Jiwa seorang tentara top di bumi yang tidak sengaja menyeberang ke dunia alternatif. Bangun dalam tubuh baru dan dunia baru setelah mati dihianati sahabatnya sendiri. Light memulai perjalanan baru di dunia baru dengnan identitas baru sebagai Huo Tian Guang. Dunia dimana segudang bentuk kehidupan ada dan manusia dapat berkultivasi serta menjadi abadi.
Huo Tian Guang seorang pemuda tampan dengan iris mata emas gelap seperti matahari di gelapnya malam dan alis tajam seperti pedang. Menyukai warna hitam, baik terhadap keluarga dan temannya, dia tegas serta kejam kepada para musuhnya.
Saksikan kerja kerasnya saat dia membantai jalan menuju keabadian
Saksikan perjalanannya saat ia dikenal dialam semesta sebagai Kaisar Para Dewa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LightningSun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 20 Pertemuan, Tantangan, dan Lelaki Misterius
Memutus tatapan matanya pada Huo Tian Guang, pemuda itu berjalan ke depan menuju laki- laki lusuh. Pemuda tertutup itu berdiri di depan laki- laki tersebut sembari membuka topi kerucut nya, memperlihatkan setengah wajah tampannya .
"Jika perkataan mu benar, lalu apa yang kamu lihat dari ku ?" Tanya pemuda itu ke lelaki lusuh seraya memberi koin pembayaran.
Lelaki itu sedikit melirik ke atas, dalam penglihatan Huo Tian Guang mata lelaki itu sedikit berkilau di balik surai rambutnya ketika melihat sang pemuda.
"Sebaiknya urungkan niat mu, jangan menuju jurang keputusasaan" jawabannya kepada pertanyaan pemuda itu.
"Huh Apa maksudnya itu... Sepertinya yang di katakan orang- orang benar, kamu penipu" sedikit mengernyit kan dahi, Dia menjadi kesal.
"Langit terlalu luas, jangan hanya memperhatikan satu awan yang menggantung di sana" jawab lelaki itu tenang terhadap kecaman pemuda tertutup.
"Bualan apa!, Jangan sok bertindak bijak" kumpulan orang -orang semakin kesal
"Anak muda.. sudahlah, dia hanya penipu!"
"Hei orang tua... Kembalikan uang kami, kamu telah menipu!" Semakin banyak suara menuntut dari kerumunan, berharap uang nya dikembalikan.
"Sebentar!" Pemuda itu mengangkat salah satu tangan nya, membuat kumpulan itu diam. Kemudian tangan itu mengambil koin di saku dan memberikannya kepada lelaki tua.
"Kenapa pemuda, apa diri mu tidak kapok dibohongi olehnya?" Salah satu orang berbicara mengingatkan, tentu itu hanya dianggap angin lalu oleh pemuda misterius itu.
Tak pelak tindakan pemuda itu membuat semua orang bingung, termasuk Huo Tian Guang yang juga memperhatikan.
"Hei orang tua... Kata- kata mu bijak, lalu bagaimana dengan Dia di sana!" Pemuda itu bertanya lagi, tetapi itu sangat membuat Huo Tian Guang terkejut. Bukan karena pertanyaannya tapi arah yang dituju pertanyaan, itu adalah Dirinya! Ya, pemuda itu mengajukan pertanyaan kepada lelaki tua sembari menunjuk Huo Tian Guang.
"Huh.. ?"
Melihat orang yang Ia tunjuk terkejut, pemuda itu langsung membuka penutup kain yang menutupi sebagian wajahnya seraya berkata: "Lama tidak bertemu Huo Tian Guang!" Sedikit geraman Huo Tian Guang rasakan dari ucapannya. Membuat dirinya bertambah bingung, mengapa pemuda itu mengenalnya.
Tak pelak perkataan nya juga membuat kerumunan tertegun. Huo Tian Guang?! Bukankah nama itu nama yang sama dengan orang yang membuat keributan dua tahun lalu?. Mengikuti arah penunjuk tangan pemuda itu, akhirnya melihat seorang anak muda berusia dua belas tahun berpakaian hitam dengan mata emas mempesona. Ya bagaimana mereka gagal menyadari, mata emas itu hanya satu- satunya di kota Tianmei dan itu hanya milik Huo Tian Guang dari Jia klan.
Mengabaikan sekitarnya, Huo Tian Guang akhirnya melihat wajah pemuda itu, dan dirinya sangat terkejut. "Kau!!!...". Pemuda itu menyunggingkan senyum seram ketika Tian Guang berteriak kaget
"Siapa?" Dengan wajah tanpa dosa, Huo Tian Guang membuat suasana menjadi canggung untuk pemuda itu. "Eh..?" Mendengar kelanjutan perkataannya, wajah pemuda itu merah malu bercampur marah, penghinaan apa!, Ini penghinaan secara tidak langsung.
