Indonesia
NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Putri Mafia

Terpaksa Menikahi Putri Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Pengantin Pengganti Konglomerat / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Obsesi / Tamat
Popularitas:532k
Nilai: 5
Nama Author: Imamah Nur

Sinopsis:

"Bang tolong gantikan aku menikahi Chexil! Aku kadung terikat janji sama Om Dion untuk menikahi Dilvara nantinya. Aku bisa dibunuh kalau berkhianat." Tristan.

"Cih bilang saja kamu masih mengharapkan Dilvara yang jadi calon istri kamu. Toh Dilvara masih kecil masih bisa cari yang lain. Makanya jangan suka menggoda wanita kalau tidak ingin terjebak dalam situasi seperti ini!"

"Ayolah Bang, please bantu aku sekali ini saja!" mohon Tristan.

"Kalau aku tahu kamu adalah putri Felix Fernandez, seumur hidup aku tidak akan pernah menikahimu."

Chexil terdiam dia tahu Nathan memang terpaksa menikahinya. Ia menunduk dengan manik mata yang basah. Tangannya sedikit diremas untuk mengurangi sesak di dalam dada. Dia tidak tahu kenapa Nathan membenci ayahnya.

"Kamu boleh menceraikan aku, tapi tunggu paling tidak satu bulan setelah ini. Kita baru seminggu menikah aku tidak mau ada gosip tentang kita." Akhirnya meski dengan suara bergetar Chexil memutuskan untuk angkat bicara. Nathan melengos tidak peduli dengan perkataan wanita itu. Ia berjalan ke kamar mandi untuk meredakan amarah yang masih tersisa.

"Abang jangan bersikap cuek seperti itu pada istri sendiri!"

"Kenapa? Kamu tidak terima? Kalau kamu memang peduli padanya kenapa dulu tidak kau saja yang menikahi dia?

Akankah hubungan Chexil bertahan dengan Nathan ataukah justru berbalik pada Tristan? Simak kisahnya dalam novel ini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imamah Nur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 21. Mencurigai

Siang hari saat Nathan ingin berpamitan, lagi-lagi Nela mengaduh kesakitan hingga akhirnya ia mengurungkan niatnya kembali.

Nathan menjadi gelisah sendiri. Di satu sisi dia tidak tega meninggalkan Nela sendiri mengingat Nela berasal dari luar kota dan di sini hanya tinggal seorang diri. Di sisi lain ia tidak nyaman meninggalkan Chexil sendiri karena kalau terjadi sesuatu sama gadis itu dialah orang yang paling bertanggung jawab atas keselamatan istrinya. Apalagi mereka baru saja menikah.

"Lucas." Nathan langsung meraih ponselnya dan menghubungi Lucas.

"Halo Bro."

"Sudah sampai di mana?"

"Mungkin dua jam lagi baru sampai."

"Cepetan dong Luk ini Nela harus ada yang jagain."

"Parah ya bekas tembakannya?"

"Parah nggak parah sih, cuma sedari tadi dia merintih terus. Aku jadi tidak enak kalau harus meninggalkannya seorang diri."

"Ya udah jagain aja dulu."

"Aku ninggalin Chexil sendiri di hotel, kan kasian Luk."

"Ngapain kalian di hotel?" tanya Lucas curiga.

"Habis nikah sekalian nginap di sana."

"Alamak aku lupa," ujar Lucas sambil menepuk jidatnya sendiri.

"Kalau ketahuan mama aku ninggalin dia, bisa dimarahin."

"Iya deh aku kebut nih mobil biar cepat sampai."

"Oke aku tunggu."

Nathan mondar-mandir di ruang tamu, sesekali ia keluar rumah untuk melihat apakah Lucas sudah datang ataukah belum.

"Lama sekali sih Lucas ini sudah satu setengah jam-an. Harusnya kalau dia ngebut sudah sampai." Nathan bergumam sendiri.

"Aku harus menghubungi Chexil." Ia meraih ponselnya kembali dan mencari kontak Chexil tetapi kemudian teringat bahwa dirinya tidak punya nomor istrinya.

"Tristan." Ia memencet nomor ponsel Tristan.

"Halo Bang."

"Tris aku minta nomor Chexil!"

"Aneh, Abang tidak punya nomor istri sendiri?"

"Tris kamu sudah tahu semuanya, mengapa masih bertanya?"

"Iya-iya Bang, sorry." Tristan langsung mengirimkan nomor Chexil.

"Thanks Tris." Nathan hendak memutus sambungan telepon namun dicegah oleh Tristan.

