Indonesia
NovelToon NovelToon
Pernikahan Kontrak Seharga Warisan

Pernikahan Kontrak Seharga Warisan

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Identitas Tersembunyi
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Rey 18

Demi menyelamatkan seluruh aset perusahaan peninggalan almarhum ayahnya, Maya diwajibkan oleh surat wasiat kakeknya untuk menyerahkan Buku Nikah sebelum batas waktu jam lima sore. Ketika mantan tunangannya berkhianat akibat suap dari sang paman dan waktu tersisa kurang dari satu jam, Maya nekat menarik seorang pria berkaus oblong lusuh di tepi jalan untuk diajak menikah kontrak di KUA dengan imbalan lima ratus juta rupiah.
​Maya mengira suami barunya, Arka, hanyalah seorang buruh serabutan miskin. Namun, setiap kali pamannya berusaha menjatuhkan Maya, skema jahat itu selalu hancur secara beruntun lewat bantuan misterius. Maya tidak pernah menyadari bahwa pria sederhana yang tinggal di rumahnya itu adalah Arka Nusantara, CEO penguasa konsorsium bisnis terbesar di kota ini yang sengaja menyamar demi melindunginya dari balik layar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rey 18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kunci di Saku Celana

Sinar matahari pagi yang hangat menerobos masuk melalui celah-celah tirai jendela kamar tamu di lantai bawah. Suasana rumah tua keluarga Wibowo terasa tenang dan hening. Maya berjalan melintasi koridor lantai dasar sambil membawa tumpukan pakaian kotor yang hendak dimasukkan ke dalam mesin cuci di area belakang.

​Saat melewati ruang tengah, pandangan Maya terhenti pada sebuah kursi kayu jati di sudut ruangan. Di sana tergeletak celana jeans lusuh milik Arka yang dipakai suaminya itu kemarin sore saat pulang mengendarai motor sport hitam.

​"Biar sekalian aku cuci saja," gumam Maya pada dirinya sendiri.

​Ia meletakkan tumpukan pakaian kotor di atas meja, lalu mengambil celana jeans tersebut. Sebelum memasukkan celana kain tebal itu ke dalam keranjang, Maya meraba saku depan dan belakang celana untuk memastikan tidak ada barang berharga atau kertas penting yang tertinggal di dalamnya.

​Saat jemarinya masuk ke dalam saku bagian depan kanan, jarinya tersenggol sebuah benda berbahan logam tebal yang terasa dingin dan berbobot cukup berat.

​Maya menarik benda tersebut keluar dari saku celana.

​Sebuah kunci kendaraan berbahan serat karbon hitam dengan aksen perak berkilat terhampar di atas telapak tangannya. Di bagian tengah kunci tersebut, terukir logo dua huruf R yang saling bertumpuk dengan sangat presisi, dikelilingi lambang naga emas kecil yang diukir halus.

​Maya membeku seketika di tempatnya berdiri. Jantungnya berdegup kencang saat matanya menatap logo tersebut.

​Sebagai seorang wanita yang tumbuh di lingkungan keluarga pengusaha, Maya sangat paham dengan dunia otomotif kelas atas. Kunci di tangannya ini bukan sekadar kunci mobil mewah biasa. Ini adalah kunci khusus untuk kendaraan bermerek Rolls-Royce edisi terbatas, sebuah mobil mewah rakitan khusus yang harganya mencapai puluhan miliar rupiah dan hanya dimiliki oleh jajaran miliarder papan atas di negeri ini.

​"Kunci mobil..." bisik Maya dengan suara bergetar. matanya membelalak lebar. "Rolls-Royce?"

​Bagaimana bisa seorang pria yang mengaku bekerja serabutan dan bergaji seratus lima puluh ribu rupiah sehari memiliki kunci kendaraan paling mahal di dunia di dalam saku celana jeans lusuhnya?

​Tiba-tiba, suara langkah kaki yang tenang terdengar mendekat dari arah dapur. Arka muncul sambil memegang sebotol air mineral yang baru dibuka. Pria itu hanya mengenakan kaus oblong putih polos dan celana pendek santai, tampak sangat segar sehabis mandi pagi.

