Indonesia
NovelToon NovelToon
CINTAI AKU SELAMANYA

CINTAI AKU SELAMANYA

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:61.7k
Nilai: 5
Nama Author: Syauqi Namaria

Reina, gadis cantik yang duduk di bangku kuliah di Universitas X jurusan komunikasi.
Dua tahun lalu ayahnya meninggal dunia karena sebuah kecelakaan tunggal, sedangkan ibunya telah meninggal setelah melahirkannya. Kini ia hidup seorang diri tanpa saudara karena ia anak tunggal. Warisan yang di tinggalkan oleh ayahnya dikuasai oleh pamannya sendiri. Untung saja ia masih punya sahabat yang senantiasa ada untuknya.
Bagaimana kisah Reina selanjutnya, akankah ia merebut kembali warisan yang ditinggalkan ayahnnya dari tangan pamannya? dan bagaimana dengan kisah cintanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syauqi Namaria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21

Pagi hari sehabis membersihkan tubuhnya, Reina pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan dirinya dan juga

atasannya itu. Dari arah kamar Zen keluar dengan pakaian tidurnya dengan rambut yang masih acak-acakan, ia berjalan menuju dapur melewati Reina yang berdiri menatapnya tanpa mengeluarkan suara. Zen menghentikan langkahnya di depan lemari pendingin dan membukanya, ia mengambil satu botol air mineral lalu meminumya sampai habis tak tersisa di dalam botol.

Setelah itu ia kembali lagi berjalan menuju kamarnya, di balik pintu Zen berdiri dengan menyenderkan badannya di sana.

“Arrrgghh sial, gue lupa kalau Reina semalem nginep disini” umpatnya seorang diri.

Reina yang berada di luar menatap pintu kamar Zen sembari menggelengkan kepalanya dan tersenyum melihat kelakuan bosnya. Ia kemudian melanjutkan lagi aktifitasnya menyiapkan sarapan, kali ini ia membuat nasi goreng dengan tambahan telur ceplok.

Zen membuka kenop pintu kamarnya dan berjalan keluar, terlihat ia sudah berganti pakaian dengan rambut yang

sudah tertata rapih. Reina sendiri sedang meletakkan nasi goreng yang baru saja di buatnya di atas meja saat Zen berjalan ke arahnya.

“Mas sarapan dulu”

Zen duduk di meja makan dan menatap nasi goreng yang sudah tersaji di atas meja seraya berkata “keliatannya

enak, udah lama juga aku nggak makan nasi goreng”

“Bukan cuma keliatan enak Mas, tapi emang bener-bener enak, siapa dulu donk yang bikin” Reina menyahuti

perkataan Zen dengan membanggakan dirinya sendiri.

Zen tersenyum tipis, sembari tangannya menyendokkan nasi goreng ke dalam mulutnya, Ia menyantap makanan

sampai habis tak tersisa di atas piring.

“Kamu berangkat ke kampusnya bareng aku aja Rei”

“Hari ini aku nggak ada kelas, aku mau langsung ke kafe Mas”

“Ya dah berarti bareng sama aku, Mas tunggu di bawah ya” Zen keluar dari apartemen, sedangkan Reina membersihkan piring kotor terlebih dahulu, setelah selesai ia langsung menyusul Zen ke parkiran apartemen.

***

Zen sudah berada di dalam mobil ketika Reina berjalan menghampiri mobil bosnya itu lalu masuk ke dalam dan

duduk di kursi depan samping Zen. Kemudian Zen melajukan kendaraannya menyusuri jalanan ibukota yang padat. Selama perjalanan menuju kafe, Reina sibuk memainkan ponselnya hingga saat Zen memanggil namanya pun tak diindahkan oleh gadis cantik itu. Zen tiba-tiba menghentikan mobilnya di tepi jalan.

“Kok berhenti disini Mas?” tanya Reina yang heran.

Zen menoleh ke arah Reina dengan menunjukkan wajah cemberut “semalem belum puas teleponan sama kakak kamu itu, sekarang lanjut lagi, kita kan di mobil berdua tapi kenapa aku merasa kalau lagi sendirian?” Zen mengungkapkan keluhannya pada Reina yang membuat gadis cantik itu membulatkan mulutnya karena bingung.

