Indonesia
NovelToon NovelToon
SISTEM PIJATAN PENAKLUK RATU IBLIS

SISTEM PIJATAN PENAKLUK RATU IBLIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Penyelamat / Romansa Fantasi
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Setelah dipecat secara tidak hormat dari istana akibat fitnah keji, Arya harus menghadapi kenyataan pahit sebagai tukang pijit yang kehilangan mata pencaharian utamanya. Namun, nasibnya berputar drastis saat ia tak sengaja menemukan seorang wanita dengan luka parah di tengah hutan gelap yang ternyata adalah Vanya, sang Ratu Iblis paling ditakuti. Sentuhan pijatan pertamanya pada tubuh wanita itu bukan hanya menahan pendarahan, melainkan memicu aktifnya Sistem Pijatan Penakluk Ratu Iblis yang mengubah hubungan mereka dari mangsa dan predator menjadi ikatan absurd penuh intrik di tengah kejaran pasukan kerajaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3

Sinar matahari pagi merangsek masuk melalui celah gorden jendela kontrakan yang sudah usang dan berdebu.

Arya mengerjap-ngerjapkan matanya yang terasa berat, lalu menguap lebar sambil meregangkan otot-otot tubuhnya yang kaku.

"Hoamm... sialan, tidur di lantai semen bikin punggung rasanya mau copot," keluh Arya sambil menggaruk-garuk kepalanya yang berantakan.

Ia menoleh ke sebelah kanannya untuk melihat keadaan tamu tidak diundang yang semalam tidur di sana.

Tempat tidur lipat tipis itu tampak kosong melompong tanpa ada sisa orang di atasnya.

"Eh, ke mana perginya wanita itu? Jangan-jangan dia kabur setelah mencuri sisa uangku," batin Arya panik seketika.

Arya langsung melompat berdiri dengan tergesa-gesa memeriksa kantong celananya yang digantung di dinding.

Kriet...

 Bunyi engsel pintu kamar mandi kecil di sudut ruangan berderit pelan.

Vanya keluar dari dalam ruangan sempit itu dengan wajah ditekuk masam dan rambut peraknya yang sedikit kusut.

"Tempat apa ini? Airnya kecil sekali dan baunya aneh," ketus Vanya langsung menyemprot Arya tanpa basa-basi.

Arya menghela napas lega saat melihat dompet usangnya masih tergantung utuh di tempat semula.

"Namanya juga kontrakan murah di gang sempit, ya wajar kalau fasilitasnya pas-pasan, Yang Mulia," balas Arya sinis.

Vanya mendengus keras sambil melipat kedua tangannya di dada dengan gaya angkuhnya yang khas.

"Kalau saja kekuatanku sudah pulih sepenuhnya, aku pasti sudah meratakan bangunan reot ini dalam sekali sentakan," gerutu Vanya kesal.

"Iya iya, silakan ratakan saja sekalian kalau kamu mau bayar ganti rugi ke pemiliknya," sahut Arya masa bodoh.

Arya berjalan melewati Vanya menuju dapur kecil untuk menyiapkan sarapan pagi yang sangat sederhana.

Ia membuka laci meja dan mendapati persediaan makanannya tinggal menyisakan dua butir telur ayam dan beberapa siung bawang.

"Duh, hidupku benar-benar di titik nadir sekarang," gumam Arya lesu sambil menatap telur tersebut.

Vanya mendekati area dapur dengan langkah anggun meski ia berjalan agak pincang karena luka di bahunya.

"Apa itu? Makanan apa lagi yang mau kamu racik untukku?" tanya Vanya dengan nada menyelidik.

"Ini telur, bukan racun, tenang saja aku tidak mau mati berurusan dengan Ratu Iblis sepertimu," jawab Arya datar.

Arya menyalakan kompor portabel dan mulai memecahkan telur ke atas wajan kecil yang sudah diberi sedikit minyak.

Sssst...

suara desisan minyak panas langsung memenuhi ruangan sempit itu bercampur aroma gurih.

Vanya mengendus-ngendus udara di sekitarnya dengan kening berkerut penasaran.

"Baunya lumayan juga untuk ukuran makanan manusia rendahan," puji Vanya setengah gengsi.

Arya menoleh sekilas sambil menyunggingkan senyum remeh ke arah wanita di sampingnya.

"Makanya jangan suka merendahkan makanan rakyat jelata, nanti ketagihan baru tahu rasa," ledek Arya.

"Jangan besar kepala, aku hanya menghargai usahamu yang payah itu," elak Vanya dengan wajah sedikit merona merah.

Mereka berdua akhirnya duduk berhadap-hadapan di lantai beralas tikar usang untuk menikmati sarapan pagi.

Suasana mendadak senyap, hanya terdengar suara kunyahan kecil dari piring masing-masing.

"Setelah ini mau apa?" tanya Vanya tiba-tiba memecah keheningan pagi.

Arya mengunyah makanannya pelan sebelum menelan dan mendesah berat.

"Tentu saja aku harus keluar mencari uang, kalau tidak kita berdua bakal mati kelaparan di sini," jawab Arya pasrah.