​Langkah Arka mendadak terhenti di tengah ruangan. Matanya yang tajam langsung menangkap benda berbahan logam yang sedang diacungkan tinggi-tinggi oleh Maya di tengah ruangan.

​Untuk sepersekian detik, kilatan ketegasan yang sangat pekat muncul di dalam mata Arka. Namun, dengan kontrol diri yang teramat luar biasa dari seorang pemimpin konsorsium besar, ekspresi wajah Arka kembali berubah menjadi sangat tenang dan polos dalam hitungan detik.

​"Arka," suara Maya terdengar sangat menuntut dan tegas, memecah kesunyian ruang tengah. Ia melangkah maju dua titik, mengacungkan kunci itu tepat di depan dada suaminya. "Bisa jelaskan ini benda apa? Dan kenapa ada di dalam saku celanamu?"

​Arka meneguk air mineralnya santai, lalu berjalan mendekat tanpa menunjukkan rasa canggung atau panik sedikit pun.

​"Oh, itu," jawab Arka dengan nada suara beratnya yang santai. Ia mengulurkan tangan dan mengambil kunci tersebut dari genggaman Maya. "Itu cuma korek api mainan, Maya."

​Maya mengernyitkan alisnya rapat-rapat, dadanya naik turun menahan amarah karena merasa dipermainkan. "Korek api mainan? Arka, kamu pikir aku bodoh?! Ini logo Rolls-Royce asli! Beratnya dan bahannya bukan plastik murah!"

​Arka tidak menjawab dengan kata-kata. Dengan gerakan jemarinya yang sangat tenang, Arka menekan tombol kecil di bagian bawah kunci perak tersebut.

​Cklik.

​Sebuah api kecil berukuran dua sentimeter mendadak menyala dari bagian ujung kunci logam tersebut, menari-nari menembus udara pagi.

​Maya melotot kaget. Matanya terpaku menatap nyala api kecil yang keluar dari ujung kunci mobil mewah tersebut. Suasana ruangan seketika hening selama beberapa detik.

​"Lihat?" ucap Arka sambil menyunggingkan senyum tipis yang sangat menawan. Ia mematikan api tersebut dan menunjukkan mekanisme pemantik kecil yang terpasang tersembunyi di bagian bawah kunci. "Aku beli ini di pasar kaget dekat bengkel minggu lalu. Harganya cuma dua puluh lima ribu rupiah. Penjualnya bilang ini barang impor bekas promosi toko aksesori."

​Arka memutar-mutar kunci itu di jemarinya dengan sangat mahir. "Bentuknya memang sengaja dibuat mirip kunci asli dari bahan besi berat biar orang-orang di warung kopi mengira aku ini supir pejabat atau orang kaya. Cuma buat gaya-gayaan saja kalau lagi nongkrong."

​Maya berdiri mematung di tempatnya. Logikanya terpaksa menerima fakta bahwa benda di tangan Arka memang berfungsi sebagai pemantik api. Nyala api yang baru saja keluar di depan matanya adalah bukti yang tidak bisa dibantah.

​Namun, intuisinya yang tajam terus memancarkan sinyal bahaya. Rasa curiga yang tertanam di dalam dadanya tidak surut sedikit pun, melainkan makin membakar rasa penasarannya.

​Maya melangkah lebih dekat, menatap lurus ke dalam mata hitam pekat milik suaminya.

​"Arka," kata Maya dengan suara pelan namun sarat akan ancaman. "Korek api mainan, pengetahuan soal utang kartu kredit Sisca, keberuntungan akuisisi saham ratusan miliar dari Nusantara Group, sampai motor sport mahal milik teman bengkelmu... semuanya terjadi berturut-turut sejak aku membelimu lima ratus juta di tepi jalan."

​Arka menyandarkan tubuhnya di tepi meja kayu, menatap balik mata Maya dengan ketenangan yang luar biasa. "Lalu apa yang sedang kamu pikirkan, Istriku?"

​"Aku berpikir," tegak Maya sambil menyilangkan tangan di dada, "bahwa suami serabutanku ini sedang menyembunyikan identitas rahasia yang sangat besar dariku."