"HAHH Aku Jia Lu, dengarkan baik- baik JIA LU!" pemuda itu berteriak keras kepada Huo Tian Guang. Ternyata pemuda misterius itu adalah Jia Lu yang dulu pergi meninggalkan klan.
"Ohh... Diri mu sudah kembali? Syukurlah. Para penatua mencari mu selama ini" Huo Tian Guang berkata tenang, dia sedikit waspada, mengingat Jia Lu dari tadi memperhatikannya dengan tatapan benci. Mempunyai musuh satu tingkat diatasnya sedikit merepotkan. Mungkin masalah ayahnya dipenjara dan kakaknya yang dia lumpuhkan adalah penyebab utama. Ya iyalah, siapa orang yang tidak marah woi.
"Huh... Sok peduli! Cukup omong kosong. Huo Tian Guang aku menantang mu bertarung, satu lawan satu lima hari dari sekarang. Aku akan menyelesaikan masalah kita di depan para penatua klan!" Jia Lu berkata tegas dan mata lurus menatap Tian Guang.
Mendengar tantangan yang dilontarkan Jia Lu, membuatnya sedikit mengerti. " Heh.. ternyata sekarang diri mu berani melontarkan duel pada ku? Jia Lu yang dulu sedikit berubah. Baik! Ku terima." Balas Tian Guang sedikit mengejek masa lalu Jia Lu
Perkataannya membuat kerumunan heboh, siapa di kota Tianmei yang tidak tau masalah penatua Jia klan yaitu Jia Li membuat ayah dari Jia Lu, Jia Kun menjadi lumpuh?. Apakah petarungan di antara Jia Lu dan Tian Guang itu pertarungan balas dendam? Secara tidak langsung ya!
"Huh... Lima hari dari sekarang, aku tunggu!" Jia Lu berbalik pergi menuju klan Jia untuk melaporkan sekembalinya dia. Melihat Jia Lu pergi, kerumunan juga perlahan pergi menyebarkan tentang tantangan Jia Lu kepada Huo Tian Guang dan seakan melupakan laki- laki lusuh duduk diam di sana.
'Haahh... Untung aku tadi membeli bahan pembuatan prasasti, dua tahun ini kemana Jia Lu pergi?, Auranya sedikit menusuk dan... pedang? Sepertinya dia berjalan di seni bela diri pedang. Aku akan sedikit berhati -hati.' renungnya menganalisis Jia Lu.
"Tuan selamat tinggal dan permisi.." ucap sopan Huo Tian Guang pada lelaki lusuh itu untuk pergi. Menurutnya, lelaki ini bukan orang biasa- biasa saja. Ketika Huo Tian Guang akan berbalik badan suara bariton lelaki itu memanggilnya: "Tunggu anak muda, aku belum mengatakan ramalan tentang mu, dengarkan sebentar."
Perkataan nya membuat Tian Guang sekali lagi menatap mata hitam legam layaknya malam itu. Sedikit takut dirinya menatap orang itu. "Tidak perlu tuan, terima kasih" sanggahnya dengan sopan menolak.
"Diri ku telah dibayar untuk melihat mu, jadi dengarkan" paksa lelaki tua tidak menghiraukan penolakan.
"Baik tuan, saya dengarkan" Tian Guang menyerah setelah di berikan alasan.
"Masa depan mu terlalu banyak variabel, tapi satu pengingat. Jangan terpaku pada dunia ini, bahkan langit pun masih rela dibawahi kehidupan" ucapanya sembari memberi Tian Guang buku sederhana bahkan lembaran kertasnya menguning dan sobek- sobek. Meski begitu Tian Guang masih berterima kasih.
"Terima kasih tuan," dia sedikit membungkuk memberi hormat ke lelaki tua misterius. Walau ada tanda tanya besar dengan apa yang di maksud orang tua itu, Tian Guang tetap diam, seiring waktu toh juga akan mengerti.
"' Jika takdir menghendaki, kita akan bertemu lagi ha ha ha..'" Suara bariton terdengar lagi, tapi ketika Tian Guang melihat ke depan dimana pemilik suara tadi ada, sekarang pemilik suara tersebut lenyap entah kemana seakan hanya ilusi. Bulu rindu di tengkuknya berdiri, hingga sedikit keringat dingin mengembun di balik pakaian hitamnya.
"Hiiissss... Monster tua!" Gumamnya merinding, bahkan dengan ingatan lengkap Kaisar Tian dia tidak dapat mengetahui level kultivasi lelaki itu. Apakah ada ranah di atas Kaisar Bela Diri??
Menatap buku yang di berikan oleh orang misterius dengan rumit, Ia menyimpannya di cincin ruang, kemudian beranjak pergi kembali ke klan dengan tanda tanya besar terhadap perkataan dan siapa lelaki misterius tadi.