“Aku nggak lagi chattingan sama Mas David, tapi sama Sarah, lagian emang kenapa kalau aku chattingan sama Mas David? Kok Mas Zen marah”

“Bukannya marah tapi apa ya...” Zen menjeda perkataannya, terlihat ia seperti sedang memikirkan sesuatu. Lalu

ia melanjutkan kembali “Aah pokoknya aku ngga seneng aja kalau di cuekin”

Reina tersenyum dibarengi dengan gelengan kepala, ia kemudian meminta maaf pada Zen karena mengabaikannya, lalu Zen kembali mengemudikan mobilnya melanjutkan perjalanan menuju kafe.

Saat Reina sampai di kafe ternyata Sarah sudah berada di sana, terlihat ia sedang berbincang dengan Nadia.

“Reina bareng lagi sama Mas Zen” bisik Sarah pada Nadia yang duduk di sampingnya.

“Jangan-jangan mereka udah pacaran” Sarah dan Nadia tertawa kompak ketika melihat Zen dan Reina berjalan

masuk ke dalam.

Reina yang merasa sedang diperhatikan langsung menghampiri dua gadis cantik yang sedang duduk itu.

“Kalian lagi ngomongin gue ya” Reina mendudukkan tubuhnya ikut berbaur dengan Sarah dan Nadia.

“Ayo kerja-kerja malah ngobrol lagi” celetuk Zen sambil berjalan menuju ruang kerjanya.

“Kamu lagi Sar pagi-pagi udah disini aja” imbuh Zen lagi.

“Mas Zen lagi kenapa sih sensi gitu, lo apain Rei anak orang” celetuk Sarah saat Zen sudah masuk ke dalam ruang kerjanya.

Reina hanya diam tak merespon omongan Sarah, pandangan matanya tertuju pada ruang kerja bosnya, ia sendiri

merasa heran semenjak di mobil tadi Zen memang kelihatan sedang marah.

Zen duduk di kursi kerjanya seraya matanya sibuk menatap layar laptop, terdengar suara ketukan pintu dari

luar, Zen lalu mengalihkan perhatiannya menatap pintu untuk melihat siapa yang akan masuk ke ruang kerjanya.

Pintu terbuka, terlihat Reina mengayunkan kakinya masuk ke dalam, ia membawakan secangkir kopi untuk Zen. Reina berjalan mendekat ke arah meja kerja bosnya itu, lalu ia meletakkan gelas yang di bawanya di atas meja.

“Makasih Rei” ucap Zen tanpa melihat wajah pegawainya itu, matanya tetap fokus menatap layar laptop yang ada

di depannya.

“Iya Mas, kalau gitu saya permisi” Reina membalikkan badan hendak berjalan meninggalkan ruang kerja bosnya itu, namun ia menghentikkan langkahnya ketika Zen memanggil namanya.

Reina kembali membalikkan badannya saat ia sudah sampai di depan pintu “masih ada yang Mas Zen butuhin”

tanya Reina.

Zen hanya menatap wajah Reina tanpa mengeluarkan suara, tatapan tajam dari matanya itu membuat Reina bingung.

“Gue punya salah apa sih sama Mas Zen” gumam Reina dalam hati.

Zen berhenti menatap Reina saat telinganya mendengar suara Sarah yang memanggil nama Reina, kemudian bosnya itu menyuruh Reina keluar.

 Selamat membaca 😘

1
Ida Naurah
semangat thor
Ida Naurah
ko maen PD nyosor aja sih
Yant08
Luar biasa
Hartini Tin
lanjut
Hartini Tin
hadir thor
Namaria
ceritanya cukup menarik nggak berat tentang kisah cinta anak muda, di bumbui dengan perebutan warisan, alurnya memang agak lambat sih, tapi masih bisa di nikmati
Cucu Siti Hodijah
wah zein cemburu tuh
HIATUS
next thor
HIATUS
next
HIATUS
lanjut thorrrr
Maria
di tunggu kelanjutannya
Maria
lanjut
Maria
tenang aja masih berlanjut
Maria
masih lanjut
Maria
lanjut
Maria
mohon dukungannya teman-teman pembaca
Maria: Berti kowe SMP wis pernah ciuman donk nov😁
total 4 replies
Maria
terima kasih semoga suka ya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!