"Tunggu-tunggu Bang! Abang belum pulang sedari pagi?"

Nathan tidak menjawab malah langsung mematikan ponselnya. "Apakah wanita itu mengadu pada Tristan kalau aku meninggalkannya? Apa sih mau wanita itu sebenarnya?" tanya Nathan dalam hati. Dia mengurungkan niatnya untuk menghubungi Chexil.

"Hai Bro." Saat-saat Nathan berpikir tentang Chexil tiba-tiba Lucas datang dan menepuk bahunya.

Nathan menoleh, "Kau sudah datang, kalau begitu aku pergi dulu."

"Eh-eh aku baru datang kamu malah mau pergi. Gercep amat sih mentang-mentang punya istri cantik. Ngomong-ngomong udah belah duren belum?"

Nathan mendorong kepala Lucas ke belakang. "Otak ngeres!"

"Udah ah aku mau balik."

"Sebentar Nath aku ada oleh-oleh nih buat kamu sama Chexil."

Nathan menghentikan langkahnya. Lucas memberikan oleh-oleh kepada Nathan juga Nela.

"Nath sebentar aja aku mau ngomong, duduk ya!"

"Serius amat sih Luk."

"Emang serius, lima menit aja," pinta Lucas dan Nathan pun akhirnya duduk di sofa.

"Ada apa?"

"Apa semalam kamu tidak mendengar kabar bahwa ada seorang wanita menyelundupkan obat-obatan terlarang ke dalam sebuah diskotik?" tanya Lucas serius.

"Tidak, kamu tahu sendiri kan semalam aku sibuk resepsi dan ponselku sempat dimatikan."

"Semalam aku dapat kabar dari komandan bahwa anak buahnya sempat menembak wanita itu tetapi mereka kehilangan jejak. Katanya mereka sempat menembak di bagian punggung."

Mendengar perkataan Lucas, Nathan melihat ke arah Nela. "Bukankah Nela juga tertembak di bagian punggung? Apa artinya wanita itu adalah Nela?" tanya Nathan dalam hati.

"Ah tidak mungkin, yang saya tahu Nela wanita baik-baik. Selama bersama kami sikapnya tidak ada yang mencurigakan." Nathan membantah ucapannya sendiri sedangkan Nela yang ditatap menelan ludah kasar. Hatinya merasa tidak enak. Dia yakin Nathan mencurigainya saat ini.

"Aduh." Dia pura-pura lagi, mengaduh kesakitan.

"Ah sudahlah lebih baik aku pergi dan selidiki nanti saja," batin Nathan.

"Aku pergi Luk, jaga dia dan terima kasih oleh-olehnya." Nathan langsung keluar dan berjalan menuju mobil. Ketika dia sudah duduk di belakang kemudi dia langsung tancap gas menuju hotel.

Namun ketika sampai di tengah perjalanan, rasa penasarannya terhadap luka tembakan Nela lebih tinggi dari kekhawatirannya terhadap Chexil.

Nathan memutar arah dan langsung menuju rumah sakit tempat Nela tadi ditangani.

Setelah bertanya ternyata dokter yang menangani Nela tadi masih ada di ruangannya. Nathan langsung menuju ke ruangan itu.

"Permisi Dok!"

"Iya, ada yang bisa saya bantu?"

"Iya Dok."

"Oh ini yang mengantarkan pasien yang terkena tembakan tadi kan? Apa ada yang ketinggalan?"

"Tidak Dok, saya hanya ingin bertanya perkara peluru yang bersarang di punggung teman saya tadi."

"Maksudnya?"

"Apakah Dokter masih menyimpannya?"

"Tentu saja masih ada."

"Maaf Dok kalau boleh saya ingin melihatnya."

"Maaf kalau boleh tahu untuk apa ya?"

"Untuk penyelidikan Dok apakah itu peluru benar-benar punya polisi ataukah memang milik penjahat."

Dokter tersebut tampak termenung sebentar. "Baiklah saya akan ambilkan."

Dokter itu bangkit dari duduknya dan mengambil peluru di atas rak lalu berjalan mendekat ke arah Nathan.

"Ini dia, tapi sepertinya peluru ini ilegal jadi saya yakin bukan milik anggota polisi," ujar dokter tersebut sambil menyerahkan peluru tersebut kepada Nathan.

Nathan melihat-lihat peluru tersebut. "Sepertinya Dokter benar," ucap Nathan sambil mengembalikan peluru tersebut ke tangan dokter.

"Kalau begitu saya permisi Dok dan terima kasih telah meluangkan waktu untuk saya," ucap Nathan lagi.

