Indonesia
NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Tiri Anak Jendral Perang

Menjadi Ibu Tiri Anak Jendral Perang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Ibu Tiri / Ruang Ajaib
Popularitas:27k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Seorang wanita cerdas dengan sejuta keahlian, yang tidak pernah takut dengan apapun, bahkan dengan kematian sekalipun. Bagaimana jadinya saat jiwa nya tiba-tiba terbangun di tubuh Aleta Volis, seorang wanita bangsawan dengan reputasi paling busuk di seluruh kekaisaran.

Marquez Liam Volis, seorang Jendral Perang sekaligus penguasa wilayah Volis yang terkenal dingin, kejam di medan pertempuran, dan memiliki prinsip hidup yang keras. Bagi Liam, hidup hanyalah soal tugas, pedang, dan darah, dia tidak punya waktu ataupun ruang di hatinya untuk urusan cinta.

"Kau berubah, apa yang sebenarnya sedang kamu rencanakan?" tanya Liam, dingin.

"Oh ayolah suami ku, apa pantas pernyataan itu kamu tunjukkan pada istri mu ini," jawab Aleta, tersenyum miring, merapikan kerah pakaian Liam.

Mampukah Liam mempertahankan prinsipnya, atau justru dia bertekuk lutut dan menyerahkan seluruh hidupnya pada wanita yang tadinya paling dia benci?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

LAUTAN DARAH

Liam yang sedang sibuk menangkis serangan tiga prajurit sekaligus sempat melirik sekilas ke arah Aleta dengan tatapan tidak percaya.

"D-dia bisa bertarung? Sejak kapan?" batin Liam, tertegun.

BHUK

BRAKKKK

"Fokus Jendral!" teriak Aleta, menendang salah satu musuh yang ingin menikam Liam.

"Sial aku lengah!" umpat Liam seketika tersadar dan kembali mengeratkan genggaman pedang nya.

TRANG

TRANG

JLEP

JLEP

Pertempuran semakin sengit, kediaman Volis sudah seperti lautan darah, puluhan mayat prajurit istana tergelak dengan darah dimana-mana.

JLEP

CRASSSS

Panglima istana yang melihat pasukannya mulai tumbang satu persatu langsung naik pitam, menghunus pedangnya sendiri dan menerjang ke arah Liam secara membabi buta.

"Mati kau, Jendral sombong!" teriak komandan itu mengayunkan pedang dengan kekuatan penuh.

TRANG

BRAKKKK

Liam mendengus dingin, menahan serangan dari panglima istana.

"Cuma segini kemampuan mu heh?" tanya Liam sinis, lalu mendorong pedang musuh dengan kuat.

Komandan itu terdorong mundur beberapa langkah dengan napas tersengat-sengat, wajahnya pucat pasi menyadari perbedaan kekuatan yang sangat jauh di antara mereka.

"Habisi mereka semua!" perintah nya panik, mencoba menyuruh sisa prajuritnya untuk mengeroyok Liam secara bersamaan.

Namun, sebelum para prajurit itu sempat melangkah maju, Aleta sudah lebih dulu muncul dengan gerakan secepat kilat.

BHUK

Satu pukulan telak dari Aleta tepat mengenai ulu hati sang komandan.

"AAAAKKKKKKHHHH!"

Uhuk

Uhuk

Uhuk

Panglima istana itu terhuyung ke belakang, terbatuk-batuk hebat sebelum akhirnya jatuh berlutut dengan mata membelalak lebar.

Aleta berdiri tepat di hadapannya, mengibaskan sisa-sisa debu di tangannya dengan wajah tanpa ekspresi.

"Satu pria sombong tumbang, sisa pasukannya mau ikut menyusul?" sindir Aleta tajam, menatap sisa prajurit istana yang kini gemetar ketakutan.

Para prajurit istana saling berpandangan dengan ngeri, melihat panglima tempur tertinggi mereka tersungkur begitu mudah di tangan seorang wanita membuat nyali mereka langsung ciut seketika.

Liam tidak menyia-nyiakan kesempatan, pria berdarah dingin tersebut langsung melangkah maju, mengangkat pedangnya tinggi-tinggi dengan aura membunuh yang menguasai seluruh ruangan.

