Indonesia
NovelToon NovelToon
Gadis Desa Kesayangan Mafia

Gadis Desa Kesayangan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:28.8k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

​“Paman, kenapa ini besar sekali?” tanya Lucia bingung.

​“Kau menyukainya?”

​“Memangnya itu apa?”

​“Jadi kau tidak tahu ini apa? Kau yang membangkitkannya dan kau tidak tahu cara menidurkannya?!”

Lucia polos hanya menggeleng lugu, membuat sang mafia paling ditakuti di seluruh Italia itu menepuk jidatnya kuat-kuat.

****

Disiksa kemiskinan di desa terpencil Calabria dan dijual oleh pamannya sendiri ke sebuah klub malam, Lucia pasrah menunggu takdir kelamnya.

Namun, sebuah penggerebekan menyelamatkannya dan membawanya bekerja sebagai pelayan di mansion megah milik Alessandro Frederick–bos mafia dingin berdarah dingin yang menderita alergi parah terhadap sentuhan manusia.

Satu sentuhan dari orang lain bisa membunuh Alessandro. Tetapi, saat jemari Lucia tak sengaja menyentuhnya, tidak ada rasa terbakar.

Bagaimana bisa seorang mafia kejam menaklukkan hati gadis lugu hingga mengira elusan in-tim adalah usapan rasa kasihan dan ciuman adalah penyembuh rasa sakit?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11

“Paman, apakah cacing-cacing itu suka tempat yang gelap dan dingin?” celoteh Lucia tanpa henti di sepanjang lorong lantai dua, membuat beberapa pengawal bayangan yang berjaga terpaksa memalingkan wajah untuk menyembunyikan senyum.

Alessandro tidak menjawab. Ia hanya menggeram pelan, lalu menendang pintu kamarnya hingga terbuka.

Ia melangkah masuk dan menutupnya kembali dengan dorongan kakinya.

Alessandro berjalan mendekati ranjang miliknya, lalu membaringkan tubuh mungil Lucia perlahan di atas seprai yang terasa dingin di kulit gadis itu.

Sebelum Lucia sempat bangkit duduk, Alessandro sudah mengungkungnya. Kedua lengan kekar pria itu bertumpu di sisi kanan dan kiri kepala Lucia.

Sang mafia menatap gadis di bawahnya dengan tatapan predator yang sudah terlalu lama kelaparan.

“Paman, mana cacingnya?” cicit Lucia, tiba-tiba merasa terintimidasi oleh kilat mata Alessandro yang menggelap.

“Tutup matamu!” perintah Alessandro dengan suara baritonnya yang serak dan dalam.

“Tapi kalau mataku ditutup, aku tidak bisa melihat bentuk cacingnya, Paman,” protes Lucia, mengerucutkan bibirnya.

Kedua tangannya tanpa sadar mencengkeram kerah kemeja hitam Alessandro dengan gugup.

“Apakah cacingnya panjang? Berwarna merah bata atau hitam?”

Alessandro menyeringai tipis, sebuah senyuman nakal yang jarang sekali terbit di wajah kakunya.

“Cacing ini tidak untuk dilihat, Gadis Bodoh. Tapi untuk dirasakan.”

Tanpa menunggu perdebatan konyol selanjutnya dan mengabaikan mata Lucia yang masih terbuka lebar, Alessandro menundukkan kepalanya.

Kali ini tidak ada pintu yang mendadak terbuka, tidak ada laporan dari Sicily dan tidak ada Vincent si asisten tidak peka yang mengganggu.

Bibir panas sang mafia akhirnya mendarat telak di atas bibir ranum Lucia yang selalu banyak bicara itu.

Sentuhan bibir itu awalnya hanya menempel ringan. Alessandro membiarkan Lucia terbiasa dengan tekstur hangat dan lembutnya. Namun beberapa detik kemudian, Alessandro kehilangan kesabarannya. Ia mulai me-lumat bibir bawah Lucia dengan lembut dan sangat menuntut.

Lucia mendadak kaku seperti sebatang kayu. Jantungnya berdebar sangat kencang, seolah ada genderang perang yang ditabuh di sana.

Saat bibir Lucia sedikit terbuka karena embusan napas yang tertahan karena terkejut, Alessandro tidak menyia-nyiakan kesempatan emas itu. Pria itu menyusupkan lidahnya.

“Astaga! Cacingnya benar-benar masuk?” batin Lucia menjerit histeris.

Mata Lucia melotot tajam menatap langit-langit kamar saat merasakan sesuatu yang basah, licin dan sangat lincah mulai menyapu bagian dalam mulutnya.

Lidah Alessandro bergerak posesif, mulai membelit milik Lucia yang kaku dan tak berpengalaman itu untuk menari bersamanya. Sensasi itu begitu asing, aneh, namun entah mengapa mengirimkan aliran listrik hangat ke seluruh saraf Lucia, membuat perutnya seolah dipenuhi ribuan kupu-kupu yang beterbangan ke sana kemari.

Alessandro memiringkan kepalanya untuk memperdalam ciuman mereka. Ia menyesap, menggigit pelan bibir bawah Lucia dan mendominasi rongga mulut gadis itu sepenuhnya.

“Mph!”

Sadar bahwa napasnya mulai habis diisap oleh sang mafia, Lucia mulai panik. Tangan kecilnya mengepal dan mulai memukul-mukul dada bidang Alessandro dengan brutal.

Sayang ya, bagi Alessandro, pukulan itu tak lebih dari sekadar pijatan ringan. Pria itu sama sekali tidak menghiraukannya . Ia justru melepaskan satu tangan dari kasur untuk menangkap kedua pergelangan tangan Lucia, lalu menguncinya di atas kepala gadis itu dengan amat mudah hanya menggunakan satu telapak tangan besarnya.