​Arka menahan senyumnya, melipat kedua tangannya di dada dengan gaya yang sangat mirip dengan Maya. "Kalau begitu, kira-kira identitas rahasia apa yang menurutmu sedang aku sembunyikan?"

​Maya diam sejenak, meneliti setiap sudut wajah suaminya. Rahang tegas, postur tegap, mata tajam, serta aura keberanian yang tak pernah gentar di depan pengusaha kaya. Semua itu sama sekali tidak mencerminkan sosok rakyat kecil yang terbiasa hidup menderita.

​"Aku akan cari tahu sendiri," jawab Maya dingin, menyambar kembali tumpukan pakaian kotor dari atas meja. "Dan saat aku menemukan buktinya nanti, kamu harus siap menjelaskan semuanya padaku tanpa ada satu pun kebohongan lagi."

​Maya berbalik badan dan melangkah cepat menuju area belakang rumah.

​Arka memperhatikan punggung istrinya yang menghilang di balik pintu dapur. Setelah memastikan langkah kaki Maya sudah jauh, Arka mematikan senyum polosnya. Ia memperhatikan kunci di tangannya, lalu menekan tombol tersembunyi lain di bagian samping kunci tersebut.

​Bagian pemantik api lepas secara otomatis, memperlihatkan sebuah cip pemancar sinyal satelit berteknologi tinggi dan tombol enkripsi keamanan tingkat elit yang tersambung langsung ke sistem kendaraan Rolls-Royce Phantom miliknya yang terparkir di garasi rahasia pusat kota.

​Arka menggelengkan kepalanya pelan sambil mengulas senyum tipis. Istrinya ternyata jauh lebih pintar dan jeli daripada yang ia perkirakan. Permainan penyamaran ini mendadak menjadi jauh lebih menarik dari yang dibayangkan sebelumnya.

​Ponsel khusus di dalam saku celana Arka bergetar pelan. Sebuah pesan singkat masuk dari Pak Wijaya:

​[Pak CEO, persiapkan untuk RUPS besok pagi sudah rampung. Pak Gunawan baru saja menyewa tim pengacara papan atas untuk membatalkan hak suara Nyonya Maya.]

​Arka memasukkan kunci tersebut kembali ke sakunya, lalu membalas pesan itu dengan satu kalimat singkat:

​[Biarkan mereka bersiap. Besok pagi, kita tunjukkan pada mereka siapa pemilik sebenarnya dari kota ini.]

1
Jamayah Tambi
Lanjut Athur,Dian ambil peluang atas nama darah dan keluarga,sombingvtan tau diri.Umur masih setahun jagung
Jamayah Tambi
Hah,kata dah tamat tp ceritanya bersambung
Jamayah Tambi
Takut kau yg terbunuh Pak Surya Wijaya.Tak masuk di akal sihat dan waras ku bila pulak Arka dan Mayavtinggal di kontrakan.Sebelum tu kan tinggal dirumah peninggalan ayah Maya..
Jamayah Tambi
Dah Arka sendiri yg pimpinan tertinggi Nusantara Group
Jamayah Tambi
Kau hentan je Rian tu.Belagak sangat.
Jamayah Tambi
Arka cepat terus terang .Maya sangat penasaran tu
Jamayah Tambi
Cepat cari tau,agar tidak penasaran terus Maya
Jamayah Tambi
Kalau ketahuan nanti kau jgn marah Maya.Kau yg menawarkan penikahan pada Arka masa itu.Jgn pula kau anggap penipu.Tidak ada untungnya bagi Arka..Kamu yg beruntung Maya,dapat harta karun
Jamayah Tambi
Maya,main saja ikut aturan Arka,nanti tau kok rahsianya
Jamayah Tambi
Rasain.Nak sangat ambil harta anak yatim kan.
Jamayah Tambi
Bola nak sampai pejabat notaris,kok masih di KUA
Jamayah Tambi
Gila, demi harta warisan.Siapa juga mau seluruh harta warisa ayah dan datuknya jatuhbke tangan pamannya dan sepupunya yg serakah itu.Bukan nak tolong anak yatim puatu
itu.
Wawan
Clue yang menarik .... Nyimak ✍️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!