"Kalian dengar sendiri perintah istriku? Atau kalian butuh kepala komandan kalian ini ku antar langsung ke pangkuan Raja Salova?" ancam Liam dengan suara baritonnya yang menggelegar.

"L-lariiiii...!" teriak salah satu prajurit yang sudah tidak tahan lagi melihat kengerian di depan mata.

TRAGGG

Tanpa aba-aba lagi, sisa prajurit istana yang masih bernyawa langsung melempar senjata mereka ke lantai, berebut lari tunggang-langgang keluar dari gerbang kediaman Volis.

Aleta mendengus pelan, memasukkan kembali pedang rampasan itu ke sarungnya dengan gerakan santai.

"Cih, mental prajurit istana ternyata cuma sekelas pengecut," cibir Aleta, melirik sekilas ke arah puluhan mayat yang berserakan di sekitar ruangan.

Liam menurunkan pedangnya, menghela napas panjang untuk meredakan emosinya yang sempat memuncak.

Pria itu menoleh, menatap istrinya dari ujung kepala sampai kaki dengan sorot mata penuh selidik.

"Kamu... sejak kapan jago bertarung seperti itu, Aleta?" tanya Liam, alisnya terangkat tinggi karena rasa penasarannya sudah tidak tertahankan lagi.

Aleta memutar bola matanya malas, lalu berjalan melewati suaminya begitu saja tanpa merasa perlu menjawab pertanyaan konyol itu.

"Bukan urusanmu, Jendral, urus saja kekacauan ini, gara-gara tamu tidak diundang itu," jawab Aleta ketus.

Liam tertegun sejenak, lalu mendengus geli melihat punggung istrinya yang melangkah pergi.

"Ibu hebat banget tadi!" seru Julian girang sambil berlari kecil menghampiri Aleta, menggandeng tangan wanita itu erat-erat dengan mata berbinar-binar kagum.

Aleta langsung tersenyum lembut, berjongkok untuk merapikan baju Julian yang sedikit berantakan.

"Tentu saja, Jendral kecil, makanya kamu harus rajin makan biar nanti bisa jadi jendral yang kuat," puji Aleta, mencubit gemas hidung mancung bocah itu.

"Siap, Bu!" jawab Julian antusias.

"M-Marquez... apa yang harus kita lakukan dengan semua mayat ini?" tanya Seno terbata-bata, menelan ludah kasarnya.

Liam menoleh ke arah Seno dengan wajah datar tanpa dosa.

"Kirim semua mayat ini balik ke istana sebagai hadiah ucapan terima kasih untuk Raja Salova," perintah Liam dingin.

Seno meneguk ludahnya sekali lagi, lalu membungkuk patuh.

"B-baik, Marquez! Saya laksanakan sekarang juga!" seru Seno, buru-buru memanggil para pelayan yang masih syok untuk segera membersihkan kekacauan tersebut.

Liam kembali mengalihkan pandangannya ke arah Aleta yang sedang menggandeng Julian berjalan menuju kamarnya, senyuman tipis dan penuh arti tiba-tiba tersungging di bibir sang jendral.

"Seperti nya aku menemukan apa yang selama ini aku cari, wanita yang pantas berada di samping ku, tanpa rasa takut dan tidak bisa dikendalikan siapapun, menarik sekali istri ku," batin Liam tersenyum miring.

Entah apa maksud pria itu, dia sangat sulit ditebak dan tidak terbaca.

"Aduh, anak pintar, jangan lari-lari dulu, tangan Ibu kotor habis membereskan kekacauan di depan," ucap Aleta sambil mengibaskan tangannya yang terkena sedikit debu pertempuran.

Julian langsung berhenti berlari, lalu tersenyum tanpa dosa sambil menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal.

"Ampun, Ibu, tadi aku benar-benar terpesona melihat Ibu menghukum prajurit istana dengan pedang panjang itu, sungguh luar biasa!" puji Julian antusias, matanya berbinar-binar menatap wanita di depannya.

Aleta mendengus pelan, lalu mencubit gemas pipi gembul Julian.

"Bisa saja kau merayu Ibu, Jendral kecil. Sudahlah, masuklah ke kamar, basuh tangan dan kakimu hingga bersih, nanti ibu akan menyusul," perintah Aleta dengan lembut.

