Indonesia
NovelToon NovelToon
JANJI ULAR PUTIH (IKRAR ABADI)

JANJI ULAR PUTIH (IKRAR ABADI)

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Cinta Seiring Waktu / Penyelamat
Popularitas:222
Nilai: 5
Nama Author: Aksara Handini

Lian Yue terbangun tanpa ingatan dan segera menyadari dirinya bukan manusia biasa. Di sisi lain, Shen Rui adalah pemburu siluman yang sejak kecil diajarkan untuk membunuh Ular Putih.

Namun saat mereka bertemu, keduanya justru merasa seolah pernah saling mengenal.

Sedikit demi sedikit, terungkap bahwa selama seribu tahun mereka selalu dipertemukan, jatuh cinta, lalu dipisahkan oleh kematian.

Kini Lian Yue dan Shen Rui harus memilih: tunduk pada kutukan lama, atau melawan takdir demi satu kehidupan bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Handini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16: KOTA YANG MEMBENCI SILUMAN

Badai es di lereng selatan Lembah Karang akhirnya surut, menyisakan jalur berlumpur beku yang membentang menuju gerbang barat Kota Luoshui. Kota benteng raksasa itu berdiri megah di tepi Sungai Luoshui, dikelilingi oleh dinding batu tempa berketinggian puluhan zhang yang dipasangi bendera-bendera berasap mantra suci.

Bagi para pedagang dan pengembara biasa, Luoshui adalah pusat perdagangan obat-obatan herbal dan bahan mistis terbesar di benua ini. Namun bagi bangsa siluman, Kota Luoshui tak ubahnya neraka di atas bumi.

Lian Yue merapatkan tudung jubah serigala milik Shen Rui, menutupi seluruh rambut hitam dan wajah pucatnya. Di sampingnya, Shen Rui berjalan dengan pedang perunggu yang kembali terikat erat di punggung. Meski suasana di antara mereka telah melunak pasca penemuan bekas luka bulan sabit semalam, kewaspadaan Shen Rui justru berada di tingkat tertinggi sewaktu melangkah menembus gerbang batu kota.

Bau jelaga pembakaran obat, minyak aroma cendana, dan amis darah menyergap indera mereka begitu menginjakkan kaki di pasar utama Luoshui.

"Luncurkan kulit katak air raksasa! Serbuk sisik ular tanah murni! Penawar racun seratus hari!"

Teriakan para pedagang bersahut-sahutan dari balik kedai-kedai kayu berlapis besi. Namun, di pusat alun-alun kota, sebuah pemandangan mengerikan terhampar di depan mata Lian Yue.

Di atas panggung kayu raksasa, berdiri beberapa kandang besi yang dililit rantai mantra berdensitas tinggi. Di dalam kandang-kandang tersebut, belasan siluman tingkat rendah—beberapa berwujud rubah bertelinga panjang, anak ular bersisik hijau, dan siluman burung yang terluka—terkulai lemas. Warga kota berdesakan di sekeliling panggung, bersorak-sorai dan menawar harga saat sang juru lelang memotong sisik serta mencabut taring dari makhluk-makhluk yang menangis ketakutan tersebut.

Tubuh Lian Yue menegang hebat. Jemari tangannya di balik jubah gemetar keras, membuat pendar sisik perak di pergelangan tangannya bergejolak menolak tirai aura manusianya. Rasa sakit dan amarah yang tak tertahankan merambat cepat dari dadanya.

Shen Rui, yang merasakan gejolak qi Lian Yue melalu ikatan bulan sabit di dadanya, secara refleks menggenggam jemari Lian Yue di dalam lipatan jubah.

"Tahan jiwamu, Lian Yue," bisik Shen Rui sangat pelan, suaranya rendah dan sarat akan peringatan. "Di kota ini, setiap jengkal ubin tanah ditanami array pembendung esensi. Jika wujud aslimu memercik sedikit saja, seluruh pemburu dan prajurit pelindung kota akan mengepung kita dalam sekejap."

Lian Yue mendongak menatap Shen Rui, mata peraknya yang tertutup bayang-bayang tudung berair oleh kepedihan. "Mereka... mereka menyiksa makhluk-makhluk yang tak berdaya itu, Shen Rui. Apakah ini dunia yang dijaga oleh perguruanmu?"

Shen Rui mengepalkan tangannya yang memegang tangan Lian Yue. Ia tidak bisa menjawab. Tatapannya menatap dingin pada spanduk-spanduk bersimbol Paviliun Tianjian yang berkibar di atas menara pengawas Kota Luoshui. Ajaran yang selama ini diyakininya—bahwa pembantaian siluman dilakukan demi melindungi kedamaian manusia—terasa semakin rapuh dan penuh kebohongan saat menyaksikan ketamakan manusia yang mengeksploitasi darah dan daging makhluk mistis demi kepingan emas.

"Kota ini dibangun dari kebencian dan keserakahan," kata Shen Rui dengan bibir terkatup rapat. "Kita harus menemukan persembunyian Qing Luo dan melintasi gerbang timur sebelum identitasmu terendus."

Namun saat mereka melangkah melewati deretan kandang lelang, seorang anak siluman berwujud bocah bersisik hijau di dalam salah satu kandang mendadak menatap lurus ke arah Lian Yue. Anak itu merasakan pendar aura keagungan siluman ular putih yang tersimpan di dalam diri Lian Yue, lalu menumpahkan jeritan air mata seraya mencengkeram jeruji besi yang membara oleh mantra suci.

Jeritan itu memicu getaran keras pada Pedang Zhaoyang di punggung Shen Rui—serta memutar mata para pemburu kota lurus ke arah posisi mereka berdua berdiri.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!