Ciuman itu perlahan berubah menjadi semakin pana. Alessandro benar-benar menumpahkan segala hasrat yang selama ini ia tekan mati-matian. Tubuh besarnya merapat, menekan tubuh mungil Lucia hingga lekuk tubuh mereka menempel sempurna tanpa sekat.

Tepat pada saat itulah, kewarasan Alessandro diuji hingga batas maksimal. Gesekan tubuh mereka secara refleks membangkitkan sisi buas pria itu.

Cacing raksasa miliknya di bawah sana ikut terbangun, mengeras dan tegang sempurna. Sesuatu yang keras itu kini menekan tepat di atas perut rata Lucia.

Lucia yang sedari tadi disibukkan oleh serangan cacing lincah di mulutnya, tiba-tiba merasakan ancaman baru di area lain.

Lucia merasakan ada benda asing yang sangat keras dan me-nusuk perutnya seiring dengan gerakan pinggul dan tarikan napas berat Alessandro.

“Umph, hentikan, Paman...”

Mendengar rintihan putus asa karena kehabisan napas, Alessandro akhirnya dengan berat hati melepaskan pagutan bibir mereka.

Di bawah kungkungannya, Lucia juga meraup udara rakus seperti ikan yang baru dilempar ke darat. Bibirnya yang tadi tipis kini terlihat membengkak kemerahan dan basah.

“Paman, jadi benda licin dan hangat yang membelit lidahku tadi itu cacingnya Paman?” tanya Lucia berusaha mengatur napasnya yang tersengal.

Alessandro tertawa pelan. Ibu jarinya mengusap sudut bibir Lucia yang basah.

“Ya. Itu dia. Bagaimana rasanya? Tidak sakit seperti yang kau takutkan, bukan?”

Lucia menggeleng, pipinya merona merah matang seperti kepiting rebus.

“Tidak sakit. Rasanya enak, geli dan membuat napas ku hampir habis. Aku kira Paman menyuruh cacing itu untuk mencekik ku dari dalam agar aku pingsan!”

Alessandro kembali terkekeh, lalu mengecup singkat ujung hidung mancung Lucia.

“Kalau enak kenapa kau memukul dadaku tadi, hum? Kau menolak cacing ku?”

Bukannya menjawab pertanyaan Alessandro, mata bulat Lucia malah bergerak turun ke arah bawah, tepat di mana sesuatu yang sangat keras dan kokoh masih menekan perutnya.

“Paman.”

“Apa?”

“Aku bisa menerima kalau di kota ini pria dewasa memelihara cacing di dalam mulutnya. Tapi—”

“Tapi?”

“Kira-kira apa lagi yang sedang me-nusuk perutku ini di bawah sana?” tanya Lucia mencoba membebaskan tangannya yang dikunci untuk meraba perutnya sendiri, namun ditahan kuat oleh Alessandro. “Kenapa benda di balik celana Paman ini keras sekali seperti batu? Apa Paman membawa alat pukul kayu untuk memukulku kalau aku berani menolak cacing tadi?”

Alessandro membeku di tempatnya. Gairah panas yang tadinya membakar tubuhnya hingga ke ubun-ubun seolah disiram seember air es dari pegunungan Alpen.

1
tinie
dia menyukaimu karna kamu baik
makanya sekolahkan dia
biarkan dia cerdas
dia pasti akan memilihmu ,, dalam keadaan apapun
Ita rahmawati
jgn geer kamu Alesandro,, semua yg baik SM dia pasti akan disukain 🤣
Senja: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
zhelfa_alfira
keren
Ita rahmawati
polosnya lucia lebih ke bodoh 😂
jd aku rasa perlu belajar deh dia biar pinter 🤭
tinie
yaya Alesandro datang
🇦 🇵 🇷 🇾👎
sngt keren aq sk
🇦 🇵 🇷 🇾👎
biar aq perjls... yaaaa yaaaa yaaaa yaaaa di sk kau🙂
🇦 🇵 🇷 🇾👎
😅😅😅😅😅😅😅😅ya allah mules
🇦 🇵 🇷 🇾👎
gk ada kapok" manusian durjana ni
Sri Rahayu
untung Alessandro datang dan bisa nenyelamatkan Lucia dari Jhoni dan anak buah Marco....lanjut Thorr😘😘😘
+82
ular aman 🌚
Endang Sulistiyowati
Makanya Alesandro, itulah perlunya Lucia untuk belajar. Lucia kan baik, ga bakal khianatin kamu. Biar Lucia jg tahu caranya bertahan hidup di kota, dan ga terjebak karna kepolosannya itu.
Muft Smoker
sumpah kak ,, kram perut aq tuh ,,
bnr2 saling melengkapi ni si Lucia dg Ale Ale rasa 🍌 ,, 🤭🤭🤭
kasihan Vincent yg trus nahan ketawa ,, takut kembung Dy tuh ,,
semoga Lucia selalu aman dsna jgn sampai ini cuma jebakan biar si ale2 keluar mansion sdang kn target sebenarnya Lucia ,,
Muft Smoker
undangan blum sampe k rumah aq loo kak senja ,, udh jd suami aj niih🤭🤭
Muft Smoker
hmmmm mencari kesempatan dlm kesempitan anda Ale😼😼😼😼😼😼
Ita rahmawati
ya gpp Lo dia belajar kan biar jd pinter 🤣
Ita rahmawati
aku jd kyk orang gila baca cerita ini 😂
Muft Smoker: udh paling sbar AQ tuh ,,
🤭🤭😭😭
total 4 replies
Anbu Hasna
kapan nikahnya? kok aku g diundang?
Bunda SalVa
wahhhh menang banyak dong kamu Ale 😄😄😄
Adinda
🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!