"Baik, Yang Mulia!" jawab Julian sambil memberi hormat ala prajurit kerajaan, lalu berlari kecil menuju kamarnya.

Aleta menarik napas panjang, lalu menghembuskannya perlahan.

"Tunggu dulu, Marchiones," cegah Liam sambil meraih pergelangan tangan Aleta dengan gerakan cepat namun tidak kasar.

Aleta langsung menghentikan langkahnya, lalu menoleh dengan sebelah alis terangkat tinggi, menatap tajam tangan suaminya yang mencengkeram pergelangan tangannya.

"Apa?" tanya Aleta malas.

Liam berdehem pelan, lalu melepaskan genggamannya.

"Aku hanya ingin bertanya, sejak kapan seorang Marchiones mahir mempermainkan pedang sehebat tadi? Setahuku, dulu kamu bahkan akan jatuh pingsan saat melihat laba-laba di sudut dinding," cibir Liam, sengaja memancing emosi istrinya.

Aleta mendengus sinis, melipat kedua tangannya di dada sambil menatap tajam mata elang suaminya.

"Sudah kukatakan, jangan samakan aku yang dulu dengan diriku hari ini, jika kamu terus mengungkit masa lalu yang tidak berguna itu, jangan salahkan aku kalau aku cekik leher mu," ancam Aleta kesal, pergi dari sana.

Bukan nya marah, justru Liam tergelak, membuat Aleta semakin kesal karena merasa sedang dipermainkan.

Liam menatap punggung Aleta yang semakin menjauh, sorot matanya menyiratkan ketertarikan yang semakin mendalam.

"Semakin ditekan, kamu justru semakin menantang, sungguh menarik..." gumam Liam pelan, lalu menggelengkan kepalanya sambil tersenyum tipis.

1
Tiara Bella
Aleta dilawan ya km kalah lah lady sera....
Septi Wijaya
Aleta tiada lawan donggg😍
IG : hofi03_skrniii: rawww🫦
total 1 replies
miss blue 💙💙💙
jadi makin penasaran sama liam 🤔🤔🤔😅😅😅
IG : hofi03_skrniii: ikuti terus cerita mereka biar gak ketinggalan 😚
total 1 replies
Maria Lina
makasih ya thor ud up pagi"ya thor🙏🙏🥰🥰
Septi Wijaya
ish ish jenderal liam ini... katanya kismin kok punya banyak koin emas.... bohhong yaaaa😬
IG : hofi03_skrniii: mulai-mulai😆
total 1 replies
Tiara Bella
kena menta pastinya si lady serra....
Anbu Hasna
Garel atau Geral?
Septi Wijaya
yg ada serra justru akan makin dipermalukan di acara sendiri 🤣🤣
miss blue 💙💙💙
ngomongin jiwa modern, apa gak bikin liam makin penasaran 🤣🤣🤣🤣
miss blue 💙💙💙
julian itu anak kandung liam apa bukan kak? gak pernah ada cerita sebelumnya, bahkan ibu kandung julian juga. apa aq yg gak merhatiin cerita sebelumnya ya?? 🤔🤔🤔
miss blue 💙💙💙: sipp kak 👍👍👍
total 2 replies
miss blue 💙💙💙
kok aq curiga liam itu kaisar atau putra mahkota kekaisaran, mungkin dia di angkat anak oleh marques volis sebelumnya 🤔🤔🤔🤔
kaylla salsabella
jiwa modern🤔🤔🤔🤔 pasti Liam mikir🤣🤭🤭
kaylla salsabella
sombong itu wajib🤣🤣🤭🤭🤭
kaylla salsabella
la itu tahu kamu garel
Maria Lina
makasih ya thor ud up double"nya🙏🙏😍😍☕️☕️
IG : hofi03_skrniii: kembali kasih sayangggg🤍
total 1 replies
kaylla salsabella
kenapa jadi gariel mondar-mandir🤣🤣
kaylla salsabella
😍😍😍😍😍😍😍
kaylla salsabella
lanjut thor
Ita Xiaomi
Lady Serra lg mengundang bahaya.
IG : hofi03_skrniii: minta di cincang dia kak😁
total 1 replies
Tiara Bella
Aleta membalas wanita gila itu dengen tenang dan cantik....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!