"Mencari uang? Dengan cara memijat orang-orang lemah itu lagi?" tanya Vanya mengejek.

"Mau bagaimana lagi, keahlianku cuma di tangan dan jariku ini, tidak sepertimu yang bisa menghancurkan kota," balas Arya ketus.

Vanya terdiam sejenak, menatap jemari tangan Arya yang tampak kokoh namun dipenuhi bekas luka kecil kelelahan.

[Sistem Pijatan Penakluk Ratu Iblis mendeteksi empati tersembunyi dari Subjek Vanya.]

[Poin kepercayaan meningkat: +5 poin total menjadi 15 poin.]

[Perhatian: Host mendapatkan misi harian baru untuk menjaga kestabilan energi target.]

Suara dengungan sistem itu kembali berputar mengganggu konsentrasi Arya di pagi hari.

Arya mendengus pelan dalam hati karena sistem sialan itu tidak pernah bisa membiarkannya tenang barang sedetik saja.

"Ada apa dengan wajahmu itu? Kenapa tiba-tiba melamun?" tanya Vanya curiga melihat ekspresi Arya.

"Bukan apa-apa, suara burung hantu di kepalaku berisik lagi," jawab Arya asal-asalan.

"Burung hantu? Di siang bolong begini?" bingung Vanya dengan kening berkerut dalam.

"Sudahlah tidak penting, sekarang cepat habiskan makananmu karena aku harus bersiap keluar," perintah Arya bangkit berdiri.

Arya mengambil tas peralatan pijit usangnya dan memeriksa botol-botol minyak herbal di dalamnya.

"Kamu mau meninggalkanku sendirian di tempat kotor ini?" tanya Vanya dengan nada tidak terima.

"Memangnya kamu mau ikut jalan-jalan keliling kota dengan baju compang-camping dan muka buronan?" sindir Arya telak.

Vanya terdiam seribu bahasa menyadari posisinya saat ini sedang dalam bahaya besar jika berkeliaran sembarangan.

"Ingat, jangan sentuh barang-barangku dan jangan bikin keributan di sini," pesan Arya sebelum membuka pintu.

"Cih, dikira aku anak kecil apa," gerutu Vanya kesal setengah mati.

Arya melangkah keluar dari kontrakan, menutup pintu rapat-rapat, dan meninggalkan sang Ratu Iblis sendirian di ruangan sempit itu.

Udara pagi kota terasa cukup terik saat Arya mulai berjalan menyusuri gang demi gang mencari mangsa pelanggan.

"Sial, kalau hari ini aku tidak dapat pelanggan pijit satupun, malam nanti kita benar-benar harus makan angin," keluh Arya seorang diri.

Ia berjalan menyusuri pasar tradisional yang ramai dengan suara pedagang berteriak menawarkan barang dagangan mereka.

"Bawang merah segar! Cabai merah super pedas!" teriak salah satu pedagang di pinggir jalan.

Arya terus melangkah dengan mata awas mencari orang-orang paruh baya yang tampak kelelahan membawa belanjaan berat.

Biasanya para kuli panggul atau pedagang pasar langganan lamanya sering mengeluhkan pegal linu di pundak mereka.

Namun sayang, sejak berita pemecatannya dari istana menyebar, orang-orang mulai ragu menggunakan jasanya.

"Eh, itu kan si Arya tukang pijit yang dipecat dari istana karena dituduh tidak becus," bisik seorang ibu pedagang buah ke tetangganya.

"Oh, pantas saja wajahnya kusut begitu, rupanya sudah tidak punya muka lagi untuk sombong," sahut temannya mencibir keras-keras.

Arya mendengar jelas bisikan-bisikan pedas itu, tapi ia memilih pura-pura tuli dan terus berjalan cepat.

"Biar saja mereka ngomong apa, yang penting aku bisa dapat uang buat beli beras hari ini," batin Arya menahan sabar.

Tiba-tiba, seorang pria paruh baya bertubuh gempal berteriak memanggil namanya dari arah belakang.

"Hei, Arya! Tunggu sebentar anak muda!" panggil pria itu tergesa-gesa sambil memegang pinggangnya.

Arya menghentikan langkahnya dan berbalik badan dengan alis terangkat tinggi tanda tanya.

1
gofur
mantap kaka karya kamu🥰
Anton barly
💟💟💟💟
Shinta geol
🥰🥰🥰🥰🥰
nurul khusna
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘
Antoni gergio
💞💓💗💖💝
samuel df
😍🤩🤩🤩🤩
Jangkar pion
iblis yg cantik😘
yudi permana
🌟🌟🌟🌟🌟🌟
nabila
🤩🌹😘😍🥰
putri andini
😍🥰
asyifa fauziah
🌹😘🥰😘
setiawan
pijatan yang mematikan sang ratu
yani
keren kaka semangat berkarya🥰
sasa
💞💕💞💞💞💞💞
fitri
🥰😘🥰😘🥰🤩🤩
pricilia
🌹🌹🌹🌹🌹
Angel
🌟🥳🤠
clara
hebatkaka
Yono Haryono
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!