyatukan seluruh ras monster...?"

Gumam Silas dengan mata yang mulai menunjukkan harapan baru.

'Tuan... Anda benar-benar berbeda dari delapan raja sebelumnya,' ucapnya dalam hati dengan rasa hormat yang mendalam.

Tiba-tiba, dari arah bayangan gelap di pojok ruangan yang obornya mati, terdengar suara tawa lembut yang menggoda dan penuh misteri.

"Menarik sekali... Ide yang sangat 'manis' untuk seorang Raja Iblis yang baru saja di panggil ke dunia ini"

Sesosok wanita melangkah keluar dari kegelapan dengan gerakan yang sangat luwes dan anggun.

Ia memiliki sepasang telinga kucing yang lancip dengan tanduk kecil yang mencuat di antaranya, memiliki dua ekor panjang yang melambai elegan di belakang tubuhnya.

Wajahnya cantik dengan mata kucing yang berwarna hijau misterius, mengenakan pakaian kain sutra yang lembut ringan berwarna hitam dengan palet hijau pastel.

Seketika obor di sekitarnya menyala dan menampakan wujudnya secara utuh.

Ren tertegun melihat anggota kelima ini. Auranya terasa sangat lincah, licik, namun juga menyimpan kekuatan yang besar.

"Tuan...," Silas segera memperkenalkan,

"Kenalkan, ini adalah Mika, sang penguasa informasi dan mata-mata terbaik kami"

"Dialah yang selama ini menjadi mata dan telinga kita di dunia luar"

Mika membungkuk sedikit, menatap Ren dengan senyum penuh rasa penasaran.

"Jadi... Raja baru kita ingin membuat persatuan?"

"Sungguh rencana yang sangat merepotkan untuk dijalankan, namun entah kenapa..."

"Aku jadi bersemangat ingin melihat bagaimana cara Anda membujuk para monster keras kepala itu"

Baru saja Ren ingin menjawab Mika, suasana di ruangan itu tiba-tiba berubah menjadi sangat dingin dan berat.

Suara denting logam yang beradu terdengar pelan dari balik pilar besar di sisi lain ruangan.

Sosok keenam muncul. Ren membelalakkan matanya, menguceknya berkali-kali untuk memastikan apa yang ia lihat.

Berbeda dengan yang lain, sosok ini tidak memiliki raga.

Yang terlihat hanyalah satu set baju zirah Samurai lengkap berwarna hitam legam dengan simbol berwarna emas, lengkap dengan sebuah katana panjang yang tergantung di pinggangnya.

Baju zirah itu bergerak seolah-olah ada tubuh manusia di dalamnya, namun setiap bagian celahnya hanya menampakkan kegelapan yang hampa.

"Dan ini," Silas berkata dengan nada yang lebih berat,

"adalah petinggi terakhir kami yang baru saja kembali dari patroli"

"Namanya adalah Kagehisa, dia adalah iblis ksatria tanpa raga yang jiwa dan tekadnya tertanam dalam zirah samurai tersebut"

"Dia adalah pelindung takhta yang paling setia"

Armor samurai itu berdiri tegak di depan Ren. Meskipun tidak memiliki wajah, Ren bisa merasakan tatapan tajam dan dingin yang mengintimidasi dari balik helm kabuto tersebut.

tidak mengeluarkan suara, namun denting senjatanya seolah memberikan pernyataan bahwa dia meragukan sosok "Raja" baru yang terlihat begitu lembut ini.

Ren menelan ludah, menyadari bahwa mengumpulkan para petinggi ini saja sudah merupakan tantangan besar.

"Kagehisa, Mika, Silas, Shallan, Alice, dan Behemoth yang di luar..." Ren menyebut nama mereka satu per satu dengan suara yang stabil.

"Besok, sejarah baru dimulai. Persiapkan diri kalian"

Ren menutup perjamuan itu dengan wajah penuh tekad, meskipun dalam hatinya ia masih bertanya-tanya:

 'Bagaimana cara memimpin mahkluk zirah tanpa raga itu?!'

Bersambung.

1
Frando Wijaya
akhirny tamat!
Frando Wijaya
umpan!!??
Frando Wijaya
udh gw duga...haa 💨
Frando Wijaya
ternyata dewi 1 ini....tarik MC ke ruangan dewi lucentia sendiri
Frando Wijaya
oh? Dia Dr Dunia bawah? sungguh mengejutkn
Frando Wijaya
btw next Thor 😃😆🤩
Frando Wijaya
bch ini mlh jd raja Bru? oee2! ini asliny gk msk akal oee!
Frando Wijaya
next Thor 😃😆🤩
Frando Wijaya
Dia....sengaja serangan miring? knp?!
Frando Wijaya
next Thor 😃😆🤩
Frando Wijaya
pertarung sengit yg luar biasa 👏
Frando Wijaya
next Thor 😃😆🤩
Frando Wijaya
apa mungkin.....ini pertarungan terakhir?
Frando Wijaya
next Thor 😃😆🤩
Frando Wijaya
apakh bakal 1 vs 1?
Frando Wijaya
bodoh
Frando Wijaya
next Thor 😃😆🤩
Frando Wijaya
yg adany...nyawa lo!
Frando Wijaya
jiah! raja iblis Leon dh lama Tau klian korupsi....jd....percuma aja wkwkwkwkwkwkwk 🤣🤣
Frando Wijaya
menyedihkan... wkwkwkwkwkwkwk 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!