"Sama-sama."

Nathan melangkah keluar ruangan. Dokter itu hanya menatap punggung Nathan yang kemudian hilang dari balik pintu.

"Sepertinya pemuda itu jeli, untung aku segera menukar dengan peluru lain. Kalau tidak tamatlah riwayat Nela," ujar sang dokter sambil menimang-nimang peluru di tangan.

"Buang-buang waktu saja," ujar Nathan sambil menyetir mobilnya kembali. "Tapi syukurlah berarti tidak ada yang patut aku curigai lagi," ujar Nathan dalam hati.

🌟🌟🌟🌟🌟

"Baru pulang? Dari mana saja?" tanya Chexil saat membuka pintu.

Nathan termangu di depan pintu. Mengapa dia merasa Chexil seperti mamanya, padahal yang dia tahu Chexil adalah gadis kalem.

"Dari rumah sakit," jawab Nathan kemudian.

"Kamu sakit?" tanya Chexil lagi.

Nathan menghembuskan nafas kasar. "Bukan, tapi temanku."

"Cewek apa cowok?" Sebenarnya Chexil hanya ingin mengetes kejujuran Nathan.

"Cewek."

"Kalau begitu hati-hati jangan sampai kebablasan. Ingat kamu sudah menikah."

Mengapa gadis ini jari cerewet? Apakah dia kerasukan saat aku tinggal tadi?

"Aku tahu," ujar Nathan sambil melangkah ke dalam kamar.

Chexil mengikuti langkah Nathan.

"Apalagi?"

"Mau mandi?" Tidak menjawab malah bertanya.

Nathan hanya mengangguk.

"Kalau begitu tunggu dulu!"

Nathan mengernyitkan dahi, tidak mengerti.

"Aku siapkan air hangat dulu."

Nathan mengangguk dan memilih duduk di sofa sambil menunggu pekerjaan Chexil selesai.

"Sebelum Nathan jatuh cinta sama wanita itu, aku akan membuatnya jatuh cinta padaku." Chexil tersenyum sambil menuangkan air panas pada bak mandi.

Bersambung......

Jangan lupa tinggalkan jejak!🙏

1
Sulati Cus
ending yg manis
putra bayu lindu
payah cerita mosso cewej yg di desak....cowok gk ush...
Femmy Femmy
ni yah saya beri tau...kemarin adek sepupuku pas mau melahirkan kasusnya seperti ini sudah tidak bisa melahirkan normal tapi masih memaksakan diri untuk melahirkan normal kondisinya sudah sangat sangat lemah karena terlalu lama di Induksi akibat nya malah pendarahan Hebat dan akhirnya sepupu saya meninggal...jd jangan menganggap remeh kalau orang melahirkan sekiranya kalau sudah tidak bisa normal langsung ambil tindakan operasi Chexil jangan sok kuat memaksakan diri untuk lahiran normal dalam keadaan sudah lemah pikirkan diri kamu dan bayi kamu
Femmy Femmy
orang chexilnya keadaanya sudah lemah kok dokter masih bilang bisa di Induksi🤦yang ada Chexil bisa out...chexil juga jangan keras kepala lihat kondisimu jangan nekat mau lahiran normal 😠
Femmy Femmy
itu lebih baik Chila jangan suka keluyuran yang g jelas
Femmy Femmy
gimana Chila mau dihargai orang dr Davin didatangi terus sama Chila🤦
Femmy Femmy
makanya Chila jangan nakal...
Femmy Femmy
kok g sopan banget yah Tantri menghapus telpon dari neneknya Davin??😠
Femmy Femmy
iya kan karena baru SMP..Chila jangan centil saja
Femmy Femmy
🤣🤣🤣
Femmy Femmy
kok Felix lagi sih Maximus yang mau sadar dari koma🤦
Femmy Femmy
aduuhhh Chila masih SMP jangan kecentilan dulu lebih baik belajar yang benar🤦
Femmy Femmy
maksudnya gimana sih?? harus nya si Davin ya bukan Chexil
Femmy Femmy
sembarang nya
Femmy Femmy
om Felix mati suri...
Femmy Femmy
Tristan walaupun dia cuek tetapi pemikirannya selalu bijak
Femmy Femmy
🤣🤣🤣
Femmy Femmy
Natan mana bisa kamu kibuli emak kamu...semua gaya anaknya pasti emaknya tahu lah🤣
Femmy Femmy
🤣🤣🤣
Femmy Femmy
cari yang lain saja Davin..karena Author sudah memasangkan sehidup semati Natan dan chexil🙂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!